Nov 232016
 
Mi-35 TNI AD (Antara Foto)

Mi-35 TNI AD (Antara Foto)

Mi-35P merupakan helikopter serang buatan Rusia hasil pengembangan dari helikopter militer sebelumnya, Mi-24. Mi-35P adalah versi ekspor dari helikopter Mil Mi-24P. Mi-35 (kode NATO: Hind) merupakan helikopter tempur dan pengangkut buatan Uni Soviet.

Helikopter ini mulai dioperasikan tahun 1976 oleh Soviet, dan saat ini masih dipakai oleh 30 negara lainnya. Kode NATO untuk helikopter ini adalah Hind, dan variannya diidentifikasikan dengan penambahan huruf. Versi ekspor helikopter ini, Mi-25 dan Mi-35, disebut Hind D dan Hind E. Pilot Soviet menyebut helikopter ini Letayushiy Tank, atau Tank Terbang.

Nama julukan lazim lainnya adalah Crocodile, atau Buaya, karena bentuk dan warna kamuflasenya. Helikopter seri “Hind” produksi Mil merupakan favorit pada Perang Dingin dan terus dimodernisasi termasuk oleh Angkatan Bersenjata Rusia. Helikopter berat ini mampu melaksanakan berbagai peran di dalam medan pertempuran, baik di masa damai maupun perang, dan telah terlihat dalam berbagai peperangan dari Afrika hingga Timur Tengah dan Rusia. Mi-24/Mi-25/Mi-35 digunakan oleh lebih dari 50 negara dengan jumlah produksi lebih dari dua ribu unit helikopter.

mi-35

Sebagai helikopter serang sekaligus transport pasukan, dua awak yang bertugas mengoperasikan Mi-35 dan duduk dalam posisi tandem mendapatkan perlindungan khusus di dalam kokpit yang tahan peluru. Baik dinding kabin maupun kaca kokpit terbuat dari bahan titanium dan kaca khusus (kevlar) yang mampu menahan gempuran senapan mesin kaliber 12.7 mm. Kabin penumpang yang berada di dalam fuselagepesawat pun terlindungi dinding lapis baja, sehingga kemampuan Mi-35 melebihi apa saja yang bisa dilakukan Huey.

Heli serbu Mi-35 Hind tidak bisa disandingkan dengan AH-64 Apache karena memang konsep desain berbeda. Mi-35 Hind didesain dengan format heli «angkut» pasukan/ logistik yang dilengkapi dengan persenjataan berat, sedangkan AH-64 Apache lebih didesain sebagai heli «serbu»/ helikopter tempur murni.

Mi-35 P dibuat berdasarkan helikopter transport Mi-8 “Hip” dan digabungkan dengan sistem dan subsistem dari seri Mi-17. Dasar helikopter ini dikembangkan dari Mil Mi-8, yaitu dengan dua mesin turboshaft yang memutar lima bilah baling-baling 17,5 meter utama dan tiga bilah baling-baling belakang. Posisi mesinnya menghasilkan dua saluran udara yang khas, selain itu, versi D dan selanjutnya memiliki kokpit ganda berbentuk gelembung yang membuatnya mudah dikenali.

mi35-tni-ad

Mi-35 P orisinil mempunyai kokpit “glass house”, sangat berbeda dengan kokpit tandem. Bodi helikopter ini sangat adaptable (dapat diadaptasikan sesuai keperluan), mampu membawa sampai delapan pasukan siap tempur atau penumpang atau empat tandu berisi pasien. Sistem sayap “patah”-nya (stubbed wing) memungkinkan untuk dibawanya persenjataan dalam jumlah besar, dengan standarnya adalah pod roket, pod senapan, sistem misil anti-tank. Sistem sayap ini juga memungkinkan helikopter dilengkapi dengan misil udara-ke-udara untuk pertahanan diri. Sebuah senapan mesin juga terpasang di bagian hidung.

Helikopter ini mengombinasikan kemampuan tembak dan kemampuan mengangkut tentara, keunggulan lain dari Mi-35P adalah bagian tubuh dan kanopi kacanya mampu menahan tembakan hingga kaliber 20 mm dari jarak cukup dekat, sehingga mendapat julukan “Tank Terbang”. Untuk persenjataan, TNI memodifikasi dengan menambahkan senjata mesin fleksibel berkaliber 12,7 mm dan senjata laras ganda dengan kaliber 30 mm serta pemasangan rudal AT 9 yang merupakan rudal anti Tank.

Penempatan senjata dilakukan pada sayap pendek, yang juga berfungsi memberikan dorongan terbang, dimana setiap sayap memiliki tiga titik penempatan. Badan helikopter memiliki lapisan pelindung yang tebal, dan baling-balingnya yang terbuat dari titanium yang tahan tembakan sampai kaliber 12,7 mm. Kokpit helikopter Helikopter Mi-35P dibuat kedap udara agar tahan dalam kondisi NBC. Mi-35P menggunakan tiga roda pendaratan yang dapat dimasukkan ke dalam badan. Sebagai helikopter angkut dan tempur, NATO belum memiliki elikopter yang sejenis.

Indonesia sejak Oktober 2010 sudah memiliki 5 unit Helikopter Mi-35P yang bermarkas di Skadron 31/Serbu, Pusat Penerbangan TNI-AD, Pondok Cabe, Jakarta. Dilihat dari kemampuan tempur serta daya angkutnya Helikopter Mi-35P bisa disejajarkan dengan jenis helikopter AH-1 Cobra, UH-60 Black Hawk, AH-64 Apache atau pun Mangusta A129.

mi35-tni

Kehadiran armada helikopter tempur Mi-35P dari Rusia yang melengkapi Skadron 31/Serbu Penerbad pada tahun 2010, juga menyertakan paket senjata rudal anti tank. Mi-35P yang juga dikenal sebagai APC terbang ini dapat membawa 8 pasukan bersenjata lengkap. Mi-35 Hind E hadir melengkapi Skadron 31 dengan persenjataan yang cukup garang, seperti roket S-8 kaliber 80mm, pelontar chaff/flare, kanon standar GSh-30-2 kaliber 30mm, dan Rudal Anti Tank AT-9 Spiral-2.

Rudal Anti Tank AT-9 Spiral-2 menjadi senjata menakutkan bagi musuh yang dilengkapi Tank sekalipun. Sama seperti penamaan rudal anti tank AT-5, nama rudal AT-9 juga merupakan nama yang diberikan oleh pihak NATO. Rudal ini cukup unik, karena fungsinya sebagai rudal anti tank yang biasanya diluncurkan dari darat, namun AT-9 Sprial-2 ini adalah rudal anti tank yang sengaja dirancang untuk platform peluncuran dari udara.

Rudal anti tank AT-9 bisa dikatakan merupakan rudal anti tank yang masih gress, karena negara produsennya Rusia sendiri baru mulai mengoperasikan rudal ini pada tahun 1990-an. Rudal AT-9 ini didesain dengan melakukan pengembangan dari versi sebelumnya, AT-6 Spiral, dengan penyempurnaan pada sisi akurasi, kecepatan, dan jangkauan. Sistem pemandu rudal AT-9 Spiral-2 ini adalah SACLOS(Semi Automatic Command to Line of Sight), di mana operator harus membidik target sampai rudal berhasil mengenai target, jalur kendalinya berupa sinyal radio.

Dalam pola pengoperasiannya, pilot dan juru tembak harus sama-sama mengarahkan helikopter ke arah target hingga rudal tepat tiba di sasaran. Namun versi terbaru dari rudal ini sudah bisa melakukan tembakan fire and forget. Rudal Anti Tank AT-9 Spiral-2 ini sebenarnya memiliki beberapa versi yang berbeda sesuai dengan fungsi dan kegunaannya dalam operasi militer.

Jenis Anti Tank dengan tandem HEAT (High Explosive Anti Tank), yakni AT-9 yang dilengkapi proyektil peledak dengan dua tahap peledakan. Rudal AT-9 versi Tandem HEAT ini memang dikhususkan untuk menghancurkan kendaraan berlapis baja, termasuk MBT (Main Battle Tank). Kemungkinan AT-9 yang dimiliki TNI AD adalah versi ini, namun kebenarannya belum bisa dikonfirmasi.

helikopter-mi-35-tni-ad

Jenis kedua dari Rudal ini Adalah AT- 9 versi 9M120F yang dilengkapi dengan hulu ledak thermobaric. Pada rudal dengan thermobaric ini, peledak akan menghasilkan gelombang ledakan dengan durasi yang lebih lama, yang biasanya disebut dengan “airfuel bomb”.Efek ledakan yang lama ini dimaksudkan untuk melibas pasukan infantri, sehingga dapat mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar. Thermobaric memanfaatkan oksigen dan udara dalam peledakannya sehingga sangat pas untuk menghajar target infantri yang bersembunyi di dalam terowongan, gua, atau bunker. Rudal jenis ini sepertinya memang dikhususkan sebagai rudal anti infanteri.

Jenis ketiga dari rudal AT-9 ini adalah AT-9 versi 9A220O yang dilengkapi dengan hulu ledak expanding rod yang merupakan amunisi khusus yang menggunakan pola fragmentasi ledakan annular. Jenis ketiga ini dikhususkan sebagai rudal untuk menghancurkan target berupa helikopter lain. Rudal ini dilengkapi system laser sebagai penentu keakuratan tembakannya.

Menariknya, Amerika Serikat mempunyai beberapa helikopter ini untuk keperluan pelatihan. Hind juga dikenal dengan “The Crocodile” atau “Devil’s Chariot”.

Sumber : Majalah Online Palagan

Bagikan:

  48 Responses to “Dasyatnya Helikopter Serang TNI AD “Tank Terbang” Mi-35P”

  1.  

    Woow memang dahsyaaatt

  2.  

    keren

  3.  

    Tambah lagi heli mi 35 tni jadi 4 skadron tempur..masa cuman segitu saja jumlahnya..

  4.  

    apache punya mi 35 jg.. tinggal mencari lawan..

  5.  

    Tadi bilang tni ad g ada gunanya lagi,,emang semua penjuru bisa d jaga oleh pasukan Au, asal tw aja kawan pasukan au itu mendapatkan target dari pasukan darat maupun laut, g ternag asal asalan aja

  6.  

    Brani diskon gede + dp 4.5jt rupiah termasuk asuransi all risk. tenor sampe 50thn trs bikinny d sni bru tawarin dh. Klo gk brani yauda skip.

  7.  

    haha… gila kamu dro …

  8.  

    yang kitorang butuh mendesak adalah MI. T dan MI.R = Mie Telor dan Mie Rebus Gak pakai Sianida

  9.  

    borong hely mi35 dan ka51 predator juga biar serasi..

  10.  

    indonesia gak ada mil mi-28 yang ada cuma mil mi-35

  11.  

    heli bawA rudal baru mantap,heli ini bawa apa sembako
    sales gripen; ada gak rudalnya itu pesawat
    terus kok diludahin karatan gak
    bang buka stan aja
    ?

  12.  

    Betul betul bung !!!
    “Let’s Make TNI Great Again”
    Gripen YESS
    Sukhoi NO
    F16 NO
    “Bersama Gripen TNI kuat”
    “Bersama Sukhoi TNI Stres”
    “Bersama F16 nyawa TNI melayang”
    “Bersa Rafale RI bangkrut”
    “Gripen STROOOONG”

  13.  

    yang paling canggih mi35 m……dan yg lebih canggih superhind mkIII…..dan yg setara dengan hind adalah battlehawk arpia III….sebuah helly blackhawk modif yg punya sayap sama dengan hind…..cuma kita punya 5 biji hind emang gak ngefek apa2 sih

  14.  

    komen paling gua suka……
    Boorooong……… 1000 unit plus modif buat mendarat di kapal laut

  15.  

    Siiip…mbok heli ini di geser di Papua sana…kan lebih bermanfaat menyerang musuh di perbatasan dengan PNG, NTT….atau di geser ke Batam serta perbatasan kalimantan dgn Malaysia. Kalau cuman di simpan di markas TNI AD di Semarang ataupun tempat lain, kurang banyak manfaatnya. Helikopter EC-725 Caracal dari PT. DI sudah di pesan, naah helikopter ini sangat cocok beroperasi di Jawa, berfungsi sebagai mengangkut pasukan, SAR dan tempur, tinggal di modifikasi saja senjata apa yg cocok di pasang.

  16.  

    ya uda pesen KA 52 aligator jd ngumpul tuh para BUAYA di angkatan DARAT

  17.  

    Bu Mega mana nih bocorannya…

  18.  

    terima kasih bak mega utk mi35 nya 😀

  19.  

    kelemahan hind itu suaranya sangat bising berisik….dari jauh lawan sudah bisa dengar kedatangan hind…bisa jadi diantisipasi….idealnya kita punya 2 skuadron heli penyerang murni…..

  20.  

    Negara beruk sebelah ngences pengen heli serang,tp ada daye beruk cuma mampu beli heli little bird kah kah kah

  21.  

    tapi mi-17 gak ada ‘jendela’ berbentuk 1/4 lingkaran di bagian atas kiri / kanan,

    http://pusdikpenerbad.mil.id/imgs/mi-17v5.jpg

  22.  

    Apache lebih dahsyat dan udah teruji

  23.  

    Gripen = Odong-odong.

  24.  

    Jeng rini ada betulnya walaupun salah. Yg jelas itu bukan cockpit mi-35, dan bukan cockpit mi-17.

  25.  

    @KW

    Bak….mbak kale….?????

  26.  

    @sigma laper

    Mripatmu kok awas to mas?

    Iku dashboardte heli MI-8 versi sipil, mulane avionike rodo nggenah,,,,,,,

  27.  

    Kalau untuk urusan tempur AH-1z Cobra lebih gesit dan gahar bung! Mi-35 hanya cocok untuk angkut pasukan plus proteksinya, tapi kalau ketemu Longbownya Singapur hancur dah heli tempur ini!

  28.  

    Ehh kayak di film rambo..

  29.  

    mbak mega kemarin di undang makan di istana yh…minta bocoran list A1 nya donnk

  30.  

    saya juga td ragu melihat cokpitnya gak singkron. gak mungkin ada control panel di atas jendela. sementara mi35 bubble glass cockpit 1 & 2 sama.

    karena saya tidak ingin kegaduhan maka saya tak menulis komentar spt mbak rini 😀

  31.  

    Mi35 bukan tank terbang!!! tetapi lebih tepat disebut IFV terbang!!!!

    😀

  32.  

    Tidak Ada rencana untuk menambah lagi helicopter MI35 ijo…? Jumlah5 unit helicopter sangat Sedikit sekali Dan Tidak Cukup …
    Apa TNI AD Tidak puas dengan helicopter ini…?

    •  

      TNI AD dr dulu kurang berminat dgn produk Rusia bung, beda dgn marinir yg lbh suka menggunakan produk rusia
      klo marinir boleh punya heli serbu mungkin mereka akan ambil Mi-35 ini dan Mi-28 ato Ka-50/52 sekalian

  33.  

    35 sepertinya sudah menjadi angka favorit nih.. hehehe

 Leave a Reply