Jul 162018
 

Pencarian terhadap korban membuahkan hasil pada hari Minggu 15 Juli 2018 dimana korban berhasil ditemukan oleh kapal nelayan pukat dalam keadaan kapal speed boat terbalik akibat cuaca buruk di Pulau Bais Sumut

Nias, Jakartagreater.com – Komandan Lanal Nias Letkol Laut (P) Dian Poernomo Sidhi, M.Tr.Hanla memimpin langsung pencarian (SAR) korban speed boat yang hilang kontak diperkirakan akibat cuaca buruk pada Minggu 15 Juli 2018 di Perairan Tello Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Kejadian berawal pada hari Sabtu 14 Juli 2018 saat speed boat mesin 40 PK yang membawa 5 orang penumpang terdiri dari 2 Personel Kodim 0123/Nias dan 3 masyarakat sipil menuju ke Teluk Dalam Pulau Nias untuk mengejar kapal feri KM. Simelu yang sudah berangkat sebab ketinggalan kapal. Namun saat dilakukan pengecekan, kedua Personel Kodim 0123/Nias tersebut tidak berada di dalam kapal feri dan speed boat yang ditumpangi belum sampai di Teluk Dalam.

Menyikapi hal tersebut, Dandim 0123/Nias melakukan koordinasi dengan Basarnas dan Komandan Lanal Nias untuk membantu melakukan pencarian terhadap korban yang diduga mengalami kecelakaan laut akibat cuaca buruk di sekitar Pulau Tello dan Teluk Dalam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Danlanal Nias didampingi Personel Intel dan Crew Sea Rider Lanal Nias melakukan pencarian dengan menyisir sekitar Pulau Tello dan Teluk Dalam namun belum membuahkan hasil. Sementara itu, Tim SAR Gabungan bersama masyarakat dan nelayan setempat melakukan penyisiran di sekitar Perairan Pulau Pini, Pulau Biang dan Pulau Bais.

Pencarian terhadap korban membuahkan hasil pada hari Minggu 15 Juli 2018 dimana korban berhasil ditemukan oleh kapal nelayan pukat dalam keadaan kapal speed boat terbalik akibat cuaca buruk di Pulau Bais, selanjutnya korban dievakuasi menuju Pulau Tello Nias Selatan oleh Personel Posmat Pulau Tello.

Dari kejadian kecelakaan laut tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, saat ini kelima penumpang speed boat telah sampai dengan selamat di Pulau Tello disambut oleh keluarganya dan mengakibatkan kerugian material berupa kapal speed boat tenggelam dan barang bawaan hilang hanyut terbawa arus ombak air laut. (tnial.mil.id).