Danlanud Abd Terima Pesawat Hercules

44
53

hercules1

Pesawat C-130 Hercules A-1332 dari Australia hari ini Senin, (15/12) datang dan disambut langsung oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Sungkono, S.E., M.Si. beserta para pejabat Lanud Abd beserta Insub di Taxy Way Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh.

Saat take off, pesawat Hercules A-1332 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Subhan  dan Copilot Kapten Pnb Fandi Pulungan serta Lettu Pnb Fahmi Aldila disambut dengan Water Salute oleh kedua mobil PK Lanud Abd.   Ucapan selamat disampakan Danlanud Abd dan para pejabat lainnya kepada ketiga Penerbang beserta crew-nya.

“Pesawat Hercules A-1332 akan memperkuat Skadron Udara 32 dan akan mendukung tugas-tugas operasi dengan aman dan selamat” harap Danlanud Abd. Semoga tugas-tugas operasi dukungan udara yang menjadi tanggung jawab Skadron Udara 32 selalu dapat terlaksana secara maksimal dengan tingkat safety tinggi pula. Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh yang salah satunya memiliki tugas dan tanggung jawab mengoperasikan serta memelihara sampai tingkat sedang pesawat C-130 Hercules dalam mendukung tugas-tugas operasi TNI AU, dituntut untuk menjaga kesiapan operasional pesawat yang dipercayakan Komando Atas kepadanya.

hercules2

Selanjutnya Komandan Lanud mengatakan, pesawat Hercules sebagai pendukung operasi telah menunjukkan keberhasilan dalam berbagai operasi. Tidak hanya memberikan kontribusi bagi kepentingan operasi militer saja, namun juga memberi andil pada berbagai operasi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia hingga Negara-negara sahabat.

“Kembangkan sayapmu demi nusantara dan demi kejayaan Indonesia”.  Demikian pesan Marsma TNI Sungkono kepada semua Crew yang hadir pada kesempatan tersebut.  Dengan bertambahnya kekuatan ini maka akan bertambah tugas-tugas yang dihadapi. Ke depan tugas-tugas yang semakin berat ini dapat berjalan dengan baik dan lancar tentunya dengan belajar yang lebih dalam lagi karena sistem mesin pesawat ini menggunakan sitem digital. (tni-au.mil.id)

44 KOMENTAR

    • Saat take off, pesawat Hercules A-1332 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Subhan dan Copilot Kapten Pnb Fandi Pulungan serta Lettu Pnb Fahmi Aldila disambut dengan Water Salute oleh kedua mobil PK Lanud Abd. Ucapan selamat disampakan Danlanud Abd dan para pejabat lainnya kepada ketiga Penerbang beserta crew-nya.

      kok take off ??? bukannya landing ya,,,

  1. Hibah, negara penerima hibah. Mmg diperlukan tapi ini melecehkan harga diri bangsa sendiri, lebih baik tidak punya dripada punya tapi hasil kasihan dari negara lain, apalagi dri negara skelas ausie yg jelas2 sering melecehkan indonesia. Bangsa ini skrg tk punya harga diri yg besar

    • Maaf bung@PK, saya memahami kegeraman bung, namun walaupun kesannya hibah, kita bayar loh untuk semua pesawat tersebut termasuk biaya retrofitnya, jutaan dolar tuh kalo saya baca dari artikel2 dimari beberap bulan yg lewat. Sya kira kita juga sepahamlah knp kita mau mengambil opsi second dengan perbaikan, secara kita memang saat ini di desak untuk sesegera mgkin mengisi kebutuhan akan pesawat angkut secara masiv vs jika kita harus membeli yg baru yg tentunya butuh waktu tidak sebentar. Intinya kebutuhan dadakan dalam waktu singkat. Deal….. Hihihi maaf cuma pendapat oot.

  2. Saat akad hibah kt spakati, brarti saat itu jg kt nerima brg hibah/pmberian gratis tsb.
    Wlu kmudian kt mngluarkn uang yg sgt banyak, mk itu tdk akn mrubah akad yg tlh kt sepakati tsb, apa lagi maksud pngeluaran uang itu utk mengup grade brgnya.
    Yg prl kt crmati adlh mksd dbalik hibah mrk tsb & imbalan apa yg hrs kt berikan kpdnya, sbb ga mumkin tnp imbalan, wrga jkgr srng mngatakn “Tdk ada pmberian cm2 ddunia ini”. Hehehe!
    Tdk ada slhnya sih kt nerima hibah,tp biasanya mmbuat kt hrs balas budi!

  3. Bung Gue, saya kok jadi males baca komentar di JKGR ini ya? Kurang berbobot dan, maaf, banyak oot.
    Sebenarnya, hubungan RI-Australia itu selalu mengalami pasang surut. Tidak pernah benar-benar perang, atau saling klaim wilayah sampai maju ke pengadilan internasional. Tapi juga tidak benar-benar bersahabat. Namun jika menilik hubungan people to people, orang Ausie dan Indonesia sebenarnya semakin dekat, terlepas dari komentar di forum-forum dunia maya dan sikap politikus dan pemerintahnya. Bahkan secara ekonomi, meskipun nilai perdagangan RI-Australia tidak besar, tapi Australia tergantung dari akses yg disediakan Indonesia melalui lautnya. Hal inilah, IMHO, yang membuat Australia selalu ingin meningkatkan hubungannya dengan Indonesia, salah satunya dengan mekanisme hibah.