DAPA-Kemhan, Bahas Program Pesawat Tempur KF-X / IF-X

43
7
Desain Pesawat Tempur KFX/IFX (istimewa)

Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan RI) Laksdya TNI Widodo menerima Direktor General KF-X Program Group, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan, Jung Kwang-Sun beserta Delegasi (DAPA) Jum’at (28/4/2017) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Direktor General KF-X Program Group, DAPA Korsel, menyampaikan perkembangan proyek kerja sama pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X antara Indonesia dan Korea Selatan. Meskipun dalam perjalanannya terdapat berbagai permasalahan, namun dijelaskannya sejauh ini permasalahan-permasalahan yang ada dapat diatasi bersama.

Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk memastikan proyek kerjasama dapat terus berjalan dengan baik. “Kedua negara telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan dengan kerja sama yang baik antara kedua pihak”, ujar Direktor General KF-X Program Group, DAPA Korea Selatan.

Kunjungan DAPA Korsel ke Kementerian Pertahanan RI, bahas perkembangan program pesawat tempur KF-x/IF-X (Kemhan)

Pemerintah Korea Selatan sangat mengerti apa yang menjadi kebutuhan dari Pemerintah Indonesia dalam proyek pengembangan Pesawat tempur IF-X. Karena itu apapun yang ingin dicapai Indonesia, pihak Korea Selatan akan membantu dan mendukung semaksimal mungkin.

“Agar tujuan yang ingin dicapai Pemerintah Indonesia dapat terwujud, maka tidak hanya PT DI saja yang berperan, kami juga akan berusaha semaksimal mungkin memberikan dukungan agar Pemerintah Indonesia bisa mencapai tujuan”, jelasnya.

Sekjen Kemhan RI berterima kasih atas komitmen yang diberikan Korea Selatan baik dari Pemerintah Korea Selatan, DAPA atapun dari Korea Aerospace Industries (KAI), sehingga banyak kemajuan yang dicapai dalam proyek kerja sama pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X.

“Kami sangat berterimakasih, baik dari DAPA maupun KAI yang telah bekerjasama dengan baik, agar program berjalan sukses. Komitmen yang baik tersebut dibutuhkan untuk kelanjutan kerjasama kedepan”, ujar Laksdya TNI Widodo.

Turut mendampingi Sekjen Kemhan RI, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI Dr. Sutrimo dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemhan RI Dr. Ir. Anne Kusmayati, M.Sc.

Kemhan.go.id

43 COMMENTS

  1. prototipe tahun = 2020/2021

    penyempurnaan model = 2022 – 2026

    inisial produksi tahun = 2026 – 2028

    produksi massal tahun = 2028 – 2038

    artinya jika pak Jokowi 2 periode, maka periode 2019 – 2024 (usia 58 – 63) selesai, IFX masih belum pembuatan massal … tapi setidaknya sudah terbang

    2024 – 2029 = Presiden AHY (usia 46 – 51)
    2029 – 2034 = Presiden AHY (usia 51 – 56)

    2034 – 2039 = Presiden kelahiran 1980 an

  2. IFX ya ?

    Tahun 2026 selesai prototipe.

    Diharapkan saat itu RI sudah bisa buat :

    Rudal hasil TOT swedia dan Korea.
    Data Link punya LEN.
    Avionik hasil TOT korea.
    Senjata mesin punya Pindad.
    Ban, RI sekarang sudah bisa bikin ban.
    Parasut.
    Radar hasil TOT denmark, Perancis dan Korea.
    Airframe rangka dan body.

    Yang masih impor :
    Gearbox
    Kursi
    Helm
    Mesin
    dll.

    Sebenarnya jika RI bisa bikin rangka dan body airframe alias casingnya saja itu sudah 50% kandungan dalam negeri.

    • Cintia Rudal,
      Semua itu ada tahapannya, ada proses nya. Lebih menarik diskusi komen bung Tukang Ngitung.

      Tahun 2026 selesai prototipe. Prototype 2019-2020. Tahun 2026 sudah mausk lini produksi.

      Rudal hasil TOT swedia dan Korea.
      Untuk Air to air sepertinya masih beli. Potensi besar kita masih di Air to ground/ship dan JDAM.

      Data Link punya LEN.
      Saat ini masih diuji di skuadron Intai 5. Tujuan besarnya adalah mengakomodasi Sukhoi, IFX dan Satelit militer sendiri.
      Kenapa saya menolah TOT Gripen+Global Eye sebenarnya adalah alasan ini. Benih-benih teknologi integrasi dan konektifitas barat-timur bisa mentah dan kembali ke Nol jika kita terima konsep network centric nya Saab.

      Avionik hasil TOT korea, semoga Infoglobal lancar

      Senjata mesin punya Pindad, memang masih di minigun 7.62 mm, apakah sudah mengarah ke gatling gun 20mm ?
      Ban dan Parasut, no issue

      Radar hasil TOT denmark, Perancis dan Korea.
      Airframe rangka dan body, seharusnya 2023 sudah bisa secara untuk CN family sudah bisa dikerjakan

      Syukur-syukur TKDN 60% sudah sangat baik. Sejarah “SS1, LPD, Anoa dll” menunjukkan kita bisa lebih baik dari TOT/produk awal.

  3. Heheheh…dilanjut lagi omongan KFX/IFX…(mungkinkah yg diomongin the kamerad udah deal….hanya Tuhan yg tahu)….itu generasi 4,5 atau 5 ya jenis pespurnya…hehehehh..berarti masih butuh banyak pespur…sebelum kedepannya diganti pespur KFX/IFX..

  4. Untuk rudal yg dibawa jet tempur ke depan kombinasi antara rudal Timur,& rudal Barat.. Biar sangar dilihat Negara tetangga kita. Klo bisa rudal & roket TOT yg paling termuktakir dalam melawan jet tempur siluman. Karena skrg jet era siluman

LEAVE A REPLY