Sep 262014
 
Pesawat F-5 Tiger TNI AU

Pesawat F-5 Tiger TNI AU

TNI Angkatan Udara dalam tugasnya melakukan upaya pertahanan, penegakan hukum dan menjaga keamanan wilayah udara yurisdiksi nasional membutuhkan alat utama sistem senjata (alutsista) yang handal. Alutsista yang digunakan antara lain adalah pesawat tempur yang mampu digunakan untuk menjaga dan mengamankan wilayah NKRI terkait kepentingan nasional kita.

Skadron Udara 14 adalah satuan operasional tempur yang sejak awal sejarah pembentukannya telah mengoperasikan pesawat tempur strategis di eranya seperti Mig-21F Fishbed, F-86 Sabre serta F-5E Tiger. Khusus untuk pesawat F-5E Tiger yang sudah digunakan selama 33 tahun sejak tahun 1980 telah memerlukan pergantian karena tingkat operasional menurun, karena usia, terbatasnya sumber pasokan suku cadang yang mengakibatkan sulit dan mahalnya perawatan pesawat tersebut.

Skadron Udara 14 dibentuk menjelang pelaksanaan Kampanye Trikora tahun 1962. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri/ Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 135 tanggal 7 Agustus 1962 yang berisikan tentang pembentukan Skadron 14 sebagai Home Base pesawat Mig-21F dengan bertempat di Lanud Iswahyudi Madiun. Indonesia adalah Negara pertama diluar Pakta Warsawa yang menggunakan pesawat Mig-21. Namun setelah peristiwa G-30S pesawat Mig-21F berhenti dioperasikan dan akhirnya digantikan kedatangan pesawat F-86 Sabre hibah Australia pada tahun 1973.

Selanjutnya pada tahun 1980 Skadron Udara 14 dilengkapi 16 pesawat F-5 E/F Tiger II buatan Northrop, AS. Pesawat ini bisa dikatagorikan pesawat tempur strategis pada jaman itu dengan kemampuan serangan darat dan pertempuran udara ke udara yang cukup baik disamping mampu mencapai 1.6 Mach (Kecepatan Suara). Bentuknya yang kecil dan lincah, mudah dioperasikan dan dirawat serta mampu mendarat di sebagian besar landasan udara di tanah air.

Pada jamannya pesawat F-5E/F Tiger II memiliki daya detterent (penggentar) yang cukup ampuh, dimana memaungkinkan Skadron Udara 14 melakukan berbagai jenis operasi antara lain : operasi pertahanan udara, operasi serangan udara strategis, operasi lawan udara ofensif dan operasi dukungan udara seperti penyekatan udara, serangan udara langsung, bantuan tembakan udara, perlindungan udara dan pengamatan/ pengintaian.

Namun setelah mencapai usia 33 tahun masa pakai maka TNI AU mempertimbangkan mengganti pesawat tersebut dengan pesawat tempur strategis baru yang lebih modern dan handal serta mampu menjawab tantangan tugas operasi udara modern sesuai dengan tugas Skadron Udara 14.

Pemilihan pesawat sebagai kandidat pengganti F-5E TNI AU dimulai dengan melirik berbagai jenis pesawat tempur modern, diantaranya pesawat tempur Sukhoi Su-30 MKI, F-15 SE Silent Eagle, Eurofighter Typhoon, F-16 E/F Block 60/62, Rafale-B, F-18 E/F Super Hornet, Su Su-35 Flanker dan JAS-39 Gripen NG. Semuanya adalah pesawat tempur modern generasi terbaru generasi 4.5 yang secara kasar diperkirakan memenuhi kriteria pesawat tempur strategis TNI AU.

Sukhoi SU-35, Time to Rock and Roll (REUTERS/Pascal Rossigno)

Sukhoi SU-35, Time to Rock and Roll (REUTERS/Pascal Rossigno)

Pihak TNI AU memulai proses pemilihan dengan pertama-tama melihat semua kemampuan pesawat yang menjadi kandidat lewat factor-faktor antara lain : Karakteristik Umum pesawat, Performance, Persenjataan, dan Avionics pesawat tersebut. Semuanya melalui analisa mendalam terkait Aspek Operasi, Aspek Tehnis dan Aspek Non Tehnis.

Setelah itu dilakukan perbandingan kemampuan pesawat yang menjadi kandidat pesawat tempur strategis. Semuanya dibandingkan untuk dilihat apakah memenuhi persyaratan operasi TNI AU dengan kriteria penilaian antara lain: pesawat harus jenis Multi Role minimal generasi 4.5, mampu menjangkau sasaran strategis dengan radius of action jauh baik sasaran permukaan dan bawah permukaan, mampu melaksanakan misi pertempuran siang dan malam hari pada segala cuaca, memiliki radar modern dengan jangkauan jauh, mampu melaksanakan Network Centric Warfare, perawatan mudah, alat avionic, navigasi dan komunikasi modern yang tersandi, peralatan perang elektronika pasif dan aktif serta memiliki kemampuan meluncurkan senjata konvensional, senjata pintar dan senjata pertempuran udara jarak sedang atau beyond visual range.

Tahap terakhir adalah membandingkan langsung kemampuan pesawat kandidat dalam kecepatan, ketinggian operasional, kemampuan tinggal landas, kemampuan jangkauan radar, kemampuan combat radius of action dan kemampuan Agility pesawat. Kemampuan Agility bisa diartikan tingkat kelincahan maneuver dan kecepatan reaksi pesawat untuk bertindak menyerang dan bertahan terhadap situasi baru tanpa penundaan waktu.

Pakar perang udara modern, Col.John Boyd menyebutkan bahwa Agility adalah kemampuan mengubah dari satu maneuver ke maneuver lainnya dimana kemampuan bermanuver adalah kemampuan kombinasi untuk mengubah ketinggian, kecepatan dan arah pesawat dengan cepat dan tepat. Kemampuan maneuver disebut juga ketangkasan yang meliputi kemampuan terbang menanjak, akselerasi, membelok secara vertical (pull up) dan secara horizontal (turn).

F-15 SE

F-15 SE

Tidak saja dikaitkan dengan kemampuan maneuver pesawat, Agility juga dikaitkan dengan kemampuan avionic dan persenjataan, yang secara total menentukan seberapa cepat penerbang bisa mengarahkan senjata dan menembak lawan, kecepatan menembak ini adalah hasil kemampuan maneuver pesawat dan kemampuan sensor avionic serta kemampuan senjata pesawat.

Selain itu TNI AU juga melakukan analisa pada aspek bidang aeronautic yang meliputi enam katagori yaitu : usia perawatan rangka pesawat (air Frame), usia perawatan mesin pesawat (engine), biaya perawatan, biaya operasi, dan perbandingan usia pakai. Analisa yang tidak kalah detilnya dalam bidang avionic yang meliputi apakah pesawat sudah memenuhi aspek antara lain: konfigurasi yang Human Machine Interface, ketersediaan dukungan suku cadang, tingkat kegagalan, publikasi pemeliharaan dan operasional, kehandalan, teknologi, populasi dan kemudahan pemeliharaan.

Analisa yang menyangkut aspek non tehnis meliputi : tinjauan politis terkait kebijakan pemerintah, transfer teknologi, tingkat ekonomis, perbandingan dengan kemampuan pesawat yang berpotensi menjadi calon lawan, perkiraan biaya operasional nyata, kesulitan dan kemudahan pengadaan serta yang terpenting kemampuan menghasilkan efek deterrent atau penggentar.

Semua kriteria itu dijadikan referensi oleh TNI AU untuk mengusulkan kandidat pesawat pengganti F-5E Tiger II Skadron Udara 14 kepada pemerintah yang dalam hal ini adalah pihak Kementerian Pertahanan. Sekarang keputusan penentuan tentang pesawat yang dipilih masih berada di pihak pemerintah yang diwakili Kemhan. Karena itu sampai saat ini belum ada satupun nama pesawat yang telah ditetapkan secara resmi sebagai pengganti pesawat F-5E Tiger TNI AU. Semoga pesawat yang dipilih akan mampu memenuhi peran dan fungsinya sebagai pesawat tempur strategis untuk meningkatkan kemampuan Kekuatan Kedirgantaraan Negara kita. (tni-au.mil.id).

  162 Responses to “Dari F-15 SE Hingga SU-35”

  1. Selamat pagi….!!!

    • SU 35 aja deh….efek deternt nya gede,harga lumayan bersahabat….ma’af kalo salah…

    • nanti perangnya ditunda, lakukan riset dulu perlu perang gak, negara musuh juga diajak riset bersama perlu tidaknya berperang dengan kita wkwkwk :mrgreen:

      • Hihihi kita harus sabarlah .. kita tidak pernah buat pesawat tempur bahkan pesawat tempur ky super tucano yg make baling2pun kita belum pernah buat .. biaya pengembangan mahal bgt .. harus beli su35 atau su34 dulu aja menunggu ifx jadi …

      • ciee.. bung MJ, bikin saya keselek aja ni.. kopi kluar dari hidung. ckckckckck

      • Bung MJ,,Saya gak menyebutkan kata PERANG lho !
        Alutsista yg mumpuni itu efeknya lebih k DETERRENT bukan mau PERANG,
        Indonesia harus menunjukan kekuatannya kpada para tetangga sambil mengadakan riset tanpa mengurangi dana Pertahanan,
        Coba baca lagi coment saya,gak ada kata2 sya yg meremehkan riset,sya mendukung kok,
        Hanya,saya gak berharap dana pertahanan jgn d bilang pemborosan lalu d pangkas tanpa menunggu hasil riset yg telah makin maju,,

      • Gak bermaksud kesitu kok bung MS_P90, saya cuma geli aja teringat artikel yang menyebutkan kenapa USA takut perang ama kita he..he….

        Bayangin, para periset kita bisa nakut-nakutin peneliti USA bahwa perang sama Indonesia itu biayanya guedhe benerrr….mulai dari tukang parkir, pak ogah yang ngatur lalu lintas di U-turn hingga keterlibatan pengamen, pengemis sampe pemulung besi bekas… πŸ™‚

      • Hehehe,,sya pernah baja lelucon itu sih d sbuah blog,bberapa alasan mengapa AS takut perang dgn Indonesia, πŸ˜† ,ada2 aja tuh guyonannya pdahal awal baca judulnya sya serius bgt mo tau alasannya,eh ternyata…. πŸ˜†

    • Bagusnya Dana gedein, Untuk riset dikasih anggaran yang melimpah, Sementara menunggu hasil riset ya mesti beli tuk jagain ntu lapak. mosok iyo mesti harus nunggu hasil riset. lha bijimane kalo risetnya baru mo jalan trus datang si gombal en si gombel ngacoin ntu riset bukan hanya ntu riset yang ilang tapi negara yang namanya Indonesia juga bisa ilang. hadewwww tepuk jidad ne.

      Lari ah sembunyi di belakang bung Pemburu Rajawali xixixi..

    • Su 35 pilihan kita semua… hehehhe salam kenal mas Mirza…..

    • selamat siang menjelang sore, say ikutan vote SU-35. Efeknya lebih menggetarkan kawasan. IMHO.!!

    • Pokonya mah SU 35,pilihan sayah dari dulu oge… …sok coba lawan …klo F35mah cuma menang disilumannya doang,manufer,kecepatan,jangkauan radar dan kemampuan menggendong senjata lebih banyak SU 35.

  2. Sdh tanggal 26 ternyata

  3. berharap sukhoi aja…dech STROONG

  4. tadi cmnt di block??

  5. selamat pagi mas Mirza..

  6. hehe penggantie sudah berdatangan tapi di media masih sibuk mencari penggantinya. Nice strategy

    • yang penting siapin kamera mata telinga & kamera di tanggal 5 & 7 oktober bung @syamsul.
      ultah TNI bener emg tgl 7 oktober, tapi clue” dari sesepuh barang Ghoibnya bakal dimunculin tgl 5 okt. pas Lebaran Idul Adha, jadi kan jarang yg mantengin Dermaga Ujung jg wilayah udara. sibuk pada ngurusin kambing & sapi di masjid.
      kayak gelar alutsista yg tempo hari kan begitu juga. acara resminya hari rabu, tapi nongolin barang ghoibnya hari selasa.

      Mancing clue dari sesepuh” lagi ah…

  7. Tenanggg.. sudah ada rafale dan typhoon bukan.. ambilll dah nih f 15.. klo su 35 kan sdh beliii

  8. absen mumpung blm rame hehehe πŸ™‚

  9. Skuadron 14 kan awal berdirinya pake blok timur Trus ganti ke blok barat ampe 2 x… Kayanya klo pake yg timur cocok neh… Mengulang kejayaan awal berdirinya dulu…beli 1 skuadron jg udah bikin ngeri tetangga…sukur2 bisa beli lebih dari 1 skuadron…tp klo ada tawaran fulll tot buat ifx msh bisa di pertimbangan lah.berharap bisa ambil 2 sekaligus , su 35 di angkut, yg ksh tot macam thypon,rafalle,ama gripen…tp itu klo dananya cukup,,,Yah mudah2an aja

  10. Yang terbaik…su 35 …

  11. Beli Gripen aja gmana, maaf usul tukang bangunan. Coz gripen punya radar superior, kecil, ramping.
    Klo radar saya sarankan beli baikal atau triumph adms dr rusia saja,

    Klo payung beli buk m2e saja

    Klo tank beli yg ada lasernya dr rusia saja

    Klo kapal perang beli aegis dri usa saja.

    • bung joe kanda @ usul anda utk mengambil gripen di banding su-35 adalah 1;1000

      alias kemungkinannya sangat kecil dan mustahil kita utk ambil gripen..

    • jetnya gripen
      radarnya triump dan buk-m
      emang rusia buat tank laser
      kapal perang dengan sistem aegis

      terus pertinyiinyi gmn mengitegrasikan semua itu ? apa dibiarkan jalan sendiri2 LOL

  12. Su 35 aja biar tambah OTOT

  13. awas ada agen ASULOLE kirik nyeles F15 :mrgreen: IYKWIM

    lihat dari spek keduanya ane vote SU 35!!!

  14. mbah berpendapat bahwa pengganti pesawat tempur yang mau pensiun adalah sebaiknya memakai SUPER TUKANO, mbah rasa hanya pesawat baling baling yang cocok untuk wilayah indonesia,

    pesawat secanggih apapun tidak ada gunanya jika yang dilawan adalah kapal perang china yang bisa menembak lawannya 350 KM sebelum pesawat tempur tersebut menyadarinya.

    KENAIKAN BBM :
    Kasian rakyat dek, banyak yang kelaparan, bbm mulai langkah dimana mana, kasian dek rakyat kecil, rakyat miskin, petani, buruh, guru dan semua masyarakat bawah.

    Mbah sangat prihatin, mohon sebaiknya tidak usah kuat kuat militernya, banyak rakyat ngak makan nasi, kasian dek.

    SUPER TUKANO, Dan heli SAR harus diperbanyak, lebih bermanfaat buat rakyat kecil

  15. Semoga yg d beli su-35 lincahdaya deteren ok.apa yg d ungkapkan pakar.perang modern mengarah k sukhoi hehe

  16. wow ada F5,nonton TOP GUN ahhh :mrgreen:

  17. Turut berduka cita……atas gugurnya pilkada langsung oleh rakyat di gedung DPR/MPR RI pagi ini pukul 01:40 :\

    • turut berduka cita di rampasnya hak memilih oleh mereka KMP… saya akan ingat ini baik2 di 2019 nanti partai yg mendukung PILKADAL Tak langsung..

      • Horeee akhirnya jenderal kita menang…akhirnya rakyat gak bisa milih bupati, walikota ama gubernur, semua ditunjuk komplotannya jenderal…

        Horeee akhirnya semua rakyat ikut jejak ane, gak bisa nyoblos langsung pemimpinnya he…he….maap oot… πŸ™‚

        • @mj ga usah bawa2 nama jenderal trus komplotan jenderal, maksudnya apa? yg jenderal banyak loh, purnawirawan kan jg banyak di kedua sisi dan yg aktif jg netral, jd tolong jangan bawa2 nama jenderal

      • Setuju mas, diinget saja, parta mana saja yang masuk KMP, saat pileg, jangan ada yang dipilih satupun, biar ga punya wakil di dpr, nyengir. maaf OOT, rada sewot sama KMP.

    • Sakit hati ini melihat musibah politik t

      • Sakit hati ini melihat musibah politik tsb, tp sy cm org kecil spt pak Marhaen, isone mung nggrundel ro nggresulo nyawang polahe wakil sing wis digaji dhuwur kuwi

    • Masih bisa menempuh judicial review ke MK bagi koalisi Indonesia hebat…. sing penting sesuai konstitusi insyaAllah aman.

    • dagelan paling absurd; pks mendukung pilkada oleh dprd = sukarela menyerahkan lumbung suara paling besar, jabar ke tangan big boys kmp, golkar + gerindra, selanjutnya klo masih dikasih jatah kepala daerah oleh kmp, paling kebagian daerah2 ‘tulang’, di pelosok2 luar jawa (mungkin juga gak akan kebagian jatah gubernur, sumbar dan sumut(?) bakal lepas)

      lucu, padahal partai didirikan untuk berkuasa…

      • Selamat pagi brother danu πŸ˜€

        Saya koq masih sangsi ya, bahwa keputusan pilkada tdk langsung hanya berdasar bagi2 kekuasaan semata. Ada yg baru saya tahu, ternyata didalam UU itu kalau tidak salah ada yg menyebutkan bahwa kepala daerah tidak memberikan pertanggung jawaban ke DPRD lagi seperti saat ini tetapi langsung ke Mendagri.

        Sebenarnya masih mau panjang ngobrol dengan anda tapi harus nguli nih πŸ™

        • Pendapat bung Rafly cukup bagus disertai opini yang baik, salahnya cuma 1, rakyat kecil yang sepaham dengan bung Rafly mungkin terlalu sedikit πŸ™‚

        • Begitu kah bung, baru tahu saya ini.
          Jadi Gubernur langsung ke Mendagri ya. Okelah kalau begitu bagaimana bagusnya. yg penting negara aman tentram. Berobat gratis dan sekolah gratis seperti janji kartu INA Pintar dan INA Sehat.

          Yg Penting presiden tetap dipilih langsung oleh rakyat. Selamat berjuang pak Joko rakyat bersamamu

      • Sebagai orang sumatera; saya gak ngeh dengan pernyataan bung danu, khusus di Sumatera utara saya masih ingat betul di jaman Pak harto kami mempunyai gubenur yg sarat dengan semangat kedaerahan yang bekerja keras membangun daerah nya, bahkan semboyan pembangunan yg beliau torehkan tak pernah lekang dari ingatan saya yakni ” Marsipature Huta na be” dan dalam periode yang sama kotamadya dan kabupaten tempat kelahiran saya memilik walikota dan bupati yang cekatan yg masih diingat nama dan jasa2 mereka hingga hari ini, tak ayal piala Adipura dan piala Wahana Tata Nugraha y didaat dimasa lalu tetap menjadi kebangaan hingga hari ini.

        Saya yakin, di jaman Pak harto, banyak pemimpin2 di daerah2 lain yang jujur dan begitu bersemangat membangun daerah nya. Seperti layaknya pemimpin2 daerah hasil pilkada.

        • koreksi* yang didapat..

        • bung Anak Deli, anda gak menangkap maksud saya, sama sekali gak disinggung perbandingan antara sistem pilkada langsung dengan pilkada oleh dprd.

          saya khusus meninjau pks dan agak geli karena logika mereka terkait proses pilkada, itu aja…

          mirip apa yang diungkapkan bung error di thread
          ‘kembali ke demokrasi jaman batu’

          error says:
          September 26, 2014 at 10:46 am

          …bukankah partai identik dngan keinginan untuk berkuasa, bukankah partai kecil yg juga menjadi pndukung KMP ada juga yg kadernya menjadi gubernur di daerah , bahkan mohon maaf PKS ada kadernya yg menjadi gubernur di daerah yg
          menjadi β€œprimadona” untuk di perebutkan suaranya, tp knp mereka ikut mendukung KMP apakah mereka tidak takut akan kehilangan β€˜KEKUASAAN β€˜ di daerah trsbut?…

          seperti saya tulis, dengan pemilihan oleh dprd, kepala daerah khususnya daerah2 basah akan dimonopoli partai2 besar, gak bisa lagi partai menengah seperti pks mencuri kemenangan…

        • masalahnyadi jaman mbahharto mental dprdnya beda dengan yang skarang.salam.just ikut nimbrung

    • mending DPR ganti jadi DPP (dewan perwakilan partai)

    • sebetulnya saya juga gak setuju pilkada tidak langsung, cuma saran aja, kalo kita masuk ke area kaya gini, bisa balik lagi kaya pemilu bos di blog ini, nggak apa2, selama kita masih percaya bahwa ada TUHAN, insya allah rakyat yg MENANG!…

    • Kalo penghematan biaya dipake beli SU35 2 minimal ya ora popo

  18. tambah radar darat saja sama s-club cukuplah itu.

  19. Bungkus gripen kan tot 100% hehehe

  20. Saya sih terserah apa saja jenis pesawat tempurnya, saya percaya dng TNI-AU sbgai primary usernya yg penting segera direalisasikan, toh kualitas pilot dan para teknisi TNI-AU sudah diakui kemampuannya jadi dikasih pesawat apa pun saya yakin para awak pesawat TNI-AU mampu mengawal kedaulatan wilayah udara NKRI, katakan lah hasil berkunjung ke amerika selama 7hari kita hanya dapat lagi pesawat tempur hibah pun TNI-AU juga akan terima krn tugas prajurit hanya melaksaankan tugas dan kewajibannya sesuai apa yg diperintahkan kepadanya

  21. karungin su35 hahahahaha….gahar habis…..

  22. sonora sudah uji pensil krypton..,sudahlah bungkus dan masukkan SU 35nya cepat atau lambat akan diiming-imingi pejabat alutsista,andaikan enggak kuat duit akan bicara ketimbang keingginan rakyat yg bayar pajak…

  23. Dulu Brazil yang menginginkan ko-produksi pesawat ini untuk menggantikan Mirage III dan Su-35 dianggap lebih unggul dari Mirage 2000, Gripen dan F16. Walaupun akhirnya gak jadi.
    F-15 dapat mencapai kecepatan 2.5 Mach pada altitude tinggi, tapi speednya hanya terbatas sampe 1.78 Mach klw dipersenjatai.
    Klw voting sya pilih Flanker-E aja,wlw bahan bakar sama jarak tempuh gak sehebat F-15 tpi menurut sya fight d udara lebih k agility pespur deh,bukan kebut2an kyak MotoGP.
    Tapi wlw bgaimanapun pilihannya terserah kebijakan TNI saja deh πŸ™‚

  24. Tetap SU35 is the best,,,

  25. Semoga yg dipilih adalH terbaik dan sesuai dengan kebutuhan TNI AU

    Palinh penting diperharikan adalah awak darat dan udara dimana kesejahteraan pribadi dan keluarga terjamin sehingga selalu bekerja dengan baik dan ikhlas

  26. Pengganti F-5 paling tepat SU-35.
    TNI AU telah menjatuhkan pilihan dngan melalui proses yg sangat komprehensif. Lihat juga komen saya no. 29 di PAK FA dan F-22, Catch the Wind, dimana kita bicara 30 th kedepan. Pada akhirnya kita hanya akan punya 3 jenis pespur SU-27/30/35, IFX dan Viper (yg akan pensiun 10-15 th kedepan) plus LIFT T-50.

    Salah satu point pilihan TNI AU adalah kemampuan agility pesawat. SU-35 sampai sekarang adalah no. 1 tingkat agilitynya di dunia dibuktikan di Paris Air Show.

    Tentang bahan bakar, data SU-35 adalah no. 1: 39.6% ~ 41.1%?Empty weight: 16,500 ~ 17,500 kg?Internal fuel: 11,500 kg?. You can never have too much fuel, karena bahan bakar memberikan:
    β€’ jangkauan, termasuk kemampuan menggunakan pendekatan non-direct axis untuk menyerang sasaran
    β€’ waktu di udara (loiter time)
    β€’ kecepatan (dapat mengoperasikan afterburner secara lebih lama)
    β€’ mereduksi kebutuhan dukungan tanker (air-to-air refuel)

    Tentu saja untuk setiap sortie Flanker akan memerlukan lebih banyak bahan bakar, namun apakah artinya harga bahan bakar dibandingkan dengan kedaulatan NKRI? Simulator dapat membantu mengurangi biaya pelatihan.

    Tentang ancaman sekitar, pespur apa lagi yg dapat mengatasi F-15SG, F-35 dan J-11?

    • Dan harganya PALING murah!!!

    • Bung antonov@ bila SU35 ditenteng rudal brahmos berapakah persentasi penurunan daya manuvernya? Maaf OOT

      • Bung Lek U-mar,
        Sementara Brahmos kayaknya baru diintegrasi dengan SU-30MKI india, mudah2an seterusnya bisa untuk Flanker lainnya.

        Kalau dicantoli senjata (kecuali ditaruh di wing tip), kecepatan bisa dibatasi pada Mach 1,5-1,7. Senjata cantolan menambah berat pesawat, sehingga menambah wing loading, juga menambah drag, mengurangi kelincahan, juga mengurangi max g-load pesawat. Berapa berkurangnya wallahualam sy ngga tahu he he.

        BTW jarang sekali kita lihat gambar seri Flanker mengusung drop tank.

        Flanker E untuk suatu tipikal air intercept mission bawa 4 rudal BVR dan 2 rudal WVR tanpa drop tank sudah bisa untuk radius 1100 km

        • Bung antonov@ misalnya dlm suatu misi penyerangan,kombinasi SU30/SU27/SU35 pesawat mana yang sesuai sbg penghajar target permukaan,penghajar target udara,pencegat pesawat musuh?

          • Jelas SU-30MK2 kita berawak 2 sebagi maritime strike fighter. Yg lainnya mendirikan air supremacy di atas teater operasi. Kombinasi hi low. Kalo radius strikenya dekat bisa disertakan Viper di hi. Kalo IFX sudah tiba bisa membantu SU-30MK2.

          • imo kalo udah bawa su 35 gk usah bawa su27 secara basic 35 berasal dari 27

          • Lebih rumitnya begini. Sebagian SU-35/27 bertindak sebagai pengawal/ penyergap pes musuh hi. Sebagian SU-35 sbgai pemandu, dengan Irbis-E search & track kapal musuh hi. SU-30MK2 sebagai penggempur low. Semuanya menggunakan data link, SU-30MK2 low menerima info posisi kapal & peswt musuh dari SU-35 pemandu.

    • Betul, buat apa beli pespur yang paling efisien kalo gak punya deterjen? beli aja paraglider banyak-banyak, yang nerbangin pasus, toh yang dicari efisiensi….

      Kalo beli pespur masih mikirin BBM, ya cari pespur yang bisa pake genjot alias kereta angin…

    • Banyaknya internal Fuel dan ga ada bawa droptank di flanker series itu apa gunanya kurang diinformasikan secara baik sehingga ada kesan pesawat ini “boros” dan “Klimis” tidak seperti pswt di film Barat yang ber internal fuel sedikit terkesan sangat Angker dengan lima drop tank berukuran besar ditambah lagi dengan confolmal fuel tank(belt Tank) terkesar modern ..bila kehabisan fuel bisa minta pswt airtanker suply kalo tanker delay ..pilot tinggal “eject”..

  27. Ane vote Si Bubur Merah. Udah uenakk, manis, murah, dan juga maknyusss.

  28. Vote SU 35S versi yg ASLI bkn yg Versi Ekspornya..:)

  29. SU 35…

  30. cuma bsa berharap pemerintah benar benar mendarangkan SU 35

  31. Kok diulang lagi ya article ini…sudah pernah dibahaskan sebelumnya. Itu juga alasan aja Pengen ganti f5.
    Ok sudah SATU TAHUN LEBIH! Pilih mana TNI AU?

  32. F22 Raptor USA diturunkan utk gempur ISIS di Suriah, sepertinya sekalian uji tempur nih

    • sayangnya cuma dipake buat ngebom..itu juga pake smart bomb..buang2 duit mending pake TUCANO aja bomnya pake bom buatan RI murmer..lagian lawannya ISIS nggak punya rudal SAM atw hanud..

  33. Emang yang paling cocok sebagai pengganti f5 ya su35….
    Tapi ngomong2 kalo baru pesen 2015 tahun berapa ya datangnya?
    Cina aja yang lengket ma rusia katanya jadwal datangnya 2017

  34. SU 35….muga2 kabul dongane

  35. Rusian strooooooooooooong su 35

  36. pastinya su-35s, nyang paling gahar, gak bakalan nyesel dah, tapi ngomong2 EF. Typhoon yg sudah lebih dulu pesan kapan nyampe dimari ye ???

  37. kita demen banget dengan yg namanya multi role,KRI multi role,pespur juga nyarinya yg multi role
    hemat bin irit nich πŸ˜€

  38. Satuju Su-35,8 biji dulu ajah buat nemenin simutan.

  39. …. ingat seribu sahabat tidak cukup, satu musuh terlalu banyak….

    pragmatis aja dgn dinamika global….kan bung Nara udh kasih clue bhw SU-35SM udah konkrit…ya harus dikawal dan dijaga sampai tiba di nusantara…dan terus ditambah jumlahnya silently.

    jika mamarika tawarkan paket hemat beli baru 1 ska F15SE dapat hibah 1 ska F15E (hanya nambah ongkos upgrade)…ya pragmatis aja….ambil dan bungkus…mumpung mamarika lagi demen cari partner seimbang buat ekonomi nasionalnya yg juga lagi kepanasan. mamarika berharap besar ada cash inflows agar bisa sedikit mendinginkan ekonominya dan tercipta multiplier effect….jangan lupa: standar penguasaan TOT harus itu

    surabaya aja jumlah uang beredar daily itu rata-rata itu 20 trilyun…..artinya nusantara Indonesia kita ini kaya banget…..pembayaran tidak selalu dengan tunai atau kredit ekspor tapi memungkinkan dibayar juga dengan komoditi yg Indonesia punya.

    • Yup! asal jangan gara-gara membiayai ongkos upgred barang usang terus yang lain disisihkan…
      Politik/strategi Asu dan kelompoknya selalu ingin Indonesia berada di bawah kendali mereka. Adakah wacana hibah ini itu dari kelompok barat adalah salah satu strategi untuk membebani anggaran pertahanan Indonesia???
      Wallahu’alam. semoga para pemimpin kita sadar akan hal ini…

  40. Lebih baik boros beli alutsista daripada boros karena Korupsi..

    Semoga pilihan nya jatuh ke SU-35.

    Jangan lupa beli SAM-400 juga dong..please…..hurry up.

  41. Tenang bos, kan pilih presiden masih langsung.
    dan semua presiden yang dipilih langsung itu huebat-huebat lho.
    yg penting buktikan dulu semua janji kampanye utk memenangkan hati rakyat. 5 tahun ke depan pasti menang lagi. pak Joko rakyat bersamamu.

  42. Yang mau dihadapi adalah F14,F15,F18, Su30MKI dan F35 siupil, sonotan dan sonora. Masa mau pakai F15 yg specnya tidak mungkin dikasih sama atau diatas punya mereka.
    Dan seandainya terjadi gesekan seperti di TIMTIM dahulu ( mungkin di papua, ambalat, tanjung datu, nipah ) kemungkinan besar ASU akan membela mereka dng mengembargo Indonesia (sejarah akan terulang). Alutsista TNI akan jadi barang rongsokan walaupun secanggih apa.
    Jadi sungguh tidak belajar pada sejarah kalau masih mau membeli pesawat buatan ASU/Eropa sebagai tulang punggung pertahanan Indonesia.
    Pilihan SU35 adalah pilihan paling tepat (menurut angan2 orang oot seperti saya ini) dengan memperhatikan musuh potensial sekarang ini.
    Masalah biaya operasional yg sangat mahal (katanya bisa 2x – 3x pesawat buatan Eropa/ASU) tapi kan harga belinya cuma 1/2 – 2/3 harga pesawat barat. Jadi selisih harga yg sangat besar tsb sudah lebih dari cukup kalau mau digunakan utk biaya operasional. Jadi menurut saya, jika akan membandingkan, harus memasukkan harga beli + biaya operasional (misalnya dihitung selama 10ribu jam atau 10 tahun), itu rasanya baru adil dan seimbang.
    Maaf hanya pendapat oot seorang pedagang ayam di pasar.

  43. Ngelu.gagal paham, apalagi klo udh yg teknis.

    SR dulu ahh..belajar lg dr semua yg ada disini.

    Monggo dilanjuutt..

  44. Udah Pak Pur bungkus aja SU-35, bair Udara (TNI-AU) STRONG

  45. kalo nunggu pakfa ya jangan ngambil su35, karena jika rusia sudah mulai mendapat pakfa maka tni baru mulai mendapat SU 35, antriannya panjang mending rafale yang agak longgaran

  46. NKRI HARGA MATI

    SU 35 HARGA MATI

    hihihih…

  47. Alutsista menurut saya ibarat pakaian yg melekat pada kita,semakin kuat alutsista kita semakin glamour jika kita berpakaian,kaya artis,jadi harga diri kita sebagai bangsa akan terangkat dengan sendirinya,jadi menurut saya bukan pemborosan,ini adalah investasi jangka panjang,semakin kuat alutsista kita maka bangsa lain akan berpikir berkali kali jika akan mengusik/melecehkan kita…..dan hal ini sudah terbukti….ma’af jika salah..

  48. Saya dukung SU-35 sebagaimana saya dukung Pilkada Langsung… NKRI Harga Mati

  49. Tanya aja ke bung Pemburu Rajawali bung…

  50. dukung SU35

    SU35 biaya operasionalnya mahal…. itulah kenapa simulator diciptakan, dan SU35 bukan dipakai untuk patroli

  51. artikel ini membahas tentang penggantian pesawat f5 tiger bukan pilkada langsung/tidak langsung. tolong jgn disangkut pautkan dg pesawat (jauuuuuhhhh booooookkkkkk) joko sembung naik ojek jadinya (capekkkk dehhhhhh). maaf ya sebelumnya, bila kalian yg g terima dg semua ini, dateng langsung ke DPR/MPR/PRESIDEN. salam dari pasuruan.

  52. su 35

  53. Jadi kayak Vote Menhan ala JKGR tempo hari….

  54. su 35 bungkus aja pak pur…yah gaharnya bikin bangga rakyat yg psti..
    jgn smpe deh klo f16/f15..gx gahar lawan tetangga”..

  55. Bau baunya deal di F15 SE deh…tp grade nya tetep dibawah singapork…kalo S35 memang rusia mau ngasih tp jalur produksinya masih penuh…pesanan VVS aja blm terpenuhi…apalagi cina…kalau mau ngantri kita baru dapet sekitar di atas 2025…itu sih gak perlu lagi karena IFX sdh masuk jalur produksi…

    Kita butuh stopgap sampai 2025 dan itu hanya mungkin dipenuhi oleh pesawat multirole kelas berat yg sdh masuk layanan penuh…kandidat cuma tiga:F15,F18 dan typhoon…cm ketiga pesawat ini yg memenuhi selera user dan political will…

    Kalau gripen sepertinya di skip user dan gak ada political will nya…terlalu mungil dan tdk menimbulkan efek genta seperti yg disandang heavy multirole…

  56. saya lbh cenderung ke produk amerika/barat..dan saya jg yakin pemerintah tdk akan memilih produk rusia..byk pertimbangan2 teknis dan politis mengapa harus memilih produk amerika/barat

  57. wehrmacht@saya sependapat dgn ulasan anda yg lbh spesifik dan masuk akal

  58. Mana nih skoring pengganti F5 versi Jakartagreater.com?

  59. PESAWAT KANDIDAT Generasi 4.5
    1. Sukhoi Su-30 MKI
    2. F-15 SE Silent Eagle
    3. Eurofighter Typhoon
    4. F-16 E/F Block 60/62
    5. Rafale-B
    6. F-18 E/F Super Hornet
    7. Su Su-35 Flanker
    8. JAS-39 Gripen NG

    Metode Perbandingan:
    1. Karakteristik Umum pesawat,
    2. Performance,
    3. Persenjataan, dan
    4. Avionics.
    5. Analisis Aspek Operasi, Aspek Tehnis dan Aspek Non Tehnis.

    Syarat Kemampuan:
    1. Multi Role minimal generasi 4.5
    2. Radius of action jauh
    3. Sasaran permukaan dan bawah permukaan
    4. Misi pertempuran siang dan malam hari
    5. Tahan segala cuaca
    6. Radar modern dengan jangkauan jauh
    7. Network Centric Warfare
    8. Perawatan mudah
    9. Avionic, navigasi dan komunikasi modern yang tersandi,
    10. Perang elektronika pasif dan aktif
    11. Kemampuan meluncurkan senjata konvensional, senjata pintar dan senjata pertempuran udara jarak sedang atau beyond visual range.

    Perbandingan Langsung:
    1. kecepatan,
    2. ketinggian operasional,
    3. kemampuan tinggal landas,
    4. kemampuan jangkauan radar,
    5. kemampuan combat radius of action
    6. kemampuan Agility pesawat.

    Analisa aeronautic:
    1. usia perawatan rangka pesawat (air Frame),
    2. usia perawatan mesin pesawat (engine),
    3. biaya perawatan,
    4. biaya operasi,
    5. perbandingan usia pakai.
    6. Avionic :
    a. Human Machine Interface,
    b. ketersediaan dukungan suku cadang,
    c. tingkat kegagalan,
    d. publikasi pemeliharaan dan operasional,
    e. kehandalan,
    f. teknologi,
    g. populasi
    h. kemudahan pemeliharaan.

    Analisa non tehnis meliputi :
    1. tinjauan politis terkait kebijakan pemerintah
    2. transfer teknologi,
    3. tingkat ekonomis,
    4. perbandingan dengan kemampuan pesawat yang berpotensi menjadi calon lawan,
    5. perkiraan biaya operasional nyata,
    6. kesulitan dan kemudahan pengadaan
    7. efek deterrent atau penggentar.

    Caranya cukup mudah, tulislah nama pesawat yang paling sesuai untuk setiap nomor.
    Nama pesawat yang paling sering muncul itulah prioritas pengganti F5.
    Selamat mengerjakan PR.

  60. Mantap mengelegar suaranya PLTU meledak dicirebon, 10km dr lokasi ledakan msh dgr, tak kira su lewat eh ternyata PLTU kanci meledak

  61. Kalau melihat ringkasan kriteria yang Bung Kobu sampaikan di atas, seharusnya Indonesia memilih SU-35

    Ini pesawat pemukul, senjata pamungkas, masalah daya gentar kekuatan udara kita,wajib hukumnya dipunyai kalau memang ingin menjadi kekuatan penyeimbang di kawasan…

  62. Betul banget SU 35 memang pilihan paling pas. Semoga pemerintah denger suara kita-kita. Saya cuma takut lobi-lobi dari amrik yg bisa mengacaukan pembelian SU 35.

  63. ngapain beli produk barat……..F15E Juga kalau di adu beneran sama sukhoi 35 ga bakalan berani tuch Pilot F15E.

    Sdh beli sukhoi 35 titik.

  64. Pilih Flanker…? uangnya ada gak…! lha itu buat perawatan F-5 Tiger aja uangnya tersendat-sendat, apalagi buat beli flanker…! Flanker itu biaya perawatannya 3 x F-5 Tiger lho…

 Leave a Reply