Oct 062018
 

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia © Vitaly V. Kuzmin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Moskow dan New Delhi telah menandatangani kontrak pasokan 5 (lima) resimen sistem rudal pertahanan udara jarak jauh mutakhir, S-400 Rusia ke India, seperti dilansir dari laman TASS.

“Ya, di sela-sela kunjungan Presiden Vladimir Putin ke India”, menurut juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov ketika ditanya apakah kontrak S-400 telah selesai.

Asisten presiden Rusia, Yuri Ushakov sebelumnya mengatakan kepada media bahwa sebagai hasil dari kesepakatan yang telah dicapai, “Militer India akan memiliki sistem pertahanan udara modern yang membanggakan, parameternya melampaui sistem serupa dari negara lain”.

AS Ancam Berikan Sanksi

Sebelumnya, Amerika Serikat dan India sedang melanjutkan pembahasan pengadaan yang dimaksudkan New Delhi terhadap lima resimen sistem pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia, NATO menyebutnya SA-21 Growler ditengah ancaman AS untuk menjatuhkan sanksi ekonomi pada India jika mereka melanjutkan dengan pembelian perangkat keras militer mutakhir dari Rusia.

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia © Kemenhan Rusia

Sejauh ini, keduanya belum mencapai kesepakatan, menurut seorang pejabat senior AS.

“Kami terus melakukan pembahasan dengan para pemimpin India tentang cara-cara yang kami lakukan untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas perilakunya”, tutur Wakil Asisten Kepala Menlu untuk Asia Selatan dan Asia Tengah, Alice Well.

Sebagai konsekuensi atas apa yang pemerintah AS anggap sebagai operasi pengaruh yang disponsori negara untuk memanipulasi dan secara merusak mempengaruhi proses pemilihan presiden 2016 di Amerika Serikat, Kongres AS mengesahkan UU yang disebut Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), yang berlaku efektif pada Januari 2018.

“Sanksi itu dirancang untuk berdampak pada Rusia”, kata Alice Well dalam menanggapi apakah India dapat juga ditargetkan di bawah CAATSA. “Kami sedang mengerjakan dampak CAATSA dan signifikansi yang kami lampirkan ke CAATSA”, tambahnya.

Kabinet India Tetap Pilih S-400

Komite Keamanan Kabinet yang dipimpin Narendra Modi memberi persetujuan untuk pembelian sistem rudal pertahanan udara S-400 pada hari Rabu, yang membersihkan semua spekulasi mengenai kesepakatan dalam menghadapi sanksi AS terhadap Rusia.

Sebelumnya kedua negara telah menyimpulkan mekanisme pembayaran baru di bawah pengaturan keuangan yang melindungi lembaga keuangan India dari sanksi AS.

Selain sistem S-400, kedua negara itupun diharapkan akan menandatangani kontrak antar pemerintah untuk produksi berlisensi lebih dari 600.000 senapan serbu AK-103 untuk Angkatan Darat India. Menteri Pertahanan India Nirmala Sitharaman juga telah mengkonfirmasi bahwa itu adalah perjanjian antar-pemerintah dan produksinya akan dilakukan oleh perusahaan milik negara India, Tata.

Kapal selam nuklir (SSN) Kelas Akula buatan Rusia © US Military via Wikimedia Commons

India dan Rusia juga bermaksud melakukan pembicaraan untuk menyewa (leasing) kapal selam bertenaga nuklir ketiga dari kelas Akula yang akan menelan biaya lebih dari US $ 2 miliar. Sumber menyatakan bahwa kapal selam nuklir Proyek 971 tersebut telah dipilih dari banyak opsi dan akan menjalani perbaikan termasuk modernisasi besar-besaran di galangan kapal Rusia sebelum diserahkan kepada India.

 Leave a Reply