Jan 152014
 
Korea Selatan Perkenalkan Desain KFX C103-iA

Korea Selatan Perkenalkan Desain KFX C103-iA

Masa depan Fighter KF-X siluman Korea Selatan berbentuk seperti F-22, rongga senjata dirancang di dalam tubuh pesawat (internal weapon bay) dan dilengkapi dengan sistem radar AESA.

Media Korea Selatan untuk pertama kali memperkenalkan dokumen rencana desain KFX-C103-iA pada bulan Agustus 2013 – sebuah proyek bersama untuk mengembangkan pesawat tempur siluman KF-X. Rencana rinci KFX-C103-iA dirancang atas dasar disain 103 C- Pusat Penelitian dan Pengembangan General CRDC Korea.

Rencana terbaru menunjukkan pejabat Korea Selatan melepas opsi Fighter C-203  dengan canard (pilihan lain dalam proyek KFX) dan melanjutkan pengembangan model C-103 sebagai pesawat tempur generasi siluman.

Fitur baru terbesar dari disain KFX-C103-iA adalah meningkatnya kapasitas daya angkut senjata yang terletak di badan pesawat (internal weapon bay). Pemikirannya, jika tidak ada internal weapon bay, maka fitur pesawat tempur siluman berkurang secara signifikan. Dengan meningkatnya kapasitas senjata yang bisa diangkut internal weapon bay, maka secara signifikan meningkatkan kemampuan tempur udara dan hal ini menunjukkan perbedaan yang jelas dengan C-103.

Fitur baru terbesar dari  KFX-C103-iA  adalah peningkatan kapasitas  internal weapon bay

Fitur baru paling dominan dari KFX-C103-iA adalah peningkatan kapasitas internal weapon bay

Dengan desain ini, untuk pertama kalinya Korea Selatan mengumumkan konsep internal weapon bay mereka secara lebih rinci. Hal ini sekaligus menunjukkan proyek KF-X telah memasuki tahap desain rinci. Pesawat tempur KFX C103-iA merupakan penyempurnaan desain dari C-103 dan C103-i, dimana C-103 belum memiliki internal weapon bay (IWB) sehingga hanya bisa mengangkut senjata 40% dari C103-iA. Sedangkan versi C103-i sudah memiliki IWB tetapi hanya bisa mengangkut bom Mk-83x seberat 500kg atau 60% dari C103-Ai. Pesawat tempur K/IFX C103-iA mampu membawa bom Mk-83x seberat 1000kg di luar rudal AIM series.

timeline

Diagram proses pengembangan pesawat tempur siluman Korea Selatan. Pada awal tahun 1999, Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan (ADD) pertama kali mengusulkan proyek KF-X. Pada tahun 2001, Presiden Korea Selatan Kim Daejung menyetujui rencana pembangunan KF-X.

c-201

Dua pilihan desain proyek KF-X meliputi model C101 dan C201 dengan canard. Kedua model melangkah dalam pengembangan rencana dan akhirnya didapat model C103 turunan dari C101, yang mengembangkan desain senjata di rongga tubuh (internal weapon bay). Pejabat militer Korea Selatan, menyetujui model C-103.kfx5

Dilihat dari sudut ini menunjukkan rancangan KFX-C103-iA memiliki tingkat kemiripan besar dengan pesawat tempur siluman F-22, AS. Fighter  KFX memiliki 16 hardpoint untuk mengangkut rudal AIM-120, AIM-9x, dan bom Mk-84 JDAM, didalam IWB dapat mengangkut 6 AIM-120/2 AIM-120,(2 AIM-9x dan 2 Mk-84 JDAM).

Sruktur desain-ruang rangka senjata dan tata letak rak rudal udara ke udara jarak menengah dari KFX-C103-iA.

Sruktur desain-ruang rangka senjata dan tata letak rak rudal udara ke udara jarak menengah dari KFX-C103-iA. Bentuk rampdoor memaksimakan jenis missile yang dapat dimuat. Setiap sisi didesin tajam untuk mengurangi pemantuan radar

Penampilan eksternal  KFX-C101 mirip dengan Pesawat F-22, namun sedikit lebih kecil dalam ukuran,. Pesawat menggunakan desain model DSI inlet.

Penampilan eksternal KFX-C101 mirip dengan Pesawat F-22, namun sedikit lebih kecil dalam ukuran. Pesawat menggunakan desain model DSI inlet.

Gambar menunjukkan luas penampang bom bay KFX C103-iA lebih besar dari F-35 dan F-22

Gambar menunjukkan luas penampang bom bay KFX C103-iA lebih besar dari F-35 dan F-22
KFX-C103-iA dirancang menggunakan perangkat yang mampu  menerima bahan bakar di udara, seperti halnya pesawat tempur siluman F-22 dan F-35 yang menggunakan skema serupa.

Pengembangan internal weapon bay yang lebih besar menyebabkan perut KFX/IFX lebih berisi dibanding versi sebelumnya. KFX-C103-iA dirancang menggunakan perangkat yang mampu menerima bahan bakar di udara, seperti halnya pesawat tempur siluman F-22 dan F-35 yang menggunakan skema serupa.

kfx11

AGM untuk mengurangi vektor udara masuk ke dalam lambung pesawat secara masif, yang sangat berbahaya bagi keseimbangan pesawat saat meluncurkan rudal.

Peluncuran roket dari weapon bay KFX-C103-iA ingin seperti F-35A

Peluncuran roket dari weapon bay KFX-C103-iA.

Dengan teknologi “eject launcher” C-103-iA bisa menembakkan missile bahkan dalam posisi manuver ekstrim.

Radar KFX-C103-iA Korea menggunakan active electronically scanned array (AESA)/ active phased array radar dan sistem sensor optik  "Electro-Optical Distributed Aperture System"  EODAS. Sistem EODAS dari KFX tempur-C103-iA diatur di depan kokpit kaca depan. Desain ini mirip dengan tata letak pada Su-30/35 atau tempur SU T-50 Rusia

Radar KFX-C103-iA Korea menggunakan active electronically scanned array (AESA)/ active phased array radar dan sistem sensor optik “Electro-Optical Distributed Aperture System” EODAS. Sistem EODAS dari KFX tempur-C103-iA diatur di depan kokpit kaca depan. Desain ini mirip dengan tata letak pada Su-30/35 atau tempur SU T-50 Rusia.

Para Peneliti Korea Selatan membuat sendiri pola radar pemindaian elektronik aktif (AESA)

Para Peneliti Korea Selatan membuat sendiri pola radar pemindaian elektronik aktif (AESA).

Skema Pengembangan KFX-C103-iA.

Skema Pengembangan KFX-C103-iA.

Penerapan internal weapon bay menyebabkan dimensi badan pesawat menjadi lebih besar

Penerapan internal weapon bay menyebabkan dimensi badan pesawat menjadi lebih besar

Penggunaan teknologi hidrolik memaksimalkan ruang penyimpanan senjata dan membuat KFX C103-iA dapat melontarkan missile pada manuver ekstreem. penutupnya pun di design untuk tidak memantulkan sinyal radar

Penggunaan teknologi hidrolik memaksimalkan ruang penyimpanan senjata dan membuat KFX C103-iA dapat melontarkan missile pada manuver ekstreem. penutupnya pun di design untuk tidak memantulkan sinyal radar.

kfx19

teknologi hidrolik eject launcher untuk penembakan missile yang lebih aman

Teknologi hidrolik eject launcher untuk penembakan missile yang lebih aman

Kapasitas rudal  yang bisa diangkut  oleh KFX/IFX C103-iA dibanding pesawat tempur lain

Kapasitas rudal yang bisa diangkut oleh KFX/IFX C103-iA dibanding pesawat tempur lain

Perbandingan pesawat tempur KFX-C103-iA dengan pesawat lain di kelas Generasi 4,5

Perbandingan pesawat tempur KFX-C103-iA dengan pesawat lain di kelas Generasi 4,5

Optimalisasi pada vortex sayap meningkatkan trust vectoring pasawat agar mendapatkan peningkatkan daya serta penghematan  bahan bakar

Optimalisasi pada vortex sayap meningkatkan trust vectoring pasawat agar mendapatkan peningkatkan daya serta penghematan bahan bakar

Desain sistem rem udara KFX-C103-iA mirip Sukhoi

Desain sistem rem udara KFX-C103-iA mirip Sukhoi

Desain sistem rem udara KFX-C103-iA mirip Sukhoi

Desain sistem rem udara KFX-C103-iA mirip Sukhoi

Optimalisasi tailplane horisontal KFX-C103-iA.

Optimalisasi tailplane horisontal KFX-C103-iA.

Vortex C103-iA pada saat kecepatan supersonic

Vortex C103-iA pada saat kecepatan supersonic

Cantelan senjata eksternal KFX-C103-iA.

Cantelan senjata eksternal KFX-C103-iA.
Desain kokpit rencana KFX-C103-iA. kanopi yang besar membantu memaksimalkan radar moto/radar mata atau manual sang pilot

Desain kokpit rencana KFX-C103-iA. Kanopi yang besar membantu memaksimalkan radar moto/radar mata atau manual sang pilot

Menurut media Korea Selatan, target produksi pesawat tempur siluman KF-X akan gagal mencapai target di tahun 2020 seperti yang direncanakan semula. KAI memperkirakan pesawat ini jadi pada tahun 2030- 2040. Hal ini menunjukkan kemampuan teknis Korea Selatan tidak cukup untuk melakukan penelitian dan pengembangan pesawat tempur siluman. Pemerintah Korea Selatan dituntut untuk lebih serius mendorong research and development dari pesawat tempur KFX-C103-iA.

Jika pesawat tempur siluman KFX beroperasi tahun 2030-2040, tentu Indonesia yang berpartisipasi  harus menyiapkan pesawat perantara menunggu hingga KFX beroperasi. Untuk stop gap tersebut, Korea Selatan juga kemungkinan memesan 40 pesawat siluman (stealth) F-35 Lockheed Martin yang akan digunakan Republic of Korea Air Force (ROKAF) pada tahun 2018-2021.(kienthuc.net.vn)

  121 Responses to “Desain Pesawat Tempur Siluman KF-X”

  1. Weeeh…. Weeeeh….. Weeeeh…..
    …………………………..,,,,,,,,
    … … … … … … … … .„–~–„ .
    … … … … … … … ../:.:.:.:.:.|
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … ……_„„„„„„„_.);.;.;.;.;.;|
    … … … „-“:.:.:.:.:.:.”~-„;..;.;.;|
    … … .. (_„„„„„„—„„_:.:.:);.;.;…”„
    … … „-“:.:.:.:.:.:.:.:””-„/;.;.;.;.;.”„
    … .. (:.___„„„„„„„„„___);.;.;.;.;.;.;.|
    … .. /””:.:.:.:.:.:.:.:¯””\;.;.;.;.;.;.„”
    … . \:.__„„„„„„„„„„„„„„__/;;;;;;;;;;;/\
    … .. \.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.);;;;;;;;;;/:::\
    … … . \„„„„—~~~;;;;;;;;;;;;;„”:::::::\
    … … … . “””~~–„„„„„„„„„„„-“::::::::::::\
    like thiss.. 🙂

  2. 1. KFX C103-iA punya weapon bay plus hardpoints (?)
    2. Masuk operasional 2030-2040 artinya issue Gripen punya kans terealisasi (+)
    3. 2030-2040 pesawat generasi 6 mungkin sudah ada yang operasional (-)

    • YUPPP kelamaan ini ,,
      Tentunya ini tak tik tarik ulur teknologi yang diterapkam oleh US untuk meredam kemandirian produksi Jet tempur korea selatan..
      Seperti yang di terapkan kepada jepang saat ingin membangun jet tempur mandiri maka jepang hanya disodori pengembangan dari F 16 saja..tanpa bisa terwujut Jet tempur asli bikinan Jepang.

      Ini untuk sekutu utamanya korsel dan jepang amerika mempelakukannya begitu,,gimana bila dengan indonesia yang nonblock dan bukan sekutu nya,,,weleh weleh,,
      Di tahun 2030 berapa anggaran yang dibutuhkan Inodnesia dlm keikutsertsaan 20 persen nya untuk membeli 50 atau 24 pesawat?? biaya RnD akan membengkak seperti pada F 35,dan ditahun segitu mungkin gen 5 sudah bukan barang mewah lagi,

      TAK SALAH bila kita mempunyai plant B
      Dengan gerak cepat misal airframe memakai desain PT DI (yang makai canard) engine makai saturn,,dan Avionik makai saab atau milik dassault cepet jadinya kaleee..walaupun masuk di gen 4,5 tetapi bisa dalam dua tahun jadi prototype dan bisa terbang dilangit nusantara
      Tinggal pengembangan dan penyempurnaan menuju ke gen 5 ,,
      Bisa saja saab memberikan teknologi aesa dan engine nya bila kita beli banyak griffinnya dan bikin IFX srikandi sampai 50 unit,,

      Saab akan punya tandem yang tannguh yaitu PT DI dalam pengembangan grifin ke gen 5
      masuk akal kan ????

      • itu opsi yg paling masuk akal mas. kembangin sendiri aja, sy yakin banyak kok yang mau bantu kita.

        saya juga pernah baca mas kalau rusia lagi ngembangin pespur dengan singgel enggine mas,mungkin bs nyoba untuk joint mas

        • jadi yg dikembangin ama korea skrg versi yg mananya mas.?apakah yg 4++ atau langsung lompat ke gen 5.?kalau langsung lompat ke gen 5 mending kita keluar saja dr kerjasamanya dan fokus pada plan B mas drpd buang” duit.

        • Sebenarnya yg mempunyai wewenang untuk pembuatan pesawat tempur itu pemerintahdi DPR atau mentri pertahanan om?

        • Bung fadil mereka langsung melompat ke gen 5 stealth
          Karena mereka mendapatkan TOT dari Locked Martin atas pembelian 40 unit F 35,,,

          Sebenarnya DPR kita bisa meminta penjelasan dan menyarankan untuk pembatalan proyek KFX?IFX ini (menarik diri) mumpung belum banyak dana yang keluar..tetapi mungkin para petinggi punya pemikiran strategis sendiri,

        • kalau sdh ngomong masalah pemikiran strategis mas sy g bisa koment lagi krna g tau apa”,mas yg lbih tau maslah itu. saya hanya merasa iming-iming gen 5 ini hanya untuk menunda selama mungkin kemampuan kita membuat pespur sendiri. karena jika kita sudah mampu membuat pespur sendiri serta menguasai tekhnologi peluru kendali maka kita bersiap masuk jajaran negara besar yang akan semakin sulit diatur oleh negara lain. dari sisi ekonominya kita mempunyai potensi besar sebagai negara produsen pespur yg diminati banyak negara karena kelebihan yang kita miliki dibanding negara eropa (mungkin tidak usah dibahasakan dsni).

      • kenapa tidak di bekukan saja kerjasama ifx kalao sampai 2040 bung@ satrio.
        Apakah hal ini akan terjadi juga dengan kapal selem CBG kita nantinya,
        plan-B spt kata sampean itu lebih pas walo gado” resep nya… Tapi alhasil kan kita sudah bisa buat sendiri setidaknya ,aripada nunggu 2040,
        mungkin tidak sehebat skhoi,thypon ato f35, tp itu salah satu kemmajuan yg sangat pesat bila plan-B di lakukan. Secara saab sudah menawarkan kita cara menjahit bila kita beli gripen, apakah masih kurang anggaran atau kurangnya perhatian kusus dr pemerintah pusat.,

      • Seperti Jepang, iya. dana dan teknologi ada tapi dihambat US. Pemrintah kita tentu sudah ada plan B begitu proyek ini mengalami delay. Sebelumnya saya masih agak bingung Gripen fitnya dimana dalam skenario TNI karena IFX 2020, sekarang lebih masuk akal

        • * Ngomentari status jepang yg ironi *

          se-abad lalu sejajar dgn US, baik di Navy dan Air Power, seteru kuat di Pasific.
          Kemandirian NKRI skrg pun belum menyamai kemandirian Dai Nippon se-abad yg lalu, ironis nya Jepang pun skrg belum bisa lepas dari cengkraman pak Koboy.. 😀 😀

          • Sekarang malah pesen F 35 nya ditingkatkan dari semula 42 unit meningkat menjadi 100 unit..
            Mungkin sekalian gantiin armada F 4 phantomnya yang udah tua,

            Tetapi mereka tetap menyimpan dendamnya lah walau diwujutkan dan ditumpahkan keteknologi industri sipil

          • Tapi dari R&D katanya Jepang sudah lebih maju, ketika negara2 sedang mengembangkan gen 5 Jepang sudah ada konsep gen 6. Tapi ya itu tadi, Jepang mengalami pengerdilan potensi. Teknologi tempur mereka tersimpan dalam lab dan malah tergantung pada produk US.

            Karena masa lalu, potensi ekonomi dari industri militer dalam negeri Jepang juga hanya mengandalkan dalam negeri saja. Jika saja mau terjun ke pasar senjata industri senjata dunia Jepang bisa saja sejajar dengan US

      • Ga segampang itu bro buat pesawat tempur, ga hanya butuh 2 tahun doang.. AS aja butuh puluhan tahun buat ngembangin F22 ama F 35 nya..ada 70-80 teknologi canggih yg harus terpasang di pesawat yg pengen di buat untuk ukuran gen 4,5+..jadi bukannya pesimis, indonesia belum nguasain yg namanya basic pembuatan pesawat tempur apalagi teknologi tinggi yg butuh RnD jk panjang..prediksi paling 2030 bisa dpt prototype nya..solusinya ya mau ga mau harus nutup gap beli su 35 dari rusky..
        Maju terus militer indonesia

      • Opsi yg sangat masuk akal Om..
        saya Mulai Ngeh dengan opsi Grippen. sepertinya mmg Plan B udah disiapkan andai ada”sesuatu” diluar skenario.

        Dukungan Penuh buat semua Kemandirian..

      • Kalo mau cepet minta ama mbah lo sana !!!!

      • maaf mau nanya nih.
        Fitur Stealth ini apa memang sudah terkonfirmasi dari “Duel” sebenarnya dilapangan…dan terbukti memang jadi sakti mandraguna gitu…
        katakanlah ada Pitchblack versi F-22 dgn Su-35 misalnya…??

        atas dasar pemikiran :
        Kalo ternyata bisa dibuatkan radar anti Stealth, ya kurang ekonomis juga Material Stealth ini.

    • benar bung nowyoudont , klo sampai 2030,,mungkin tetengga sdh pesan lagi genre 6,
      wlupun kita bisa buat genre 5 tp apa bisa menandingi genre 6 yg di isyaratkan mempunyai kecepatan diatas 5.5 mach.+ fitur siluman.. jadi PR besar buat generasi muda dibawah,yg masih pd smp, yg masih doyan tawuran,, apa mungkin mereka (generasi muda indonesia berikutnya) bisa membuatnya??. kyk nya harus diberi warisan ilmu dan teknologi sejak dini..

      maaf mikirnya terlalu jauh..

      • kalau udah gen -6 saya kira udah UCAV gan,atau tanpa pilot lagi apalaggi sekarang UAv saja sudah berbagai macam kecanggihan hampir komplit, harga pilot lebih maahal hehhe
        (maaf analisa org awam)

        • setuju..
          kenapa kita tidak mengembangkan UCAV saja ya?
          tapi, terlebih dahulu harus punya satelit untuk komunikasi dan pengontrolannya

        • Atau drone, memang unmanned tapi tidak berarti tidak ada pilotnya, hanya pilotnya jarak jauh. Sedangkan pesawat tempur dgn AI (artificial intelligence) yang bisa mengambill keputusan mandiri saya pikir akan sangat kontroversial.

          Apa milestone generasi 6 adalah anmanned/nirawak belum bisa dipastikan. Saya sendiri agak ragu karena jika trend-nya nirawak bisa jadi lantaran kemampuan maneuverability yang diluar batas daya tahan pilot, sedangkan generasi 5 dari 4 justru pesawat cenderung lebih boyot dan kaku dgn peningkatan di bidang stealth dan elektronik. Jika mengikuti pendapat bahwa perang masa depan tidak membutuhkan dogfight maka pesawat ‘gesit’ tanpa pilot bukanlah jawaban. Namun jika mengikuti semakin mahalnya biaya pelatihan pilot dan semakin dhargainya nyawa manusia maka memang bisa saja pesawat gen 6 akan nirawak. Teknologi dan doktrin perang akan menentukan bentuk pasti kategori generasi 6

      • Memang jika pengembangan teknologi pesawat mandangnya harus jauh gan. Pesawat generasi 5 sekarang ini adalah pengebangan design dan teknologi sejak tahun 70-80-an. Dan R&D untuk pesawat generasi 6 sudah dimulai. Makanya agak aneh jika pengembanagn IFX saat ini untuk operasional tapi ngejar generasi 5, padahal di saat bersamaan adalah waktu kemunculan generasi 6.

        Itu pesimisnya. Optimisnya, proyek IFX juga berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Sebelumnya generasi 4++, kemudian jadi generasi 5. Korea juga berencana membeli F35 (generasi 5) dalam waktu dekat, tidak masuk akal jika mereka buang2 uang dan waktu untuk menghasilkan produk pesawat yang 30 tahun “terlambat”.

        Seperti biasa pendapat saya hanyalah estimasi, tebak2 buah manggis. KFX/IFX tidak akan jadi pesawat gen 5 tapi minimal pesawat 5++ atau bahkan 6. Mengingat F35 akan segera memperkuat AU Korea Selatan mengindikasikan proyek KFX adalah batu loncatan bagi Korea untuk mengejar ketinggalan dari US,Jepang,Russia atau China dalam hal penguasaan teknologi tinggi aviasi. Hingga pasca 2020-2030 akan mampu bersama2 negara lain bersaing dalam teknologi lanjutan pesawat tempur. Menapak kaki kembali ke bumi, untuk 10-20 tahun ke depan kita masih akan tergantung pada produk luar untuk alutsista teknologi tinggi

        Jika IFX bagi TNI juga strategis jangka panjang mengejar kemandirian alutsista maka hal waktu yang molor ini tidak masalah. Karena artinya IFX memang tidak diposisikan untuk pesawat pengganti untuk user dan lebih hanyalah proyek kemandirian dan penguasaan teknologi bagi teknokrat Indonesia.

  3. 1, kayaknya mayoritas jeroannya buatan AS ya.?apa mngkin Indonesia akan diberi akses untuk menggunakan tekhnologi tsb.

    2. untuk mendapatkan tekhnologi gen 5 harus menunggu smpe 20 tahun ya.?kykx lama bnget. knp g fokus pd pengembangan gen 4++ sj dulu yg penting bisa digunakan secepatnya. pengembangan nanti trgntng negara masing-masing saja.

    3. dari sisi politisnya apa ini bukan berarti berusaha menunda selama mungkin agar Indonesia bisa membangun sendiri pespurnya.?karena akan lebih berbahaya jika Indonesia sudah bisa membuat pespur sendiri dan bisa menguasai tekhnologi peluru kendali

  4. Kayaknya pemerintah kita belum punya mimpi tu om untuk memiliki peawat tempur generasi 5 atau 6
    Mungkin yg sedang di incar kerja sama ToT dengan korsel adalah hanya sekedar mampu membuat sendiri pesawat tempur generasi 4++….
    Kalau ada pendapat yg lain mohon di jabarkan.

  5. ini sih alasan saja dari si US supaya indonesia tidak bisa maju bung,apalagi kita tau kanan kiri indonesia adalah pasukan US, mana mungkin si US mau ngasih gitu aja sama kita..
    Kecuali yg ikut KFX / SFX /AFX singo dan Ausie. Maka cepet” deh di deal kan dan segera di realisasikan.. Secara indonesia akan jadi penghambat buat dulur” nya si Us.
    Sekalian ulur” waaktu untuk newmont dan freport nya.. Meskipun kita sudah optimis kalau lihat kfx jadinya 2040 ,tapi kalao beritanya gitu bener” apa boleh buat..
    Pastinya kita kemmbali lagi sama “uncle bear”
    kalao pun 2040 itu tehnisi udah pada absen sama sang pencipta. Belum lagi GeN -7 bukan gen -6 lagi bung hehehe 😀

    berharap Plan-B di lakukan meski sekelas tejas / srikendiL….
    Kembali ke SUK-RI (sukhoi repoblik indonesia)
    yg penting bukan JF-17 bung…ada yg marah entar

    • wadoooocchhhhh kelewaattt…

    • @ p a t e c h

      marah….tidaklah
      kalau su 35..belum tentu dikasih
      kalau gripen..hanya tot nya untuk merakit saja.( bisa nego) karena sudah ada thailand yg duluan.
      dan kalau jf 17 itu ,indonesia bisa produksi bersama dan menjual dan pusat perawatan untuk asia tenggara dan pasifik
      jf 17 selain harga murah ,negara kecil dan negara yang kantongnya tanggung bisa memilikinya.
      minimal sebagai batu loncatan saja ! untuk kemandirian indonesia..tetapi su 35 indonesia tetap harus beli
      ikut gabung yg jf 17 block 2 dan jf 17 block 3 dst ….sdh pakai radar aesa

      • daripada JF-17 apakah tidak berfikir positif untuk kembali ke cheng-du (china) ,setiap kerjasama pasti ada imbal baliknya tantee..
        Lha wong grippen aja di kasih kog pilih JF17,apalagi JF-17 itu dari avionik,radar,bahkan engine masih ngimpor dr ruskie n italia, apa gk baiknya langsung ke empunya.. Misal chengdu china,gripen sweden,rafael prancs,atau kalau perlu sUK-RI dengan syarat dana /anggaran yg memmadai,
        pespur boleh murah asal jangan murahan tante, apalagi gen4++ kalau untuk joint production missil balistik saya setuju seratus% , tapi kalau untuk sekedar pespur enceng gondok (maaf) saya rasa percuma. Sdgkn kanan kiri kita sekelas 4++ masak kita harus 2++… Apalagi gripen udahnyata nawarin ke kita…

        • “Jis pind nahin jana osda rah kiyon poochna”

          bung @patech, latar belakang dukungannya terhadap JF-17 Pakistan bukan alasan teknis, ga bakal nyambung 🙂

          • hee…he 😛 benul sekali bung nowyou,rafael dan gripen yg jadi sales nawarin gripen n rafael saja bosen nawarin indonesia krn indonesia terlalu banyak pilihan.jd sll menimmbang mana yg terbaik buat negara..
            “BUAT NEGARA KOG COBA” ” 😛

            sabar bung @nowyou bicara dg org yg ngeyeel dot kom dengan sales jf17

        • @ tante p a t e c h

          gripen dan rafele sepertinya cuma nawarin merakit bukan dan rentan embargo barat…..dan mahaaaaaalllll sekali.. 70 sampai dengan 125 juta dolar….per satu pesawat….mendingan lebihnya buat beli s 300/400
          bandingkan dengan yang ini…cukup 25 juta dolar..!
          JF-17 Stealth block2

          http://www.youtube.com/watch?v=UrLTpOZXzz4

          ha ha ha ha

  6. Kata Bung Satrio…..JANGAN MUSYRIK.. 😀 😀

    Tim yg ikut kesana kalo diterusin ..dateng2 udah pada AKI2 😀

    Bubar…jalan graxx..!!

  7. Lagi2 amerika dan inggris juga australia penghalang indonesia. Bodohnya kemenhan di kerjain projeck KFX/IFX korea.

    • ya juga orang bodoh seperti saya, pinginya punya IFX, SU-35, kapal selam, fregat dan juga kapal induk kalee he he he he dan juga S-300 dan juga rudal-rudal canggih dan juga …. yang canggih2 dan plus plus he he he

      • kita Indonesia tercinta ini selama ini oleh Singo n Asue n antek-anteknya selalu diposisikan berada dibawah mereka, makanya saya setuju kalau kita membeli bahkan kalau bisa membuat persenjataan baik Pespur, Kapal Selam, Kapal Permukaan, dan ALUTSISTA lain kemampuannya diatas negara tetangga kita seperti Singo n Asue kuwi. Contoh nyata saja sekarang kita diberi hibah oleh US F16 blok 32, pertanyaan saya kenapa tidak ditingkatkan sekalian dengan blok yg termutakhir atau blog 60. Ya itu tadi karena US maunya memposisikan kita dibawah Singo n Asue. Kita contoh India, biar rakyatnya masih banyak yang kere bahkan lebih kere dari kita, tapi belanja militer mereka luar biasa karena apa, karena mereka tidak mau diposisikan dibawah Pakistan oleh negara-negara barat. Makanya mereka berani joint dengan Rusli untuk buat pesawat canggih.

        • Katanya Pak Dahlan Iskan, ekonomi kita sudah jauh diatas ekonomi Belanda. Sekarang saja Londo sudah bisa beli F-35, kenapa kita beli pesawat kemampuannya dibawah F-35. Dalam bidang militer tidak ada bahasa sungkan, yg ada adalah sikat, makanya kalau ada tawaran SU-35 dan Kapal Selam canggih dari Pak Rusli ya disikat saja, jangan tanggung-tanggung borong aja seperti kesukaan pejabat kita kalau jalan-jalan ke luar negeri. He he he he

  8. Sabar……Sabar……

    Yang dilakukan Indonesia sesungguhnya DAHSYAT, potong kompas, belum punya pengalaman mbuat pesawat tempur (bahkan ngrakit aja belum pernah), langsung mbuat Gen-4++ dan Gen-5

    China aja mulai merangkak dari MiG-17, MiG-19, MiG-21, Su-27/30, baru terus melaju………

    Swedia aja mulai merangkak dari Tunnan, Lansen, Draken, Viggen, baru Gripen…………..

    Israel malah nyerah……………

    Apalagi India dan Pakistan serta mungkin beberapa negara lain, bisa buat namun sangat terlambat…Baru Jadi langsung masuk MUSIUM

    Milyaran Dolar sudah mereka keluarkan, sedang kita hanya 20% saja sudah sambat……………..

    Gen-6 konsepnya ngak jelas, dan beda sangat tipis dengan Gen-5, hanya ngejar super manuver dan super avionic, mungkin juga droid, mirip film STEALTH

    Gen-7 baru beda jauh, karena harus punya Space-Combat Capabilities

    • kalau israel sebenarnya dipaksa nyerah deh.. oleh induk semangnya (US dan FR)
      dengan diberi begitu banyak bantuan militer dan alat perang murah.
      agar tidak meneruskan program pengembangan jet-fighter lincah yg bakalan menyaingi F-16 dan Mirage waktu itu.

      terbuti IAI-Lavi sempat terbang dan bermanuver
      (dan sepertinya design-nya dicontoh oleh china dalam bentuk J-10)

      (mohon koreksi bila ada kesalahan)

      • ya == OMM MELECTECH == yg di sampaikan bung ZENERAL ZOD itu benar bahwa dulu tahun 1973 israel pernah membuat zet tempur canggih generasi 4++ yaitu KFIR dan terbang perdana pada tahun 1976 dengan alasan teknis dan banyaknya kelemahan dari psawat trsbt,, maka pada saat itu israel pensiunkan seluruh armada zet tempur KFIR pada tahun 1979,
        == klw menurut CONNI BAKRIE pengamat militer dari UI kemampuan pesawat zet tempur KFIR ini mampu mengimbangi zet tempur buatan AMERIKA maka atas permintaan pihak dari AMERIKA israelpun di minta untuk menghentikan zet tempur KFIR ini,, dengan alasan akan mengurangi penjualan zet tempur buatan amerika !! israelpun mengajukan syarat bahwa negaranya akan menghentikan produksi bahkan mempensiunkan seluruh armada KFIR jika amerika memberikan anggaran besar bagi militernya setiap tahunnya dan amerikapun menyetujuinya smpai sekarang +++++++++

    • Saya setuju dengan pendapat Anda Bung Melektech karena apa yang disampaikan oleh anggota keluarga saya di AU juga seperti itu. Indonesia pada dasar sudah sangat tertinggal dalam pengembangan Teknologi perang pesawat tempur dibanding negara Asia lainnya yang sama-sama eranya merdeka dari penjajahan, seperti China dan India? Karena itulah para petinggi di AU dan Kemhan berusaha mencari cara untuk menutupi “GAP” ketertinggalan ini, dengan cara potong kompas, mencari negara2 yang bersedia berbagi teknologi dengan Indonesia.

      Tetapi ini juga sangat beresiko dan penuh pertimbangan. Karena teknologi pesawat tempur adalah teknologi tingkat tinggi. Pastinya negara2 yang bersedia bekerjasama memiliki kepentingan politik yang besar dengan Indonesia, salah satunya adalah Korea. Lalu apa yang dibutuhkan Korea selatan dari Indonesia?? Jawabannya adalah akses terhadap sumber daya alam mineral. Konsekuensinya, kalau Indonesia tidak hati2, justru Indonesialah yang akan sangat dirugikan. Kita akan tunggu saja perkembangannya.

    • Kalau tidak dimulai hari ini kapan lagi, namanya orang mau jalan itu harus belajar dulu, biasa ditertawai orang, tapi lama-lama kita akan lebih kencang dari orang yang mentertawai kita. Mau jalan kita dibelikan susu yang mahal-mahal, makanan yang bergizi tinggi, jadi wajar kalau mau belajar bikin pesawat ya biayanya mahal n makan waktu yang lama. Tapi kalu tidak dimulai dari sekarang kapan lagi.
      Perang bisa datang kapan saja, makanya muali sekarang harus disiapkan. Jangan rela kalau rumah kita dijadikan lahan uji coba mesn perang mereka.

  9. ketika membaca deretan ulasan yang atas sepertinya keren banget, eh belakang-belakangnya 2030-2040 cape deh. kayaknya memang setelan US. Plan B…??!

  10. ALASAN kenapa PT DI tidak bisa membuat pesawat tempur SENDIRI
    Membuat pesawat tempur jauh lebih kompleks dari pada membuat pesawat penumpang karena ada tambahan sistem dalam sebuah pesawat tempur yaitu sistem kontrol senjata pada sistem avioniknya, disamping sistem mesin pendorong, sistem radar, dan struktur pesawat yang harus dirancang lebih kuat namun tetap lincah bermanuver di udara.

    Pesawat tempur IFX /F33/srikandi dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti harus mempunyai 6 kemampuan yaitu
    •kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).
    •Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.
    •Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.
    •Kemampuan untuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.
    •Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range
    •Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth

    Jadi bisa dibayangkan seandainya PT. Dirgantara Indonesia dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur ini maka akan ada penguasaan teknologi kedirgantaraan baru bila mempunyai TANDEM yang sudah biasa merakit pesawat tempur…

    Untuk punya TANDEM harus produksi bersama dari nol seperti dengan korsel,atau mengambil TOT dan Ofshet dari produsen pespur yang kita beli dalam jumlah BANYAK (lebih dari 2 skuadron)
    misal dari dassault karena kita beli rafaele,,dari saab karena beli gripen,,dari knapo karena kita beli SU 35

    Untuk membeli dalam jumlah banyak maka membutuhkan anggaran GEDE yang bisa didapatkan dari renstra MEF II.,,karena MEF I sudah ditutup/closing.

    Maka bila dari kemarin masih ada yang nanya nanya plant B,kapan gripen,,pengganti F 5,destro,real fregat dll
    jawabannya yaa dont go anywhere .we willback
    ketemu lagi di MEF season two (hari pembalasan) hehehehe

    • bung @Satrio
      sebelumnya maaf, saya kok antara ‘percaya ga percaya’ ya dengan si “SRIKANDI” ini..
      sangat minim informasinya
      kalau ini memang benar, maka bisa dikatakan project prestisius nasional lho..
      tentunya akan banyak yg berkomentar (siapapun itu), karena sdh kebiasaan pejabat indonesia suka ngomong, dan ini sdh dinyatakan intel australia (pejabat indonesia itu berisik 😀 )

      dan biasanya kalau ada sesuatu yg prestisius akan dibahas rame di warung sebelah.
      tapi ini kok adem ayem saja yo?

      mohon, kami para newbie warjag diberi pencerahan tentang history dan progress pengembangan si “Srikandi” ini

      • Satrio says:
        January 9, 2014 at 5:03 am

        Saya kan bilangnya kita mesti punya plan B untuk kemandirian pespur kita
        tidak terlalu bergantung dengan KFX/IFX ..plan B itu kita namai srikandi saja

        desain dan mesin dan avionik akan terus berkembang sesuai dengan kerjasama yang didapatkan dari negara negara yang memasok alutsista ke kita

        Satrio says:
        January 9, 2014 at 6:02 am

        Yang pasti PLAN B itu
        Gimana cari MERAKIT jadi tukang jahit memadukan airframe,avionik,mesin dan persenjataan baik dari block barat maupun block timur untuk menjadi pespur dalam kemandirain Indonesia

        Jadi penjahit itu gak gampang kebetulan korea sudah bisa dengan menjahit T 50 dan kapal selam makanya kita bingin belajar disana yang merakit semua teknologinya dari block barat

        Kenapa ngicer gripen yaa karena itu Saab adalah salah satu penjahit yang bisa merakit dan memadukan dari block barat maupun dari block timur,

        Yang penting bisa dulu setelah itu baru memikirkan gimana bikin sucadnya sendiri dan R/D avionik dan mesinnya
        Satrio says:
        January 14, 2014 at 4:21 am .

        Apakah Korea lagi galau juga karena banyak agennya yang ikutan di formil Indonesia
        yang menyiratkan ada Plan B (isue)
        jadi harus ngirim delegasi untuk MENEGASKAN bahwa IFX?KFX tetap berlanjut
        dan Indonesia supaya adem dan kagak khawatir.
        Kita sih ngikutin aja gimana kemauan Korsel kan kita cuma ikutan 20 persen pembiayaannya..
        kalau nanti biayanya membengkak yaa dikonsultasikan dulu dong ama DPR nya apakah kita ikut terus atau tetap ikut tetapi prosentasinya turun dan jatah pesawatnya nggak sampai 50 biji,

        kita gak boleh percaya 100 persen kepada korea karena takutnya menjurus ke Musrik
        maaf becanda
        hehehehe
        Satrio says:
        January 14, 2014 at 3:45 pm
        .Kalau program KFX/IFX kita harus nurut mereka memakai mesin apa,
        tetapi pengembangannya yang murni IFX (entah pakai nama misal srikandi) kita bisa memilih mau makai saturn,atau snecma,atau RR.sesuai dengan yang kita inginkan dan sesuai keingina negara lain yang mau membeli srikandi

        • ealah.. srikandi itu “nama lain” IFX (plan-B) yg diusulkan oleh bung @satrio toh?
          oke deh oom… clear
          kupikir ada project jet fighter bernama srikandi beneran.. 😀

          maap, keterbatasan pengetahuan newbie..

          • KALAUPUN ADA
            belum tentu diumbar karena sifatnya rahasia
            dan mencangkup masalah anggaran
            dan
            MENCEGAH kekawatiran kawasan dan agar tidak timbul pelemahan pelemahan dari pihak asing yang gak suka Indonesia MANDIRI

            ane memprediksi saja dengan harapan suatu saat MUNCUL plant B
            sperti kemunculan sikillo

  11. Masih “paper aircraft” jadi “anybody’s guess” …………………………………………………..

  12. @Bung Diego coba dicek jam komen dimuat apa masih kacau ya
    Saya komen jam 12:27 AM kok ditulis 5:27 PM

  13. Hmm…ada rahasia di balik rahasia

    • dan “rahasia dibalik rahasia” itu pasti info A1 kan bung@surya?
      trus info A1 apalagi yg bisa @surya bagikan dimari?

      • bukanya bung surya lagi merantau dulu katanya kemarin dan nanti muncul lagi pada bulan maret sambil bawa oleh2 kado dari INFO A1 oleh2nya di bawah gak katanya nanti ada oleh2 buat warjag ?//hmmmm

  14. dikadalin lagi ama boy band KOREA SELATAN, janji awal prototipe pertama 2013, mundur 2014, gara gara di tunda projek nya, janji operasional 2020, skrng mundur 2030-2040, muke gilee,, keburu generasi 6 dan 7 udah muncul ,pasti tekanan amerika nih biar tidak ada saingan, dan lagi lagi indonesia di kadalin lagi…..ga kapok2 ya ,,,tapeee deeeeee

  15. kita sudah mempunyai 8 engine sukro kenapa tidak mau coba*buat sendiri,..PTDI sudah bisa membuat kerangka pesawat join bersama team IFX,urusan kokpit pakai dulu yg mengupgrade F5 tiger,radarnya coba*pakai indra…. prototype 1 keluar 2016 diberi nama bagong,dan seterusnya gareng,petruk…..

    • ouwwh.. nama pespurnya bagong..gareng.. petruk.. ini mw bwt pesawat perang apa mw bwt pesawat lawak-lawak..? sebaiknya bwt nama pespurnya yg keren dikit napa? yg lbh nasionalis bkn kejawaan.. hrs di ingat bung.. Indonesia bkn hny jowo..!

    • 8 engine sukro buat penggantian boss. kalo engine yg terpasang sudah oversize apa mo pake engine kawasaki ninja.? ….. 😀 😀

  16. complicated bgt suasananya, maju lemes mundur ketinggalan. R&D slma dana n dkungan msh blm optimal, lbh amanny disisipi dg pemfinalan program MEF dlu, diescort dg melihat situasi geopol dikawasan.
    Sementara berposisi jadi User yg cerdas dlu, smbl trus pny mimpi & ambisi utk mandiri disemua Alutsista strategis.

    • + kasamago

      sebagai satria baja hitam anda tak boleh lemas.
      masih ada kok program tni yang belum terpublikasikan
      dan sudah 4 thn berjalan…dan pasti akan bikin tetangga
      terutama ausil terkencing2 di celana…
      sabar 3 thn dari sekarang.

  17. Inilah resiko ToT…mau lama, mau cepat, mau speknya spt apa, sgt tergantung kpd pihak asing pemilik teknologi. Ga ada gunanya ‘mengemis’ di satu sisi, sombong di sisi lain. Jangan tiru politisi2 yg sgt bisa bicara tapi ga bisa kerja. Kalau memang mampu, tunggu apa lagi? Ayo buat sendiri

  18. Ga segampang itu bro buat pesawat tempur, ga hanya butuh 2 tahun doang.. AS aja butuh puluhan tahun buat ngembangin F22 ama F 35 nya..ada 70-80 teknologi canggih yg harus terpasang di pesawat yg pengen di buat untuk ukuran gen 4,5+..jadi bukannya pesimis, indonesia belum nguasain yg namanya basic pembuatan pesawat tempur apalagi teknologi tinggi yg butuh RnD jk panjang..prediksi paling 2030 bisa dpt prototype nya..solusinya ya mau ga mau harus nutup gap beli su 35 dari rusky..
    Maju terus militer indonesia

  19. atiiiis……

  20. Menhan mesti kaji ulang joint job oleh korsel. Projeck CBG korea hambat indonesia untuk cepat menguasai TOTnya. Secara ekonomi, ada kekhawatiran merugikan KORSEL bila indonesia mampu menyerap dan menguasai TOT kapal selam & pespur. Lalu pihak korsel tiba2 putus dan melanjutkan projeck kfx/ifx telan biaya sangat mahal tapi di harap menunggu pemerintahan baru RI.

    • kayaknya iran terlalu seksi untuk diabaikan sebagai negara produsen alutsista produktif dalam produksi alutsista kita…..

      Iran mampu membikin ==>
      – rudal antar benua
      – kapal selam mini / besar
      – bikin sendiri dan meluncurkan sendiri satelit ke orbit.
      – super boat F-1 rudal
      – flying boat
      – man pads
      – drone2 yang super dahsyat / bahkan berhasil take over RQ Sentinel dan membikin kloningannya.
      – pespur2 bikinan sendiri
      – memodifikasi s-300/400 rusia sehingga lebih dahsyat dari aslinya.
      – jumlah tentara reguler dan cadangan krg lbh 1.000.000
      – dll.
      dan semua alutsista itu dibuat secara massif…
      agaknya kita ketnggalan beberapa langkah dari iran…

      usul:
      untuk menghindari polemik, jalin aja “silence cooperation” dengan iran….

  21. Di ekor pesawat ada tulisan KF-X & IF-X, dimana tulisan IF-X lebih kecil dari pada tulisan KF-X. Apakah karena hanya 20% dananya sehingga spot iklannya lebih kecil..???…hehehe.

    Dari paparan diatas yg sangat menakjubkan, sepertinya KFX-C103-iA lebih unggul dari F35, seandainya benar ataupun berimbang kemampuannya maka sudah dapat dipastikan akan merebut pangsa pasar F35 dong, yg mana kita ketahui bersama harga F35 kelewat mahal. Dan dapat dipastikan harga KFX-C103-iA kemungkinan akan lebih murah..(berarti F35 tdk laku dan gak bisa balik modal apalagi untung).

    Jika KFX-C103-iA bisa diproduksi 5 tahun lg, kemungkinan berpengaruh kepada perimbangan kekuatan di ASEAN (khususnya singapur) dan Australia yg mana kedua negara tersebut lebih pro ke Amerika dan selalu ingin lebih unggul. Sementara pespur yg mereka beli lebih mahal ternyata kualitasnya tidak lebih baik dari KFX-C103-iA bahkan mungkin dibawahnya.

    Apakah faktor2 tersebut yg menyebabkan penyelesaian program KFX/IFX bergeser lebih lama..??

    Kalau Indonesia ingin mengembangkan sendiri program pespurnya, berarti biaya pengembangan akan menyedot anggaran belanja militer donk (MEF 2, 3, dst)..?? Itu berarti tidak akan ada pembelian alutsista yg signifikan sampai selesainya program pespur kita, bukankah demikian..??

    Menurut saya lebih baik selama stop gap ini dilakukan pengadaan pesawat perantara sambil mempersiapkan konsep perubahan/penyesuaian perkembangan teknologi pesawat yg terjadi hingga 2030 mendatang untuk diaplikasikan pada KFX/IFX…….maaf hanya sekedar pendapat pribadi.

  22. Ngarep; utusan tni yg brangkat kemaren selain bnkus kilo dan su 35 sekalian kerjasama pembuatan medium fighter single engine rusia, dijmin pasti jadinya

  23. * Beli ToT : KFX/IFX $ 5 Milyar ..mulai produksi 2040, Doorprize 24unit dibanding —> *

    A. Saab JAS 39 Gripen $61 Juta x 4ska(64pcs) = $3,904 ; sudah ToT masih tersisa lumayan buat armament-nya dan buat modal ngotak ngatik Pespur sendiri (diluar Grippen. )
    B. Sukhoi Su-35 – $65 x 3ska (48pcs) = $3,120, Tersisa cukup lega untuk senjata dan modal ngotak ngatik Srikandil.
    C. Su-35 (32pcs;$2,080) + Jas Gripp (44pcs;$2,684) = $ 4,764 + senjata $236, sudah mendapat ToT juga pespur idaman.

    gue milih partai C Z…hehehe

    • +donie

      anda otak glodok gan…..!
      ane ikutan partai c…
      ha ha ha

    • Kok aku juga cocok….milih yg C dan diwarung sebelah juga sudah pernah diposting kalo yg dilih C. Amiiin , semoga terkabul.

    • pilih c jg,
      cuma sangsi apa iya rusia mau ngasih TOT su 35 nya ke indonesia???

    • @ donie

      pilihan yang baik…partai c
      paket hemat..
      kalo tot su 35 tak dikasih su 30 bolehlah sebagai batu loncatan

      • OKELAH KLW BEGICCU === @ okelah tolong donks bilang ama @ DONNIE klw gue pilih paket — Z — AJA === yaitu JF -17 untuk stok cadangan bila IFX tarik -ulur yg juntrungnya kagak jelas,,, untuk plant B tak salah kan BILA kita pertimbangkan tawaran dari pakistan yg butuh dana besar bagi pengembangan JF-17nya dan kita di minta untuk ikut dalam pengembangan bersama JF-17 generasi 4++ 5 selain membeli 44 gripen + TATITOT kemudian kita mengintegrasikan teknologinya dimana JF-17 dari kerjasama fakistan – china ( yg merupakan blok timur ) dan 44 gripen + KFX/IFX teknologi blok barat jadi dech GADO2 DENGAN RASA YANG GURIH EHMM SEDAPNYERRRRR “””””========

        • @ noah

          bilang saja sendiri…:))

          http://en.wikipedia.org/wiki/JF-17_Thunder

          sepertinya supremasi penjualan f 16 block 10 sampai dengan block 60++ sebanyak 4000 unit
          akan tumbang oleh jf 17..buatan negara miskin yang punya nuklir.

          • @ OKELAH gue 7 keliling nich loe kasih gue link bahasa inggeris bisa maca tetapi gue kagak bisa translate jadi puyeng kepala gue nich hehehe

            tak ada jaminan kemampuan pesawat tempur diatas kertas mampu mengalahkan kemampuan teknologi pesawat tempur di bawahnya,jadi kembali lagi kemanusianya sendiri ( behind the gun ),seperti halnya ketika TNI AU melaksanakan latihan elang AUSINDO duel udara antara zet tempur F-5T dengan HORNET milik RAAF,, ketika terjadi dogfight HORNET RAAF kesulitan me-lock F-5T TNI AU dan angkatan udara RAAF mengakui kemampuan pilot2 TNI AU pada saat itu dengan memaksimalkan kelebihan yg di miliki F-5T,, jadi kembali lagi ke masing2 pembawa pesawat trsbt,padahal di atas kertas menurut pembuat ke dua zet tampur itu, HORNET yg di milki Angkatan udara AUSITE jauh lebih unggul di banding F-5T MILIK TNI AU,,,,,,,,,,,========

          • @ noah

            new JF-17 II concept

            http://www.youtube.com/watch?v=rryEuzK9qCo

            block 1 mulai thn 2007 masuk gen 4+
            block 2 mulai thn 2011 masuk gen 4++ model campuran kfx/rafale
            block 3 mulai thn 2016 masuk gen 5 model seperti f22/pakfa/j31

            hanya sebagai batu loncatan saja..!.untuk indonesia mandiri..dan engak usah malu ,..lagian juga pakistan punya hutang budi sama indonesia waktu jaman sukarno,..dipinjamkan kapal selam,.

  24. * KFX/IFX boleh hebat diatas kertas….. tp kita butuh yg real *

    Dengan ditundanya R&D, menunjukan betapa rentan nya proyek ini, isue masalah Internal Parlemen Korea bisa z kapanpun berubah dan hal ini ga masuk akal, lama2 kita berfikir (ajakan konsorsium) ini untuk mengganjal agenda MEF atau bukan ?? lebih jauh lagi ini Proyek fiktif atau bukan..?? belum lagi sejumlah Intervensi lainnya (US)

    Hal yg masuk akal bagi kita adalah tetap ikut proyek ini secara terbatas (R&D nya ikutin z dulu sebatas mana..lumayan) begitu ngomongin Dana harus mulai cair kapan…. lansung kaburrr..mudik 😀 😀
    sambil buka opsi2 lainnya.

    # Maaf jadi ikutan kesel,pengaruh 2paragraf terakhir postingan artikel 😀 😀

  25. Prediksi ane kemarin antara 2030-an dah produksi masal, eh ini malah yg mo bikin aja 2030 masih pesimis. Klo gini ane reques Gripen aja plus ToT, Rafale plusToT juga boleh.

    Sesuai prediksi awal, ni proyek gak bakalan lancar jaya. Gimana mo lancar wong berpeluang nyenggol dagangan yg mau ngasisteni. Klo mau lancar harus turunin ego dulu, nggak usah gen-5 dulu alias gak pake weapons bay. Ini klo Korsel pinter lho. Ntar kan bisa dikembangain lagi ke full gen-5, setelah ini jadi. Cara paling murah adalah bikin dari basic yg ada, apalagi klo bukan T-50, dulu pan pernah ada 3d renderingnya. Sambil bikin harus inisiatif nyuri ilmu dari ilmuwan LM, terutama di komputer pesawat sama material pesawat, engine mungkin perlu tapi klo mau riset sendiri pasti mahal. Bisa juga bikin yg C-103 minus internal bay, nanti dibikin dasar pengembangan ke C-103iA. Intinya ngadalin LM ngasih ilmu penting ke KFX masalah komputer/elektronik dan material pesawat. Meskipun nambah ongkos akuisisi buat barang downgrade, tapi langkah selanjutnya proyek ke gen-5 makin lapang karena dah punya ilmunya.

    Klo langkah diatas masih belum cocok, kita realisasi plan-B kita aja, akuisisi Gripen plus ToT trus ikut proyek mereka selanjutnya. Bentar lagi kemungkinan Saab juga bikin yg gen-5, alias peluang kita ikut proyek mereka selanjutnya. Dibanding Korea, masalah bikin pesawat Swedia sudah lebih maju teknologinya. Untuk gen-5 palingan material pesawat yg belum mereka kuasai, untuk mesin banyak pilihan nggak melulu merk US. Cmiiw..

    • Tenang aja bung wie. Masalah nyolong-menyolong korsel bisa diandelkan loch!! Kan kita jadi korbannya. By the way, kok sekarang agan semilir ke rafale?..kan ada pilihan lazis..jf 17?… $orry loh gan…iklan menggelitik sekali sich..tik..tik. Mati-matian!!. Tapi saya idem agan wie saja.

    • Rafale walaupun mahal tapi operational/maintenis cost lebih murah dari Plengker. Ane sebenernya pesimis kok ni barang mo diakuisisi, susah mo saingan ma Plengker klo di mari. Soalnya sini konsepnya Hi-Med-Lo, klo Rafale cenderung 1 for all kayak France. India pengecualian karena berani boros yg penting stroong. Artinya klo mo akuisisi ya berarti ganti konsep, dan untuk sekarang ini peluangnya sangat tipis. Jf-17 kelaut aja lah, no offense buat salesnya…

      Masalah KFX terus sih monggo klo ane mah. Ane dimari cuman ngasih alternatip doang dan tentu tidak dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya. Biarlah para pengambil keputusan menentukan pilihannya, ane sebagai warga negara yg baik harus taat apapun piihannya..

      • Saya sih akur gan. Kalau untuk setor dana riset kfx sekian besar, mengapa tidak dialihkan saja misal; rafale sekian skuadron untuk stop gap dan transisi state of art pespur. Toh untuk tenggat waktu sekian lama ifx akan jadi usang. Lain hal jika sepanjang jalan proyek tsb identik kampanye politik “yes we can”. Ada ancang-ancang hingga akhirnya banyak yang nimbrung sehingga proyek ifx semacam “tumpeng raya”. Semoga.

  26. Klo melihat madzab gado2 yg dianut oleh tni+kemhan soal pengadaan alutsista, pilihan yg masuk akal adl :
    Ambil SU-35 + gripen dgn tot.
    Komposisi : su-35+gripen+f16 block 32+ sudah ideal untuk kesetaraan di kawasan ini. Apalagi anggaran kita punyA budget Minimalis……
    Liat singapura, kita ambil hibah 24 f-16 amrik untuk diupgrade ke block 32+ mendekati rasa block 52 kyk punya singapura , eeeh itu negara nggak mau kalah sekarang ngajuin upgrade f-16 block 52 punyanya jg ke dcsa
    http://www.dsca.mil/major-arms-sales/singapore-f-16-block-52-upgrade

  27. Menhan sudah terlanjur senang proyek kfx, dan juga pasti Menhanpun sudah mengantisipasi ulah korsel, Menhan telah membentukTIM BAYANGAN KFX/IFX dari PT DI. Proyek kfx 201 yg di garap indonesi. Hanya petinggi2 Menhan, DI, TNI yg tau proyek kfx/ifx.

  28. Kalau saya punya visi kedepannya lbh baik mengembangkan UAV dulu, mulai yg sdh ada sprt wulung, trs ditingkatkan kecanggihannya setidaknya setara UAV israel yg sdh ada dikita coba diteliti, bongkar dan tiru sensor dan navigasinya, aplikasikan dan hubungkan ke satelit yg bakal kita luncurkan kedepan. bikin source code sendiri serta antisipasi dari jamming pihak musuh. setelah smkn matang di UAV mulai lompat ke UCAV dgn membuat program komputer yg dpt mengambil keputusan sendiri utk terbang sprt sistem play by wire tp ttp ada jalur pengontrol di operator utk keadaan darurat. agar tdk mnjd senjata makan tuan. utk setingkat UAV bisa diaplikasikan mesin jet sederhana nmn hemat dan tdk serumit pespur betulan saat ini. dan seiring waktu akan smkn sempurna melebihi mesin pespur yg ada saat ini. program sprt ini lbh masuk akal saya, dibandingkan proyek IFX/KFX yg jls pst dihambat US. dan yg lbh menjajikan kedepannya negara2 maju jg sdg mengarah ketujuan yg sama.. UCAV. tp ngomong2 saya jg setuju opsi partai C nya si @Donnie.

    • Definisi C :

      C = Combatable
      C = Cukup Cetar
      C = Confidential
      C = Comfort for all (Warjager)
      C = Current progress
      C = Cuma Usulan gue.. 😀
      C = Coba tanya key makernya sendiri.. 😀

  29. Dan satu lg ada tanda tanya besar yg sebenarnya ada hubungan dgn komen saya diatas, knp sekarang negara2 maju sprt US, Jerman, Russia dan China sdg mengembangkan senjata LASER ? krn diprediksi kedepannya UCAV akan mengambil alih tugas pespur berawak saat ini. mrk sdh memikirkan bagaimana peperangan dimasa depan menggunakan ribuan UCAV dalam sekali sortie pertempuran. dan itu tdk dpt diantisipasi olh rudal, tp oleh LASER. makanya mrk dari skrg mengembangkan laser dgn intensitas tinggi krn mrk yakin china akan mengkloning UCAV dlm jumlah yg sangat besar kedepan utk pertempuran dimasa dpn dan rudal2 tdk akan sanggup utk itu. rudal sekali ditembakan akan meledak dan habis, sdg UCAV mirip rudal krn jg bs bermanuver dan mempunyai berbagai senjata rudal2 didalamnya. itulah knp saya lbh tertarik utk pengembangan UAV dulu sbg nenek moyangnya UCAV.

    • * Kemungkinan Fighter Gen 6 *
      predict2 :
      – Kemampuan Gen 5 yg diremote,alias UCAV alias robot terbang.
      – Pengunaan senjata Laser, Pulsar
      – Kemampuan amphibi,
      – Kemampuan adaptive Camo (visual)
      ———————————

      kemampuan mencangkokan system remote pada Gen 4++ kebawah, (untuk saat ini), juga suatu terobosan technology (US melakukan ini dgn F-16).

      • Bung @donnie, banyak yang sesuai juga degan prediksi pihak Amerika. Ini sedikit kutipan kemungkinan2 pesawat generasi 6 dari blok US:

        “Angkatan Udara Amerika Serikat menolak untuk memberikan komentar resmi mengenai status upaya tempur generasi keenam. Secara pribadi, pemimpin senior mengatakan mereka sedang mengamati bagaimana penyelesaian masalah F-22 dan F-35 sebelum berusaha membangun struktur program untuk tempur generasi berikutnya.

        Paul K. Meyer, wakil presiden dan general manager dari Northrop Grumman mengatakan “Saya pikir babak berikutnya [pengembangan pesawat tempur] mungkin akan didominasi oleh faktor kebutuhan terus meningkatnya jumlah perintah dan kontrol informasi,”.

        Kemungkinan-kemungkinan pesawat tempur generasi keenam tampaknya nyaris seperti fiksi ilmiah.

        Pesawat generasi 6 mungkin akan jauh stealthty daripada pesawat generasi kelima. Pesawat mungkin dapat mengubah bentuk dalam penerbangan, “morphing” untuk mengoptimalkan baik kecepatan atau persistence, dan mesin yang kemampuan berganti-ganti mode dalam penerbangan untuk jelajah supersonik yang efisien atau patroli dalam kecepatan subsonik.

        Pesawat tempur generasi keenam kemungkinan akan mempunyai senjata directed energy – gelombang mikro bertenaga tinggi dan laser untuk pertahanan terhadap serangan rudal atau sebagai senjata ofensif. Persenjataannya kemungkinan akan dari jenis “dial efek” , mampu melemahkan atau menghancurkan target udara atau darat .

        Selain itu, dengan pesatnya potensi teknologi pesawat nirawak dalam kurang lebih 20 tahun ke depan, membuat produksi robot pesawat tempur otonom feasible. Namun, potensi tersebut masih agak jauh jika dibandingkan dengan kemungkinan munculnya sebuah pesawat tak berawak yang dikemudikan jarak jauh oleh “off -board crew”, mungkin saja satu pesawat dikendalikan banyak operator”

        Artikel selengkapnya bisa dilihat disini

        • Fighter Generations

          The definition of fighter generations has long been subject to debate. However, most agree that the generations break down along these broad lines:

          Generation 1 : Jet propulsion (F-80, German Me 262).

          Generation 2 : Swept wings; range-only radar; infrared missiles (F-86, MiG-15).

          Generation 3 : Supersonic speed; pulse radar; able to shoot at targets beyond visual range (“Century Series” fighters such as F-105; F-4; MiG-17; MiG-21).

          Generation 4 : Pulse-doppler radar; high maneuverability; look-down, shoot-down missiles (F-15, F-16, Mirage 2000, MiG-29).

          Generation 4+ : High agility; sensor fusion; reduced signatures (Eurofighter Typhoon, Su-30, advanced versions of F-16 and F/A-18, Rafale).

          Generation 4++ : Active electronically scanned arrays; continued reduced signatures or some “active” (waveform canceling) stealth; some supercruise (Su-35, F-15SE).

          Generation 5 : All-aspect stealth with internal weapons, extreme agility, full-sensor fusion, integrated avionics, some or full supercruise (F-22, F-35).

          Potential Generation 6 : extreme stealth; efficient in all flight regimes (subsonic to multi-Mach); possible “morphing” capability; smart skins; highly networked; extremely sensitive sensors; optionally manned; directed energy weapons.

          • Generasi 7…okelah pakai baling” bambu + sayap dan telinga ngluarin asap, supaya tidak cacingan ya kan bung @nowyoudont.bung rusky, bung noah & bung yang lain 😛 😛 haa…..haaaa…

          • @Bung Now ane tambahin yaa datanya pespur berdasarkan tahun pembuatannya
            pembuatan thn 1930 – 1940
            nama pesawat tempur:
            Hawker Hurricane, BF-109 Messerschmitt, A6M Zero, Fokker G.I, Vickers Wellington, JU-87 Stuka, Fokker D.XXI
            ———-
            pembuatan thn 1940 – 1950
            nama pesawat tempur :
            P-47 Thunderbolt, P-51 Mustang, Mosquito, F-4U Corsair, P-38J Lightning, F-86 Sabre, P-40 WarHawk, FW-190 Focke Wulf, Supermarine Spitfire, Messerschmitt ME-262, F-6F Hellcat, P-80 Shooting Star, B-25 Mitchell, F-8F Bearcat, Mig-15 Fagot, A1 Skyraider, Macchi M.C.205 Veltro, Gloster Meteor F Mk.8, Yakovlev Yak-9, B-17 Flying Fortress, de Havilland Vampire, MiG-3, B-29 Superfortress, F4F Wildcat, B-24 Liberator, Me-163 Komet
            ==========
            pembuatan thn 1950 – 1960
            nama pesawat tempur
            MiG-21 Fishbed, F-104 Starfighter, F-8 Crusader, B-52G Stratofortress, CF-105 Avro Arrow, F-106 Delta Dart, F-84F Thunderstreak, MiG-17 Fresco, F-105 ThunderChief, F-100 Super Sabre, J-32 Lansen, F-101 VooDoo, B-58 Hustler, MiG-19 Farmer, J-29 Tunnan, Super Mystere B2, Hawker Hunter, F-102 Delta Dagger, Fiat G.91
            ==========
            pembuatan thn 1960 – 1970
            nama pesawat tempur:
            Buccaneer, F-4 Phantom II, SR-71 Blackbird, A-7D Corsair II, Hawker Harrier, Mirage F1, A-6 Intruder, U-2 Dragon Lady, J-35 Draken, Avro Vulcan, A-4 Skyhawk, SU-17/22 Fitter, English Electric / BAC Lightning, A-5 Vigilante, Mirage III, XB-70 Valkyrie
            ==========
            pembuatan thn 1970 – 1980
            nama pesawat:
            F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-5E Tiger II, MiG-27 Flogger, Jaguar GR1, SU-24 Fencer, MiG-25 Foxbat, A-10 Thunderbolt, F-16 Falcon, Alpha Jet, SU-25 Frogfoot, Super Etandard, JA37 Viggen, F-21 Kfir, BAe Hawk, L-39 Albatros
            ==========
            pembuatan thn 1980 – 1990
            nama pesawat:
            EF111 Raven, F-18 Hornet, Panavia Tornado, Mirage 2000, Mirage 4000, MiG-29 Fulcrum, SU-27 Flanker, MiG-31 Foxhound, F-117 NightHawk, B-1B Lancer, F-20 Tigershark, AMX, Tupolev Tu-160 Blackjack
            ==========
            pembuatan thn 1990 – 2000
            nama pesawat:
            SU-35 Super Flanker, Yak-141 Freestyle, JAS-39 Gripen, Rafale, B-2 Spirit, YF-23, SU-37 Terminator, Ching-Kuo Indigenous Defense Fighter (IDF), FA-18E Super Hornet
            ==========
            pembuatan thn 2000 – 2010
            nama pesawat :
            F/A-22 Raptor, EuroFighter Typhoon, Chengdu J-10, JF-17 Thunder (Chengdu FC-1), V-22 Osprey, Mig-35 Fulcrum-F, LCA
            ==========
            pembuatan thn 2010 – 2012
            nama pesawat:
            SU-47 (S-37 Berkut), MiG/MAPO 1.42 MFI, F-35 Lightning II (X-35 Joint Strike Fighter), Sukhoi PAK-FA (T-50), Aurora,j20,j31

            Dan jangan heran bila SU 35 buatan thn segitu hehehehe

          • bung @Satrio, saya baca justru kelebihan pespur Sukhoi adalah karena design-nya yang mapan. Banyak yang menganggap jika saja F35 meniru cara Sukhoi dgn mengembangkan basic design dari pesawat yang sudah mapan (misalnya F18, F15 atau F16) maka biaya dan akhirnya harga tidak akan setinggi sekarang ini. Selain harga faktor lain adalah kemapanan design tadi. F35 sepenuhnya baru sedang commonality produk pespur Sukhoi bisa mengikat konsumen tradisional produk Russia

      • Ini mungkin masuk kategori ‘smart skins’ generasi enam. Tapi jika untuk pesawat tempur yang beroperasi di ketinggian dan kecepatan tinggi entah apa manfaatnya, kecuali jika teknologi ini juga efektif untuk IR dan laser.

        Asik tuh jika MBT dan IFV dilengkapi teknologi ini, atau bahkan kamuflase untuk infantri/pasukan khusus

        • Mantap ya, Thermal camera Apache bisa2 jadi bolor tuh 😀

          Tapi seperti biasa teknologi yang satu akan dicounter oleh teknologi yang lain. Yang penting ekonomi Indonesia bisa stabil agar TNI bisa terus updating alutsista dan gadget tempurnya

  30. F22 suka jatuh sendiri apa karena internal weapon bay yang mengganggu kekuatan konstruksi pesawat? Mungkinkah karena kelemahan ini dapat ditutupi oleh ahli dirgantara PT DI yang terkenal sebagai salah satu pembuat fuselage terbaik di dunia.

    • T50 Pakfa diklaim bisa menembakkan rudal tanpa mengurangi kecepatan, sedang F22 harus mengurangi kecepatannya untuk menembak. Jika benar, sepertinya design weapon bay Sukhoi sudah lebih maju.

      Untuk PT.DI sepertinya baru terbatas pada fuselage helikopter dan pesawat fix wing non tempur

  31. Warjagers silakan baca disini sejarah mulainya, kritik dan ‘time line’ proyek ini :
    http://www.thejakartapost.com/news/2010/07/12/ris-korea-kfx-cooperation-the-second-best-option.html
    http://www.timawa.net/forum/index.php?topic=23657.0
    http://www.defenseindustrydaily.com/kf-x-paper-pushing-or-peer-fighter-program-010647/

    Sudah lebih dulu diprediksi paling cepat tahun 2025 tapi sekarang mundur lagi 2030-2040. Pada saat itu usia pakai F-16 dan SU-27/30 kita sudah mau pensiun, jadi harus disiapkan penggantinya. Yang menarik adalah disebutkan bahwa Indonesia mengutamakan aksi radius/jarak tempuh untuk pespurnya. Apakah kita perlu 100% stealth? Pada 2020-2030 pasti ada teknologi lama/baru yg bisa menetralisirnya, misalnya IRST atau ‘active cancelling radar’.

    Ada bebrapa calon sbb.:
    1. JAS Gripen
    2. Dassault Rafale
    3. CAC JF-17 Thunder
    4. SU-35
    5. PAK FA

    Alternatif harus berdasarkan :
    o Politik dan ekonomi (kajian 2030-2040)
    o Teknologi : tidak perlu stealth 100%, minimal LO, AESA, IRST
    o Minimal MRO agreement, kalau bisa ToT.
    o Pilihan TNI AU (kajian ancaman 2030-2040)

    Dari 4 calon di atas, Dassault Rafale dan SU-35 paling memenuhi , tinggal pilih yang mana, atau kombinasi keduanya imho.

    Atau kalau benar2 serius langsung kejar PAK FA dengan stopgap SU-35.

    Mengenai biaya, begini dilihatnya, 20% biaya ikut KFX, mestinya cukup untuk penggantinya.

    Silahkan dikritisi/ didiskusikan.

    • Klo menurut ane, klo ambil Rafale mah Su-35 nggak usah diambil. Rafale dah bisa meng-cover seluruh role Flanker kok. Ambil keduanya sama dengan boros (ya uang buat beli ya buat operasional/maintenis). Flanker lawas mending di modernize aja, terutama yg batch pertama jaman Mega, nggak usah beli lagi karena uangnya buat Rafale. Buat penerus Flanker nunggu aja sampai Pak-Fa produksi masal, trus semua uang dikerahkan ke Rafale karena ongkos akuisisi pasti mahal dan sangat menyerap anggaran. Ane pinginnya dari dulu malah nih pesawat, cantik, lincah, dan pengembangannya paling berhasil. Klo ambil Su-35 maka partner ekonomisnya tentu Gripen plus ToT.

      Itu semua ane pikirkan berdasarkan kemampuan anggaran klo kedepan tetap konsisten dengan 1-2% APBN. Duet maut Su-35 dan Rafale tersaji klo next-G (government) mau kasih 3-5% buat anggaran pertahanan. Cmiiw..

      • Mengingat pemenuhan kebutuhan dana untuk infrastruktur dasar saja bisa molor sampai 2030, saya agak pesimis bung @wie. 1.2%-1.5% GDP untuk anggaran pertahanan akan sudah sangat wah. GDP kita yang nyaris 3x lipat negara2 tetangga Asean membuat upaya menyaingi pertumbuhan kekuatan pertahanan RI, negara2 seperti Malaysia dan Singapura harus punya anggaran pertahanan 4.5-5% GDP. Yang mana sudah dilakukan Singapura dan alasan mengapa negara kota itu armed to the teeth

      • Bisa sih kejadian klo kawasan semakin panas. Klo next-G masih prinsip zero enemy ya sesuai nanti sama prediksi ente bro dikisaran segitu. Klo menurut ane nilai segitu mah kebangetan banget. Ini sama aja menyepelekan kedaulatan negara. Negara besar seharusnya berpikiran besar jangan inferior complex mulu. Kita ini sangat nggak pantas klo cuman ngukur padanan tetangga, harusnya ngukur padanan India ato Brazil. Dngan tetap 1-2% ane takut modernisasi jalan ditempat karena istilahnya cuman tambal sulam nggak ada kemajuan significant.

        • India lagi balapan sama China dan beritegang dengan Pakistan, tapi sekarang sudah mulai ngah ngoh karena ekonominya tidak kuat mendukung.

          data 2012 India 2.5%(USD47bn), China 2.1% (USD166bn) dan Brazil 1.5%. Brazil walau cuma 1.5% tapi nominalnya 33 milyar dollar

          Contoh persentase anggaran kecil menyaingi persentase besar; Jepang 1% nominalnya USD59bn, Arab Saudi 8.9% nominalnya 56bn.

          Imo- dgn anggaran 1% pun Indonesia akan segera melewati nominal anggaran Singapura. Alasannya ekonomi RI bergerak lecih cepat dari Singapur. Dan setelah itu yang dijadikan benchmark adalah Australia. Australia 2012 1.7% nominal 26bn dan Indonesia 2012 0.7% 6.8bn

          Memaksakan anggaran pertahanan bisa menghambat pembangunan ekonomi. Degn CAGR anggaran kita maka perlahan tapi pasti akan kembali jadi kekuatan regional. Terlalu optimis jika ingin bersaing dengan China dan India apalagi US. Masing2 anggaran pertahanan China dan US 2013 lebih besar dari APBN negara kita di tahun yang sama

          • Klo liat tetangga emang besar kok, makanya ane kurang setuju klo pake padanan tetangga. Ane nggak maksa harus sama nominal dengan India apalagi China, udah pasti moncrot. Logika aja kita butuh kapal berapa sih buat cover perairan kita yg luas banget, klo padanan kita S’pore ya nggak bisa, harus lebih karena emang kebutuhan. Itu contoh satu belum yg lain, cover udara misalnya. Otomatis dong anggaran harus besar minimal 3-5 kali S’pore. Ane bilang tambal sulam karena klo anggaran segitu jadinya emang tambal sulam alias cuman ngganti armada tua sedangkan kuantitas ajeg nggak nambah sesuai kebutuhan ideal.

            Klo niat sebenernya bisa lho, tanpa harus ngambil jatah anggaran yg lain. Cuman perlu meningkatkan efisiensi anggaran dari inefisiensi yg terjadi selama ini. Anggaran buat infrastuktur dan pembangunan daerah masih porsi besar bersama pendidikan dan kesehatan. Inefisiensi dari pegawai nganggur yg dibayar klo ditotal besar lho, sekali-kali ente nengok orang di kantor kecamatan sama kabupaten lalu dikalikan jumlah kecamatan kabupaten setanah air. Itu baru contoh kecil dari inefisiensi, masih banyak klo mau menggali. Makanya ane termasuk yg nggak percaya klo anggaran pertahanan naik akan berpengaruh buat pembangunan, asal yaitu efisiensi ditingkatkan. Cmiiw..

          • kalo ada efisiensi, anggaran 1% pun bisa melebihi Singapura dari sekarang. Ada yang bilang kebocoran2 di Indonesia total 2000 t, atau lebih besar dari APBN yg 1700-an.

            jika eifisien tanpa kebocoran dan biaya ekonomi tinggi, APBN kita bisa 3700 t, infrastruktur terpenuhi dan anggaran pertahanan walau 0.9% tapi setara dari nilai dgn 1.5% anggaran Austfalia. but, real life happens. Upaya terbaik pemerintah belum cukup baik

    • // Yang menarik adalah disebutkan bahwa Indonesia mengutamakan aksi radius/jarak tempuh untuk pespurnya //

      Idem…memang point ini sangat MENDASAR, malah dlm pandangan pribadi gue “Harus memiliki Wahana yg bisa terbang dari ujung Sumatra s/d Ujung Irian tanpa Re-fuel di udara, apalagi mampir ke SPBU didarat.
      Hal ini jelas akan membuka kemungkinan2 bagi Pilot Penempur Kita, menciptakan Format peperangan udara yg lebih kompleks lagi, baik defence atau offensive,

      • Sebenernya nggak gitu juga kali. Asal penempatan pangkalan pas, Gripen juga bisa diandalkan. Jadi nggak harus pespur terbang dari Makassar buat nguber musuh diatas Aceh. Selama ini bagi2 tugas Hawk, F-16, sama Flanker fine-fine aja kan…

    • >Pakfa dengan stopgap Su35

      >Gripen NG dgn stopgap F16 C/D hibah

      >IFX (jika 2030-2040) lebih ke proyek sekolah daripada ngejar kebutuhan praktis user

  32. hee…he 😛 benul sekali bung nowyou,rafael dan gripen yg jadi sales nawarin gripen n rafael saja bosen nawarin indonesia krn indonesia terlalu banyak pilihan.jd sll menimmbang mana yg terbaik buat negara..
    “BUAT NEGARA KOG COBA” ” 😛

    sabar bung @nowyou bicara dg org yg ngeyeel dot kom dengan sales jf17

  33. Warjag smua, TNI AU berminat dengan SU 35BM dan sudah positif. Untuk pespur Raffale dan Gripen untuk TNI AU kurang gahar dan kecil efek getar ke musuh. Diplomasi TNI yg jelas ingin kembali seperti di era 60an. Warjag, Masih ingat dengan ROKET KARTIKA seandainya TOT rusia berlanjut hingga kini, INDONESIA bersama CHINA & INDIA berkat TOT UNI SOVIET (RUSIA). 32 tahun Era SOEHARTO TNI di kebiri berkat AMERIKA.

  34. Mencoba Berpikir POSITIF

    Program KFX/IFX dibagi tiga tahap
    tahap pertama, Technical Development. Kedua, Engineering Manufacture. Dan ketiga, Pembuatan Prototipe.
    Tahap yang ditunda adalah tahap kedua. Pada masa penundaan(,selama 1,5 tahun sampai dengan September 2014) pemerintah ROK akan melaksanakan Economic Feasibility Study terhadap program ini.

    Bagi Pemerintah Indonesia penundaan tahap EMD program KF-X/IF-X akan berdampak terhadap rencana anggaran sebesar Rp. 1.1 Triliun tidak mungkin diserap sepenuhnya.
    Pemerintah Indonesia BELUM mengeluarkan dana untuk Program EMD Phase ini, dana share yang sudah dianggarkan di TA. 2013 belum disalurkan.
    Pesawat KFX/IFX akan dibuat 250 unit, dari jumlah itu Indonesia akan mendapat 50 unit di 2020.
    Harga satu pesawat tempur ini sekitar US$ 70-80 juta per unit Tapi kita mungkin bisa dapat disekitar harga US$ 50-60 juta, karena kita ikut membangun, dari APBN kita,” (Ingat dananya ikut APBN multy year bukan dana MEF)

    Pihak RI telah mengintensifkan langkah-langkah penyiapan alih teknologi dengan kegiatan antara lain Operasionalisasi DCI (Design Centre Indonesia) disuatu lembaga (jgn tanya dimana krn rahasia)
    untuk memetakan dan mengembangkan kompetensi SDM yang telah terbentuk selama tahap TD Phase, penguatan industry pertahanan dalam negeri yang akan terlibat dalam program ini, dan Technology Readiness (kesiapan teknologi).sambil MENUNGGU perkembangan politik dan teknologi.
    Dengan penundaan ini diharapkan kesiapan Indonesia dalam program KF-X/IF-X ini akan semakin baik.

    Sebenarnya saat tahap pertama malah banyak ahli korea yang bertanya kepada ahli kita dari PT DI yang lebih menguasai dalam ilmu rancang bangun pesawat,

    KENAPA PILIH KORSEL
    Yaitu memanfaatkan KEDEKATAN Korsel/ROK dengan sumber tecknologinya yaitu US (Lockheed Martin) karena Korsel adalah sekutu nya,selain itu analisanya korsel selalu berhasil dalam menyerap bahkan nyolong teknologi sekutunya itu bisa dilihat dari berhasilnya samsung bersaing dgn Appel dan juga produksi jet latih T 50,dan produksi bersama korsel dan US pesawat F 16 selama 20 thn,’

    Selain itu bila menuju ke gen 5 dikarenakan Korsel sudah begitu dekat dengan Lockheed Martin (LM) produsen F 35,dan sistim AEGIS navy
    LM mempunyai anak perusahaan dikorsel yang bernama Locked Martin Korea (LMK)
    LMK mendapatkan tiga kontrak baru pada tahun 2012 untuk mendukung kebutuhan rantai pasokan untuk Angkatan Udara Korea dan Angkatan Laut . yang terbaru Korsel memutuskan membeli pesawat F 35 mengalahkan F 15 Silent eagel,
    Program lain termasuk T – 50 jet latih , F – 16 , C – 130 , P – 3 Orion dan radar FPS – 117
    Kerjasama lainnya Lockheed Martin dan Korea Aerospace Industries ( KAI ) bersama-dalam pengembangan T – 50 Golden Eagle dan bertekad untuk membuatnya menjadi jet latih UTAMA di dunia
    LMK juga bermitra dengan Samsung Data Systems untuk memodernisasi sistem manajemen lalu lintas udara Korea dengan Korea Area Control Center ( KACC ) dan ,LMK melalui kemitraan dengan Korea Telecom berhasil memproduksi beberapa satelit komunikasi .

    Lockheed Martin adalah sangat bangga kemitraan dengan Korean Aerospace Industries
    Lockheed Martin sangat menghargai hubungan lama dengan Republik Korea dan mitra industrinya Korea .
    LM berkomitmen untuk membantu Korea memenuhi keinginannya untuk mengembangkan basis industrinya dan BERHARAP untuk memperluas hubungan dengan F – 35 sebagai pusat kerjasma Industri selama 40 tahun kedepan

    DIPREDIKSIkan bila nanti harga F 35 sudah semurah F 16 maka Korsel akan ikut memproduksi bersama F 35 tersebut seperti yang dilakukan pada pesawat F 16 dulu,
    Semoga saja korsel bisa nyerap dan nyolong teknologinya LM dengan baik sehingga bisa dituangkan keprogram kfx/ifx..korsel masih berotak kancil.
    Tetapi tetap kita tetap tidak boleh Musryk;d ,terlalu percaya dan pasrah bongkokan kepada korsel.
    Just My IMHO

  35. @nowyoudont. Mo nanya nih boS, INDIA Kan Militer nya Kuat Punya Nuklir Pula. Tapi Kenapa India Masih menjadi Negara Persemakmuran tuh boS,.? Apakah India tidak Punya Nasionalisme?, Apakah India tidak punya Harga Diri? atau karena India bangga menjadi Negara Persemakmuran? Atau gimana tuh boS.? Padahal di banding Kita (Indonesia) India Lebih Mandiri, Secara Ekonomi India Lebih Mandiri di banding Kita. di India ga ada cerita Etnis non India menguasai Ekonomi India, belum Lagi dari Segi Militer. Tapi Mengapa India Tidak Keluar dari Persemakmuran? Monggo di Jawab boS..!

  36. @bung antonov. utk rafale dan SU-35 memang memenuhi(dengan mengesampingkan PAKFA yg masih blum diproduksi massal) sebagai stopgap. namun jika disesuaikan berdasarkan anggaran dan TOT nya gripen saya rasa lebih pas jika untuk saat ini yg sesuai dgn 4 alternatif yg disebutkan. melihat program KFX/IFX yg katanya “2040”, pihak gripen menawarkan TOT pespurnya kpd indonesia dan saya lihat suatu peluang yg bagus untuk mendapatkan teknologi pespur sekaligus mengejar ketertinggalan teknologi pespur. ini jika berdasarkan TOT. untuk efek detterence SU-35 dan rafale lebih cocok terutama untuk daerah kawasan….

    maaf jika salah dan mohon koreksinya karena saya juga sambil belajar terhadap bung2 disini semua

    • Gripen asli (yg sekarang operasionil) mempunyai kelemahan utama yaitu combat radius kecil dan tidak punya IRST. Harga dan ongkos pemeliharaan relatif murah.
      Gripen NG (dalam pengembangan belum operasional) katanya combat radius 1300 km, memiliki IRST dan AESA. Kita lihat saja nanti.

  37. Mendingan kita keluar aja dari proyek ini sebelum terlambat, dan join proyek PAK FA nya Russia. Untuk perbandingan, India sebagai partner-nya Russia menyetor duit $ 6 billion dan akan mendapat 140 pesawat. Kalau duit KFX sebesar $ 2 billion ini kita alihkan ke PAK FA, dari hasil perbandingan kita akan mendapat sekitar 45 unit. Katakanlah kita hanya dapat 32- 36 unit saja, efek gentarnya di kawasan Asia Tenggara dan Australia sudah sangat terasa. Tidak dapat dipungkiri juga jika Russia jelas jauh lebih unggul dalam teknologi pesawat tempur dibanding KorSel yang masih “anak bawang”.

  38. Maaf imho Indonesia seharusnya fokus dulu ke inti permasalahan. masalah pertma ketertinggalan dalam hal tknologi kedirgantaraan khususnya jet fighter, langkah kerja sama kfx/ifx ini sudah cukup baik arahnya, namun tentu saja penguasaan teknologi ini bukanlah perkara mudah.

    Masalah kedua yaitu rakyat disini mnuntut pmerintah untuk segera mentupi celah lowong udara kita, mnunggu program kfx/ifx ini hingga kelar tentu menguras ksabaran dan indonesia butuh kekuatan pertahanan udara sesegera mungkin, entah itu dengan jet fighter ataupun airdefense. bnyak pilihan disini. ada su-35 dan gripen+tot untuk fighter, ada s300 s400 dan kw2anny untuk airdefense.

    Kesimpulan saya adalah dengan anggaran yg yah lumayan (drpd lumanyun, hehe peace) imho yg terbaik adalah membeli air defense rusia dan rafale sbg pnggnti f-5 sebanyak beberapa unit saja(semampunya saja alias ketengan) knp rafele dan rusia air defence? rafale sangat multirole, rusia air defence? cetar membahana.

    Tetapi kalau masih alergi embargo su-35 bolehlah. tapi saya tekankan di sini ketengan untuk membelinya. loh knapa ketengan? siapa tau plan b nya pemerintah apabila kfx/ifx brenti dtgh jalan yaitu membuat sendiri fighter gen4.5++. nah kalo bisa produksi sendiri kan kita bisa pesen bnyak. hehe(mimpi kah?).

    Saya harap plan b nya seperti ini sambil menunggu kfx/ifx gen5. dan maaf saya kok agak gmana gtu kalo kita beli gripen +tot (planb). wong kita ada kfx/ifx ngapain tot-an jet tempur lagi unless kalo proyek kita gagal, then fine lah.

    Selain mengoptimalkan anggaran kita juga dituntut sabar, so rafale/su-35 and S400/S300/kwannya adalah unit yg wajib dibeli utk jangka pendek, ingat yah ketengan(#tepokjidat). bukan sabar namanya kalo ad batasnya.

  39. saya percaya indonesia pasti bisa karna kita punya team hebat tinggal kordinasi aja n dukungan dana pasti dalam waktu cepat akan mengudara pesawat tempur made in indonesia amin….

 Leave a Reply