Okt 052017
 

Fregat KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) meriahkan demo tempur laut di HUT ke-71 TNI, Cilegon, Banten, 5/10/2017.

Cilegon – Jakartagreater.com. Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, SH.,M.A.P., didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armatim (KDJAT) Ny. Ina Darwanto menghadiri puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2017 yang dilaksanakan di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis, 05/10/2017, dirilis Dispen Armatim.

Pelaksanaan upacara HUT TNI bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, dan dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta ketiga Kepala Staf Angkatan antara lain, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., dan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Sedangkan Komandan Upacara (Danup) dikomandoi oleh Pangkostrad Letnan Jenderal (Letjen) TNI Edy Rahmayadi.

Upacara diawali dengan parade dan defile pasukan berjumlah 5.932 orang yang terdiri dari Batalyon Upacara 1 Perwira Gabungan, Brigade Upacara II Akademi TNI, Brigade Upacara TNI AD, Brigade Upacara TNI AL, Brigade Upacara TNI AU, Batalyon Upacara Aparatur Sipil Negara (ASN), Batalyon Komponen Cadangan dan Batalyon Pasukan Lintas Sejarah TNI.

Demo Tempur Laut di HUT ke-71 TNI, Cilegon, Banten, 5/10/2017.

Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan dengan penuh rasa optimis bahwa TNI akan menjadi angkatan bersenjata yang makin disegani oleh negara lain yang akan menjadi kekuatan besar di regional, Asia dan dengan penuh keyakinan TNI akan selalu menjadi yang pertama dan terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Lanjut Presiden, Politik TNI adalah politik negara dan loyalitas TNI adalah loyalitas untuk kepentingan bangsa dan negara. Politik dan loyalitas berbangsa dan bernegara TNI berarti kesetiaan memperjuangkan kemerdekaaan rakyat, kesetiaan menjaga keutuhan wilayah dan persatuan dan kesatuan NKRI dan kesetiaan kepada pemerintah yang sah. TNI adalah milik Nasional yang berada di atas semua golongan yang tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik dan tidak masuk ke dalam ke kancah politik praktis.

Demo Tempur Laut di HUT ke-71 TNI, Cilegon, Banten, 5/10/2017.

Diakhir amanatnya Presiden RI mengingatkan, sejak kemerdekaan NKRI diproklamirkan telah banyak rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan. Untuk itu kita harus membulatkan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai sumber kekuatan untuk menggalang kebersamaan dalam memperjuangkan dan menegakkan kebenaran serta keadilan demi kesatuan NKRI.

“Kita tidak boleh lengah, TNI harus bersatu dengan institusi lain dalam pemerintahan dan dengan seluruh komponen bangsa harus bersinergi dan solid bersatu padu, bahu membahu”, tegas Presiden.

Peringatan HUT ke-72 TNI Tahun 2017 bertema “Bersama Rakyat TNI Kuat” dan makna yang terkandung adalah kesadaran TNI yang bersumber dari rakyat, berbuat dan bertindak bersama rakyat. Hal itu menjadi modal utama TNI dalam mengawal dan mengamankan kepentingan nasional menuju cita-cita bangsa. Pada peringatan HUT TNI tahun 2017 kali ini, dilaksanakan secara terpusat di Banten dengan menampilkan parade, defile dan demonstrasi atraktif kemampuan para prajurit serta Alutsista TNI, maupun aksi kolosal yang menghadirkan Cucu Panglima Jenderal Soedirman yaitu Danang Priambodo.

Demo Tempur Laut di HUT ke-71 TNI, Cilegon, Banten, 5/10/2017.

Pada demontrasi atraktif TNI dilaksanakan demo Pencak Silat oleh 1.800 prajurit, Halang Rintang Laut Gabungan dengan melibatkan 192 prajurit, Terjun Free Fall Gabungan oleh 72 prajurit Pria dan Wanita, Terjun Statik Laut Gabungan oleh 100 prajurit dengan menggunakan 2 Unit CN-295 TNI AU, Jupiter Aerobatic Team, dan tentunya demo tempur laut dengan Komandan Gugus Tugas (GT) Laksma TNI Rachmad Jayadi, M.Tr (Han) didampingi Wadan GT Kolonel Laut (P) Retiono Kunto, S.E..

Demo tempur laut melibatkan diantaranya 23 unsur KRI jajaran Koarmatim dari 48 kapal perang TNI AL berbagai kelas. Frigate KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), tampil dengan gagah sambil menembakkan meriam cepatnya. KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), dilengkapi dengan rudal : 2×2 – Rudal Darat ke Udara -Sea Cat, 1 Pucuk Meriam – OTO-Melara Compact Kaliber 76 mm ; kecepatan tembakan 85 peluru per menit, 2×2 – Rudal anti Kapal perang C-802 – berpemandu inertial/GPS dan terminal active radar, 4 x Torpedo Honeywell Mk 46 Kaliber 533 mm berkemampuan SUT (Surface & Underwater Target) dan 2 x Senapan Mesin Berat browning kaliber 12,7 mm.

Selain itu, tampil pula alutsista : 17 Unit Fix Wing, (3 Unit CN-235, 6 Unit Cassa, 2 Cassa Patmar, 6 Unit Bonanza), 10 Unit Pesud Rotary Wing (5 Unit Helly Bell, 4 Unit Helly Bolcow, 1 Unit Panther), 12 Unit RM 70 Grad, BMP-3F, 3 Unit LVT-7, 2 Unit TrukAmo, 4 Unit Sea Rider, 2 Unit Perahu Karet, 2 Unit Truk dan 2 Unit Mobil, serta menampilkan Alutsista terbaru yaitu KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Kapal Selam KRI Nagapasa-403 buatan Korea Selatan maupun menerjunkan Pasukan Satkopaska dan Marinir TNI AL.

jakartagreater.com

  10 Responses to “Dentuman Meriam Frigate KRI Abdul Halim Perdanakusuma di Cilegon”

  1.  

    1

  2.  

    Menit 08.00 si leo ke habisan pertamax 😀

    https://m.youtube.com/watch?v=96aP6FNxTkI

  3.  

    Frigate yg udah jadul ini perlu diganti dengan PKR SIGMA buat ningkatin deterrent. Minimal PKR SIGMA tambah 6 lagi lah di luar 2 unit awal. Jadi total 8 PKR SIGMA, lumayanlah daya gentarnya.

    Untuk korvet Parchim, gwe rasa bisa diganti dengan KCR 60 yg digedein, misal jadi KCR 75 atau KCR 80. Senjata ya standar aja sih, cukup torpedo, anti ship missile dan surface to air missile.

  4.  

    TNI bingung Cari pengganti Fregat Lawas ini..

    •  

      …ini frigate yang sangat bagus sekali Dan barokah…
      Tidak disangka …masih ada missile Sea Cat nya .. Prihatin sekali ..
      Sama Seperti Fatahilah Class yang tetap pakai missile Exocet MM 38 Dan Cannon Bofors 40 mm….. what a shame …
      Bisa ditertawakan Musuh ….

  5.  

    Semoga kedepan TNI lbh kuat dgn alutista yg gahar!

  6.  

    Semoga PT. PAL bisa segera membuat Frigate, ………. !!!
    ( jgn main beli beli saja, kaya banyak uang saja )