Feb 032015
 
Rapat TNI dengan BPJS dalam rangka peningkatan pelayanan Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Anggota TNI dan Keluarga (All photos: Puspen TNI)

Rapat TNI dengan BPJS dalam rangka peningkatan pelayanan Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Anggota TNI dan Keluarga (All photos: Puspen TNI)

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko beserta Irjen TNI, Koorsahli Panglima TNI, Kapuspen TNI, Kapuskes TNI, para Asisten Panglima TNI dan Mabes Angkatan, melakukan pertemuan dengan BPJS yang dipimpin oleh Direktur Utamanya DR. dr. Fahmi Idris, M, Kes beserta staf, bertempat di Ruang Rapat Paripurna Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Selasa (3/2/2015).

tni bpjs

KKY_0386

KKY_0425(1)

Dalam kesempatan tersebut, tim BPJS menyampaikan audiensi dalam rangka peningkatan pelayanan Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan bagi Anggota TNI dan Keluarganya. (Puspen TNI)

Bagikan :

  17 Responses to “Dirut BPJS Temui Panglima TNI”

  1.  

    tni sehat, rakyat aman

  2.  

    Apa kabarnya KIS ?

  3.  

    TNI jangan ikut2an korupsi yaaa..

  4.  

    Didaerah masih ribet utk ngurus dirumah sakitnya pasien udah kaya bola oper sana oper sini

  5.  

    Kok bayarnya mahal di daerahku Rp 50.000/bln. Soalnya daerah ku pnduduknya miskin ada yg gak megang uang sampi tahunan… Jadi kesannya kaya nyetor utang dikoperasi.

  6.  

    BPJS bentuk pajak pemaksaan ke rakyat, edan. Giliran di bawa ke RS ditanya pasien dari mana pak ? sendiri, BPJS atau apa ?, dibilang dr BPJS, bersiaplah dapat pelayanan mengecewakan.

    Kata cak lontong, kunci untuk sehat adalah ” Jangan Sakit “

    •  

      Jangan BPJS-nya yang disalahkan Bung, tapi birokrasi dan pelaksanaannya yang harus diperbaiki. Di negara2 maju, sistem seperti BPJS ini sudah lama ada untuk menjamin hak dasar kesehatan penduduk.

      •  

        Niatnya emg seperti itu, tapi pada kenyataannya BPJS menjadi bentuk pajak ( harus bayar ), BPJS akan menggurita menjadi Pajak Kesehatan, siaplah penghasilan anda berkurang tiap bulannya. Belum lagi inkonsistensi pemerintah dalam menelurkan kebijakan, berganti pemerintah berganti pula sistemnya Jamkesmas, BPJS, Kartu Indonesia Sehat ? berapa anggaran yg dihamburkan demi semua program yg katanya untuk rakyat

        •  

          Saya mau berbagi pengalaman: kebetulan saya ini perantauan di negeri orang. Di sini gaji setiap bulannya langsung dipotong pemerintah untuk jaminan kesehatan. Tapi tunggu dulu, kalo saya ke dokter atau RS ngga dijamin itu. Iuran itu utk menjamin saya di hari pensiun nanti. Untuk saat sekarang saya ke dokter pake asuransi – yg apesnya saya juga bayar preminya sebagian (sebagiannya lg ditanggung kantor)

          Bg saya konsep seperti bpjs itu bagus, SELAMA praktik pelaksanaannya bagus. Tapi ya itu… masih jauh panggang dari api kenyataannya

        •  

          BPJS itu konsepnya bagus..Kesehatan utk semua…kalo anda mampu bayar kan preminya hanya sekitar 40 rebu perorang/bulan…kalo g mampu kan bisa ajukan utk ditanggung negara..fasilitas kelas 3..didaerah Makassar ada RS Sayang Rakyat…dijamin sampe operasi dll…malah saya punya fasilitas kesehatan kalah dgn BPJS …padahal dari swasta..misal ops BPJS bisa pake motede laser…sdgkan yg saya punyai masih ops biasa bedah…dibanding dulu fasilitas kesehatan skr sdh sangat maju

  7.  

    bung bluesky r @ .. bkn bukan birokrasinya bung tp sistem bpjs itu sendiri jd kesimpulannya bpjs gagal dalam melindungi org miskin/tak mampu..bubarkan bpjs !! balikan ke jamkesmas,jamkesda .. jamkesmas berlaku 3 bln klu gak salah dan klu pasien belum bisa plg , bs diurus lagi hr itu smpai 3 bln selanjutnya.. aah atw nunggu kis sj ..mg pembahasan anggaran cepat ..
    bxk catatan bpjs ini maka di panggil ke mabes ..

  8.  

    bpjs parah banget pelqyanannya, anak saya sakit demam flu pilek batuk masa dikasih obat parasetamol doang, emang flu pileknya dan batuk nya harus antri, trus pas neneknya sakit dikasih banyak macam obat sih cuman tiap macamnya cuma 3 biji, loh itu artinya cuma buat sehari harus sembuh, dasar gila bpjs

  9.  

    BPJS interospeksi dahulu apakah sudah benar2 memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat umum ( banyak terjadi orang2 miskin pengguna BPJS tidak dilayani dgn baik bahkan diacuhkan oleh RS ) …….. untuk pembayaran cicilan BPJS pun dipersulit ( harus melalui rekening/ATM ), bagaimana dgn nasib orang miskin dan gaptek yg jauh dari pelosok desa dan terpencil………….. ???
    itu pun sering gangguan jaringan, ini bukan mempermudah tapi mempersulit, sehingga banyak orang miskin yg gaptek merasa kapok dan akhirnya enggan menggunakan BPJS …… !!!

  10.  

    Program jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan (dulu PT. Askes (Persero)) adalah salah satu dari program dari penerapan UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) selain itu ada program jaminan ketenagakerjaan (PT. Jamsostek (Persero)), salah satu prinsip nya adalah gotong royong yang sehat membantu yang sakit, jadi iuran yang dibayarkan oleh peserta (bagi yang mampu) dan oleh pemerintah (bagi yang tidak mampu) dipergunakan untuk membiayai saudara-saudara kita yang sakit. bayangkan apabila tidak ada sistem jaminan nasional tersebut, apabila orang membutuhkan biaya operasi jantung Rp. 150.000.000,- apakah yang bersangkutan mampu? atau gagal ginjal yang sekali cuci darah Rp.750.000,- sekali cuci (HD) biasanya seminggu 2X (sebulan 8 X, setahun 96 X Rp. 750.000,- = Rp. 72 juta, dikalikan seumur hidup, belum penyakit kanker yang membutuhkan biaya oeprasi dan kemoterami, untuk konsul ke spesialis, obat2tan, penunjang diagnostik( rotgent, USG, MRI, dll), biaya rawat inap, bayangkan berapa biaya yang ditanggung oleh orang tersebut, bisa jadi yang kaya jadi miskin karena sakit. Untuk itu kita patut bersyukur diberi kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa, kita bantu saudara kita yang sakit. Apabila di rumah sakit atau puskesmas ada pelayanan yang kurang baik ayo kita sama-sama ingatkan, karena pada dasarnya BPJS Kesehatan merupakan badan penjamin untuk melakukan verifikasi pembayaran ke rumah sakit, sedang penyelenggaranya adalah terpisah yaitu rumah sakit itu sendiri, selama ini belum ada undang-undang tentang sanksi bagi rumah sakit yang tidak komit terhadap program SJSN. Mari kita dukung program SJSN untuk indonesia yang lebih sehat……….

  11.  

    BPJS = Bikin Prajurit Jadi Sengsara , Faktanya harus bolak balik karena berobatnya dibatasi, obatnya di batasi, opnamenya di batasi trus klo blm sembuh tapi batas waktunya habis disuruh pulang dulu besok baru boleh berobat lagi, begitu pula obatnya yang awalnya diberikan untuk satu bulan dibatasi menjadi tiga hari sekali…… belum lagi pasien harus ditunggui orang lain untuk mengurus administrasi maupun pengambilan obat-obatan……. bagaimana mau menyiapkan dan menyiagakan personel klo pengobatannya tidak tuntas…. MAKANYA KLO JADI TENTARA JANGAN PERNAH SAKIT…..

 Leave a Reply