Destroyer Jepang JS Akebono Kunjungi Jakarta

JakartaGreater   –  Komandan Lantamal III Brigjend TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P. menyambut kedatangan tamu kehormatan kapal perang Destroyer JS Akebono DD-108 dari Angkatan Laut Beladiri Jepang di dermaga Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 12-4-2021, dirilis Dispen Lantamal III.

Kapal Perang Jepang JS Akebono (DD-108) dengan Komandan Kapal Commander Kobayashi Seitaro merupakan Murasame class Destroyer yang dibuat di IHI Corporation Tokyo yang diresmikan tahun 2000. kapal ini berdimensi panjang 151m lebar 17,4 m, draft 5,2 m, dan bobot 4.550 tons standard, 6200 tons full load, yang memiliki kecepatan maks 30 knots serta memiliki sensor dan persenjataan modern.

Dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan Covid 19 Danlantamal III memberikan sambutan sebagai ucapan selamat datang yang diteruskan dengan sambutan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji.

Destroyer Jepang JS Akebono Kunjungi Jakarta

Turut hadir dalam acara ini diantaranya Asintel Danlantamal III, Asops Danlantamal III, Dansatrol Lantamal III, Danpomal Lantamal III, Kadissyahal Lantamal III, Danyonmarhanlan III Jakarta, Kadisminpers Lantamal III, Dantim Intel Lantamal III, dan Athan Jepang Kapten Hidenori Mizuno.

Destroyer Jepang JS Akebono Kunjungi Jakarta

Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III Jakarta ikut melaksanakan sterilisasi area dermaga dan memperkuat pengamanan Kapal Perang Angkatan Laut Negara Jepang (JS Akebono DD-108 Class Destroyer) dalam rangka kunjungan Kenegaraan di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Persenjataan JS Akebono

Kapal destroyer Kelas Murasame ini dipersenjatai dengan Mk48 VLS (sistem peluncuran vertikal) yang menembakkan rudal permukaan ke udara Sea Sparrow dan Evolved Sea Sparrow. Mk41 VLS yang dipasang di bawah dek dapat menembakkan RUM-139 VL ASROC (roket anti-kapal selam).

Konfigurasi asli dari dua modul VLS di setiap kapal diganti dengan empat modul yang masing-masing terdiri dari delapan sel. Rudal kapal-ke-kapal SSM-1B buatan Jepang menyerang target dalam jarak 150km-200km.

Kanon utama yang dipasang di depan adalah Oto Melara 3 (sekarang Oto Breda) 76mm, kaliber 62, senapan cepat.

dok. JS Akebono -(U.S. Marine Corps photo by Lance Cpl. Brendan Mullin)

Kanon dapat menembakkan 120 peluru per menit pada jarak 30km.

Dua Mark 15 20mm Phalanx CIWS (sistem senjata jarak dekat), satu dipasang di bagian depan bridge dan yang lainnya di atas hanggar helikopter, digunakan untuk pertahanan titik terhadap rudal anti-kapal yang masuk dan pesawat terbang rendah.

Enam tabung torpedo 324mm Tipe 68 dikonfigurasi dalam dua tiga kali lipat. Tabung tersebut dapat meluncurkan torpedo anti-kapal selam Mk46 Mod 5. Mk46 Mod 5 dapat menyerang kapal selam di kedalaman air 365m dalam jarak 11 km.

Tinggalkan komentar