May 022017
 

Desain Pesawat Tempur KFX/IFX (istimewa)

Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan RI) Laksdya TNI Widodo menerima Direktor General KF-X Program Group, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan, Jung Kwang-Sun beserta Delegasi (DAPA) Jum’at (28/4/2017) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Direktor General KF-X Program Group, DAPA Korsel, menyampaikan perkembangan proyek kerja sama pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X antara Indonesia dan Korea Selatan. Meskipun dalam perjalanannya terdapat berbagai permasalahan, namun dijelaskannya sejauh ini permasalahan-permasalahan yang ada dapat diatasi bersama.

Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk memastikan proyek kerjasama dapat terus berjalan dengan baik. “Kedua negara telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan dengan kerja sama yang baik antara kedua pihak”, ujar Direktor General KF-X Program Group, DAPA Korea Selatan.

Kunjungan DAPA Korsel ke Kementerian Pertahanan RI, bahas perkembangan program pesawat tempur KF-x/IF-X (Kemhan)

Pemerintah Korea Selatan sangat mengerti apa yang menjadi kebutuhan dari Pemerintah Indonesia dalam proyek pengembangan Pesawat tempur IF-X. Karena itu apapun yang ingin dicapai Indonesia, pihak Korea Selatan akan membantu dan mendukung semaksimal mungkin.

“Agar tujuan yang ingin dicapai Pemerintah Indonesia dapat terwujud, maka tidak hanya PT DI saja yang berperan, kami juga akan berusaha semaksimal mungkin memberikan dukungan agar Pemerintah Indonesia bisa mencapai tujuan”, jelasnya.

Sekjen Kemhan RI berterima kasih atas komitmen yang diberikan Korea Selatan baik dari Pemerintah Korea Selatan, DAPA atapun dari Korea Aerospace Industries (KAI), sehingga banyak kemajuan yang dicapai dalam proyek kerja sama pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X.

“Kami sangat berterimakasih, baik dari DAPA maupun KAI yang telah bekerjasama dengan baik, agar program berjalan sukses. Komitmen yang baik tersebut dibutuhkan untuk kelanjutan kerjasama kedepan”, ujar Laksdya TNI Widodo.

Turut mendampingi Sekjen Kemhan RI, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI Dr. Sutrimo dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemhan RI Dr. Ir. Anne Kusmayati, M.Sc.

Kemhan.go.id

  48 Responses to “DAPA-Kemhan, Bahas Program Pesawat Tempur KF-X / IF-X”

  1. sip

  2. mantap ..ifk smoga berjalan sukses..

  3. rudalnya darimana
    rudalnya buatan mana
    data linknya dari mana
    radarnya dari mana
    kaca kanopinya dari mana
    senjata mesinnya darimana
    mesinnya dari mana
    targeting pood nya dari mana
    ban nya darimana
    gear boxnya darimana
    kursi lontarnya darimana
    parasutnya darimana
    helmnya dari mana
    jadi yg dibuat nkri itu apanya,kalau semua yg disebutkan diatas
    itu masih impor,apa cuman kasingnya doang yg dibuat sendiri.
    gue jadi bingung,kan sama aja kalau gitu…
    berapa persen sih,tkdn pesawat kfx
    betul gak?

    • tul..

    • ini cocok jadi materi tes masuk Kementrian pertahanan

    • Paslah itu! Berapa TKDNnya? Seharusnya PT.LEN jg dilibatkan untuk menyerap dan menguasai Teknologi Elektorika seperti avionik,radar dll yg telah disebutkan @Cintia tsb!

    • Iya ” cin…. Benar ….kita cuman TOT bersihkan body , cat dan cara pakainya….
      Yang sabar ya cin….

      • Sudahlah, negara beruk yg beli pespur dgn uang pas2an dgn syarat quantity melebihi uang, minta tot, jual pespur untuk beli suku cadang. Saya rasa anda tidak layak berbicara sarkasme karna anda lbh hina.

    • IFX ya ?

      Tahun 2026 selesai prototipe.

      Diharapkan saat itu RI sudah bisa buat :

      Rudal hasil TOT swedia dan Korea.
      Data Link punya LEN.
      Avionik hasil TOT korea.
      Senjata mesin punya Pindad.
      Ban, RI sekarang sudah bisa bikin ban.
      Parasut.
      Radar hasil TOT denmark, Perancis dan Korea.
      Airframe rangka dan body.

      Yang masih impor :
      Gearbox
      Kursi
      Helm
      Mesin
      dll.

      Sebenarnya jika RI bisa bikin rangka dan body airframe alias casingnya saja itu sudah 50% kandungan dalam negeri.

      • Cintia Rudal,
        Semua itu ada tahapannya, ada proses nya. Lebih menarik diskusi komen bung Tukang Ngitung.

        Tahun 2026 selesai prototipe. Prototype 2019-2020. Tahun 2026 sudah mausk lini produksi.

        Rudal hasil TOT swedia dan Korea.
        Untuk Air to air sepertinya masih beli. Potensi besar kita masih di Air to ground/ship dan JDAM.

        Data Link punya LEN.
        Saat ini masih diuji di skuadron Intai 5. Tujuan besarnya adalah mengakomodasi Sukhoi, IFX dan Satelit militer sendiri.
        Kenapa saya menolah TOT Gripen+Global Eye sebenarnya adalah alasan ini. Benih-benih teknologi integrasi dan konektifitas barat-timur bisa mentah dan kembali ke Nol jika kita terima konsep network centric nya Saab.

        Avionik hasil TOT korea, semoga Infoglobal lancar

        Senjata mesin punya Pindad, memang masih di minigun 7.62 mm, apakah sudah mengarah ke gatling gun 20mm ?
        Ban dan Parasut, no issue

        Radar hasil TOT denmark, Perancis dan Korea.
        Airframe rangka dan body, seharusnya 2023 sudah bisa secara untuk CN family sudah bisa dikerjakan

        Syukur-syukur TKDN 60% sudah sangat baik. Sejarah “SS1, LPD, Anoa dll” menunjukkan kita bisa lebih baik dari TOT/produk awal.

        • ane berharap sperti itu bung.arah pengembangannya.yg penting semua stakeholder bersatu & ego sektoral harus di buang jauh2 demi satu kepentingan yg lebih besar.

  4. Sauuuuuurrrrrrr

  5. ye di bilangin detil lg..g usah mikir ini itu dari mn biarin itu tugas tukang tukangan..mendingan ngebakso aja cin…hihihihih

  6. Kalau lihat bentuk model kfx, itu pesawat jenis lari cepat bin ngibrit tp kurang flesible utk meliuk2

    • semoga teknologi di lv F35 (minus stealth), manuver di lv F15, dan operasional mendekati F16..
      gak mungkin yaa??

      semoga Indonesia bisa membuatnya,, itu saja kalo begitu.

      • Usaha pembuatan kfx / ifx akan membuka jalan bagi kita utk bikin model pesawat berikutnya sesuai keinginan dan kebutuhan kita bang.

        F16 itu aerodinamika nya bagus, jika bisa ambil mesin jet dr pabrik lain dan di kanibal ke dalam bentuk f16 versi Indonesia maka akan bagus lagi, hanya kekurangan f16 saat mau take off ajaah

    • kisanak lupa dgn fungsi susuk canardnya

      • Canard cenderung utk penyeimbang bang, utk bisa meliuk2 tanpa butuh tekanan turbin jet, butuh tekanan angin dr depan kebawah pesawat sehingga maksimal bang

  7. Pantas dragon ball makin takut sama TNI

  8. Dukung aja mas bro..semoga kedepanya lebih baik buat negara kita..

  9. Hati-hati kalo pecah perang Korea. Donald Trump dah ngancem2 tuh . . ;-/

  10. Yg begini nih mantap jiwa, Ganti Rezim tp Proyek Strategis begini tetap lanjut.
    Salut buat pak Joko & pak Beye, semoga lebaran kuda dapat dinikmati peternak kodok.
    Huehuehue

  11. terakhir……

  12. prototipe tahun = 2020/2021

    penyempurnaan model = 2022 – 2026

    inisial produksi tahun = 2026 – 2028

    produksi massal tahun = 2028 – 2038

    artinya jika pak Jokowi 2 periode, maka periode 2019 – 2024 (usia 58 – 63) selesai, IFX masih belum pembuatan massal … tapi setidaknya sudah terbang

    2024 – 2029 = Presiden AHY (usia 46 – 51)
    2029 – 2034 = Presiden AHY (usia 51 – 56)

    2034 – 2039 = Presiden kelahiran 1980 an

  13. Heheheh…dilanjut lagi omongan KFX/IFX…(mungkinkah yg diomongin the kamerad udah deal….hanya Tuhan yg tahu)….itu generasi 4,5 atau 5 ya jenis pespurnya…hehehehh..berarti masih butuh banyak pespur…sebelum kedepannya diganti pespur KFX/IFX..

  14. Sepertinya bukan cuma bahas kfx_ifx..

    Rencana pindah temoat riset mkn klo jadi perang..

    Lagi yang paling muhkin nyuruh sini bli barang lg dri sno..

  15. tanggung seharusx heavy superioritas bkn multi role medium, tuh radar knapa nggak pakai T.o.T radar irbis malah pakai Aesa miikx rafale & gripen

  16. kalau sama korsel gpp beli beli borong borong ke sana, karena korsel gk pelit tot. beli dikit dpt tot banyak belum ada negara yg sperti itu selain korsel hihihi

  17. Kayaknya mau pindah line produksi dan pengembangan..

  18. 2024 – 2029 = Presiden Gatot Nurmantyo
    2029 – 2034 = Presiden Gatot nurmantyo

    dijamin mantap jaya TNI

  19. hentikan saja proyek mahal bin lama ini karena..,
    dua korea mau jadi tanah

  20. Untuk rudal yg dibawa jet tempur ke depan kombinasi antara rudal Timur,& rudal Barat.. Biar sangar dilihat Negara tetangga kita. Klo bisa rudal & roket TOT yg paling termuktakir dalam melawan jet tempur siluman. Karena skrg jet era siluman

  21. Kalimat yang patut digarisbawahi :
    Kami (korea) akan membantu dan mendukung…hmm jadi begono tho aslinya, jadi tahu siapa aktor utamanya, dan siapa aktor pembantunya….
    Bangga jadi rakyat indonesia
    ?

 Leave a Reply