Aug 112017
 

Destroyer Amerika Serikat USS John S. McCain, saat berpatroli di Laut China Selatan, 22/1/2017 (US DoD / Navy Petty Officer 3rd Class James Vazquez)

Satu destroyer Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melakukan “operasi kebebasan bernavigasi” pada hari Kamis, 10/8/2017 dalam jarak 12 mil laut dari sebuah pulau buatan yang dibangun oleh China di Laut Cina Selatan, kata perwira A.S. kepada Reuters.

Operasi ini dilakukan saat pemerintahan Presiden Donald Trump mencari kerja sama China dalam menangani program rudal dan nuklir Korea Utara dan dapat mempersulit upaya untuk mendapatkan sikap yang sama.

Pejabat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa USS John S. McCain melakukan perjalanan dekat dengan Mischief Reef di Kepulauan Spratly, di antara serangkaian pulau kecil dan terumbu karang. Cina memiliki sengketa teritorial dengan tetangganya di atas wilayah tersebut.

Itu adalah “kebebasan operasi bernavigasi” ketiga atau “fonop” yang dilakukan selama masa kepresidenan Trump. Baik kementerian pertahanan China maupun kementerian luar negerinya, belum menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

Operasi tersebut merupakan upaya terakhir untuk melawan apa yang Washington lihat sebagai usaha Beijing untuk membatasi kebebasan navigasi di perairan strategis, dan datang saat Trump mencari kerja sama China untuk mengendalikan Korea Utara.

Ketegangan meningkat baru-baru ini setelah Korea Utara melakukan dua uji coba nuklir tahun lalu dan dua tes ICBM bulan lalu, memicu sanksi PBB yang membuat marah Pyongyang yang mengancam untuk mengajarkan Amerika Serikat sebuah pelajaran berat.

Trump pada gilirannya menanggapi dengan peringatan bahwa Korea Utara akan menghadapi “api dan kemarahan” jika selanjutnya mengancam Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengeluarkan peringatan keras ke Korea Utara pada hari Rabu, mengatakan kepada Pyongyang bahwa mereka harus menghentikan tindakan yang akan mengarah pada “akhir dari rezimnya dan penghancuran rakyatnya.”

Amerika Serikat telah mengkritik pembangunan pulau-pulau di China dan membangun fasilitas militer di laut, dan khawatir mereka dapat digunakan untuk membatasi pergerakan bahari yang bebas.

Militer AS telah lama memiliki posisi operasi merka dilakukan di seluruh dunia, termasuk di wilayah yang diklaim oleh sekutu, dan hal itu terpisah dari pertimbangan politik.

Administrasi Trump telah bersumpah untuk melakukan operasi Laut Cina Selatan yang lebih kuat.

Pada bulan Juli, sebuah kapal perang Amerika berlayar di dekat sebuah pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan yang diklaim oleh China, Taiwan, Vietnam.

Para ahli dan pejabat telah mengkritik Presiden Barack Obama karena berpotensi memperkuat klaim China dengan berpegang pada “innocent passage”, di mana kapal perang secara efektif mengenali laut teritorial dengan menyeberanginya dengan cepat tanpa henti.

Klaim China di Laut Cina Selatan, yang dilintasi sekitar $ 5 triliun nilai perdagangan lewat pengiriman kapal per tahun, diperebutkan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Reuters.

  18 Responses to “Destroyer Amerika Tantang Klaim China di Laut China Selatan”

  1. ente enak tinggal di washington dc ato di new york, lah ane menetap di guam dr ane kecil, bayangkan coba jika kim bener2 nekad luncurin rudal nuke nya ke guam, ane dan kawan bisa2 hancur berkeping2, jd sebelum membalas ancaman korut, mnok ya ente liat dan baca2 dulu ttg peta dunia.,.begitulah kira2 rakyat guam memaki2 presidennya..si trump…
    note : ane (rakyat Guam)
    ente ( Trump)

  2. Sudah selayaknya negara merdeka bebas membuat rudal.

    walau itu rudal nuklir…..

    sedangkan si amer sendiri menimbun ribuan nuklir buat keperluan MENDIKTE NEGARA LEMAH.

    ini yang di sebut AROGAN.

    sedangkan negara yang tidak di akui negara negaralain saja menyimpan ratusan nuklir si amer diam diam dan melindungi tanpa ada yang berani berkoar koar.

    selayaknya negara kita kalau mau di segani juga harus punya rudal nuklir kalau perlu.

  3. SEMANGAAAAT mana Semangatnya

  4. Destroyernya besar amat ya…..

  5. Sebenarnya Destroyer itu hanya pancingan saja, untuk mengalihkan perhatian. Padahal AS diam-diam besama Asutralia melakukan operasi udara dengan Pesawat intai Poseidon

  6. bukannya korut negara yg tertutup oleh media asing..
    kenapa beritanya korut mondar mandir di kawasan ini.. dapat data dari mana..
    apa mungkin ini memang karangan media untuk memanaskan kawasan…

  7. bebas bisa membuat apa saja yg terutama bisa membuat rudal bentuknya mirip bakso dan jjka meledak bukan nuklir tp yg keluar pentol bakso….xixi

  8. iya deh, lumayan kuah bakso pake dinasi anget, enak jg kok, xixi

  9. O.T.
    omong thok, kesuwen wkwk

  10. Jika korut diserang AS Cs. Maka china rusia gak bakal tinggal diam, minimal ngomel ngomel..maki maki..terus tombol rudal..buyaaarrrr

  11. Amerika cuma pinter nggegayaaaa …
    Colek tukang hp asah haha

  12. Tentara amerika latihannya main video game doank, mau apa lagi perang cuma tekan tombol..kalo mati ditembak maunya restart hidup lagi.

 Leave a Reply