Apr 062019
 
60145443-f1d3-4e65-b0ad-4879cb1f20b8

Pemilihan Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang I di tingkat Panitia Daerah yang dilaksanakan pada Kamis 4-4-2019 ini diikuti oleh 86 orang di Samarinda, Kalimantan Timur.

Samarinda, Jakartagreater.com   –   Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Widi Prasetijono memimpin Sidang Parade Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang I Reguler Tahun 2019, Korem 091/ASN di Samarinda. Hal tersebut disampaikan Kapenrem 091/ASN, Kapten Arh Asrul Aziz, dalam rilis tertulisnya, pada Sabtu 6-4-2019 di Samarinda, Kalimantan Timur.

Diungkapkan Kapenrem, parade pemilihan Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang I di tingkat Panitia Daerah yang dilaksanakan pada Kamis 4-4-2019 ini diikuti oleh 86 orang. “Parade merupakan salah satu proses dalam memilih calon Tamtama yang telah memenuhi syarat berdasarkan hasil seleksi dan pengecekan awal, yang meliputi aspek administrasi, kesehatan dan jasmani,”ujar Kapten Arh Asrul Aziz.

“Calon Tamtama yang terpilih pada pelaksanaan parade ini akan mengikuti pemeriksaan dan pengujian yang meliputi administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi dan mental ideologi yang akan dilaksanakan di Kodam VI/ Mulawarman,”jelas Kapten Arh Asrul Aziz.

Lebih lanjut dikatakan Kapenrem 091/ASN, dalam parade ini Brigjen TNI Widi Prasetijono menegaskan bahwa menentukan kelulusan calon, agar tetap berpedoman kepada norma dan aturan yang telah ditentukan.

“Seleksi penerimaan Cata PK TNI AD Gelombang I Tahun2019 ini merupakan salah satu program kerja TNI AD dalam rangka penyediaan personel Tamtama guna memenuhi kebutuhan organisasi TNI AD,”tegas Kapten Arh Asrul Aziz.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Widi Prasetijono, menyampaikan bahwa sidang parade bukanlah kegiatan seremonial ataupun rutinitas, tetapi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mencari dan memilih calon prajurit yang memiliki potensi, jati diri dan unggul.

“Pimpinan TNI Angkatan Darat terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit, dengan cara memilih calon prajurit secara profesional dan transparan,” tutur Brigjen TNI Widi Prasetijono.

Brigjen TNI Widi Prasetijono berpesan, hanya calon yang berkualitas, memenuhi persyaratan dan terbaiklah yang layak lulus menjadi prajurit TNI AD. “Kita harus konsisten pada ketentuan dan norma yang berlaku, karena baik buruknya kualitas Tamtama dimasa depan akan ditentukan oleh kita semua yang hadir disini,” pungkas Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono. (tniad.mil.id )