Nov 292016
 

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksma TNI S Irawan melihat secara langsung kondisi Pos TNI Angkatan Laut di Pulau Takong Hiu, Minggu (27/11). (Dok. Lantamal IV Tanjungpinang)

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksma TNI S Irawan melihat secara langsung kondisi Pos TNI Angkatan Laut di Pulau Takong Hiu, Minggu (27/11). (Dok. Lantamal IV Tanjungpinang)


Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksma TNI S Irawan, melakukan peninjauan ke Pos TNI Angkatan Laut yang berada di Pulau Takong Hiu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, pada Minggu (27/11).

Kunjungan ke salah satu pulau terdepan Indonesia yang terletak di Selat Malaka ini dilakukan untuk melihat kondisi anggota serta fasilitas penunjang seperti sarana komunikasi, logistik dan kondisi pos.

“Keberadaan pos TNI AL dan menara mercusuar yang dijaga oleh petugas Kementerian Perhubungan bukti kuat bahwa pulau itu milik Indonesia,” ujar Laksma Irawan, seperti dikutip Batam Pos pada Senin (28/11).

Laksma Irawan menjelaskan bahwa pulau Takong Hiu bersifat strategis karena dari atas pulau itu bisa memantau aktifitas lalu lintas kapal-kapal dari dan hendak menuju Singapura dan Malaysia.

“Untuk personel TNI AL yang mengawasi atau menjaga pulau tersebut berjumlah tujuh orang dan secara terus menerus mengawaki Pos TNI AL secara bergantian,” kata Danlantamal IV Tanjungpinang.

Laksma Irawan berpesan kepada prajurit yang berada di pulau Pulau Takong Hiu agar tetap semangat serta tingkatkan terus kewaspadaan.

Sumber: Batam Pos

  17 Responses to “Danlantamal IV Tanjungpinang Tinjau Pos TNI Angkatan Laut di Pulau Takong Hiu”

  1. Pertaminamax

  2. Indonesia darurat destroyer

  3. Indonesia darurat pesawat bomber seperti jaman dahulu kala

  4. Tetap semangat komandan..!

  5. Sebaiknya jumlah yang menjaga pos nggak perlu diekspos ke publik

  6. Selat malaka, banyak perompak nya..

  7. tempatkan altilery dan rudal pak.. jarak dgn tetangga dlm jangkauan altiler..

    persiapan klu swaktu waktu ngajak ribut..

  8. Bdak melayu Indonesia@ betul…betul…betul….setuju sangat bang….lokasi sport mancing orang tg balai, apalagi kalau malam sudah seperti pasar di situ…

  9. drone nya mana…

  10. Kl bs fasilitas posnya ditambah seperti drone,radar,arhanud ringan dan kapal patroli kecil

  11. Siap dipasang silo..sarmat khan..

  12. Mumpung inget, Selat Malaka itu dari ujung Aceh sampai Kepulauan Riau sebagian besar wilayah Indonesia, yang dilewati kira2 5000 kapal besar asing tiap hari, yang selama ini menikmati jasa pandu kapal yang nilai nya triliunan rupiah adalah Singapura dan Malaysia, kita kagak ada sama sekali hiks …….. padahal bisa buat nambah anggaran pertahanan negara termasuk kesejahteraan prajurit

    • Tp batas laut indonesia dpt lbh banyak bung, kekayaan laut kita sangat berlimpah juga, dgn catatan pencurian ikan oleh negara lain bs diminimalisir dl, menurut bu susi kita rugi pertahun rp. 300 triliun, bayangkan renstra mef kita periodenya 5 tahun, 300 x 5 sm dgn 1500 triliun uang kita dicuri oleh pencuri ikan dr negara lain tiap 5 tahun, jika dibelikan kilo class, su35, apache, chinook, s400 dan s500, armata dan icbm sarmat r36 dapet itu bung,…dan dibayar cash semua….masing2 ratusan unit…xixixiix

      • Ya sekali kali barter sama ikan…manteb sebenere..rusia butuh ikan dlm jumlah banyak..

        Salah satunya disuply oleh china hasil dari curian..hahaha tepok jidat..prok prok prok…

      • Bung dodol, biar ente puas saya pintahkan prajurit yg di pulau untuk gali lubang..untuk tempat silo..kalo seumpama rudal sarmatnya gak datang datang buat septic tank sajalah…

        Wakakakkaa…

 Leave a Reply