Jan 102016
 

helikopter-gandiwa-ptdi

Bell AH-1Z Viper

Bell AH-1Z Viper

AH-1W

AH-1W

Melihat desain helikopter serang Gandiwa PT DI memang keren dan mengingatkan kita dengan helikopter Bell AH-1Z Viper yang dipakai oleh USMC, Amerika Serikat.
Namun kabar kelanjutan dari pembangunan helikopter ini belum terdengar. Padahal Indonesia cukup kuat di bidang pembangunan helikopter.

Selain meluncurkan desain helikopter serang Gandiwa, PT DI juga sempat meluncurkan desain helikopter serang ringan Bumblebee.

helikopter pt di

Desain Helikopter Serang Ringan Bumblebee PT DI

  38 Responses to “Desain Helikopter Gandiwa Mirip Bell AH-1Z Viper”

  1. Ga masalah yg penting buat sendiri……..1

  2. Mantab Lah

  3. Kenapa ga fokus buat engine ….lulusan ITS yg ahli metallurgy cukup mumpuni…mulailah dari situ dan pemegang keputusan Negara harus support….krn inti dari machine tempur atau apapun itu dari engine…

    • Selalu engine yang menjadi pemikiran sebagian waga jkrgrtr.. membuat mesin butuh biaya dan waktu yg sangat lama.. lbh baik kt fokus ke body, persenjataan dan navigasi/kendali, dan software.. krn di luar mesin itulah inti/nilai lebih sebuah produk.. contoh laptop, mobil, kapal, dll..

      • iya bung , kita semua pasti ngerti itu..makanya mulailah dari sekarang..lebih baik terlambat kan daripada cepet jadi tapi mencuri dan kopi paste.
        sabar aja, pemerintah juga sudah berusaha memenuhi kebutuhan pertahanan lewat pembelian langsung alutsista dari blok barat dan timur sebagai antisipasi sementara.

      • Lama ? apakah harus buru buru…?
        Karena lama itu maka harus mulai dari sekarang .
        Kalau mau buat mesin lebih baik beli lisense saja dari negara maju .Baru kemudian kembangkan sendiri.Contoh VIAR ,mereka pertama beli lisense kemudian baru kembangkan sendiri. Sama dengan Perkasa dulu ,beli lisense dari negara eropa ,baru kemudian kembangkan .Cuma cara itu yang paling cepat .Kalau mau dari nol riset butuh masa yang panjang ,contoh program rudal Lapan sampai sekarang sudah puluhan tahun tak bergerak maju.

    • Susah, karena arsitektur/design mesin harus buat berbeda dengan yang sudah ada. Ini ada kaitannya dengan hak cipta, kalau sekedar menjiplak tentunya sangat mudah.

    • kalo yg ini baiknya swasta yang ngerjain supaya pemerintah fokus ke yang lain dan swasta mendukung

  4. Harusnya kita dah bisa buat! Tapi kenapa ga jadi di buat ya? Apakah user yg enggan membelinya ato.. ?? Gelap ah.. Tau.. 🙁

  5. syukurlah kalo kita bisa buat sendiri…tinggal kita fokus bikin mesin asli buatan dan di kembangkan oleh anak negeri.

    • kalo udah bikin sendiri kan enak bung,,masalah kualitas kita tinggal kembangkan dan riset lebih lanjut yg penting kita bisa bikin banyak dengan harga yang super murah..

  6. Silahkan perkuat serawak sabah dr skrg sblm kami sekat dinatuna. Dan tinggal memunggu serawak sabah mati suri.. dan tentara sulu kmbali pulang ke rumahnya. wkwkwk

  7. IMHO……bisa dimulai dari bagian fuselage… kita sudah mahir buat fuselage….

  8. kalau soal buat pt di sudah bisa buat model seperti gandiwa ini cuma masalahnya usernya mau beli ga mau pake ga untuk meyakinkan pasar luar negri supaya mau membeli helikopter ini, itu saja dulu yang perlu di pastikan ke pt di supaya pt di tidak ragu2 dalam membuat dan mengembangkan helikopter jenis ini yang terjadi selama ini kan justru kebalikannya hasil dari penelitian dan pengembangan tehknologi oleh para ahli di dalam negri banyak sekali yang di abaikan di cuekin dan ujung2nya hanya menjadi sebuah miniatur mini saja yang teronggok dia atas meja gudang pembuangan…salam persatuan untuk teman2 semua

  9. Gk usah d bahas pasti gk akan keluar dr nenek moyang sampek sekarang y gk akan kelaur

  10. Ente tau pengambil kepeutusan jg pengin bagian dr transaksi sampe pensiun pun merreka pengin meknimati bagian2 itu dengan mendirikan persh penyalur material tni dg alasan mereka paling tau bagaimana mendekati petinggi2 tni. Sementara creator2 lokal setengah mati memikirkan bagaimana produksi lokal bisa dbuat. Uang memang bisa membutakan segalanya…

  11. Masalah Gandiwa ini secara produksi cukup komplek. Jangan hanya memandang DI hanya buat produksi prototype saja. Pt DI secara mendasar adalah tetep perusahaan denfan berbagai probkemnya.
    Saat ini saja beban cukup berat di jajaran SDM, dari proyeng IFX, pesaanan hely Tni, kontrak suplai airbus, cn 235, cn 295, n218, belum lagi target n245, n280 kerjasama dengan lapan, divisi drone dan roket.
    Lebih baik dipikirkan dari sekarang dibuat perusahaan baru diluar pt DI dengan spesialisasi masing masing.
    Untuk masalah ini saya lihat pt pal lebih baik kondisinya dengan banyaknya perusahaan docking swasta/ lain yg bisa mengerjakan limpahan dari pt pal

  12. ane kok malah kasian ya lihat fakta malaysia di atas…:sad:sad:sad

  13. mudah mudahan bisa dibikin sendiri secepatnya.
    AMIN.

  14. Sebenarnya desainnya sudah matang ,bro . Cuma TNI tidak tertarik ,seperti kita tahu TNI itu selalu mencari yang kwalitasnya sudah di akui Internasional baru mau beli.Karena TNI belum tertarik dan lisensi dari Bell juga sudah habis masanya ,maka program itu dengan sendirinya berakhir.

    Yang pertama menggunakan avionik produksi infoglobal adalah Malaysia untuk up grade 18 hawk. Baru kemudian Indonesia beli untuk up grade F5 dan hawk 100/200.

    Nah kalau Malaysia minat Program Gandiwa bisa di hidupkan lagi dengan memperbaharui lisense dari Bell . Mau ?

  15. Kalo Kata ane…dr user dn pt.di sendiri ragu…apakah kedepannya peran heli masi besar ato tdk untuk sebuah battle…mungkin pt.di dikasi pilihan…mau ifx ato mau gandiwa…jd aja milih ifx…mungkin ya…hanya hayalan nebak knp gandiwa tdk terdengar update progress nya..imho

  16. Jadi inget dulu kometnya bung satrio.danu.dll.begitu memberi pencerahan koment2 bliau .tp skr malah jadi tempat saling umpat.kembalikan jkgr yg dulu please.

  17. Malaysia cukup 1 komentar, Indonesia belasan komentar

    Owalah yo yo…

    xixixi…

  18. assalamualaikum wr.wb.
    Kalau saya boleh berimajinasi ni,
    target podnya memang bagus di taruh didepan seperti gambar di atas, tapi kalau untuk serangan darat mending di taruh di bawah cockpit, senjata mesinnya di taruh di samping cokpit bagian bawah dan bisa berputar 180 derajat depan belakang, setelah itu di bawahnya dan di samping cockpit di pasang sensor2 penjejak inframerah, seperti tank, sehingga kalau mau di target bisa ngeluarin asap.
    Helonya juga di buat semi pesawat jadi sayapnya seperti pesawat terbang, untuk manambah tangki bahan bakar yang bisa menambah daya jelajah, selain itu juga bisa menambah daya angkat, posisi sayapnya di atas mesin di bawah baling2 utama.
    Ekornya seperti desain bumblebee, yaitu lurus dengan bodi utama sehingga nanti sayapnya sejajar dengan sayap depan atau bisa lebih tinggi. Sirip belakang dibuat seperti sirip ikan, nanti di siripnya di pasang sensor penerima inframerah sehingga tahu jika mau ditarget dari belakang.
    bodinya di buat agak tembem/besar/semok, dan di belakang bodi di kasih pembuat asap.

    hehehe
    imajinasi sedikit kan tidak apa2

  19. BAHASA INDONESIA RESMI MENJADI BAHASA ASEAN.

  20. MAJU TERUS INDONESIA SMAKIN MANDIRI MKA AKN SEMAKIN DI PERHITUNGKAN OLEH PIHAK LAWAN

  21. yang murah dan lumayan //www.youtube.com/watch?v=O5xrwgG0qAk & http://www.russianhelicopters.aero/en/helicopters/civil/ansat.html

  22. Manteup bung…..
    Salam Indonesia Jaya.

 Leave a Reply