Oct 262017
 

Meriam 155 mm GS M109A4-BE Howitzer

Cipatat, Jakartagreater.com – Danpussenarmed Brigjen TNI Dwi jati Utomo,S.I.P.,M.Tr (Han) bersama rombongan berkunjung pada Senin 23-10-2017 ke Pusdikif Pussenif Cipatat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam rangka uji fungsi Meriam 155 mm GS M109A4-BE. Kedatangan rombongan disambut Kasubditbinjat dan Optic Ditpalad Kolonel Cpl Amo Ponco.

Danpusssenarmed mengungkapkan, Pussenarmed telah memesan 18 unit meriam 155 mm GS M109A4-BE yang akan digunakan oleh Batalyon Armed 4/GS dan Batalyon Armed 7/GS sebagai pengganti Meriam GS 105 mm Howitzer.

“Meriam 155 mm GS M109A4-BE Howitzer adalah upgrade dari meriam M109A2 buatan Amerika Serikat yang dibeli pada tahun 1984-1985. Peremajaan dilakukan oleh Belgia pada tahun 2007-2008. Secara teknis kemampuannya sudah diperbaharui dengan teknologi terbaru dan mempunyai daya tempur sangat dahsyat dan mobile yang tinggi,” ungkap Brigjen TNI Dwi jati Utomo, dilansir tniad.mil.id, 25/10/2017.

Lebih lanjut disampaikan, senjata andalan Korps Baret Coklat yang terakhir ini sekarang berada di Ditpalad untuk dilakukan pemeliharaan secara efektif dan efisien, sehingga seluruh materiil peralatan tersebut selalu dalam kondisi siap pakai guna menunjang kesiapan satuan jajaran TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Meriam 155 mm GS M109A4-BE Howitzer

“Meriam jenis ini sebetulnya sudah lama dikenal dunia Alutsista. Sebab, nama M109 sudah beroperasi dan berpengalaman di sejumlah perang seperti Perang Vietnam, Perang Teluk, Perang Irak dan lain-lain,” ujar Brigjen TNI Dwi jati Utomo,S.I.P.,M.Tr (Han).

“Materi yang dilaksanakan dalam uji fungsi Meriam 155 mm GS M109A4-BE tersebut adalah Yonarmed roket melaksanakan bantuan tembakan dalam operasi serangan dan Yonarmed roket melaksanakan operasi serangan Artileri (Artileri Strike),” jelas Danpussenarmed.

Brigjen TNI Dwi jati Utomo mengungkapkan, mengingat persenjataan Armed sekarang ini semakin canggih dan modern, maka perlu diadakan revisi pembinaan fungsi Armed ke depannya.

  15 Responses to “Danpussenarmed Tinjau Uji Meriam GS M109A4-BE”

  1. Kalau cocok Dan kepingin tambah lagi…..Bagaimana?? Belgia sudah tidak punya lagi … laris …diborong Brazil and Indonesia ..
    Mungkin bisa beli dari Korea Selatan ..
    Atau howitzer … punya Serbia ..

  2. Memang meriam masih jadi andaln krn murah dn efesien…d bandingkn manpad

  3. SEBELUMNYA TOLONG LIHAT PETA DAN RINCIAN LUAS WILAYAH NEGARA-NEGARA ASEAN!!
    kalau mau hitung2 an dari data alutsista TNI AD dibandingkan negara Malaysia (TDM) dan Singapura (SAF)…Indonesia (TNI AD) jauh dari jumlah kuantitas alutsista apalagi kualitas alutsista…
    AV 8 GEMPITA (280) : TERREX AV 81 (155) : PANDUR II (26)
    ACV 300 (287) : BIONIX IFV (221) : MARDER (42)
    K200 KIFV (132) : M113 A2ULTRA(IFV&OWS) 950 “WOW BANGET” : M113 +(ARISGATOR) (150)
    ASTROS II (64) : HIMARS (44) : ASTROS II TNI AD (36)
    SSPH PRIMUS : 64 : M109 A6 PALADIN :32 : M109 A4 BE : 18

  4. “Meriam 155 mm GS M109A4-BE Howitzer adalah upgrade dari meriam M109A2 , kalau dari berita info diatas, menurut istilah anak muda, ini meriam sudah oprex, kalau yang modif orang kita, di jamin cucok….bingit

  5. Kapan dibuat yg setara di PT.PINDAD?

  6. DAHULU KALA KABAR YANG ADA PILIHAN SPG INDONESIA ADALAH PHZ-2000 ATAU K-9 THUNDER . EH YANG NONGOL MALAH INI . GAK PAPALAH KETIMBANG GAK PUNYA SAMA SEKALI

  7. Awet..
    kiamatpun akan susah membuatnya roboh.. Disaat yg lain roboh terkena hantaman kiamat.., dia tetap awet dan tegak berdiri..

  8. Buat AU sma AL nya mna?? angktan darat mulu

  9. msh bisa coba nego ke Jerman dpt PZH2000 … biar dpt barang retrofit an tapi kemampuan dan daya tahan nya msh oke

  10. Minimal punya 50 -60 unit dikita..tracked 155mm-nya…dikita..

  11. Sekarang lagi jamannya truck mounted howitzer….

 Leave a Reply