Dari Sukoharjo, Seragam Militer Buatan Indonesia Mendunia

Siapa menyangka, dibalik beranekaragamnya seragam militer berbagai negara di dunia, ternyata sebagian berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara pemasok kebutuhan seragam militer untuk 30 negara di dunia.

Di atas lahan seluas 130 hektare, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) ?terus bergeliat memproduksi tekstil maupun garmen, termasuk mengekspor seragam militer. Wakil Presdir Sritex Iwan Kurniawan Lukminto meyakini bahwa dunia mengakui keahlian tekstil Indonesia.

“Saya tidak percaya dunia tekstil dianggap seperti sunset karena industri ini industri yang sunrise. Kita harus melihat 10-15 tahun ke depan,” ujar Lukminto, seperti dilansir sp.beritasatu.com pada Jumat (14/10).

Diresmikan pada tahun 1992, Sritex mulai mengekspor seragam militer ke negara-negara anggota NATO pada dua tahun setelahnya. Sritex juga berinovasi dengan mengekspor seragam militer antiradiasi nuklir, antiinfra merah, antiserangga, dan antiapi.

Dalam setahun, Sritex mampu memproduksi 5 juta-6 juta seragam militer. Selain itu, Sritex juga mengembangkan berbagai produk lainnya seperti tas, ransel, sleeping bag, sarung tangan, tenda, dan integrated personal protection set yang digunakan tentara.

“Produk uniform militer sekitar 1,2 juta potong untuk TNI setiap tahun. Sisanya untuk instansi lain dan juga untuk diekspor, seperti Jerman, Australia, Inggris, Belanda, Arab Saudi, Timor Leste, juga pasukan perdamaian NATO,” kata Lukminto.

Terdapat peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan tujuan ekspor ke sejumlah negara Afrika dan Timur Tengah. Namun, persoalan utamanya adalah masih minimnya koneksi sektor keuangan domestik ke negara tujuan. “Itu menjadi potensi terbesar karena sekarang lebih banyak yang masuk ke sana itu dari Tiongkok,” kata Lukminto.

Sumber: metrotvnews.com dan sp.beritasatu.com

Leave a Reply