Mar 262019
 

Artileri Howitzer T5-52 buatan Afrika Selatan © Denel Land Systems

JakartaGreater.com – Denel Land Systems, perusahaan pertahanan yang berbasis di Afrika Selatan sedang bernegosiasi dengan sebuah negara Asia untuk menjual sistem artileri self-propelled (swagerak) beroda T5-52 milik perusahaan, seperti dilansir dari laman IHS Jane pada hari Jumat. (22/3/2019)

Sumber mengatakan bahwa negosiasi dengan negara yang kini masih dirahasiakan sedang berlangsung dan bahwa negara-negara lain juga menunjukkan minatnya terhadap produk howitzer swagerak T5-52 buatan perusahaan. Jumlah pasti ataupun nilai kontrak potensial tidak diungkapkan. Sumber itu juga mencatat bahwa pengujian baru-baru ini dilaksanakan di Pakistan.

Howitzer swagerak kaliber 52/155 mm didemonstrasikan kepada delegasi internasional, termasuk IHS Jane, di Denel’s Overberg Test Range pada 19-20 Maret. Namun Angkatan Bersenjata Afrika Selatan (SANDF) masih ragu-ragu apakah akan memesan dalam jumlah besar T5-52 ataukah meng-upgrade howitzer swagerak G6 warisannya.

Tentang Howitzer T5-52

Merupakan sistem senjata Howitzer swagerak kaliber 52 (155 mm) yang terpasang di truk. Fleksibilitas tembakan tak langsung yang melekat memastikan bahwa itu dapat digunakan dalam peran senjata tradisional, howitzer dan mortir. Sistem senjata memiliki mobilitas taktis dan strategis yang sangat baik, memiliki jangkauan 600 km untuk sekali pengisian bahan bakar dengan kecepatan hingga 85 km/jam.

Persenjataan itu telah dioptimalkan untuk sistem balistik kaliber 52 (155 mm). Proyektil yang digunakan adalah jenis jangkauan yang diperluas dan memberikan jangkauan serta efektivitas target jika dibandingkan dengan sistem yang ada. Menggunakan proyektil base bleed, senjata memiliki jangkauan 42,5 km di permukaan laut. Amunisi berstandar NATO dan amunisi lainnya dapat ditembakkan.

Sistem ini ditenagai mesin diesel turbocharged 265 kW yang digabungkan dengan gearbox manual 10-kecepatan, dan gearbox transfer 2-percepatan. Juga dilengkapi sistem ban anti-bocor, yang memungkinkan tetap dapat berjalan dalam kondisi roda bocor atau tidak. Dan sistem hidraulik digerakkan PTO pada gearbox.

Howitzer swagerak T5-52 membawa 27 proyektil dan 26 charge. Waktu pengerahan 60 detik. Jika unit daya sistem hidrolik gagal, howitzer T5-52 yang lain juga dapat digunakan sebagai sistem cadangan, memungkinkan kru untuk membawa T5-52 beraksi. Awak T5-52 adalah 4 orang, 2 orang persiapan dan 2 orang memasok amunisi.

Persenjataan terdiri dari monoblock barel dilengkapi dengan rem baffle moncong ganda, dengan mekanisme swing dan slide breech, sedangkan mekanisme tembakan diaktifkan dengan listrik. Sistem Komando dan Kontrol terdiri dari Sistem Peletakan dan Navigasi Otomatis, Sistem Telekomunikasi, Sistem Radar Kecepatan Moncong beserta Komputer Manajemen Temmpur digunakan untuk meletakkan senjata.

  One Response to “Denel Land Systems Akan Pasarkan Howitzer T5-52 di Asia”

  1.  

    Afrika Selatan kian maju industrinya 😀 mantab