Jun 192017
 

Destroyer Hobart (photo : Jane’s 360)

Seiring dengan mulai bergabungnya destroyer Hobart pertamanya, Australia kini sudah masuk ke dalam klub negara yang memiliki armada kapal perang dengan teknologi Aegis bersama Jepang, Spanyol, Norwegia, Republik Korea dan Amerika Serikat.

Destroyer Hobart merupakan kapal perang yang ke-107 bersama dengan kapal perang enam negara Sekutu lainnya yang memiliki kemampuan Aegis.

The Aegis Weapon System adalah sistem kontrol senjata terpusat, otomatis, dengan sistem kontrol dan komando yang dirancang sebagai sistem manajemen tempur total dari mulai deteksi, melacak, dan memandu rudal atau beberapa sistem persenjataan lainnya untuk menghancurkan target.

Aegis terdiri dari komponen senjata reaksi cepat berkemampuan anti pesawat (anti aircraft warfare), senjata pertahanan jarak dekat seperti CIWS Phalanx dan sistem peluncur rudal vertikal Mk 41 VL yang mampu meluncurkan rudal SM-2 dan SM-3, rudal Tomahawk dan rudal anti kapal selam.

Australia membangun destroyer Hobart di bawah program SEA 4000, tiga destroyer canggih multi-misi akan dibangun hingga akhir tahun 2019. Destroyer pertama dilengkapi dengan Sistem Senjata Aegis buatan Lockheed Martin, yang mengintegrasikan perangkat teknologi hardware dan software open architecture ke dalam sistem tempur.

Destroyer kedua dengan kemampuan Aegis, Brisbane terus dalam pembangunannya. Sebuah tim insinyur dan teknisi dari Lockheed Martin juga telah menyelesaikan pemasangan program komputer Aegis di atas kapal perusak Brisbane.

  19 Responses to “Destroyer Hobart Jadikan Australia Masuk Klub Elite Kapal Perang AEGIS”

  1. Terus kita pakai apa nih buat nandingin hobart class kan katanya australi masuk dalam potential anemy.

    • Minimal Untuk Menembus Kemampuan AAW Milik Hobart class Yg Punya 48 Tabung VLS Harus Pake Rudal Supersonik Yg Bisa Sea Skiming… Oleh Karena Itu Saya Mengajukan Grigorovich Class Di Tender Pendadaan 2 Unit Fregat Pengganti Van Speijk Class Yg Udah Tua…

      • Berhubung negara saya tak punya banyak uang, bagaimana kalau beli rudalnya saja? Meluncurkan rudal supersonik tak harus beli sepaket dengan fregatnya kan? Bukankah kita teman? Hahahahahhaaaa
        Justkidding bung jimmy

        • Ya Boleh Sih Bung Tapi Sekalian Harus Beli VLS Nya… Tapi Jangan Salahkan Saya Jika Itu Rudal Nyasar Jika CMS Nya Gk Terintegrasi Dgn Rudalnya….

    • pake bbrp rudal Yakhont ama Excocet Blok3 si sobat eh hobart psti tenggelem, bung…

  2. Masih mau blg indonesia kaya???

    • Australia tergabung dlm klub elit kapal perang aegis, namun Indonesia tergabung dlm “klub elit kapal latih layar”. Entah apa perbandingan kapal perang aegis dg kapal latih layar, pokoke sama-sama merasa elit lah ..

      Bagaimana kabar KRI Dewa Ruci kini, kapan adiknya menyusul mengarungi samodra luas dan perairan Nusantara?

  3. mungkin PKR-12520 SIGMA, memungkinkan untuk dipasang sistem AEGIS, dan VLS Mk.41.
    Mungkin gak sesangar Arleighburke class, yang 96. Mungkin untuk TNI 32 cukup. di tambah AShM Exocet / C805 / Yakhont bisa juga jenis SSM macam tomahawk (Kalo Boleh).
    Depan bisa pasang otobreda 127 mm, ciws depan belakang oerlikon. untuk tengah serahkan ke phalanx ciws. secondari weapon bisa pake bushmaster atau denel

    • Setau saya Aegis ini sistem atau semirip teknologi Software gitu yg memang sistemnya bekerja sendiri dan siap disegala waktu jadi istilahnya tinggal si Kaptennya menentukan, nah di kapal kita yg belum Aegis ini ya ada jeda waktu saat Pemantau Radar melaporkan ke atasan lalu tukang Peluncur bersiap dan barulah Kapten memilih (Ada timing lebih lama).
      Nah dlm perang semua tau siapa yg duluan menyerang maka dialah kemungkinan besar menang apalagi teknologi Aegis ini bisa meluncurkan seluruh rudal secara otomatis jd kalau ada 10 tabung peluncur dia bisa meluncurkan ke-10nya secara bersamaan..

      Siapa sanggup tahan? Sedangkan kapal kita butuh jeda waktu, dan jikapun kapal kita meluncurkan rudal menghadang rudal2 tsb itupun tak 100% work succes, krn kita tau rudal manapun kalau diuji perang ya ada yg gagal, ada kemungkinan lolos dari kesepuluh rudal tsb bisa 1-2 rudal lolos kenalah kapal kita..
      Nah saya sarankan kalau memang mau menandingi kehebatan aegis ini ya belilah rudal supersonik yg kecepatannya lbh cepat dr rudal yg ada di kapal hobart ini.
      Atau satu saran lagi beli saja SU-27 sejenis milik Rusia yg mampu mematikan sistem Aegis USS Donald Cock kmren itu, sampai2 awak kapalnya USA tsb mengundurkan diri loh hahahahahhahaaa
      Imho, kalau salah di ralat :Peace:

  4. Kita akan hadapi dengan heavy fregat Iver hasiil ToT dengan Denmark..(kl jadi). Indonesia kaya raya bung. Kita semua tahu itu! Tinggal policy presiden/pemerintah/DPR mau bgmna arah APBN kita. Dana DAU + DAK yg buat APBD kab2 dan prop kl mau diefesiensi 10% sj..(toh itu jg yg akhirnya buat bancakan pejabat2 daerah) bisa disave akn terkumpul sktar 15 triliun. Sy rasa itu cukup untuk skedar pengadaan 2 atau 3 Destro. Bayangkan kl efesiensi anggaran trsbt bs dilakukan setiap tahun. Wah.. tiap tahun kita bisa tambah satu skuadron pespur/destro/ks/Sam dll.

  5. Satelit dan radar saja dulu di maksimalkan pengadaannya…
    siapkan infrastrukturnya..

    jamin keberlangsungan kasel dan rudal darat ke permukaan…

    sisanya sesuaikan dengan MEF.

    • Setuju, ingat target yaitu MEF.
      Jgn bernafsu bersaing langsung ingin Destro ya dana jd ga efisien alias “gado2”, jadi dana kalau dibeli Destro skrg ya sama saja itu tak sejalan dgn pembelian paket MEF sebelumnya,
      Contoh pembelian 1 Destroyer digunakan skrg dana tsb harusnya sanggup dibelikan korvet sigma 2-3 unit yg sangat dibutuhkan di kawasan yg belum dijaga KRI sama sekali atau kurang misalnya.
      Jd kalau beli destro 1-2 ekor buat apa? Mending penuhi dulu yg Minimal2 barulah beranjak ke Medium.
      Bicara Blue Water Navy masih jauh lah hehee

  6. tenang masalah laut selatan bisa di atasi nyi ratu kidul, sekali gibas tenggelam tu si hobart aigis gk bakal bisa diteksi nyi ratu kidul,, hheee..

  7. maksudnya nyi roro kidul, bung..? :salahkamar

 Leave a Reply