Delegasi RI Pelajari Akusisi Kapal Selam Type 214 AIP

70
353
Kapal Selam Type 214 AIP Portugal  yang dibuat oleh HDW (Pedro Vilela)

* Delegasi Indonesia tiba di Turki untuk mempertimbangkan akuisisi kapal selam tipe 214.

* Pembangunan ini bisa membuat Angkatan Laut Indonesia mengoperasikan kapal selam pertama yang dilengkapi air-independent propulsion (AIP).

Delegasi  yang terdiri dari perwira senior Angkatan Laut (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut) atau TNI-AL) tiba di Istanbul untuk lebih jauh mengeksplorasi kelayakan akuisisi kapal selam tipe 214 yang dilengkapi AIP dari galangan Kapal Golcük, Istanbul, ujar sumber yang dekat dengan persoalan ini saat dikonfirmasi Janes.com pada tanggal 9 Mei 2017.

Di antara kegiatan yang berlangsung selama kunjungan tersebut adalah tur fasilitas Golcük Shipyard di dekat Istanbul, tempat pembuatan platform kapal selam Type 214 yang sedang berlangsung. Galangan kapal tersebut, telah dikontrak untuk mengirimkan enam kapal jenis tersebut ke Angkatan Laut Turki, dan satu kapal jenis tersebut dijadwalkan untuk diluncurkan pada 2019. Pejabat tersebut juga akan mengunjungi pameran IDEF 2017 selama berada di Istanbul.

Komputer grafis kapal selam Type 214 HDW yang ditawarkan ke Indonesia (grafik : HDW)

Kunjungan delegasi tersebut datang setelah presentasi yang dibuat oleh pihak Golcük Shipyard dan ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) pada awal 2017 yang berlangsung di markas besar TNI-AL di Cilangkap, Jakarta, seperti dilansir Jane’s pada 13 April 2017. TKMS mendukung tawaran Golcük Shipyard untuk memasok varian kapal selam diesel Reis vlass (Tipe 214) diesel-electric submarine (SSK) ke Indonesia.

Menurut Jane’s Fighting Ships, platform kapal selam Reis class memiliki panjang keseluruhan 67,6 meter, beam keseluruhan 6,3 meter, dan lambung 6,0 meter. Kapal selam ini dapat menampung 27 awak, termasuk lima perwira, dan bisa mencapai kecepatan tertinggi 20 kt=not saat menyelam, dan 12 knot saat muncul ke permukaan air.

Sebagai gambaran, karakteristik kapal selam Type 214 AIP yang dibuat HDW untuk Portugal tahun 2005 :

 

Class and type: Tridente class submarine
Name: NRP Tridente
Builder: HDW
Laid down: 2005
Commissioned: 2010
Status: In active service
General characteristics
Displacement:
  • 1,700 tons (surfaced)
  • 2,020 tons (submerged)
Length: 67.7 m (222 ft)
Beam: 6.35 m (21 ft)
Draught: 6.6 m (22 ft)
Propulsion:
  • 2 generators AIP Siemens Sinavy (BZM-120); 240 KW
  • 2 diesel engines MTU 16V396 TB-94; 6,24 MW
  • 1 electric engine Siemens Permasyn; 2,85 MW
  • 1 axis
Speed:
  • 20 knots (37 km/h) submerged
  • 10 knots (19 km/h) surfaced
  • 6 knots (11 km/h) AIP system
Range: 12,000 nautical miles (22,000 km) at 8 knots (15 km/h)
Endurance: 60 days
Test depth: superior to 300 m (984 ft)
Capacity: 14 marines
Complement:
  • 33 men:
  • 7 officers
  • 10 sergeants
  • 16 sailors
Sensors and
processing systems:
  • Kelvin Hughes KH-1007 (F) navigation radar
  • Atlas Elektronik GmbH ISUS 90 combat management system
Armament:
  • 8 × 533 mm torpedo tubes
  • 12 × Alenia Marconi Systems IF-21 Blackshark torpedo reloads
  • 6 × Sub-Harpoon UGM 84 capable

 

Janes.com

70 KOMENTAR

  1. sonar suitenya pake dbqs-40 sudah bawa kabel sonar, bisa utk perairan dangkal dan dalam.
    byk torpedo yg sudah bisa diwiring. klo ga salah support 4 torpedo.
    u214 kilo klass buatan jerman….yaaa menurut kabar yg beredar di indonesia ks ini dinamakan kilo. xixixi………

  2. kenp ng’gak lsg pesan dgn Jerman spt hal’x punya s’Pore , Israel, Yunani & etc…

    Kalo beli dgn Turkey apa beda’x beli dgn pesan dr Korea-Selatan yg akhir’x cuma dpt ilmu sebatas sebagai tkg-jahit baju tnp bisa utk jd desainer biar hitung”an yg jelas….
    – brp meter bahan kain yg hrs di’pakai…
    – Hrs pilih gunting apa biar wkt potong kain bisa rapi & rata…
    – hrs pakai benang apa…???

    kalo begini terus kpn Indonesia-Kita bisa mandiri dlm hal alutsista…???

  3. Semoga semuanya berjalan sesuai rencana. Di Korea kita telah menamatkan SD pembuatan Kasel, moga kita segera mendapatkan Sekolah Menengah dan guru yang tepat dalam waktu dekat Sehingga bisa secepatnya melaju ke Sekolah Tinggi Perkapalan Yang Mumpuni Secepatnya.
    Selamat Berburu!

  4. Kasel Type 214 plus AIP dibungkus 11 biji untuk menemani Chang Bogo Class ngeronda di ALKI I …..
    2 buah ngeronda di selat sunda
    2 buah ngeronda di selat karimata
    2 buah ngeronda di lautan hindia
    4 buah ngeronda di selat malaka
    4 buah ngeronda di natuna

    Untuk Alki II dan ALKI III
    dihuni oleh kasel jenis :
    Kilo Class
    Amur Class
    Astute Class
    Akula Class

  5. ukuran & kapasitas 214 hampir tdk ada bedanya dg 209… seandainya changbogo yg d pasang AIP kemungkinan bobot & panjangnya akan sama dg 214… armanent & control systemnya pun jika changbogo d kerjakan PT. PAL dg pengawalan jerman pastinya akan lbh bisa menyesuaikan kebutuhan krn d kawal langsung pemilik teknologi… & yg pasti tdk perlu menunggu terlalu lama krn sdh d garap PT. PAL… beda kalo pengadaan baru… hrs ada proposal dl… negosiasi… MoU dkk… prosesnya pasti butuh waktu yg lama…

  6. Kalau RI sudah menguasai teknologi pasti negara lain beduyun meminta kerjasama pembuatan kasel canggih. Yg lama tuh teknologi rudal susah amat asing nawarin kerjasama pengembangan pemandu nya.mgkn nantinya kalau teknologi pemandu rudal di kuasai pastinya byk negara mengajak kerja sama