Diduga memiliki kedekatan dengan CIA, Putin melarang Pokemon Go di Rusia

Presiden Rusia Vladmiri Putin mengeluarkan larangan permainan anak-anak Pokemon dari Amerika Serikat. Anak-anak muda yang gandrung terhadap permainan ini ditipu memberikan informasi pribadi oleh agen rahasia AS, CIA, melalui mainan ini.

“Kremlin sedang melakukan investigasi mengenai permainan Pokemon yang sedang marak,” tulis Worldtruth, Senin, 18 Juli 2016. Putin menuding bahwa permainan Pokemon itu adalah serigala berbulu domba.

Menurut laporan Worldtruth, pencipta permainan ini, Niantec, memiliki hubungan sangat dekat dengan CIA. CEO Niantec, John Hanke, membuat Keyhole alias lubang kunci pada 2001, belakangan hasil karyanya dibeli Google.

“Hampir seluruh uang yang digunakan untuk membuat Keyhole berasal dari National Geo-Spatial Intelligence Agency dan CIA,” kata Worltruth.

Pokemon GO sejauh ini adalah menjadi puncak karir intelijen Hanke. Dia merupakan agen intelijen New World Order yang karirnya diperoleh dengan menciptakan cara cerdik untuk memata-matai warga tanpa curiga dan menyampaikan informasi kembali ke agen intelijen.

Dengan peluncuran viral permainan ini, CIA secara efektif merekrut jutaan orang tanpa mereka sadari. Orang-orang itu bekerja sebagai agen intelijen dan melakukan operasi mata-mata serta mengumpulkan informasi sebelum mengosumsi. “Ini biaya mahal untuk lembaga intelijen.”

Seorang agen yang ingin menampilkan sisi dalam sebuah rumah atau bangunan sekarang ini dapat menempatkan Pokemon di sana. Bagi warga yang naif, mereka akan mengumpulkan informasi untuk para agen itu.

Putin pun berjanji menghancurkan New World Order pada tahun ini.

Permainan itu tidak dirilis di Rusia, namun, beberapa penggemar Pokemon Rusia sudah terlanjur mulai memainkan permainan ini di Moskow. Untuk itu, Putin meminta mereka menjauh dari rumah dan gedung-gedung pemerintah dengan alasan keamanan.

Bukan hanya Rusia yang mengeluarkan pelarangan atas permainan ini. Cina, negara pasar terbesar permainan anak-anak dan smartphone, melakukan ha yang sama. Negeri itu menuding permainan tersebut seperti Kuda Troya untuk melakukan serangan militer oleh AS dan Jepang.

48 KOMENTAR

  1. Bisa jadi, bisa jadi…. POKEMON GO cara mereka melihat sesuatu yang rahasia dgn camera Hp. Ibaratkan Whatsapp kita berbicara dgn lawan dgn secara kita melihat lawan kita bicara dan kita tau dimana dia berada…

    jangan jangan pokemonnya sudh ditempatkan disarang Rudal Nuklir Rusia……wkwkwkwkwkwk

  2. Buset, mantan KGB tapi ko gak pinter, bukannya gampang tau itu pokemon go buat ngerekam apa engga? kalo app itu ngeupload video kan kliatan di traffic provider-upload data, yg notabene banyak perusahaan BUMN jadi bisa di monitor. Kalo ternyata gak ngeupload ya berarti maenan doang. Lagian intelijen barat itu mainnya lebih canggih kali. Itu Stuxnet bisa masuk network centrifuge Iran caranya gmana? Udah deh teori konspirasi itu gak bakalan ada selese. Justru bikin cape sendiri. Liat Uni Soviet, takut sama program konsprirasi Star Wars USA jadinya bangkrut dan bubar.

    • Bang Airlangga, abang udah baca atau denger berita blm, bahwa BIN juga lg mungurus game itu. Bahkan kepala nya pernah memperingatkan agar hati2 mungkin melarang game itu. Dia yg gak pinter atau abang yang kepinteran. Sehingga belum tau informasi apa2 aja udah asal jeplak kayak jagoan. Gimana kalo abang tau banyak hal.. bisa berabe tuh.
      Malu bang komen abang kalo dibaca sama orang yg tau informasi.

    • Bang, di game itu kan menggunakan GPS, dalam komunikasinya tentu ada data yang dikirim dan diterima ke dan dari gadget kita. Nah dari situ aja udah bisa dimengerti kan bang Airlangga?
      Kecuali abang maen game tetris jadul di hp jadul yg nggak menggunakan koneksi internet.
      Jadi siapa yang nggak pinter bang, orang lain atau bang Airlangga yg ahli?? silahkan dipikirkan.

  3. Jepang, asu, spionase, dan cari uang = melakukan spionase tanpa menggajih orang dan perusahaan untung besar.

    Kl lagi booming, rasanya sulit utk dilarang. Lbh baik dikendalikan dan dimanfaatkan utk tujuan ekonomi.

    Tanam saja monster2nya ditempat2 wisata agar jadi ramai dan para pedagangnya banyak untung.

    Kyknya langkah pemerintah RI dalam menyikapi game pokemon go ini sdh tepat.

    Go go go!
    Pergi cari duit sana! He he he!

  4. Yakkkk,betul sekali.100 buat om putin.byk sekali bahaya dalam pmainan tsb,dengan mencari petunjuk monster pada daerah ttntu secara tidak lgsg akan mmberikan data koordinat lokasi yg dituju.apalagi sampai2 titik koordinat kejalur akses top secret security.Orang atau anak akan konsentrasi penuh untuk mncari monster,sampai2 lupa disaat ada kendaraan yg melintas tidak sadar.Jadi,saya bharap buang dan lupakan permainan pokemon go.Kalau anda msh sayang pada diri anda anak dan negara anda.

  5. Hati hati main pokemon go….
    Jika ingin tau seperti apa wajahnya mbah bowo dan si carin anda harus pakai game atu aplikasi SKYPE DAN IMO atau aplikasi video coll apapun itu…maka km akan tau wajahnya dan umur berapa orang tersebut…….. POKEMON GO sama seperti itu tapi yg bermain dan yg ada di balik semua itu bisa agen CIA atau inltel2 asing…..oooooooooohhhhhh tidaaaakkkkkkk…. Hati2 memainkannya….

    Minum kopi dulu campur sianida biar hati damai selalu…

  6. Td iseng² download pokemon Go eh pokestock nya rata² ada di masjid atau mushola hampir 90% dah coba aja kalah nggak percaya. Sepertnya game ini di buat untuk mengawasi tempat ibadah kalau di indonesia karena mayoritas muslim, kalau di negara lain ane kagak tau hehhe

  7. Indonesian police say they detained a Frenchman who trespassed on a military base while playing the augmented reality game Pokemon Go.

    A spokesman for West Java police said that Romain Pierre, 27, was caught at a checkpoint on Monday evening after initially running away when challenged by security guards at the military complex in Cirebon.

    Pierre was released a few hours later because it became apparent “he unintentionally entered the complex as he was hunting Pokemon while jogging,” the police spokesman, Colonel Yusri Yunus, said on Tuesday.

    Pokemon Go, which uses Google Maps and a smartphone to overlay reality with Pokemon creatures, has been a blockbuster hit in the US and other countries where it is available. It has not been officially released in Indonesia but is already popular.

    Cabinet Secretary Pramono Agung told reporters last week he had captured a number of Pokemon at the Presidential Palace in Jakarta, the Indonesian capital.

    The governor of Jakarta has said it could be used to boost tourism to the city.

    But some security officials have voiced worries that the game could pose a security threat.

    Police said Pierre works for a company in Jakarta and was visiting Cirebon, about 190 kilometres east of the capital.