Aug 122017
 

Su-30MK2V Angkatan Udara Vietnam (photo : Youtube)

Setelah berhasil mendirikan fasilitas perawatan, perbaikan dan overhaul (MRO) untuk pesawat tempur Flanker buatan Rusia yang diberi nama A32 Factory, kini Vietnam menggandeng Ukraina yang memberikan dukungan teknis.

Fasilitas MRO yang berbasis di Da Nang, pantai timur Vietnam, baru-baru ini telah menerima bantuan teknis dari Ukraina sebagai bagian dari serangkaian fasilitas upgrade pesawat tempur Su-27 dan Su-30MK.

Pabrik A32 mampu melakukan perawatan dan modernisasi luas pada sistem dan mesin pesawat tempur buatan Rusia yang dimilikinya. Sebelumnya pada tahun 2016, Vietnam mengirim puluhan staff dan teknisinya belajar di luar negeri, dan kini Vietnam tidak perlu mengirimkan pesawat tempur Sukhoinya yang rusak ataupun ingin ditingkatkan kemampuannya keluar negeri, semua sudah bisa dilakukan di A32 Factory.

SU-27 Vietnam jalani perawatan teknis di A32 Factory (photo : Soha)

Negara lain pengguna pesawat tempur buatan Rusia selama ini mengalami kesulitan dalam perawatan dan peningkatan pesawat tempurnya. Negara seperti Indonesia harus mengirimkannya dengan pesawat kargo raksasa ke Rusia atau Belarusia, yang selain harus mengeluarkan biaya lebih besar juga memerlukan waktu yang lebih panjang daripada perawatan dan perbaikan besar didalam negeri.

  24 Responses to “Didukung Ukraina, Vietnam Mampu Overhaul Flanker”

  1. Tiru tuh Vietnam, jangan kaya disini gede bacot doank….

  2. Berarti andai kerja sama RI-Rusia utk mendirikan bengkel perawatan Sukhoi di Indonesia berjalan, Vietnam tdk jg membutuhkan jasa kita. Krn negara mereka telah punya fasilitas yg lengkap.

  3. Ternyata vietnam malahan mendapatkan TOT untuk SU-30 berupa maintenance sendiri di negaranya dari bantuan Ukraina yang dulunya juga dapat TOT serupa dari Russia. Indonesia nantinya dapat TOT untuk Su-35 dari Russia karena aturan baru tapi untuk Su-27 dan Su-30 tidak ada TOT sama sekali

    • ini bk soal TOT,…tapi emng vietnam punya duit buat mmbngun fasilitas itu. krn mereka serius, punya anggaran,..rusia mau ngasih. Sama jg dgn malaysia, mrk jg deh punya. Tinggal RI aja yg blom punya!!…

      dulu kalo gak salah, dubes rusia prnh usulin TNI bngun MRO jg,..cuman gak ada tanggapan dr sini….kalo nanti SU35 dh ada,..mau gak mau TNI hrs punya fasilitas kaya gitu jg,..berapapun anggaranny hrs dicari!…malu2in…stiap mau maintenance dibawa k rusia,..malu diketawain ama vietnam, malay aplgi india…

  4. Maintenance lebih penting ketimbang banyaknya jumlah pesawat.

  5. MRO tak perlu TOT…cuma siapkan dana untuk fasilitasnya sahaja

  6. Geliat alustita rusia kini jadi trend di ASIA india. Indonesia. Vietnam. Filipin. Malaysia. Thailand. Bntar lagi nyusul kamboja. Laos.brunai.

    Jika rusia pelit maka kbutuhan alustita di ASIA berbalik ke CHINA dan EROPA

  7. Vietnam aja bisa masa Indonesia gak,,
    Indonesia harus berani

  8. no no no…vietnam udh ngeduluin lg ….oh nooooo

  9. Indonesia lg buat grup service HUP AIR BUS buat perawatan pesawat militer AIR BUS… Tp pesawat militer pabrikan AIR BUS itu apa ya brow…? Selain a400m

  10. Vietnam pinter ngelobi

  11. Vietnam lebih maju dari indonesia begitu ??

  12. saya jadi penasaran dengan india, dengan jumlah su 30 lebih dari 200 buah, india kesulitan dengan perawatan pesawatnya, sedangkan vietnam yang memiliki jumlah sukhoi lebih sedikit, kini memiliki fasilitas perawatan. apakah yang kurang dengan india? apakah karena avioniknya y gado gado?hmmm

  13. Indonesia semakin dibelakang, kelamaan wacana akan sih!

  14. Saya justru berpikir sebaliknya… Russia memiliki hubungan yang sedang buruk dengan Ukraina… bukankah malah berbahaya dan main api jika justru bekerja sama dengan Ukraina untuk persenjataan yang di buat di Russia??.. bukankah seperti menghilangkan garansi dengan melakukan utak atik sesuatu yang dilakukan secara tidak resmi?? bagaimanapun juga menurut saya akan lebih baik melakukan service bekerja sama dengan pembuat atau secara bertahap melakukanya secara mandiri tetapi tetap dibawah lisensi dari pembuat…

  15. kira-kira berapa anggaran yang akan di keluarkan Pemerintah untuk mengejar ketertinggalan ini. Semua memerlukan dana yang tidak sedikit untuk dunia LITBANG baik negara atau swasta dan dengan pengembalian atau keuntungan yang tidak bisa diperkirakan. Jadi yang berhubungan dengan LITBANG, kita seperti bermain judi. Jika berhasil maka kita akan menang dalam persaingan, jika gagal berarti kita AMSYONG. Dan tidak ada kata berhenti, lagi dan lagi. Seperti judi yang terus dan terus tak akan berhenti.
    Dunia bisnis saja selalu menyisihkan 10% hingga 30% dari keuntungan bersih untuk belanja marketing untuk mempertahankan pasarnya. Semakin tinggi keuntungan bersih maka semakin besar belanja marketing. Untuk iklan, untuk mendaur ulang hidup produk, dan untuk menyerap aspirasi pasar.

 Leave a Reply