Dec 152014
 

JAKARTA – Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin (leader) dibidang teknologi keantariksaan dan kedirgantaraan di kawasan Asean.

Sebab dibanding negara-negara Asean lain, Indonesia telah memiliki sejumlah fasilitas, sarana parasarana bahkan regulasi keantariksaan dan kedirgantaraan yang jauh lebih lengkap.

“Potensi menjadi negara paling unggul dalam hal keantariksaan dan kedirgantaraan sangat besar. Tinggal bagaimana kita memacu perkembangannya lebih cepat,” kata Menteri Ristek dan Dikti M Nasir disela seminar nasional bertema Teknologi Keantariksaan Menuju Kemandirian yang digelar Dewan Penerbangan Nasional RI (Depanri).

Beberapa nilai unggul tersebut antara lain Indonesia telah memiliki sains antariksa, pusat pengembangan sains cuaca, memiliki industri penerbangan, mampu membuat satelit mikro, teknologi penginderaan jarak jauh dan sebagainya. Bahkan Indonesia saat ini telah memiliki regulasi berupa UU keantariksaan.

Karena itu dalam beberapa kerjasama soal keantariksaan di kawasan ASIA, Jepang dan China telah menempatkan Indonesia sebagai mitra yang strategis untuk pengembangan teknologi antariksa ke depan.

“Dalam pertemuan atau forum dikawasan Asia, Indonesia menjadi pembicara penting dalam hal keantariksaan dan kedirgantaraan,” jelas Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaludin.

Untuk memberikan acuan dalam hal pengembangan teknologi keantariksaan dan kedirgantaraan saat ini Depanri tengah menyusun rencana induk hingga 25 tahun ke depan. Rencana induk tersebut bertujuan mendukung visi pembangunan Indonesia yakni mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur.

Sumber : Poskota


Teknologi Pesawat Sampai Roket RI Paling Unggul di ASEAN

Jakarta (SIB)- Pengembangan teknologi bidang penerbangan hingga antariksa di Indonesia sudah berkembang. Indonesia dinilai paling unggul di ASEAN, dalam pengembangan teknologi pesawat, roket, hingga satelit.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, saat seminar nasional Penerbangan dan Antariksa 2014, di Gedung BPPT, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (10/12).

“Posisi penerbangan dan antariksa Indonesia masih lebih unggul,” jelasnya.

Bahkan, beberapa teknologi pengembangan pesawat hingga antariksa Indonesia bisa disetarakan dengan negara maju di Asia.

“Katakan China dan Jepang. Indonesia dipandang sebagai mitra strategis. Oktober lalu, saya diundang ke China ke pusat pendidikan antariksa Asia Pacific, kemudian saya juga diundang badan antariksa China. Awal Desember, saya diundang badan antariksa Jepang. Indonesia dianggap sebagai mitra strategis,” paparnya.

Thomas menjelaskan, pengembangan roket untuk keperluan riset hingga keperluan pembawa satelit, Indonesia dibilang terdepan khususnya di area Asia Tenggara.

Teknologi roket kita unggul, belum ada di Asia Tenggara kembangkan roket,” jelasnya.

Untuk pengembangan pesawat terbang, Indonesia juga dapat dikatakan unggul. Indonesia saat ini mengembangkan pesawat penumpang berkapasitas 19 penumpang, yaitu N219.

Tidak hanya itu, LAPAN masuk di dalam pengembangan pesawat tanpa awak canggih, atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Program bernama LAPAN Surveillance UAV (LSU) sudah menghasilkan 5 jenis pesawat tanpa awak, yakni LSU 01, 02, 03, 04, hingga 05.

LAPAN juga masuk ke dalam pengembangan satelit. Tahun depan, LAPAN berencana meluncurkan satelit A2 untuk penginderaan jarak jauh.

“LAPAN sudah punya kemampuan khusus untuk pengembangan satelit sendiri atau satelit mikro, tahun depan diluncurkan. Pengembangan satelit Indonesia setara Malaysia, Singapura, Thailand,” ujarnya.

Sumber : SIB

Komentar Facebook :
Bagikan Artikel:
 Posted by at 7:34 am  Tagged with:

  32 Responses to “Di Kawasan Asean : Indonesia Berpeluang Pimpin Teknologi Antariksa & Dirgantara”

  1. pagi JKGR

  2. masa sich…..!!!!

  3. :2thumbup

    dua jempoool..

  4. Semoga?

  5. sudah sejauh mana perkembangan RHAN dan roket Kendali LAPAN ??/

  6. Kalau bisa dipangkas waktunya, kelamaan. sudah keburu perang dunia

    • Bentar lagi perang dunia.. dengan potensi sumber konflik
      – Crimea dan krisis ekonomi eropa: Russia mempertahankan lokasi strategis tetapi barat menghalang2i dengan berbagai cara. Jadi barat tidak akan pernah adil kalau menyangkut kepentingan mereka.. hajar.
      – Isis: entah dari mana tiba2 menjadi kekuatan baru. Informasi dari media tidak dapat diharapkan karena tergantung siapa juragan media tsb. Yang pasti Isis sdh mengambil alih banyak sumur minyak dan inibyg jadi rebutan
      – LCS: bisa jadi sumber konflik tetapi sptnya masih lama rusuh karena china masih cari kawan sejalan sedangkan Russia masih pusing urusan crimea
      – Indonesia: konflik elit dan grass root akan berubah mjd konflik horizontal karena ekonomi yang runtuh ditambah denganrunyamnya papua. Banyak negara akan terseret dalam masalah ini. Semoga tidak terjadi tetapi arahnya menuju ke kehancuran sdgkan eksekutif hanya mikirkan yang kurang penting dan hal mikro. Strategi hampir tidak ada..

  7. andai saja dari jaman suharto sampai sby dana riset besar,kestabilan politik & ekonomi yg baik,kita sudah sejajar dengan amerika,rusia,
    Yg penting dana riset yg melimpah,jaminan hukum berupa undang2, jaya indonesia

  8. Indonesia adalah negara kedua di Asia setelah Jepang yg meluncurkan Roket (Roket Kartika I tahun 1964). http://en.wikipedia.org/wiki/Kartika_I

    Satelit Palapa juga merupakan satelit pertama yg dioperasikan di ASEAN (bahkan nomer 3 di Asia setelah Jepang dan RRC). http://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_Asian_national_space_programs#Timeline_of_national_firsts

    Sampai sekarang pun kita juga satu2nya negara di ASEAN yg punya kemampuan riset dan rancang bangun pesawat. Ya, memang negara2 lain di ASEAN sudah mulai bisa merakit pesawat tempur yang dibeli dari luar negeri. Tapi kalo hanya asal merakit berdasar batch begitu, Indonesia dari tahun 1960-an juga sudah bisa. Hal ini dibuktikan seperti saat proses pengangkutan ekor heli Mi-6 yang menewaskan Kapten Atang Senjaya.

    Idealnya hal seperti ini perlu dipertahankan. Sudah banyak contoh dimana dahulu Indonesia merupakan negara pemimpin di ASEAN, sekarang justru tertinggal: seperti dalam bidang olahraga, lalu kapal selam, bahkan dalam hal operasional pembangkit listrik tenaga nuklir.

    Kekhawatiran saya adalah kita jadi seperti Inggris, dimana Inggris yg sebelumnya merupakan pemimpin peradaban barat, sekarang justru tertinggal dibanding negara2 laen… termasuk banyak sekali asset2-nya yang dimiliki asing.

  9. Lanjutkan

  10. Maju terus…ngga ada kata terlambat…!! Dunia akan trs berubah, teknologi semakin maju. Bukan tidak mungkin bangsa ini akan melompat lebih maju lagi dlm hal teknologi, ane sangat yakin bangsa ini bisa..semuanya dah ada cuman tinggal kemauan & dukungan dari pemerintah aje yg blm maksimal untuk memajukan teknologi di negeri ini…MAJU TRS LAPAN…!!!

    ….NKRI HARGA MATI….

  11. Terlalu Pede….!!!

  12. Ya, setuju deh.
    RI mmg trdpn diasean, tp jgn terlena. Dulu bhkn prnah trdpn diasia dibidang roket, tp apa akhirnya?
    Jd yg trpnting skrg ini, kerja, kerja, kerja. Jgn srg2 memuji diri sndiri.
    Wujudkan scptnya apa yg belum tercapai, spt roket rx 550!
    Coba sdh berapa lama rx 550 digembor2kan, tp kenyataanya blm ada.
    Klu bnr alasan dana yg jd penghalang, mk jgn terlalu banyak programlah. Prioritaskn slh satunya sj agr bs cpt trlaksana, misal rx 550 itu, agar dananya mencukupi.
    Majulah lapanku!

  13. :sup: :sup:

  14. Hebat!!!!

  15. yee… ada foto ny mantan Rektor Undip…haha

  16. Dari pada mensbusidi harga BBM, lebih baik dananya utk membiayai RISET…..krn riset adalah INVESTASI, temuan2 di bidang antariksa, penerbangan dll adalah mahal, punya nilai politis & ekonomi, a). politis, kewibawaan negara di sekitar kawasan, harga diri, gengsi & posisi tawar yg lebih tinggi, bangsa yg menguasai teknologi tentu punya gengsi & posisi tawar yg tinggi dibanding bangsa yg tdk, ….b). ekonomi, teknologi itu bisa menjadi asset negara, sbg sumber penghasilan, dgn value yg tinggi.

  17. Gamana perkembangan roket rx750 & rx 850 ?

  18. saya hanya sedikit bangga bacanya.bagaimana tidak.bayangkan bila dari jaman dlu kita dah ngembangin roket kartika yah(cmiiw) nah bayangkan bila riset tuh berjalan terus tanpa mangkrak di tengah jalan.bukan asia tenggara lagi.bisa jadi asia pun kita jagonya

    • Kita memang “dihentikan” bung… ingat bagaimana N-250 dan N-2130 dibunuh IMF? Padahal dulu rencananya sekitar 2005 atau 2006 N-2130 sudah terbang perdana. Tapi IMF bilang no way… nanti Boeing dan Airbus bisa mati. Ya terbukti kan, coba akhir2 ini Lion beli boeing seratusan unit, airbus juga seratusan… demikian juga Garuda. Mari bayangkan kalo yg dibeli adalah N-2130, brp banyak devisa yg dihemat, lapangan kerja yg tercipta

      • betul bung, dari studi pustaka & beberapa literatur yg saya dpt, awal ORDE BARU ada kesepakatan “di bawah meja”…antara penguasa saat itu dgn pihak barat (AS & sekutu), bahwa penguasa akan dibantu tetapi dgn imbalan kekayaan alam Indonesia & nurut dgn “arahan” mereka, semua proyek-program yg mulai berjalan apalagi dgn bantuan Rusia spt riset dirgantara, pengemangan militer dibekukan, Indonesia diminta membeli kpd barata dgn KUALITAS KW 2 atau 3…32 thn orde baru adalah era Indonesia anak manis bagi AS & sekutunya..tidak mendapat apa2 kecuali MENGHASILKAN SEORANG DIKTATOR YG BERKUASA DGN TANGAN BESI…….. ….

  19. setuju, dana riset harus ditingkatkan secara besar-besaran tahap pertama kucurkan 10 triliun terlebih dahulu …….

  20. bisa dibilang negeri ini memang lebih kreatif dibanding negara2 sekitarnya karena keterpaksaan demi kebutuhan ditambah sumbangan niat karena ingin mandiri.keterbatasan dana disebabkan ekonomi yang belum stabil dan pelitnya negara2 lain berbagi sains hanya karena negeri ini menganut asas non blok.ini berbeda dengan negara2 sekitar yang lebih memilih membeli apa yang dikehendaki ketimbang pusing2 membuatnya disebabkan adanya kemudahan taopun karena keuntungan sebagai anggota persekutuan pabila ada masalah akan dibantu.tapi sejujurnya para sains dinegeri ini memang layak dapat bintang karena pengabdiannya mengalahkan keinginannya !!

  21. Negeri ini di hidupi oleh orang-orang yang kreatif dan hebat di bidangnya.. andai di somong keuangan.. pasti sekarang sudah berjaya mengembangkan mobil listrik, dll..

    Kita telat dalam hal teknologi di kawasan asia terutama di bidang PEMBANGUNAN

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)