Jan 072016
 
Pasukan Taifib dan Denjaka

Pasukan Taifib dan Denjaka

Jakarta – TNI AL menandatangani kontrak pengadaan barang dan jasa senilai Rp 1,19 triliun, untuk tahun 2016. Sebagian besar kontrak untuk pengadaan arsenal senilai Rp 902,9 miliar dan penandatanganan dilakukan secara “massal” untuk 154 surat kontrak.

Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, bersama pimpinan TNI AL, menyaksikan penandatangan, di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Kamis, 7/1/2016.

Perincian kasar nilai kontrak itu adalah Rp 902,9 miliar untuk arsenal, Rp 167,8 miliar untuk infrastruktur, dan Rp 121,6 miliar untuk perlengkapan personel.

Semua kontrak itu, sesuai amanat Perpres Nomor 70/2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan telah dilelang sebelumnya.

Pelaksanaan penyerapan dana secara dini, secara otomatis akan mempercepat daya serap anggaran TNI AL dan dapat menghindari penganggaran lintas tahun.

Jika ini selalu terjadi maka memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan ekonomi di Indonesia secara umum dan bagi pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI AL pada khususnya.

“Dengan kontrak ini nanti tidak ada lagi alasan program dan kegiatan belum terealisasi karena kontrak terlambat”, ujar KSAL Laksamana Ade Supandi.

Antaranews.com

Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

  28 Responses to “Dana Pembelian Arsenal Terbaru TNI AL”

  1. Serem..

  2. Numero uno

  3. siap laksanakan..lebih cepat lebih baik..!!

  4. Pertamax kah

  5. Kok cuman 1 trilyun rupiah ya coba 1 trilyun usd gitu biar dapat banyak

  6. Lengkapi penerbal dengan pesawat tempur maritim su 32..su 33 masing2 satu skuadron

  7. Setuju bung welli

  8. Uangnya dibagi bagi sama angkatan yg lain bung sabar aja. Uang segitu buat beli senjata senjata ringan sdh lumayan dapatnya.

  9. Panjang banget pasti sakit itu

  10. itu penandatanganan kontrak pusat. Penandatanganan kontrak sesuai rpjmn lanal masing2. Cmiw

  11. mf pak Ade yg pp 70 tahun 2012 kayanya sdh gak berlaku, seharusnya pake pp no 4 2015 yg presiden Jokowi teken, walaupun secara keseluruhan hampir sama cuma beda di kewenangan pejabat pengadaan yg diperluas dan percepatan serapan anggaranya,cmiiw

  12. 1,19 T mungkin 119 T bahasa rahasia

  13. sebenarnya dari pada arsenal ane lebih suka chelsea bung wkwkwkwk

  14. @om raftel

    Ini alasannya knp PKR pake mesin CODOE…bukan CODAD, nyesuain dg anggaran BBM yang ada

  15. keep calm hehehheheheh

  16. pengen lada…….

  17. dikit amat

  18. AI AI AI AI,ITU 1,19 T ANGGARAN LAIN,BUKAN ANGGARAN ALUTSISTA,JANGAN DI SALAH ARTIKAN,KALAU ANGGARAN SEGITU,PASTI TNI AL LAUT SUDAH PADA PROTES HAH.BACA ARTIKELNYA BAIK2 HAH.

  19. Pingin bebek ma telorx sekali pak d bgkus gk pkai lama..(salah ketik yg benar Rp90T)

  20. Bingung lihat pemerintah sekarang! Dana MEF II nya mana??

  21. Ya dikit ama belanjanya tahun ini masak cuman 900m utk belanja Alutsista bisa dapat apa saja? paling hanya dapat 1 set piranti sistem radar Thales utk di instal di PKR-105 ama Ciws Oerlikon Millennium Gun, terus yg pake fasilitas kredit kok gak dipublish juga?

  22. Klewang jilid II gmn kabarnya ya bro

 Leave a Reply