Aug 092017
 

Destroyes Hobart class, Australia (Navy.gov.au)

Setelah dua bulan dikirim secara resmi ke kementerian pertahanan Australia di Adelaide, kapal perang destroyer Royal Australian Navy, Hobart class telah berlayar ke lokasi komisioningnya (active service) di Sydney.

Menurut The Advertiser, HMAS Hobart akan dikukuhkan dalam sebuah upacara di Sydney pada tanggal 23 September 2017.

Destroyer HMAS Hobart dikirim ke pemerintah setelah menyelesaikan uji coba pada bulan Maret tahun ini.

Pembuatan destroyer Hobart dimulai pada bulan Januari 2010 dengan penyatuan badan kapal pada bulan Maret 2014, peluncuran resmi pada bulan Mei 2015 dan uji coba laut dilakukan bulan September 2016.

Uji coba layanan lautnya melibatkan interaksi yang erat dengan berbagai pesawat tempur, kapal permukaan dan helikopter, serta platform sipil lainnya dalam berbagai skenario simulasi.

Destroyer Hobart yang panjangnya 146,7 meter dan bobot penuh 7000 ton ini, memiliki kecepatan tertinggi 28 knot (52km/jam), daya jelajah 9260 km dan ruang untuk 200 kru kapal.

Kapal perang spesialis pertahanan udara (Air Warfare) ini membawa berbagai jenis senjata, alat deteksi dan sistem pertarungan senjata elektronik, yang mencakup : Aegis threat tracking system, SpQ Horizon Search Radar, 48 sel rudal peluncuran vertikal, senjata 5″ untuk operasi pesisir dan 2×4 peluncur senjata anti-kapal permukaan, HARPOON.

Destroyer ini juga telah dilengkapi dengan kemampuan senjata anti-permukaan, anti-kapal selam dan kemampuan naval gunfire.

Kapal ini memiliki kemampuan : Air Defence, Surface Warfare, Surveillance dan Undersea Warfare.

Destroyer Next Generation ini adalah bagian kolaborasi senilai $ 8 miliar antara ASC, Raytheon Australia dan Kementerian Pertahanan Ausralia. Kapal ini dibangun di Techport Australia, sekitar 15 km barat laut Adelaide, dirilis Navaltoday.com, 7/8/2017.

Persenjataan
Missiles
  • Mk 41 Vertical Launch System (48 VLS Cells)
  • RIM-66 Standard 2 missile
  • Advanced Harpoon via 2 x quad launchers
Guns Mk 45 5” 62 Calibre Gun
Torpedoes MU90 torpedo
Other Armament
  • 2 x 25mm M242 Bushmaster on Typhoon mounts
  • 1 x Phalanx CIWS
Physical Countermeasures NULKA Active Missile Decoy system
Radars
  • AN/SPY-1D (V) Phased Array Radar
  • Horizon Search Radar
Sonars Integrated Sonar System incorporating a Hull Mounted and towed array sonar
Combat Data Systems Aegis (Baseline 7.1)
Helicopters 1 x MH-60R Seahawk

  8 Responses to “Destroyer Next-Gen Australia, Operasional September 2017”

  1. Waduh… tetangga utara pasti mulai meriang nih…. xixi….

  2. Atau jangan2 malah ga perduli…… Aegis… Aegis opo…. xixi…

  3. Indonesia kapan ya mengkloning the next KRI Irian ?

  4. indonesia darurat 1000 KCR Yakhont saya ulangi sekali lagi 1000 KCR Yakhont

  5. nah loh..australia sdh adadestro ..indonesia kapan??? utk imbangi destro australi indonesia wajib mngakusisi destro rusia..

  6. jenis AAW ya..?? berarti seperti iver huitfield.

  7. Itu disalvo 4 Yakhont juga dah kelar.

  8. itu kala kena ombak sudah tenggelem, hahahaaaaa

 Leave a Reply