Mei 222017
 

Iver Huitfeldt (Mtlarsen)


Pada 18 – 19 Mei 2017 Rear Admiral Denmark Frank Trojahn, mengunjungi Indonesia bersama dengan delegasi perusahaan Denmark di sektor angkatan laut.

Dalam rangkaian acara tersebut dilakukan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Ade Supandi, yang mengunjungi Denmark pada bulan Oktober tahun lalu. Pertemuan ini diikuti oleh sebuah seminar kecil, di mana perusahaan Denmark memiliki kesempatan untuk melakukan presentasi solusi pertahanan angkatan laut Denmark.

Rear Admiral Trojahn dan perusahaan Denmark juga bertemu dengan BAKAMLA Coastguard Indonesia dan mempresentasikan solusi maritim multi guna untuk kebutuhan Indonesia.

(scandasia.com)

Pada hari kedua, delegasi tersebut pergi ke Surabaya. Di sini, Kepala Staf Angkatan Laut dan perusahaan-perusahaan Denmark yang menyertainya mengunjungi markas Armada Indonesia Timur dan makan siang dengan perwakilan dari kantor administrasi dan pemangku kepentingan maritim di Surabaya, termasuk National Naval Design Center.

Setelah makan siang, perusahaan Denmark Odense Maritime Technology (OMT) menandatangani MoU dengan Pusat Desain Naval Nasional Indonesia mengenai kerja sama dalam merancang kapal angkatan laut.

Sore hari, delegasi tersebut mengunjungi galangan kapal PT PAL Indonesia. Ini merupakan kesempatan besar bagi perusahaan Denmark untuk melihat fasilitas pertahanan angkatan laut Indonesia dan menyajikan teknologi dan solusi angkatan laut Denmark.

Sumber: Kedutaan Besar Denmark, Jakarta

 Posted by on Mei 22, 2017

  42 Responses to “Denmark Perkenalkan ‘Naval Defence Solutions’ pada Indonesia”

  1.  

    Pertamax

  2.  

    Ada pertanda apakah ini?

  3.  

    Fregat baru rasa Denmark, welkam Iver Huitfeld class

  4.  

    Sudah cukup banyak produk pertahanan asal denmark yang sdh digunakan disini, mulai dari defense suite-therma yang dioperasikan pd hampir semua kaprang kita, kecuali yang dibeli dr uk&jertim, lalu ada radar therma yang telah dipasang pd bbrp kapal milik KPLP dan fatahillah class…juga radar weibell

  5.  

    …!!!

  6.  

    oh Yes oh No oh Yes oh No

    sesuai pidato Presiden kita harus menyesuaikan militer dengan kemajuan jaman dan teknologi

    maka kita

    AKAN

    memiliki suatu saat kapal iver 3unit, 10unit gripen,8 unit su35,4unitA400,2 unit AN70, 2unit beriev be200, 12unit oerlikon 35mm AAA GDF amin

  7.  

    Yang nimbul tenggelam itu hanya dagangannya bung jimmy bang…seperti harga karet yang naik-turun.

  8.  

    kemungkinan saja belum diputuskan
    jadi masih ada peluang susut atau surut

  9.  

    Maaf…Rear Admiral itu artinya apa?

    Apa laksamana yang tugasnya dibelakang ya…alias didapur?

  10.  

    Wuih RI banyak mengambil teknologi dr bangsa Viking siraja Lanun yg ditakuti oleh Eropa dimasa lalu! Ngomong2 pernah nonton di TV berdasar sejarah, artefak,dokumen dan hubungan perdagangan dgn bangsa Arab dimasa lalu bahwa Viking pernah dipimpin pelaut wanita dan lebih mengejutkan lg beliau seorang muslim dimana salah satu barang peninggalannya sebuah cincin berlafadz ALLAH. Ini bukan hoax karena sudah dibenarkan oleh ahli sejarah mereka.

  11.  

    biar GREGET, jurus adu layangan tarik ulur, akhirnya si pedagang datang ngeloby gk tanggung tanggung endorse nya raja dan ratu..

  12.  

    Sebenarnya rezim jokowi mau mengadopsi kebijakan rezim sby. Pada periode pertama masa jabatan pemerintah tidak ingin terlalu besar2an membeli alutsista, karena masih fokus pada ekonomi. Tp pada periode kedua, situasi jauh berbeda, pemerintah tidak tanggung2 mengalokasikan dana untuk pemesanan alutsista, karena disamping penguatan sisi ekonomi sudah maksimal, pergantian rezim pun harus terjadi jika sudah melampaui 10 tahun masa kepresidenan. Jadi kemungkinan peremajaan alutsista secara masif pada masa jokowi hanya akan terjadi jika beliau terpilih kembali menjadi presiden