Sep 162018
 

Sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat.

JakartaGreater.com – Amerika Serikat (AS) tidak mau memberikan dukungan keuangan kepada Ukraina untuk membeli persenjataan, sehingga negara itu terpaksa meminjam uang sebesar EU € 1 miliar kepada Uni Eropa, seperti dilansir dari Reuters.

“Kami baru saja menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian hutang antara Ukraina dan Uni Eropa, yang berkaitan dengan program ke-4 pada dukungan makro-ekonomi Uni Eropa untuk Ukraina”, kata Presiden Ukraina Piotr Poroshenko.

Menurut pemimpin Ukraina itu, perjanjian pinjaman merupakan inti dari kesepakatan politik sebelumnya dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker pada KTT “Kemitraan Timur”. Uni Eropa telah memberikan dukungan makro-ekonomi kepada Ukraina sejak tahun 2014.

Program hutang sebelumnya adalah sebesar € 1,8 miliar telah disetujui dalam bentuk bantuan bersyarat kepada Ukraina pada tahun 2015 silam. Dan saat itu, Ukraina alokasi hutang € 1,2 miliar euro adalah melaksanakan reformasi. Namun, Komisi Eropa, sebagai manajer program, menangguhkan transfer dana kepada Ukraina, karena menilai bahwa pemerintahan Poroshenko tidak menerapkan persyaratan khsuus, termasuk reformasi melawan korupsi.

Selain pinjaman pembangunan ekonomi dari Uni Eropa (UE), Bank Dunia (WB) serta Dana Moneter Internasional (IMF), Ukraina juga perlu untuk meningkatkan beberapa senjatanya. Namun baru-baru ini Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan memberikan bantuan keuangan kepada Ukraina.

Kurt Volker mengatakan dalam konferensi YES pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat siap untuk membahas dengan Ukraina akan perlunya memperkuat pertahanannya dan menyelesaikan masalah bisnis.

FGM-148 Javelin, rudal anti tank buatan Amerika Serikat © US Army via Wikimedia Commons

Ukrinform Ukraina mengutip Kurt Volker, mengatakan bahwa AS siap meningkatkan pertahanan Ukraina. Tentu saja, kemampuan tersebut telah meningkat selama beberapa tahun tetapi masih ada beberapa celah, Washington-Kiev dapat membahas kerentanan tersebut.

Presiden Barack Obama telah memberlakukan undang-undang yang melarang pasokan senjata pemusnah massal ke Ukraina, AS sekarang akan menggunakan bentuk transfer. Washington siap untuk membahas apa yang dibutuhkan Ukraina dan dapat menyetujui untuk Kiev dalam membeli persenjataan tertentu.

Pada tahun 2018, pihak berwenang Kiev telah menerima senjata pemusnah masal dari Amerika Serikat, Lithuania, Inggris dan Kanada dan sarana militer lainnya senilai lebih dari US $ 40 juta. Pemerintah AS pada tahun 2017 juga menyetujui pasokan senjata ke Kiev, termasuk sistem rudal anti-tank Javelin yang diterima pada akhir April.

Namun, jumlah yang diterima itu masih terlalu kecil dibandingkan dengan kebutuhan untuk meningkatkan persenjataan militer Ukraina yang sudah besar. Hingga memaksa militer untuk memobilisasi kembali peralatan militer lama yang telah dihapuskan dari daftar persediaan, untuk memastikan pasukan memiliki senjata memadai.

Kepala Staf Angkatan Darat Ukraina Muzhenko telah memutuskan untuk melengkapi brigade penyerang dengan 128 unit kendaraan lapis baja tua yang telah dihapuskan dari daftar preservasi.

Tidak hanya itu, bahkan unit yang paling elit dari militer Ukraina juga tidak memiliki peralatan militer yang serius. Masalah ini juga telah dibangkitkan kembali oleh para pejabat pertahanan dan tidak hanya sekali, tetapi situasinya masih belum membaik.

Berbagi

  12 Responses to “Demi Beli Senjata AS, Ukraina Utang ke Uni Eropa”

  1.  

    ukraina pusing..suply gas dari rusky di stop dan harus beli dari asu dengan harga berlipat lipat..ngemis2 minta terminal transit fee buat north stream 2 juga ditolak mentah mentah sama bear meski sudah lewat loby US+UE.

  2.  

    Huahaha… Ukraina masuk dalam jebakan badmen.. dari si bapak sapi merah

    •  

      yup..di iming imingi masuk UE dan janji dilindungi oleh world police..malah kehilangan crimea dan sekarang donetsk juga luhanks wilayah strategis di timur terancam merdeka dan gabung sama bear..toh nato cuma teriak teriak gak setuju dengan integrasinya..tapi so what gitu loh..

    •  

      Udah gak dapet kredit import, gak boleh make sembarangan, harus minta ijin, trus lucunya dimana????

      Anak tk juga tau mamarika tukang ngibul, kepo, licik, kok ya masih kena jebakan 2 kali? pinteran keledai donk?

      (eh….disini juga masih banyak korban penipuan mamariki…xixixi)

  3.  

    Kasihan nasib ukraina, setelah diobok2 amrik dan sekutunya sekarang ditinggal kabur

    •  

      Mereka hanya berusaha mencari euforia saja, bahkan mereka memilih mengkudeta presidennya karena lebih memilih bermitra dengan Russia…
      Ukraina tidak sadar jika mereka tidaklah penting, karena tujuan utama memisahkan Ukraina dari pengaruh Russia adalah untuk memblok kemampuan militer, termasuk incaran utamanya adalah Crimea yang merupakan pangkalan angkatan laun berat Russia…
      Ukraina bukanlah negara yang memiliki sumber daya alam menjanjikan, seperti negara2 timur tengah atau seperti Russia sendiri… mereka terjebak kedalam angan2 palsu, dan menempatkan diri mereka dalam kesulitan yang mereka buat sendiri…
      Memilih bersekutu dengan negara yang jauh berada di seberang lautan daripada dengan negara disebelah. jelas adalah kebodohan tersendiri…

  4.  

    Jauhilah amerika biar tentram dunia akhirat

    😎

  5.  

    Kasihan ukrraina. Udah diiming-imingi buat dibela amrik. Eh mau ngutang buat beli senjata aja nggak boleh sama amrik. Malah jadinya minjem duit sama EU. Masih mending indonesia. Walaupun bukan sekutu russia tapi dikasih ngutang beli senjata sama russia. Xixixi…

  6.  

    hm…

 Leave a Reply