Desain Kapal Selam Mini Indonesia

Desain Kapal Selam Mini Indonesia (Bagas Pamungkas)

Negara kepulauan dengan visi poros maritim, menuntut suatu keniscayaan baru untuk menjaga dan menyatukan semua pulau itu. Selain tol laut yang sedang dibangun pemerintah, kapal selam juga sangat dibutuhkan, khususnya untuk pertahanan. Apalagi Indonesia terletak di bibir wilayah hot spot Laut China Selatan, yang tensi politik dan konflik di dalamnya terus meningkat. Kapal selam bisa dikatakan game changer dalam sautu peperangan, karena dia susah dideteksi dan bisa menghancurkan kapal yang besar dan mahal.

Rekan kita Bagas Pamungkas, mencoba memaparkan desain kapal selam mini untuk Indonesia, dan berikut pemaparannya:

Kegunaan kapal Selam Mini:

1).Melakukan infiltrasi ke pantai musuh dan bisa masuk ke sungai-sungai besar yang berada di daerah musuh.

2).Melakukan penyergapan pada basis –basis musuh di darat dan laut terutama pada pangkalan militer di laut yaitu kapal induk dan pertahanan pantai.

3).Bisa melakukan serangan di bawah air,di permukaan,dan udara.

4).Patroli di daerah sendiri pada laut dangkal dan garis pantai.

Desain Kapal Selam Mini Indonesia (Bagas Pamungkas) Desain Kapal Selam Mini Indonesia (Bagas Pamungkas)

Spesifikasi desain kapal selam mini :

Berat : 50 ton – 70 ton

Crew : 5-7 orang : 1 pilot, 2 opeator mesin, 2 operator persenjataan

Panjang maksimal : 16.5 Meter   Panjang efektif : 12.5 Meter

Lebar Maksimal   : 8 Meter      Lebar efektf : 1.5 Meter

Tinggi maksimal  : 6,5 meter   Tinggi effektif : 2,5 Meter

Persenjataan : R han 350 modifikasi sebayak 16 unit terpasang, cadangan 8 unit

Memakai mesin Pendorong air : system centrisfugal sehingga bisa menggerakan baling-baling tidak menggunakan bahan bakar, hanya memakai cadangan baterai.

Membawa alat penyelaman khusus berupa kapal selam mini kecil untuk keperluan mobilsasi pasukan khusus.

Di area kemudi ada kaca untuk mempermudah pilot melihat secara langsung.

Bisa melakukan penembakan dengan kemiringan 35 Derajat.

Bisa operasi mandiri di laut dalam.

Oleh: Bagas Pamungkas

email: [email protected]

Tinggalkan komentar