Aug 292014
 
Desain Resmi Korvet LCS-SGPV Malaysia

Desain Resmi Korvet LCS-SGPV Malaysia

Tentara Diraja Laut Malaysia, (TLDM), untuk pertama kalinya meluncurkan render grafis desain Kapal Littoral Combat(LCS) -Second Generation Patrol Vessel (SGPV). Kapal ini didasarkan desain Korvet Gowind DCNS. DCNS akan berperan sebagai otoritas desain kapal, sementara galangan kapal Malaysia, Boustead Naval Shipyard, bertanggung jawab membangun Korvet secara lokal.

LCS RMN akan memiliki panjang 111 meter dan dengan bobot 3.100 ton. 6 kapal akan dilengkapi meriam Bofors 57mm Mark 3 dengan kubah senjata bersifat siluman dari BAE Systems.

Dalam Pameran LIMA 2013, disebutkan sistem manajemen tempur akan menggunakan SETIS dari DCNS, Sistem Pengendalian tembakan disediakan oleh Rheinmetall, dan mesin akan dipasok oleh MTU. Akan ada dua canon 30mm (remote weapon) dipasok oleh MSI.

Sementara Thales akan memasok sistem radar pengawasan laut SMART-S Mk2, serta sistem sonar (towed) CAPTAS-2 untuk kapal masa depan TLDM. (JKGR).

  139 Responses to “Desain Korvet Malaysia”

  1.  

    Yang pasti TNI kita dah punya perhintungan..mateng dgn tetangga2 kita…yang penting negara ini jangan hilang nasionalisme nya..maap..ya…

  2.  

    Ndak papa ada kabar begitu, biar kita tambah semangat….., moga PT PAL diberi kepercayaan dan kemudahan dalam berkarya…., moga sehat2 semua. Salam NKRI

  3.  

    Malaysia sekarang kondisinya seperti indonesia sebelum reformasi. Tampak bagus (jaguh) di luar, tapi tak seindah warna aslinya. Mereka lebih suka yang instan agar nampak hebat. Termasuk di bidang alutsista. Malaysia sejak dulu paranoid terhadap indonesia, sehingga mereka berusaha selalu lebih maju dr Indonesia. Namun apakah SDM dan SDA nya mampu? indonesia adalah raksasa yang sudah mulai bangun dr tidurnya justru karena tingkah pongah tetangganya yang koboy, usil dan mungil. Tentu saja SDA yg kaya tanpa SDM yg baik akan sangat menyedihkan. Namun SDM yg hebat tanpa dukungan SDA, akan sangat rapuh dan mengkhawatirkan. Akan tetapi SDM yg baik + SDA yg berlimpah, alangkah dahsyatnya! Itulah Indonesia. Maaf, raksasa itu mulai bangun, dan memang sudah waktunya.

  4.  

    Mengenai SDM negara Indonesia lebih maju dari Malaysia.
    Maaf, di negri Malaysia sendiri warga negara Indonesia dati level bawah hingga para ahli banyak yang mengadu nasib di sana.
    Mengenai teknologi militer kita harus melihat dahulu dari mana kita akan mengambil sudut pandang kita yang kita akan bahas.
    Jika mengenai perlengkapan yang akan di instal, itu tergantung pihak ke tiga yang akan kita pilih (siapakah / buatan manakah yang akan kita instal di armada kita.)
    Ukuran dan berat tidaklah menjamin kapal perang mereka lebih baik di bandingkan dengan PKR Sigma TNI AL kita.
    Saya hanya berharap untuk kedepannya PKR Sigma TNI AL di instal radar, sonar serta rudal yang range-nya lebih jauh lagi.
    Semoga saja tahun 2018 sistem satelit militer kita sudah dapat terkoneksi dengan semua armada tempur militer Indonesia.

    Jika ada yang salah, saya mohon pencerahannya…
    Wassalam…

 Leave a Reply