Feb 152019
 

JakartaGreater.com – akil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyuarakan dukungan bagi hak Iran untuk terus meningkatkan kemampuan pertahanannya dan mengingatkan negara-negara Eropa bahwa program rudal Iran tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain dan bersifat defensif, seperti dilansir dari laman Tasnim News Agency pada hari Selasa.

Negara-negara Eropa harus menyadari bahwa program rudal Iran bukan ancaman tetapi hanya bagian dari langkah-langkah Teheran untuk memastikan keamanan nasionalnya, kata Ryabkov kepada wartawan di kedutaan Iran di Moskow dalam upacara hari Senin untuk menghormati peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam.

Pengembangan program rudal adalah hak yang tidak dapat dicabut dari Iran untuk mempertahankan diri dan dorongan Barat untuk menghentikan program rudal Iran hanyalah sebuah upaya untuk melemahkan Iran dan meningkatkan tekanan baru terhadapnya, tambah Deputi Menlu Rusia.

Ryabkov juga menyatakan keyakinannya bahwa Iran pun akan terus maju dengan rencananya untuk melindungi kepentingan nasionalnya meskipun ada upaya keras seperti itu.

Deputi Menlu Rusia, Sergei Ryabkov © Tasnim News Agency

Dia lebih lanjut mengkritik Uni Eropa atas “pendekatan ganda” kepada Iran.

“Uni Eropa harus mengatasi dua pendekatan ketika mereka berusaha untuk tidak mengganggu Amerika, dan untuk melakukan sesuatu sehingga Iran melihat upaya nyata dan membuat pilihan yang tepat dengan memutuskan mendukung kerjasama nyata”, kata Ryabkov mengutip dari Xinhua.

Dia mengatakan bahwa Uni Eropa serta sejumlah anggotanya telah menerapkan sanksi terhadap Iran mengenai aturan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB. Tuntutan negara-negara Eropa untuk mengurangi atau menutup program rudal Iran adalah hasil dari “keinginan mereka untuk menyenangkan Amerika belaka”, katanya.

Rusia merasa hal tersebut tidak dapat diterima dan akan menjelaskan “kekeliruan serta bahaya” dari pelatihan semacam itu pada pertemuan Komisi Gabungan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada bulan Maret, tambahnya.

Merujuk terhadap langkah-langkah Uni Eropa untuk menciptakan kondisi bagi kerja sama ekonomi normal dengan Iran, termasuk dalam mekanisme INSTEX, Ryabkov mengatakan, “Posisi kami, jika dijelaskan secara singkat dan padat, bisa direduksi menjadi frasa bahwa sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali”.

Menhan Iran memperkenalkan rudal jelajah jarak menengah Hoveizeh © Tasnim News Agency

Di sisi lain, penciptaan mekanisme ini tak dapat memastikan pembukaannya untuk negara ketiga, pertama-tama, untuk Rusia dan lainnya yang tertarik dalam kerja sama hukum dengan Iran, tambahnya.

Ryabkov akhirnya menggarisbawahi bahwa Rusia akan mencari partisipasi penuh dalam mekanisme kegiatan dan melanjutkan upayanya yang relevan dalam kontak langsung dengan negara-negara yang bersangkutan.

Tiga penandatangan dari Uni Eropa untuk kesepakatan nuklir Iran 2015 (Prancis, Jerman dan Inggris) telah mendirikan INSTEX (Instrumen Pendukung Pertukaran Perdagangan) untuk membantu melanjutkan perdagangan dengan Teheran dan memotong sanksi dari Amerika Serikat.

INSTEX akan berbasis di Paris dan dikelola oleh pakar perbankan Jerman. Inggris akan memimpin sebagai dewan pengawas. Negara-negara Eropa dilaporkan akan menggunakan saluran pada awalnya hanya untuk menjual makanan, obat-obatan dan alat kesehatan di Iran.

Pada Mei 2018, presiden AS menarik negaranya keluar dari JCPOA, kesepakatan nuklir yang dicapai di Wina pada 2015 setelah bertahun-tahun negosiasi antara Iran dan Grup 5 + 1 (Rusia, China, AS, Inggris, Prancis dan Jerman).