Des 152018
 

Kapal selam diesel listrik (SSK) Shortfin Barracuda Blok 1A © DCNS Australia

JakartaGReater.com – Kesepakatan senilai lebih dari $ 36 miliar antara Australia-Prancis untuk membangun armada kapal selam telah diselesaikan, kata Christopher Pyne, Menteri Pertahanan Australia seperti dilansir dari Daily Sabah.

Meskipun laporan sebelumnya menyebut bahwa negosiasi atas proyek besar tengah menghadapi masalah, Christopher Pyne mengatakan bahwa semua aspek kunci dari perjanjian kemitraan strategis telah selesai.

Kesepakatan ini akan ditandatangani awal tahun 2019 dan yang pertama dari 12 kapal selam akan dikirimkan kepada Angkatan Laut Australia pada awal 2030-an.

Kapal selam diesel listrik (SSK) Shortfin Barracuda Blok 1A © DCNS Australia

Kepala Staf Angkatan Laut Australia Michael Noonan mendeskripsikan armada baru kapal selam kelas Shortfin Barracuda yang dirancang oleh Prancis sebagai “superior regional”.

“Kelas Serang ini akan memenuhi kebutuhan kapabilitas Angkatan Laut Australia dan membantu melindungi keamanan dan kemakmuran kami selama beberapa dekade ke depan”, kata Laksamana Muda Noonan.

Awal pekan ini, sekelompok pensiunan perwira Angkatan Laut Australia mengatakan bahwa kapal selam Prancis terlalu mahal dan rumit dan bahwa alternatif yang lebih murah harus dipertimbangkan.

Kapal selam diesel listrik (SSK) Shortfin Barracuda Blok 1A © DCNS Australia

Kapal selam diesel listrik (SSK) Shortfin Barracuda Blok 1A © DCNS Australia

Pada tahun 2016, perusahaan milik negara Prancis Naval Group (dulu DCNS) terpilih untuk membangun sebanyak 12 kapal selam di Adelaide atas proposal yang bersaing dan diajukan oleh ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) Jerman dan pemerintah Jepang.

  4 Responses to “Deal, Australia-Prancis Finalisasi Kesepakatan Kapal Selam”

  1.  

    “REGIONAL SUPERIOR”
    Mantap….

  2.  

    Kalo kita yang akusisi sista dah ribut nya kayak kebakaran jengot…paling lantang nih satu negara fpda kalo soal indonesia…kalo yang lain seh rada malu malu kucing…soal suara sumbang dan nyiyir…

  3.  

    “Deal … NKRI – Jerman sepakat 8 unit U218”