Okt 032016
 

Pihak Militer Amerika Serikat membuat gebrakan di bidang teknologi pengintai militer tanpa awak. Pengumumkan rencana itu akan dikembangkan langsung dari kapal induk Amerika.

kru penerbangan tengah mempersiapkan untuk meluncurkan X-47B, sebuah pesawat tak berawak eksperimental, kapal USS Theodore Rosevelt, lepas pantai Virginia

kru penerbangan tengah mempersiapkan untuk meluncurkan X-47B, sebuah pesawat tak berawak eksperimental, kapal USS Theodore Rosevelt, lepas pantai Virginia

Menurut Global Futurist, teknologi produksi drone militer yang akan dikembangkan langsung di kapal induk AS, merupakan teknologiyang diprediksi akan membuat kapal induk menjadi armada perang yang lebih mematikan dari sebelumnya. Tidak hanya itu, operasi militer juga bisa dilakukan lebih efektif dan minim korban jiwa dari sisi AS.

Proses produski drone di kapal induk akan melibatkan teknologi cetak 3D. Saat ini, teknologi cetak 3D telah bisa digunakan untuk menghasilkan komponen-komponen mesin berbahan metal.

Dengan memanfaatkan cetak 3D, militer AS ingin kapal induk mereka menjadi pabrik drone mengambang dan bisa dioperasikan di laut manapun di seluruh dunia.

54ea4a282dfe1b8405075a8fcddb90c1

Sumber militer Amerika menyebutkan, seperti yang dikutip Global Futurist, mengubah kapal induk menjadi pabrik produksi drone militer, diyakini akan menambah nilai efektivitas kapal induk dalam sebuah operasi militer.

Drone yang jauh lebih murah dan lebih mudah diproduksi menjadi salah satu alasan mengapa AS melirik teknologi tersebut. Soal serangan, drone juga semakin tidak ketinggalan ketimbang pesawat tempur.

Demi proye prestisius ini, pemerintah AS rela menggelontorkan dana, sedikitnya USD6 miliar untuk memboyong 70 pesawat tempur ke kapal induk.

8a94faec714c87535acccc236001d412

Pesawat tempur tersebut juga sangat sulit dan membutuhkan waktu lama untuk dibuat. Angka pengeluaran tersebut bisa ditekan jika menggunakan drone, apalagi produksinya bisa langsung dilakukan di kapal induk. AS dengan mudah bisa “mengganti” drone yang jatuh nantinya.

Drone juga sangat fleksibel. Desainnya bisa dirancang dengan mudah dan dapat digunakan bukan hanya untuk berperang. Teknologi drone yang semakin berkembang juga akan membantu penerapan skenario pembuatan drone di kapal induk menjadi semakin nyata. (marksman/ sumber: metrotvnews.com)

 Posted by on Oktober 3, 2016