Des 152018
 

Typhoon dengan Rudal Meteor (foto : MBDA)

Tidak ada pesawat musuh yang dapat meloloskan diri saat menghadapi pesawat tempur yang dipersenjatai dengan rudal Meteor yang sangat cepat, kuat dan sangat merusak. Rudal Meteor dirancang untuk unggul dalam pertempuran udara dan menghancurkan ancaman pesawat musuh pada jarak jauh dalam segala kondisi cuaca.

Untuk memastikan kehancuran maksimum, Meteor memanfaatkan hulu ledak fragmentasi untuk memberikan efek menghancurkan meski rudal tidak meledak tepat pada sasarannya.

Didukung oleh asupan udara ramjet, rudal baru ini dapat melesat mencapai kecepatan ultra-cepat melebihi kecepatan suara. Untuk meningkatkan daya hancur, ramjet membantu rudal meningkatkan daya dorong di sepanjang jalur penerbangan sampai saat meledakkan targetnya.

Ramjet adalah mesin bernapas yang mampu memberikan kecepatan luar biasa melebihi Mach 3 dan bahkan melampaui Mach 6 dalam beberapa kasus.

Rancangan Meteor tersebut mampu menciptakan “zona tidak dapat menyelamatkan diri” dan zona ini memiliki skala menghancurkan beberapa kali lipat lebih besar daripada rudal MRAAM (Medium Range Air to Air Missiles) lainnya.


Rudal Meteor (foto : MBDA)

Target tidak harus berada dalam jangkauan visual pilot untuk berada dalam jangkauan serangan tepat karena Meteor cukup pintar untuk menemukan target dan melakukan serangan sendiri.

Sistem seeker radar aktif yang sangat canggih memandu masing-masing rudal terhadap berbagai sasaran. Rudal tidak membutuhkan pilot dan pesawat canggih untuk membimbing dan memandunya.

Agar efektif dalam pertempuran modern, misil Meteor direkayasa untuk tetap efektif menghadapi peperangan elektronik ketat yang mencoba menghentikannya.

Dikembangkan oleh tim dari enam negara Eropa dengan MBDA dan dipimpin oleh Departemen Pertahanan AS, rudal baru tersebut sekarang dalam produksi penuh.

FoxNews

Bagikan:

  6 Responses to “Diyakini Tidak Ada Pesawat Lolos dari Serangan Rudal Meteor”

  1.  

    Kecap selalu nomor 1
    Bumbu kecap selalu melezatkan masakan …..katanya.

  2.  

    Yah… nasib… kecapnya abis….
    sausnya 2 deh

  3.  

    Dikembangkan oleh tim dari enam negara Eropa dengan MBDA dan dipimpin oleh Departemen Pertahanan AS, rudal baru tersebut sekarang dalam produksi penuh.

    eh?

  4.  

    Hoammmm…vivida la voyur ka …

  5.  

    Kalau amrik ikut2an gabung bakalan itu rudal di setting gak bisa deteksi pesawat tua f22 neh? … 😀