Jul 262017
 

Kapal perang Angkatan Laut Korea Selatan luncurkan rudal saat melaksanakan latihan di Laut Timur. © Kementerian Pertahanan Korea Selatan

Berusaha mencari kesempatan untuk mengalahkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un ketika terjadi perang, Korea Selatan bermaksud meningkatkan kapasitas hulu ledak rudal balistik 800 km-nya dari 500 kg menjadi 1.000 kg (satu ton).

Dengan menggandakan muatan hulu ledaknya, Seoul menegaskan bahwa hal tersebut bisa mengurangi ancaman serangan nuklir dari Pyongyang dan menyerang bunker bawah tanah dimana para pembesar Korea Utara akan bersembunyi jika terjadi perang, menurut Korea Times.

Tapi untuk mewujudkan mimpinya tersebut Korea Selatan harus terlebih dahulu mendapat izin dari Washington, karena ada perjanjian yang menjadi pedoman di antara negara sekutu untuk mencegah jenis upgrade yang dimaksud oleh militer Korea Selatan.

Revisi kesepakatan tahun 2012, mengizinkan Korea Selatan untuk mengembangkan rudal yang lebih jauh dari batas 200 mil, menjadi sekitar 500 mil, namun tak disebutkan adanya izin untuk meningkatkan kapasitas hulu ledak.

Presiden baru Korea Selatan, Moon Jae-in, dalam pertemuan akhir Juni lalu di Washington dengan Presiden AS Donald Trump, mengatakan bahwa Pedoman Rudal Baru 2012 harus diperbarui.

Menurut laporan, Trump bereaksi positif atas permintaan tersebut, namun para pejabat di Korea Selatan ragu untuk berkomentar lebih lanjut.

“Pemerintah Seoul akan membahas masalah ini dengan AS di Rapat Konsultasi Keamanan (SCM) yang akan datang dan Dialog Pertahanan Korea-AS (KIDD) yang dijadwalkan akhir tahun ini”, kata sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Korea Times.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Moon Sang-Gyun, mengatakan bahwa tidak pantas baginya untuk menyebutkan hal-hal yang dibahas oleh kedua kepala negara tersebut.

“Tapi saya dapat mengatakan bahwa militer sedang meninjau berbagai tindakan untuk secara efektif merespon ancaman nuklir dan rudal Korea Utara yang terus berkembang”, tambahnya.

Setelah revisi pedoman rudal 2012, Korea Selatan sekarang memiliki rudal yang mampu menjangkau hingga ke seluruh wilayah Korea Utara.

“Jika kapasitas 1 ton dapat dimuat pada rudal 800 km, militer kita akan dapat melakukan rencana pembalasan dan menghukum Korea Utara secara lebih efektif karena kemampuan penetrasi rudal akan ditingkatkan secara serius”, klaim pejabat militer Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip oleh Korea Times.

Bagikan:

  10 Responses to “Dengan Izin AS, Korea Selatan Ingin Tingkatkan Kapasitas Hulu Ledaknya”

  1.  

    Sama, pembuatan KF-X dan IF-X juga sedang nunggu izin koq

    Saya juga sedang nunggi izin makan malam ini, koq lama ya?

    •  

      “Dengan Izin Tuhan, Indonesia Ingin Tingkatkan Kemampuan militer nya”….kalo di kita ,judul nya bagusan kayak gini yah bung

      •  

        Hanya negri adidaya yg boleh mempunyai peluru kendali jarak jauh bermil mil dengan hulu ledak berton ton,..

        Intinya kalau semua negara memiliki senjata yg mumpuni negri adidaya sudah tdk bisa menakut nakuti,n menghendaki kemauan yg di mau pd negara lain.

  2.  

    Bukannya Korsel dibawah payung Nuklirnya asu? Apa bukan yah? Jadi kalau di nuke sm korut nanti dibalas sm asu.

  3.  

    Smpai skrang indo ngga di ijinkan punya rudal balistik oleh negara tetangga khkh

  4.  

    sebegitu kuasanya kah as, smpe apa2 yg akan dilakukan korsel musti lapor dl, knp mau ya jadi budaknya amerika???

  5.  

    Wk,lucu

    Negaranya (as) bikin nuklir,dunia gak ada yang protes

    Giliran negara lain bikin nuklir,koar2
    Ngajak sekutu,ujung2nya ngasih sanksi

  6.  

    lho kok aneh ngapain mesti minta izin segala..

  7.  

    Negara sekutu as cuma di kadalin doang

  8.  

    Karena secara real, Korsel dalam perlindungan AS. Kalo Korsel asal buat kayak gitu maka AS akan melepas perjanjian itu. MTCR Hanya berlaku pada ekspor, bukan yg utk dalam negeri. Tapi MTCR juga meliputi transfer teknologi dan sparepart utk rudal diatas 500 km.

 Leave a Reply