Sep 132018
 

Pesawat terbang tanpa awak Hermes 450 buatan Elbit Systems, Israel © Oren Rozen via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Zambia atau Zambian Air Force (ZAF) ternyata telah mengoperasikan setidaknya satu unit kendaraan udara tanpa awak buatan Elbit Systems, yakni Hermes 450 (UAV), seperti dilansir dari IHS Jane.

Hal tersebut diketahui dari sebuah foto yang dirilis di forum internet.

Foto menunjukkan Hermes 450 yang berada di dalam hangar dan jelas ditandai dengan bendera Zambia dan emblem ZAF. UAV tersebut dilengkapi antena komunikasi satelit yang memungkinkannya dikendalikan dari luar garis pandang.

Sementara itu, perusahaan Elbit Systems menolak berkomentar ketika ditanya tentang UAV Hermes 450 yang saat ini ada di Zambia.

Ada spekulasi menyebutkan bahwa Angkatan Udara Zambia juga mengoperasikan CH-3 Rainbow, UAV buatan China setelah sebelumnya sebuah foto muncul pada tahun 2017 yang menunjukkan itu sedang diperiksa oleh personel Angkatan Udara Afrika di dalam hangar yang dilaporkan sebagai Pangkalan Udara Mbala ZAF.

Hermes 450 adalah wahana multi-muatan udara tanpa awak (UAV) ukuran menengah buatan Israel yang dirancang untuk misi taktis jangka panjang. Ini memiliki daya tahan lebih dari 20 jam, dengan misi utama pengintaian, pengawasan dan komunikasi estafet.

  3 Responses to “Diam-diam Zambia Telah Membeli UAV Hermes 450”

  1.  

    Diam diam indonesia jg sdng ada wacana membeli uav yg katanya nanti akan ada uav terbang tiap minggu di 3 wilayah.
    tp katanya ya.

  2.  

    “Daya tahan lebih dari 20 jam”
    Ini waktu masa terbang atau waktu masa pakai? Kalau maksudnya waktu pakai maka susah pembelinya Krn setelah 20 jam langsung rusak

  3.  

    itu durasi terbangnya bung..by the way zambia seleranya ok juga ya..

 Leave a Reply