Diklaim Anti-Semit, AS dan Israel Keluar dari UNESCO

dok. Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (U.S. Embassy Tel Aviv)

JakartaGreater.com – Mengklaim terjadinya anti-semit, Amerika Serikat dan Israel bersama-sama telah meninggalkan salah satu badan PBB yang dirancang mempromosikan kolaborasi internasional melalui reformasi ilmiah, pendidikan dan budaya, seperti dilansir dari laman Aljazeera.

Bersama-sama keluar dari Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO), Tel Aviv dan Washington menyatakan apa yang mereka sebut sebagai “anti-Semitisme” dan “bias anti-Israel” sebagai alasan mereka mengambil langkah itu, menurut beberapa laporan.

UNESCO dengan cepat menanggapi pengumuman itu, dengan menyatakan bahwa tuduhan terhadap rasisme dan bias itu “kontra-produktif dan memalukan”, dikutip dari Aljazeera.

Tel Aviv menyatakan bahwa keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari badan PBB yang berusia 72 tahun itu “berani dan bermoral” dan dengan cepat mengikutinya. AS-Israel juga menyebut UNESCO sebagai “teater yang absurd” seperti dikutip oleh France Internationale Radio.

“Perdana Menteri Israel menginstruksikan kementerian luar negerinya untuk mempersiapkan mundurnya Israel dari organisasi di samping Amerika Serikat”, kata kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kepala UNESCO Irina Bokova yang sedang bertugas keluar menggambarkan penarikan AS adalah “kehilangan multilateralisme”, dan mencatat bahwa, “UNESCO tidak pernah begitu penting bagi AS, ataupun AS bagi UNESCO”, seperti dikutip oleh Aljazeera.

Bokova mengamati korelasi antara peningkatan nasionalisme global oleh negara maju dan perubahan kebijakan mendadak untuk dua sekutu lama tersebut.

Ketika “konflik terus menghancurkan masyarakat di seluruh dunia, sangat disesalkan bagi Amerika Serikat untuk menarik dirinya dari badan PBB yang mempromosikan pendidikan untuk perdamaian dan melindungi budaya yang sedang diserang”, katanya, dikutip oleh Radio France Internationale.

Pejabat sekretaris jenderal untuk oposisi sekuler intelektual partai politik Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti, mengamati bahwa, “perilaku oleh kedua sekutu ini [Tel Aviv dan Washington] kontraproduktif dan memalukan”, seperti dikutip oleh Aljazeera.

Tinggalkan komentar