Mei 252019
 

Hawaii, Jakartagreater.com  –  Dankodiklat TNI AD Hadiri Simposium Dan Pameran Tahunan Land Forces Of The Pacific (LANPAC) 2019, Hawaii. Dankodiklat TNI AD, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos mewakili Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Andika Perkasa, dalam rangka menghadiri acara simposium dan pameran LANPAC 2019 pada tanggal 21 s.d. 23 Mei 2019 di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komando AD AS di Pasifik (USARPAC) dan Asosiasi AD AS (AUSA) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 25 negara di wilayah Indo-Pasifik, sedangkan untuk Delegasi dari Indonesia terdiri dari :

  1. Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos.
  2. Kolonel Czi Adisura F. Tarigan.
  3. Mayor Arm Aji Nugroho.
  4. Atase AD RI di Washington DC Kolonel Inf Hendri.

Simposium kali ini mengambil tema “Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka: Angkatan Darat yang Inovatif dan Tangkas,” LANPAC ke-7 ini mengambil fokus pada bagaimana peran dan kontribusi Angkatan Darat negara-negara di Indo-Pasifik untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama yang erat di wilayah.

Bertempat di Hotel Sheraton Waikiki, Danjen USARPAC Jenderal Robert B. Brown dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menjaga wilayah Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka seperti selama ini.

Menurut Jenderal Brown, kebersamaan adalah faktor utama agar seluruh Angkatan Darat di wilayah Indo-Pasifik mampu menghadapi berbagai dinamika dan kompleksitas ancaman dan tantangan regional dan global.

Selama pelaksanaan simposium mulai tanggal 21 s.d. 23 Mei 2019, sejumlah topik penting dibahas dengan menghadirkan para panelis dari kalangan militer, akademisi dan praktisi industri dari berbagai negara-negara Indo-Pasifik.

Topik tersebut antara lain tentang perkembangan lingkungan strategis wilayah Indo-Pasifik yang semakin penting dan signifikan, mengingat faktor luasnya wilayah, banyaknya penduduk, serta pesatnya pertumbuhan ekonomi dan kekuatan militer negara-negara di wilayah ini.

Selain itu, dibahas pula tentang bagaimana seluruh Angkatan Darat di wilayah Indo-Pasifik meningkatkan kerja sama multilateral, baik melalui aliansi maupun kemitraan, karena disadari bersama berbagai tantangan dan ancaman saat ini dan masa depan tidak dapat dihadapi sendiri.

Salah satu kunci untuk mencapai cita-cita bersama tersebut adalah dengan mewujudkan Angkatan Darat yang inovatif dan adaptif terhadap berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Tidak ketinggalan pula, Angkatan Darat di wilayah Indo-Pasifik diharapkan mampu dengan sigap mengadopsi perkembangan teknologi terkini untuk meningkatkan kemampuan personel dan organisasi, antara lain dalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence) maupun sistem otonom (autonomous system).

Sementara itu, di sela-sela kegiatan, Dankodiklat TNI AD juga menyempatkan diri untuk melaksanakan pertemuan dengan Danjen USARPAC Jenderal Robert B. Brown dan Wadanjen USARPAC Mayjen John P. Johnson untuk membahas peningkatan kerja sama bilateral TNI AD dan Angkatan Darat AS.

Selain itu, Dankodiklat TNI AD juga bertemu dengan Kasad Republik Korea Jenderal Wook Suh, Kasum AD Singapura Brigjen Kenneth Liow, Kasum AD Nepal Letjen Sarad Kumar Giri dan Kasad Brunei Darussalam Brigjen Dato Seri Pahlawan Awang Khairul Hamed. (tni.mil.id)

  One Response to “Dankodiklat TNI AD Hadiri Simposium dan Pameran Tahunan LANPAC 2019 di Hawaii”

  1.  

    Kalau lik Sam merasa sebagai negara sahabat dan berharap bahwa negara2 Indo-Pasifik mampu menguasai teknologi utk tingkatkan ketahanan dan keamanan regional seharusnya bantu Indonesia dengan kemudahan2 utk penguatan arsenal persenjataan mengingat Indonesia tidak mungkin berniat sedikitpun utk memusuhi lik Sam apalagi ganggu negara2 tetangga yang justru sering bertingkah terhadap Indonesia, ijinkan TNI beli rudal harpoon utk satuan kapal selamnya, atau rudal2 permukaan bagi kapal perang dalam jumlah banyak dan bantu dengan kredit lunak misalnya, sistem, software dan hardware utk KFX/IFX dan yang jelas bebaskan Indonesia dari ancaman embargo apapun utk penguatan arsenal persenjataannya walaupun TNI beli persenjataan dari Rusia. Kalau lik Sam belum bisa menghargai dan menganggap kita sebagai sahabat berarti mereka justru anggap Indonesia adalah ancaman bagi lik Sam atau mereka punya rencana jangka panjang yang mana peningkatan kekuatan Indonesia akan mengganggu rencana/skenario mereka terhadap Indonesia pada masa yang akan datang.