Home » Alutsista » Desain Kapal Selam Mini Menuju Rancang Bangun Kapal Selam Nasional

Desain Kapal Selam Mini Menuju Rancang Bangun Kapal Selam Nasional

JakartaGreater   – Keberhasilan PT PAL Indonesia meluncurkan kapal selam KRI Alugoro 405 mendapatkan perhatian internasional, bahkan lembaga internasional CSIS mengulas keberhasilan ini dengan mengatakan peluncuran kapal selam Alugoro, 17-3-2021, menandai pertama kalinya dalam sejarah, sebuah kapal selam berhasil dibangun di Asia Tenggara.

KRI Alugoro- 405 merupakan kapal selam ketiga Nagapasa Class yang dibangun oleh Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) Korea Selatan, yang bekerja sama dengan PT PAL Indonesia, untuk transfer teknologi.

Dua dari kapal selam serang diesel-listrik (SSK) ini dibangun di Korea Selatan. Sementara kapal selam ketiga dibangun di galangan kapal PT PAL di Surabaya, Jawa Timur dengan komponen Alugoro yang dibuat di galangan kapal Okpo, Korea Selatan, sebelum dipindahkan ke Surabaya untuk perakitan.

Kini Indonesia akan memasuki babak baru dunia kapal selam, dengan mendesain kapal selam mini yang didukung oleh heavy weight torpedo, dalam rangka mencapai penguasaan teknologi rancang bangun dan rekayasa kapal selam nasional.

blank

BPPT Mendesain Kapal Selam Mini 32 meter. (@ TIRBR – BPPT)

Kapal Selam Mini 32 Meter

Baru baru ini website Teknologi Industri Rancang Bangun dan rekayasa – TIRBR BPPT meluncurkan video rekayasa desain kapal selam mini 32 meter, yang dirilis, 15-4-2021.

Kegiatan desain kapal selam mini 32 meter BPPT merupakan sasaran antara dalam rangka mencapai penguasaan teknologi rancang bangun dan rekayasa kapal selam nasional secara total mencakup: perancangan, whole local production, dan MRO (maintenance Repair, overhaul).

Kegiatan telah dilaksanakan di BPPT sejak tahun 2017 hingga 2019 dengan memanfaatkan kemampuan sumberdaya manusia dan fasilitas pengujian yang dimiliki BPPT, bekerjasama dengan industri pertahanan dalam negeri.

blank

BPPT Mendesain Kapal Selam Mini 32 meter. (@ TIRBR – BPPT)

Hal ini penting karena kapal selam merupakan sistim kompleks terintegrasi yang menggabungkan berbagai sub-sistem. Selain itu, sebagai alutsista, rancangan kapal selam ini juga mempertimbangkan aspek redundansi sistem agar tetap handal saat menjalankan misi yang diemban.

Oleh karenanya memerlukan tahapan sasaran antara untuk mengurangi tugas berat pada proses awal perancangan, termasuk mitigasi risiko dan mengatasinya pada pembangunan kapal selam di atas kelas midget ini.

Output kegiatan berupa desain yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan berbagai riset bawah laut lainnya. Meskipun output desain ini bukan tujuan akhir dari produk yang diperlukan sesungguhnya, namun bermanfaat untuk menekan risiko serendah mungkin selama tahapan penguasaan teknologi serta dapat memberikan solusi biaya rendah sebelum target keberhasilan yang lebih besar dilaksanakan.

Kapal selam mini ini adalah kapal selam berjenis diesel elektrik yang dirancang memiliki performa sebagai berikut :

  1. Kedalaman selam operasional 150 meter.
  2. Kedalaman pengujian 170 meter.
  3. Kedalaman runtuh 320 meter.
  4. Kecepatan operasional maksimal 15 knot.

Kapal selam mini ini dirancang untuk dapat dipersenjatai dengan 2 heavy weight torpedo untuk mendukung misi operasionalnya, ungkap Mohamad Dahsyat @hankambppt @bppt_ri.

Tinggalkan Balasan