Oct 162017
 

Desain pesawat tempur KFX/IFX (istimewa)

Jakartagreater.com. Desain final dari pesawat tempur Korea Aerospace Industries / KF-X, diharapkan terwujud pada bulan Juni 2018, di mana saat itu pembuatan desain rinci akan dimulai.

Tahap perancangan rinci untuk jenis bermesin ganda akan dilakukan sampai akhir 2019, di mana produksi prototype akan dimulai, kata seorang pejabat yang akrab dengan program tersebut kepada Flightglobal.com, 15/10/2017.

Penerbangan pertama dari pesawat KFX direncanakan pada pertengahan tahun 2022, dengan pengujian dan evaluasi berjalan sampai 2026.

KF-X akan memiliki versi kursi tunggal dan ganda yang didukung oleh dua mesin General Electric F414.

Saat ini, desainnya sedang menjalani uji terowongan angin dan analisis dinamika fluida komputasi.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Indonesia, yang memegang 20% biaya pengembangan, memperoleh lisensi ekspor dari pemerintah AS pada bulan April 2017. Indonesian Aerospace (PT DI) memiliki lebih dari 80 staf yang bekerja dalam program ini, bersama dengan staf dari Lockheed Martin dan KAI. Varian Jakarta nantinya disebut IF-X.

Lisensi untuk Indonesia

Menurut catatan Antara, 6 Februari 2017, kerja sama pembuatan jet tempur KF-X/IF-X antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan masih harus menunggu persetujuan lisensi dari Amerika Serikat, kata Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir.

“Joint development untuk pesawat ini ada beberapa pending, terutama soal lisensi dari AS. Bukan penundaan kerja sama tetapi kita minta AS sebagai negara yang memiliki lisensi, dia harus memberikan izin dulu,” ujar Wamenlu Fachir di Jakarta, kala itu.

Kini informasi dari Flightglobal.com, 15 Oktober 2017 menyatakan, Indonesia telah memperoleh lisensi ekspor dari pemerintah AS pada bulan April 2017.

Model Pesawat KFX

Pada tahap awal prototype hampir tidak ada perbedaan antara bentuk KF-X dan IF-X. Meski demikian, menurut flightglobal.com, pesawat Korea Selatan dan Indonesia nantinya cenderung berbeda.

Pejabat Korea Selatan sebelumnya mengatakan bahwa, konfigurasi Blok I tanpa lapisan siluman dan tanpa kemampuan membawa senjata secara internal, akan dimiliki Indonesia. Korea Selatan akan memiliki pesawat Blok II, dengan lapisan siluman dan penyimpanan senjata internal (weapon bay).

Korea Selatan juga akan mengembangkan kemampuan dalam negeri di bidang-bidang utama yang gagal mendapatkan lisensi ekspor dari AS, termasuk radar AESA yang akan dikembangkan dengan bantuan Israel, infrared search and track (IRST), penargetan elektro optik, dan rangkaian perang elektronik pesawat terbang.

  190 Responses to “Desain Rinci Jet Tempur KFX/IFX Dimulai 2018”

  1. Gile mirip F-22 Raptor gambarnya…….
    Nanti First Impression people dari luar negeri pasti menyangka….wow Baby Raptor…..sambil joget joget du di du di du…..Baby Raptor da du di du di du……… 😆

    • dan IFX diharapkn lebih daripada joget tapi bs goyang priyangan kwkwlwkwk

      • Lagu bung wi ga pas sm musik ya…masak baby raptor dududuu baby raptor duduudd…yg pas itu baby rap dududuud baby rap dududuududud baby rap….

        • Klu politik LN amrik lg gak mood atawa rada neko2 angot di kemudian hari, pastinya mesin IFX bkln diboikot. Lantas siap2lah bujuk om Putin tuk nego bt instal mesin Sukhoi seandainya emang pas euy….

    • hooh mirip euy..tp masih lm untuk jogednya ..hiiihihihi

    • Kutipan:
      Beberapa waktu lalu pernah disebutkan ToT Gripen adalah ToT karoseri tampaknya penulis terbawa factor emational saja.

      ToT yg saya sebut di postingan saya ini justru menuju kearah Radar/computer/electronic bukan karoseri. Contoh yg berhasil dg ToT model ini adalah Brazil:

      Dulu sebenarnya kita pernah coba mengembangkan electronic dg PT INTI dan PT LEN tapi ternyata rekan2 PT INTI amat sangat bersifat PNS sehingga PT INTI saat ini kalah dari Huawei. Taukah teman2 kalo PT INTI dan Huawei startnya sama dari rekanan Siemens ?

      Swedia technologi radar, electronic dan computernya bagus karena mereka ada Ericsson.

      Justru saya khawatir KFX itu ToTnya hanya pada part karoseri, bodi, rangka, sayap, dll saja karena toh tidak ada Lapan, PT INTI atau PT LEN disana, jadi siapa yg bakal belajar hal itu ???. Semoga tidak.

      Dan tiba2 sepertinya muncul anggapan KFX adalah project Dewa yg tiba2 membuat Indonesia mampu dibidang electronic, material stealth, engine, weapon, dll.

      Mari kita fikirkan bersama atau ada yg mau isi tanda tanya :
      1. Karoseri : PT DI
      2. Radar pesawat : ???????
      3. Weapon system : ??????
      4. Engine : ??????
      5. Material Stealth : ??????

      Berkaitan wacana penambahan skuadron mending ambil gripen dgn catatan TOT perangkat lunak (avionik,radar ,dll) ini untuk melengkapi kemandirian jet tempur murni buatan sendiri kelak karena TOT Ifx/Kfx diperkirakan hanya bagian perangkat keras airframe (body, sayap dan ekor pesawat).imo

      • kenapa ga ambil Sukhoi Su-35 aja bung,,,,kan nanti mau bikin pabrik sparepart, dapat ToT dan juga offset….

        hehehe

      • komenmu mirip mas dr.. atau dirimu emang mas dr y..salam

      • YAKIN SEKALI JIKA ITU SEMUA AKAN DI DAPAT JIKA AMBIL GRIPEN PADAHAL TEKNOLOGI GRIPEN JUGA BANYAK DARI NEGARA LAIN ISTILAH KASAR NYA ” GADO GADO” PROYEK IFX SUDAH DIRENCANAKAN LAMA DAN HARUS NYA KITA MENDUKUNG DAN MEMBERIKAN KRITIK TAPI YANG MEMBANGUN BUKAN MENCELA

      • Ga nyangka dimari masih ada yg mikir begini.. Xixixixixixixi

        Korsel utk bikin Kfx sampe ngelibatin bnyk industri dlm negerinya.. Sementara indonesia??

        1. Airframe : PT DI
        2. Radar : PT LEN
        3. Avionik / cockpit : PT Info global
        4. Weapon System : PT PINDAD + DAHANA
        5. Material : PT KS
        6. Engine :????

        Sebenernya masih banyak lg yg bisa trlibat.. Thn 2014 pemerintah udah mulai ngebentuk konsorsium industri penerbangan dlm negeri sbg industri pendukung.. Tinggal sejauh mana pemerintah bisa mensupport industri yg ada..

        • Setau saya yg terlibat program kfx/ifx dari indonesia hanya PT.DI yg berarti indonesia hanya kebagian airframe (body, sayap, ekor) tapi tidak dgn yg teknologi tinggi avionik, radar, jammer dll. Kalo ada bukti kuat yg menunjukan PT. LEN, PT. GLOBAL jg dilibatkan di KFX/IF bisa kasih referensih.

          • Mungkin untuk saat ini memang hanya PTDI. Tapi ke depannya ketika IFX akan dikembangkan lebih lanjut pastinya PTDI butuh kerjasama dengan pihak lain di Indonesia untuk meningkatkan TKDN semaksimal mungkin.
            http://infoglobal.co.id/id/detailnews/94

          • Mungkin saat ini memang hanya PTDI saja. Tapi kedepannya ketika IFX akan dikembangkan lebih lanjut tentu PTDI akan menggandeng pihak lain di Indonesia untuk meningkatkan TKDN semaksimal mungkin.
            http://infoglobal.co.id/id/detailnews/94

          • Yg trlibat dlm proyek ini PT DI sama disisipin tenaga ahli dari Lapan jg bung..

            Justru itu bung, industri yg udah ada harusnya diberdayakan juga.. PT Info global pernah bilang mereka sanggup bikin avionik sama cockpit IFX kok bung.. Cuma kan ga dikasih kepercayaan n kerjaan.. Dari 20an perusahaan yg sudah trdaftar dlm konsorsium, ya minimal perusahaan2 diatas yg ane sebutin dikasih ruang utk dilibatkan..

          • Bung Garuda,
            Keterlibatan PT. Global dengan IFX
            http://infoglobal.co.id/id/detailnews/94

            Klo PT. LEN akan di data link :
            “Perbedaan ketiga pada link data. Korea Selatan akan menggunakan Link 16 buatan AS atau mungkin mengembangkan sendiri sementara kita juga akan mengembangkan link data kita sendiri. ”
            Budi mengatakan Indonesia membutuhkan data link sendiri agar IF-X nantinya dapat berkomunikasi dengan pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 buatan Rusia”

            Dan mohon bersabar setelah 6 BUMN membentuk NDHI dalam waktu dekat ini khususnya untuk mendukung IFX.

            Sepertinya Anda sangat tidak sabar dengan IFX dan ingin menggantinya dengan Gripen?
            Jika memang gripen saat ini (2017) jadi masuk ke Indonesia, kira-kira timeline TOT dan produksi Gripen Indonesia kapan? klo boleh saya tahu analisa Anda ?

          • Bung Garuda,
            Keterlibatan PT. Global dengan IFX
            “tp://infoglobal.co.id/id/detailnews/94”

            Klo PT. LEN akan di data link :
            “Perbedaan ketiga pada link data. Korea Selatan akan menggunakan Link 16 buatan AS atau mungkin mengembangkan sendiri sementara kita juga akan mengembangkan link data kita sendiri. ”
            Budi mengatakan Indonesia membutuhkan data link sendiri agar IF-X nantinya dapat berkomunikasi dengan pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 buatan Rusia”

            Dan mohon bersabar setelah 6 BUMN membentuk NDHI dalam waktu dekat ini khususnya untuk mendukung IFX.

            Sepertinya Anda sangat tidak sabar dengan IFX dan ingin menggantinya dengan Gripen?
            Jika memang gripen saat ini (2017) jadi masuk ke Indonesia, kira-kira timeline TOT dan produksi Gripen Indonesia kapan? klo boleh saya tahu analisa Anda ?

          • keterlibatan Global ada di
            infoglobal. co.id/id/detailnews/94
            keterlibatan LEN, INTI dan 6 BUMN lain ada di NDHI yang sebentar lagi direlease.

            Sepertinya Bung GAruda tidak sabar dengan progress IFX dan akan mengganti dengan Gripen?

            JIKA tahun 2017 IFX diganti dengan Gripen, coba bagaimana analisa Bung Garuda mengenai timeline TOT dan Penyerahan Gripen untuk Indonesia ke depan ? saya pengen tahu nich time line nya ?

          • keterlibatan LEN, INTI dan 6 BUMN lain ada di NDHI yang sebentar lagi direlease.

            Sepertinya Bung Garuda tidak sabar dengan progress IFX dan akan mengganti dengan Gripen?

            JIKA tahun 2017 IFX diganti dengan Gripen, coba bagaimana analisa Bung Garuda mengenai timeline TOT dan Penyerahan Gripen untuk Indonesia ke depan ? saya pengen tahu nich time line nya ?

        • http://arcinc.id/2017/07/28/indonesia-kebagian-bikin-sayap-ekor-dan-pylon-kfx-ifx/

          Sorry bung saya orangnya kritiskus asal bkn politikus 😀

          • Tidak apa juga bikin segitu selaras share 20%.

            Sayap, ekor dan pylon untuk 200 pesawat ya tidak apa2. Nilai duitnya gede lho.

          • Ya ga apa2 bung,, selama pendapat anda masih masuk akal.. Yg kaya begini jd seru.. Biar ada pembeda di antara mayoritas..

            Jng kapok dimari dibilang sopir bus malam ya bung.. Kalo bisa jng mampir di blog sopir bus malam.. Cari referensi yg lain aja.. Nanti bisa jd alergi.. Xixixixixixixi

          • Coba Bung Garuda jangan hanya lihat profile PT. DI saja.
            Coba lihat Industri pendukungnya, seperti contoh :
            1. http://infoglobal.co.id/id/avionik
            2. cat anti radar PT. Sigma Utama/BATAN atau temuan sejenis mineral di Jatim atau temuan Antiradar dari Ban.
            3. PT. LEN , LAPAN dll

            Khusus utk link bung
            “http://arcinc.id/2017/07/28/indonesia-kebagian-bikin-sayap-ekor-dan-pylon-kfx-ifx/”

            nih Link tentang GRIPEN Brazil yang menjadi kebanggan Bung Garuda :
            “Regarding Gripen’s aerostructures plant, Saab confirmed that it will be
            built in São Bernardo do Campo, in Greater São Paulo. Called Saab
            Aeronautica Montagens (SAM), the facility will manage the supply chain
            and will produce subassemblies for both the production line in Sweden
            and in Brazil, such as the wings and front and rear fuselage of Gripen.”

            Anda kritis di satu sisi (IFX) , coba update kepada warjager, apa yang menjadi kemajuan Gripen Brazil saat ini ?

      • Ooiii ternyata salah gripik uhuks

      • Bkn bermaksud menonjolkan kekurangan PT.DI tapi kita tau kalo PT.DI tdk selengkap atau sekomplex dgn lockheed martin atau boeing dimana satu perusahaan ada pembuatan bagian airframe, avionik,mesin,dan perangkat elektronik, nah dari itu kekurangan PT.DI hanya bisa membuat body,sayap,dan ekor pesawat (airframe) di tutupi dgn keikut sertaan PT. LEN dan PT. INFO GLOBAL dlm proyek KFX/IFX yg akan menyerap bagian teknologi tinggi (avonik,radar,dll) sehingga kita bs memaksimalkan proyek KFX/IFX ini untuk suatu kelak indonesia memproduksi jet tempur yg benar2 “murni buatan anak bangsa”.

  2. semoga IFX lebih canggih drpd raptor maupun KFX amin amin amin.

  3. semoga IFX utk blok 3 lebih canggih drpd raptor maupun KFX amin amin amin.

  4. Maksudnya sistem senjata internal itu gimana ya.
    Mohon para master pencerahannya! 🙂

    • mungkin jadi seperti F-22 dimana senjata ditarUh didalam badan pesawat bukan seperti jet temput normal dimana rudalnya di cantelkan di luar badan pesawat dan dengan senjata di taruh di dalem maka akan mengurangi radar cross section dan membuat pesawat jadi lebih Siluman/Lebih sulit terdeteksi radar. CMIIW

  5. konfigurasi Blok I tanpa lapisan siluman dan tanpa kemampuan membawa senjata secara internal, akan dimiliki Indonesia. jd IFX non-siluman hadeuh

  6. “Pejabat Korea Selatan sebelumnya mengatakan bahwa, konfigurasi Blok I tanpa lapisan siluman dan tanpa kemampuan membawa senjata secara internal, akan dimiliki Indonesia. Korea Selatan akan memiliki pesawat Blok II, dengan lapisan siluman dan penyimpanan senjata internal”
    hmmmmm walaupun ngak terlalu siluman tapi lumayan lahhh dari pada sukhoi-35 yang entah kapan datangnya.

    • Body siluman dgn lapisan siluman berbeda, kalau body siluman? Memang dasarnya siluman tapi kalau lapisan siluman? body dasar yg dilapis siluman mungkin dgn cat campuran, kalau pespur FX itu mungkin menggunakan cat utk melapis body dasarnya mnjd silumam, itupun kalau jadi

      Hahhahaaaa

  7. Biasa nya klo ada berita kfx/ifx pasti ada bung tn..xixi

  8. Asem pesawat mbelgedhez ngabisin duit dg hasil pswt gen 4, ifx nanti harus dimodif bisa gotong brahmos, kasih mesinnya sukhoi

    • Dari program inilah nantinya Indonesia akan memiliki kemampuan membuat pesawat tempur.
      Berikutnya mampu membuat yang lebih canggih lagi tanpa harus joinan sama asing.
      Dan kelak LFX desain LAPAN pun bisa jadi akan berhasil diwujudkan.

    • Iya Bung Kasdut,
      Itulah yang sering ditangkap sepotong-sepotong mengenai IFX apalagi diperbandingkan versus Gripen?
      Perdebatan mengena payload dan range KFX/IFX sudah final, dimana Korea mau mengikuti persyaratan TNI AU dengan mengganti menjadi double engine.
      Kemampuan payload 7 ton dan combat radius 1400 KM jelas tidak akan bisa dipenuhi single engine seperti Gripen.
      Mengenai stealth atau tidak, memang dari awal Block 1 dinyatakan sebagai pespur 4.5.
      Block 2 ke lah atas akan menjadi inisiatif masing-masing negara untuk menjadi gen5.
      Beda dengan Pespur Gen4 yang ada saat ini untuk menjadi Gen5 dengan ciri-ciri IWB adalah mustahil. Sedangkan KFX/IFX sudah diproyeksikan kedepan memberikan ruang / space untuk IWB.
      Gripen sama sekali tidak menuju Gen5 dalam design nya, Sehingga ketika kita memakai dasar konsep desgin Gripen, maka kita akah terhenti pada Gen4.5 dan terpaksa merubah total dan mencari TOT lagi utk Gen5.

  9. nunggunya lama, bikinnya pesawat f16 dengan persi 2 mesin hadeuhh

  10. Sudah saatx SU-27/30/34/35 di museum kan karena sdh ketinggalan zaman, utk itu Sudah Saatx mengakuisi PAKFA / SU-57 di sertai dg T.o.T sebesar 65 % & membuat pespur gen 5 single engine dg role model PAKFA / SU-57

  11. kalo bentuk kerjasama yg fair harusnya kedua negara dpt memiliki type sejenis dan setara … tinggal diatur hak tiap pihak dpt kuantiti sesuai jumlah setoran modal.
    kalo tiap pihak dibedakan model blok 1 & blok 2 … artinya kerjasama tdk fair, sy ibaratkan bangun kilang minyak pake kerjasama modal … yg punya modal gede bisa dapet produk bensin … yg setor modal kecil cuman dpt solar !!!
    lebih baik kita mandiri … toh kita sdh bisa bikin sendiri N250 … apa bedanya dg pespur ???

    • Makanya turki keluar dari program KFX bung..

      • Tidak ada pembedaan blok. Yang ada adalah, Indonesia dengan share 20% hanya ikut pengembangan “Sampai Block 1”, dan tidak ikut terus pengembangan blok berikutnya. Dan itu memang sudah disadari PTDI dari awal.

        Makanya ada ribut2 Indonesia mau beli gripen padahal udah pilih su-35 untuk air superiority adalah karena untuk pengembangan setelah blok 1 Indonesia dan Korsel akan bangun pespur berikutnya sendiri-sendiri.

        • Lah kalau mau buat sendiri2 itu teknologi Daleman pespurnya Indonesia dapat darimana bung?

        • “karena untuk pengembangan setelah blok 1 Indonesia dan Korsel akan bangun pespur berikutnya sendiri-sendiri.”
          Justru poin pentingnya ini bung.. masalahnya ga ada yg sadar utk menyiapkan ini.. Komposisi TOT yg didapet buat indonesia sesuai share yg diberikan jg.. Xixixixixixixi

          Pondasinya ga disiapin secara serius.. Seolah2 dgn share yg dikasih, semuanya dapet sampe tetek bengeknya.. Xixixixixixixi
          Harusnya bisa belajar dimana korsel Melibatkan industri strategis dlm proyek KFX..

          Warga dimari udah keburu alergi gara2 sopir bus malam bikin blog.. Xixixixixixixi

          Kalo emang alergi,, ya beli obatnya yg lain.. Bikin joint production dgn pihak yg lebih berpengalaman.. Entah dgn leonardo, bae, airbus, atau sama pihak rusia(itu juga kalo mau) utk bagian pesawat yg dianggap perlu dan sesuai dgn kebutuhan indonesia.. Cuma yg jd masalahkan utk ifx blok 1 udah ditentuin sama korsel.. Kalo baru nyiapinnya setelah blok 1 selesai diproduksi baru ngembangin blok 2 ke gen 5 sih udah telat.. Sementara german-france dan rusia, amerika(mungkin menyusul) udah nyiapin pespur gen 6 ditahun 2030-2040..

          • Mestinya selagi kerjasama Jerman-Perancis masih dalam bentuk embrio, RI ikutan tawarin share…20% lagi tak apa.

            Xixixixixixi

          • Ya memang kenyataan kalau selama ini yg mengharapkan IFX gagal itu penggemar gripen sih…

          • @bung Tn
            Wah kalau gitu indonesia musti ambil Rafale dong yah xixixi… Say no to gripik :v

      • koreksi Bung Welleh,

        KOREA yang tidak mau Turki bergabung karena Turki meminta 50:50.
        Dan Anehnya Indonesia dengan porsi 20, bisa mempengaruhi keputusan design KFX menjadi sesuaid engan requirement TNI AU.

    • Ehem.

      Meski tidak siluman tetapi :

      Jangkauan IFX lebih jauh.
      Amunisi lebih banyak diangkut.

      Jadi dengan 20% bersyukurlah dengan apa yang sudah didapat.

      N250 kecepatan maksimum 610 km/jam.
      IFX kecepatan maksimum 1,9 mach = 1234,8 x 1,9 = 2346,12 km/jam.

      Jadi beda khan ?
      Itu baru satu perbedaan saja… Banyak yg lain yg beda.

      • N250 & KFX logika engine nya sama saja bung … buat angkat pswt spy bisa terbang … tinggal upgrade tekno bongkar pasang engine baling² jadi jet engine, tinggal develop … kalo duit ada, gak terlalu sulit koq … tinggal kumpulkan engineer DI, TNI AU, ITB, dsb

        • Beda bung,

          Struktur N250 tidak sama dengan struktur IFX, baik rangka, body, sayap, daya angkat dll.

          N250 tak sanggup menahan gaya 9G.

          N250 jika diganti mesinnya dengan mesin jet bakal mrithili satu per satu bodynya sebab tak kuat menahan tekanan udara pada kecepatan 1,9 mach.

          Singkat kata :
          N250 itu BEDA BANGET dengan IFX.

          Ibaratnya pos ronda itu BEDA BANGET dengan gedung tinggi berlantai 100.

          • ya jelas beda bung, sy hanya pake logika … kemampuan engineer kita sdh bisa bikin body pswt yg bisa terbang, tinggal skrg bikin struktur body yg mampu penuhi semua parameter pespur, memang tdk mudah tapi hrs yakin bisa.

          • @den bdg, kalau ilmu aja sulit bisa bung, kayak pelatih lari ku yg pertama dulu, harus yakin bakal menang dan ternyata tdk pernah menang
            huehuehue

          • @den bdg

            “….memang tdk mudah tapi hrs yakin bisa.”

            Saya pun yakin Indonesia bisa, kalo memang bertekad bikin pespur sendiri. Namun penyelesaiannya pasti akan jauh lebih lama jika dibandingkan dengan join bareng negara lain.
            Dengan join sama Korsel, mungkin tahun 2026 pesawatnya sudah siap produksi massal.
            Jika mencoba membuat sendiri, mungkin sampai tahun 2034 pun belum tentu pesawatnya sudah siap, sedangkan saat itu negara lain sudah jauh lebih maju. Makin sulit dah ngejarnya.

          • @den bdg membandingkan pesawat angkut propeller dg fighter jet? kita udah bisa bikin bemo tinggal ganti bodi dan pasang mesin v8 dan hoopla jadilah odong2 wkwkwkwk gak usah pake logika, krn logika anda gak bakalan nyampe wkwkwkwk

        • Materialnya sama, dari rangka sampai bodynya dgn pesawat angkut turbopan, kalaupun ada yg berbeda itu mungkin khusus,
          paling totnya yg lain mungkin service

          Hahhahaaaa

    • Memang dari awal kesepakatan IFX adalah Block 1.
      IWB dan cat stealth anti radar diserahkan ke masing-masing negara (block 2).

      Indonesia mempunyai kepentingan lain di Block 2, salah satunya :
      1. datalink akan memakai produksi sendiri yang terkoneksi dengan Sukhoi dan radar dalam negeri.
      2. bisa memakai rudal baik dari F16 maupun dari Sukhoi
      3. mengintegrasikan dengan Network centric berbasis satelit militer tahun 2022
      dll

      Dan TOT versi Korea ini lah yang bisa menjamin pengembangan sendiri Block 2 dst.
      Bandingkan pembelian ke BARAT yang sangat ketat jika kita akan melakukan modifikasi harus memerlukan ijin produsen terlebih dahulu.

      • Apakah kita dapat TOT radar jg Avioniknya bung? Atau sdh bs dibuat dlm negri oleh PT.LEN, PT.Indoglogal dan BUMN strategis lainnya?

        • Radar dan avionik hanya merakit bukan produksi.
          Nah Block 2 baru akan berbeda arah pengembanganya.
          Kenapa AEW&C Indonesia belum memilih, karena mempertimbangkan interoperabilitas aspek-aspeknya :
          1. satelit militer 2019 akan dioperasikan
          2. su35 direncanakan sudah mulai dioperasikan
          3. avionik/radar KFX/IFX + F16
          Ini PR sebenarnya “interoperasibilitas” , jalan paling benar yaa riset mandiri setelah 3 komponen diatas telah hadir, mencontoh keberhasilan India (dibantu Prancis dan Wahyudi)

  12. Soal jumlah, kemarin kataku adalah 80 unit IFX.

    bagian artikel ini tidak sebut jumlah ifx tapi di

    https://www.flightglobal.com/news/articles/adex-kf-x-advances-as-detailed-design-beckons-442176/

    Di bagian akhir tertulis 80 unit IFX.

    Tak apa non stealth sebab pespur kita juga non stealth semua.

    Yang menarik adalah mesinnya yaitu GE 414.

    Gripen E / NG juga pakai GE 414.

    IFX mesinnya double, alias kemampuan angkut senjata satu minimal setengah kali Gripen E.

    Semoga saja ada TOT Meteor dan Taurus.

    • berdoa aja kita pilih griffindor utk 3 ska kohanudnas 🙂

      • Baik Gripen maupun Viper saya suka.

        Tapi untuk 3 skuadron (50 unit) Lockheed Martin /LM tawarin Viper dengan iming2 35% offset F16 plus 25% offset produk LM lainnya plus TOT JDAM gimana, apa nggak bikin ngiler ?

        Sementara kita butuh offset untuk produk2 LM seperti F16 dan Hercules.

        Kalau saya sih yakin RI butuh minimal 144 unit single engine, jadi jika target 80 F16 dipenuhi masih ada sisa 144 – 80 = 64 yang lain.

        Jika dari 64 unit ini, 28 unit di antaranya diisi FA-50 maka masih tersisa 64 – 28 = 36 unit yang bisa diisi oleh Gripen.

        Apakah prediksi ini bakal jadi kenyataan ?

        Hanya waktu yang akan menjawab.

    • dr berita Aviationweek katanya dapat gotongan AAM meteor dan IRIS-T…. ini klo bener bkl dpt juga Taurus…ibarat bagi TNI AU spt sebuah loncatan tehnologi dpt mainan stealth ASM….tp 500 km nya itu yg bikin ragu2 kita bkl dpt…mgkn ga dpt brgnya tp dpt tehnologinya juga gpp..

  13. Tez

  14. Soal jumlah, kemarin kataku adalah 80 unit IFX.

    bagian artikel ini tidak sebut jumlah ifx tapi di
    berita flightglobal ada disebut di bagian akhir tertulis 80 unit IFX.

    Tak apa non stealth sebab pespur kita juga non stealth semua.

    Yang menarik adalah mesinnya yaitu GE 414.

    Gripen E / NG juga pakai GE 414.

    IFX mesinnya double, alias kemampuan angkut senjata satu minimal setengah kali Gripen E.

    Semoga saja ada TOT Meteor dan Taurus.

    Xixixixi

  15. TIDAK APA APA MESKI MILIK KITA TIDAK TERDAPAT SILUMAN DAN INTERNAL.WEAPON. TOH KITA JUGA MASIH BARU DALAM MENGENAL TEKNOLOGI JET TEMPUR. TIDAK MUNGKIN TIBA TIBA KITA MENDAPAT JET SEKELAS RAPTOR LAGI PULA KORSEL JUGA BERUSAHA SENDIRI DALAM MENCARI SUMBER TEKNOLOGI PESAWAT INI TERUTAMA DARI AMERIKA DAN PEMBIAYAAN MEREKA YANG LEBIH BESAR SEHINGGA MEREKA BISA SAJA MEMBUAT KELAS TERBAIK. MUNGKIN SAJA SETELAH INI DI MASA DEPAN ADA LAGI PROYEK LANJUTAN SEPERTI IFX F-2 ATAU IF-X 2 DARI HASIL IFX SEKARANG INI. MESKI TEKNOLOGI NYA TIDAK 100% DARI KITA SAYA KIRA MASIH CUKUP BAGUS KETIMBANG TIDAK SAMA SEKALI

  16. Komen saya kok ilang ?

  17. Yg jelas pesawat ini lebih bagus dari f16 apalagi dgn gripen, ifx jauh didepan dan gripen jauh ketinggalan … Huehuehue

    Bangga jadi orang Indonesia, kalau orang Indonesia palsu sih cuma bikin ngribetin mulu mah 😀

  18. iyah bangga aku juga sama kita jdi bisa bikin karoseri pesawat tempur

  19. waah mantap, kita jdi bisa bikin karoseri pesawat tempur f16 dan grifen persi 2 mesin mungkin sprti f5 tiger

    • kenapa nyinyir? ada brpa sih negara2 di dunia ini yg bisa karoseri fighter jet? coba hitung. kemudian bandingkan resource yg kita.miliki dlm hal sdm, penguasaan teknologi dan permodalan, lalu lihat lg di mana posisi kita. ?

    • IFX ITU PENCAPAIAN YANG SUDAH CUKUP BAGUS DAN BISA DI TINGKATKAN LAGI .DI DUNIA INI PEMBUAT FIGHTER MASIH SEDIKIT DAN DI ASEAN CUMAN KITA YANG PUNYA DAN DESAIN IFX CUKUP BAGUS DAN BISA DIJADIKAN SEMI SILUMAN . KALAU ANDA INGIN MELIHAT TEKNOLOGI F-5 DI DUNIA INI NOH AMBIL AJA SI SULFUR

  20. yg pertama blum selesai ngetik ko udah terkrim

  21. gak. kuncinya penyederhanaan spesies. 2034 kita cm punya 2 jenis: su-57 utk hi, ifx utk med sekaligus workhorse. klo mau ada low bisa pake viper ?

  22. Komenan di atas pada suka nyebutin siluman-siluman.di datengin siluman beneran baru tau rasa lho2 pade xixixixi

  23. Blok I untuk indonesia 80 pesawat, AESA, rudal meteor, rudal taurus, range lebih panjang dari KFX, mesin double GE 414 tidak ada cat siluman, tidak pake IWB.
    Blok I untuk korea tidak dijelaskan, kesannya cuma bikin blok 1 untuk Indonesia, sementara korsel langsung loncat ke blok II dengan cat siluman dan IWB.

    Keikutsertaan Indonesia 20% memang sampai blok I saja. Itu sudah disepakati. Memang kita maunya sampai dual engine, tangki bbm tambahan biar jauh, bonus AESA radar. Ini aja sdh peningkatan teknologi radar pespur kita signifikan.

    Skuadron siluman bakal diisi oleh su 35 sementara nunggu pakfa.

    Rencana besar tidak boleh diumbar semuanya. Dipecah pecah dulu ke publik. Rencana pertama ifx, mungkin stealthnya nanti kerjasama dengan turki atau swedia, atau malah produksi sukhoi hibrid di indonesia

  24. Ifx pakai blok 1? Yah sama aja dong bukan pesawat siluman,buat apa2 buang2 uang yang cuma ngerakit pesawat aja. Mending kerjasama Ama Saab atau Sukhoi deh.

    • Eeeeallaaaahh

      Hahhahaaaa

    • Tidak dibuat siluman sebab RI yang mau tidak siluman.

      Syarat pesawat stealth ada IWB / internal weapon bay (cekungan di bawah body untuk menaruh senjata dan bisa dibuka tutup).

      RI maunya IFX punya jarak jangkau yang lebih jauh sehingga IWB dikorbankan untuk tempat menyimpan bahan bakar internal agar IFX bisa menempuh jarak yang lebih jauh dari KFX.

  25. Komenku kok ilang tak terdeteksi !

  26. Untuk versi stealth,RI gk akan dpt,karena pasti ditentang Asu.Sekutu Asu sekeliling negeri ini akan terancam. T50 pakfa lbh realistis.

  27. blok 1 tanpa internal weapon dan lapisan siluman hanya pada indonesia? kenapa tdk bisa pake blok 2 ? apakah itu karena korsel tidak mau tersaing produksi oleh indonesia atau korsel diingatkan amerika?

    • Karena share hanya 20% saja jadi pasrah terima apa adanya. Yang penting dapat TOT bikin pespur.

      Kecuali kalau share 50% bargaining power (daya tawar) jadi lebih kuat.

  28. kasihan Indonesia gak dapat yg versi bagus:
    konfigurasi Blok I tanpa lapisan siluman dan tanpa kemampuan membawa senjata secara internal, akan dimiliki Indonesia. Korea Selatan akan memiliki pesawat Blok II, dengan lapisan siluman dan penyimpanan senjata internal (weapon bay).

    • cat anti radar sudah dikembangkan di RI (silakan lihat komentar bung Senopati).

      Tempat internal weapon bay diganti dengan tambahan tangki internal bbm.

      Jarak jangkau IFX lebih jauh dari KFX. Itu permintaan RI sendiri.

      Jadi tak usah dikeluhkan.

      Perjanjian RI – Korsel hanya sampai blok 1.

      Blok 2 dikembangkan masing2 negara secara terpisah sehingga blok 2 IFX akan berbeda dengan blok 2 KFX.

  29. sing penting indonesia dah dpt licensi Ifx dari US,.smpe situ aja sya dah bangga lho, lha wong itu tuh licensi pespur, bukan licensi bikin donut, bsa diitung pake jari d dunia negara yg punya licensi kya begitu, mantap ga tu

  30. Ini lho asli pesawat siluman dan masih dlm penelitian uji coba, blm ready masuk barisan pertahanan negara2 di dunia.

    Yg sabar nunggu waktunya ready bro

    https://www.walldevil.com/wallpapers/a63/thumb/field-wallpapers-country-hokkaido-nature-japan-wuxga-landscape-furano–.jpg

  31. Mungkin sedikit mengambil resep dari Aa Gym terkait pespur kita gak pa2 ” mulai lah dari yang terkecil dan mulai dari sekarang”…hehehe

  32. 3-comment ku kena mode stealth, tak terdeteksi radar hilang entah kmana

    • IFX lebih baik pakai F100-GE krn bisa dispare sama F-16 ID….

      Saya memahami kegalauan bung WI, dan saya memahami kalau sampai mesin GE 414 juga dipakai di IFX maka akan semakin mendekatkan Gripen NG sebagai pengguna mesin ini ke Indonesia…
      Kondisi ini bakalan mengancam pengadaan F-16V dan mungkin untuk keberadaan F-16 secara keseluruhan di Indonesia..
      Pendapat saya pribadi sih… karena jujur meskipun F-16 itu sangat rentan kena embargo tetapi lebih memiliki pengalaman perang daripada Gripen

      • mbah salah kamar… maaf

      • F-100 juga dipasang di F-14 dan F-15,,,dan satu mesin saja menghasilkan dry thrust yg besar yg dipasang di F-16, berbeda dengan GE414 yg dipasang di F-18, Gripen dan Tejas.

        GE414 memang cocok untuk pesawat stealth dan memakai IWB, saya rasa KFX akan memakai GE414.
        Sedangkan IFX akan memakai F100/F110 karena untuk blok 1 masih dikejar untuk menghasilkan pesawat tempur front line.

        NB : Tejas juga semi stealth, dan tidak memasang canard depan, jika Tejas memasang canard depan maka RCS semakin besar.
        Canard depan memang bagus untuk manuver sehingga nanti IFX akan memakai mesin F100 dan Canard depan.

        • Tapi kalau KF-X menggunakan GE414 apakah IFX bisa menggunakan F100?? jika platfomnya sama masak bisa menggunakan mesin dari jenis yang berbeda???
          Tetapi ini serius looo bung WI, bisa mempengaruhi pengadaan pespur kedepanya looo terutama pilihan antara F-16 atau Gripen NG…
          Dari pilot project nya yang masih berkutat pada prototype, kemungkinan tahun 2025 atau bahkan lebih baru masuk layanan produksi, dan pada masa itu mungkin akan bersamaan dengan kebutuhan mengganti generasi F-16 yang sudah menua

        • Jadi menurut Bung apakah “Tejas” pantas dimiliki untuk memperkuat AU kita?

  33. Kesimpulan seluruh komen cuman Debat antara Jemaah Nasionalis (IFX) vs Jemaah Gripikiyah.
    tapi, Jemaah jika Jemaah Gripikiyah sudah mencela2 dan merehkan hasil Produk Bangsa, maka secara tidak langsung dia Meragukan kemampuan Indonesia membuat Pespur, dan secara tidak langsung juga otomatis ragu kalo Indonesia bisa pula TOT Gripikiyah yang di kata2 bisa kalahkan F22 & F35 wkwkwkwkwkw…

 Leave a Reply