Sep 122014
 

tni-al

Sejarah TNI-AL dimulai tanggal 10 September 1945, setelah masa awal diproklamasikannya kemerdekaan negara Indonesia, administrasi pemerintah awal Indonesia mendirikan Badan Keamanan Rakyat Laut (BKR Laut). BKR Laut dipelopori oleh pelaut-pelaut veteran Indonesia yang pernah bertugas di jajaran Koninklijke Marine (Angkatan Laut Kerajaan Belanda) di masa penjajahan Belanda dan Kaigun di masa pendudukan Jepang.

Terbentuknya organisasi militer Indonesia yang dikenal sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) turut memacu keberadaan TKR Laut yang selanjutnya lebih dikenal sebagai Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya.

Sejumlah Pangkalan Angkatan Laut terbentuk, kapal-kapal peninggalan Jawatan Pelayaran Jepang diperdayakan, dan personel pengawaknya pun direkrut untuk memenuhi tuntutan tugas sebagai penjaga laut Republik yang baru terbentuk itu. Kekuatan yang sederhana tidak menyurutkan ALRI untuk menggelar Operasi Lintas Laut dalam rangka menyebarluaskan berita proklamasi dan menyusun kekuatan bersenjata di berbagai tempat di Indonesia. Disamping itu mereka juga melakukan pelayaran penerobosan blokade laut Belanda dalam rangka mendapatkan bantuan dari luar negeri.

Selama 1949-1959 ALRI berhasil menyempurnakan kekuatan dan meningkatkan kemampuannya. Di bidang Organisasi ALRI membentuk Armada, Korps Marinir yang saat itu disebut sebagai Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL), Penerbangan Angkatan Laut dan sejumlah Komando Daerah Maritim sebagai komando pertahanan kewilayahan aspek laut.

Pada 1990-an TNI AL mendapatkan tambahan kekuatan berupa kapal-kapal perang jenis korvet kelas Parchim, kapal pendarat tank (LST) kelas ‘Frosch’, dan Penyapu Ranjau kelas Kondor. Penambahan kekuatan ini dinilai masih jauh dari kebutuhan dan tuntutan tugas, lebih-lebih pada masa krisis multidimensional ini yang menuntut peningkatan operasi namun perolehan dukungannya sangat terbatas.

Reformasi internal di tubuh TNI membawa pengaruh besar pada tuntutan penajaman tugas TNI AL dalam bidang pertahanan dan keamanan di laut seperti reorganisasi dan validasi Armada yang tersusun dalam flotila-flotila kapal perang, sesuai dengan kesamaan fungsinya dan pemekaran organisasi Korps Marinir dengan pembentukan satuan setingkat divisi Pasukan Marinir-I di Surabaya dan setingkat Brigade berdiri sendiri di Jakarta.

KOMANDO UTAMA

image001Komando Armada Barat
Komando Armada RI Kawasan Barat atau disingkat Koarmabar adalah salah satu Komando Utama TNI Angkatan Laut. Komando ini bermarkas besar di Jl Gunung Sahari Jakarta Pusat, sedangkan Pangkalannya berada di Tanjung Priok, Jakarta.

Komando Armada Timur
Komando Armada RI Kawasan Timur atau disingkat Koarmatim adalah salah satu Komando Utama TNI Angkatan Laut. Komando ini bermarkas besar di Surabaya, Jawa Timur

Komando Lintas Laut Militer

Komando Lintas Laut Militer atau disingkat Kolinlamil adalah salah satu Komando Utama TNI Angkatan Laut. Komando ini bermarkas besar di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kolinlamil dibentuk sejak tanggal 1 Juli 1961 dengan nama Djawatan Angkutan Laut Militer (DALMIL).

Rencana TNI AL ke Depan
Berdasarkan rencana pengembangan kekuatan periode 2005-2024, struktur operasional TNI-AL akan diubah di mana dua komando armada yang ada sekarang (Komando Armada Kawasan Barat dan Komando Armada Kawasan Timur) akan dilebur menjadi satu armada yang dipimpin laksamana berbintang tiga yang bermarkas di Surabaya.

KRI Bung Tomo 357

KRI Bung Tomo 357

Armada ini akan membawahi tiga komando wilayah laut (Kowilla) yaitu Kowilla Barat dengan markas direncanakan di Tanjungpinang, Riau, Kowilla Tengah dengan markas di Makassar dan Kowilla Timur dengan markas di Sorong. Pembagian komando operasional ini didasarkan pada karakteristik perairan yang membutuhkan pola operasi dan perangkat yang berbeda serta untuk memudahkan pergeseran pasukan atau logistik.

Marinir juga akan dimekarkan dengan Dankormar yang dipimpin Pati berbintang tiga dengan penambahan satu Pasmar yaitu Pasmar III yang akan bermarkas di Sorong.

Proyek-proyek ke depan dan sedang berjalan, antara lain pembangunan 3 kapal selam jenis Changbogo Class (Lisensi Tipe 209 Jerman) yang selesai pada 2015, pembangunan 1 Fregat Sigma 10514 yang dijadwalkan selesai pada 2017, pembelian 3 MRLF (Multi Role Light Frigate) Nakhoda Ragam Class buatan BAE Inggris yang diterima tahun 2014 (tahap I), pengembangan armada KCR-40 kelas Clurit hingga 2014 sebanyak 8 buah, pembelian 3 KCR Stealth kelas klewang, pembelian 3 FPB-60 dari PT PAL (kontrak sudah ditandatangani), pembelian 11 helikopter anti permukaan dan anti kapal selam (AKS) dan pembelian 5 CN-235 MPA (sedang tahap pembangunan di PT DI). (by Ngurah Rai).

NB : hanya coretan seorang tukang sapu dermaga

JALASVEVA JAYAMAHE

jakartagreater.com

  136 Responses to “Dirgahayu TNI-AL”

  1.  

    Assalamualaikum wr wb sdr/I Warjak ijin singgah sebentar,blh ya….hehehe
    Bung Nr saya mau nanya nih….soal singkatan KKO TNI AL.
    Di atas anda tulis singkatan KKO TNI AL ( Korps komando ) Angkatan laut.ada jg yg bilang sikatan KKO TNI AL ( Korps Komando Operasi ) Angkatan laut,yg bner yg mana nih?mohon pencerahannya.oiya klo bs tolong di tampilkan sejarah perjuangan ALRI Gunung dan Pasukan M,mohon maap sy bnyk tanya,maklum sy orang awam yg cm jaga kios rokok dan ga sekolah,hehehe….
    Di tunggu pencerahaanya Bung NR,terima kasih
    Hehehe….

  2.  

    Dirgahayu TNI– AL ke 69 JALASVEVA JAYAMAHE…
    Semoga makin jaya, kuat dan gahar menjaga kedaulatan NKRI….

  3.  

    salam warjagers…ane cuman pmbaca setia….
    hehe…
    mohon pncerahannya bung, mas2, mbak2, om2, tante2…..

    pembelian 3 MRLF (Multi Role Light Frigate)
    Nakhoda Ragam Class buatan BAE Inggris yang
    diterima tahun 2014 (tahap I),

    ini tulisannya tahap 1, apa nanti ada rncana tambahn buat pemesanan TOM Class nya ??????

    terima kasih sblumny…salam warjagers

  4.  

    Salam hormat @Bung Ngurah.@Bung Pocong s.@Bung Satrio..Bung Nara…Bung saya mau bertanya…,,Apakah seorang Anggota TNI AL Dgn Pangkat Letkol mengetahui semua jenis Alutsista Terutama kaprang & KS….? Saya Pengen tau jmlh Real KS TNI AL,Hehehe..bila berkenan tlng di jwb ya Bung* semua..

  5.  

    Setuju bung, cerita di atas masih terjadi juga kok dg kawan,khususnya si “Gadis.Manado” hehehe.

    Intinya menjadi Prajurit adalah panggilan hati nurani tuk menjalankan “Tugas Suci” mengawal Republik. Selamat Ulang Tahun TNI AL semoga tetap jaya,makin Profesional dlm bertugas..

    #salam hormat utk bung PS,NR, shiruken NARA jg bung Satrio.

  6.  

    Dirgahayu TNI AL ,jaya selalu

  7.  

    Selamat bung ngurah rai.
    Ini oleh2 dr sby kemaren ya bung..tolong di paparkan kembali.TNI AL akan mengadopsi heli AKS APA bung..sekalian mohon infonya…
    Trima kasih

  8.  

    Dirgahayu TNI AL

    JALASVEVA JAYAMAHE

  9.  

    Jgn lupa….KRI Mbah Klewang akan diperlengkapi dgn rudal nuklir antar benua dan antar galaksi.

  10.  

    Dirgahayu TNI– AL ke 69 JALASVEVA JAYAMAHE. Jadi inget tetangga sy dulu, dah pur (sepuh) masih nekatnya (hal positif) minta ampun, gimana mudanya ya? Moga makin sejahtera dan sehat2 semua. Salam NKRI