Jul 242017
 

Kawasan di Masjid Al Aqsa (Kubah Hitam tengah), Jerusalem (Andrew Shiva / Wikipedia)

New York – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu pada Senin 24 Juli 2017 untuk membahas serentetan kekerasan Israel-Palestina paling berdarah selama bertahun-tahun, kata beberapa diplomat pada Sabtu 22 Juli 2017

Swedia, Mesir dan Prancis meminta pertemuan tersebut untuk “segera membahas tentang seruan untuk de-eskalasi di Jerusalem dapat didukung,” kata Wakil Duta Besar PBB Swedia, Carl Skau, melalui akun Twitter.

Israel mengirim pasukan tambahan ke Tepi Barat yang diduduki pada Sabtu 22 Juli 2017 dan menggerebek rumah penyerang Palestina yang menusuk 3 orang Israel pada Jumat 21 Juli 2017, ujar Militer.

Beberapa jam sebelum 3 orang Israel ditusuk, tiga orang Palestina tewas dalam aksi kekerasan yang dipicu oleh pemasangan Detektor Logam Israel di tempat-tempat masuk ke kompleks tempat suci di Kota Tua Jerusalem. Kawasan tersebut dikenal umat Muslim sebagai al-Haram asy-Syarif dan oleh kaum Yahudi sebagai Bukit Rumah Suci.

Di Jerusalem pada Sabtu, 22 Juli 2017 Polisi Israel mengatakan bahwa mereka menggunakan peralatan anti huru hara untuk membubarkan belasan orang Palestina yang melemparkan batu dan botol ke mereka. Tayangan televisi menunjukkan Polisi melemparkan Granat Setrum dan menggunakan Meriam Air untuk membubarkan huru hara.

Polisi Israel mengatakan bahwa satuan tambahan sudah dikerahkan untuk meningkatkan keamanan di Kota Tua, sementara jalan masuk umat Muslim menuju tempat suci itu, untuk melaksanakan sholat, akan dibatasi hanya untuk wanita dari segala umur dan laki-laki di atas 50 tahun. Alat penghalang ditempatkan pada akses jalan menuju Jerusalem, untuk menghentikan bus yang membawa umat Muslim ke tempat tersebut.

Ketegangan seringkali meningkat di sekitar kawasan tersebut, yang di dalamnya berdiri Masjid al Aqsa dan Kubah Batu Emas. Gesekan terjadi sejak Israel merebut dan merebut Kota Tua, termasuk kawasan suci itu, dalam perang Timur Tengah tahun 1967.

Sebelumnya ada seruan kepada Netanyahu agar alat Pelacak Logam itu dibongkar, untuk meredakan keadaan.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, sesudah membahas masalah ini dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menyerukan kepada Presiden Israel Reuven Rivlin untuk mendesak pembongkaran tersebut.

Nickolay Mladenov, koordinator khusus Perserikatan Bangsa Bangsa untuk perundingan damai Israel-Palestina, yang sudah lama terhenti, menghimbau agar semua pihak tetap tenang dan Gedung Putih mendesak adanya suatu usaha pemecahan masalah. Jordania, yang mengkelola tempat suci itu, juga terlibat dalam usaha mediasi.

Gelombang serangan jalanan oleh warga Palestina yang dimulai pada tahun 2015 sudah berkurang, tetapi belum berhenti. Sedikitnya 255 orang warga Palestina dan 1 orang  warga Jordania tewas sejak kekerasan dimulai.

Israel mengatakan bahwa paling sedikit 173 orang dari mereka yang tewas, adalah yang melakukan tindakan penyerangan, sementara lainnya tewas dalam bentrokan dan unjuk rasa.

Israel merebut wilayah Jerusalem Timur, tempat Kota Tua dan kawasan suci berada, setelah perang Timur Tengah tahun 1967 dan menganggap seluruh Jerusalem sebagai Ibukotanya, suatu langkah yang tidak diakui secara Internasional.

Warga Palestina menghendaki Jerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara mereka, satu Negara merdeka yang wilayahnya mencakup Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Israel menuduh pemimpin Palestina menghasut warganya untuk melaksanakan kekerasan, tetapi pihak berwenang Palestina mengatakan bahwa keputusasaan warga Palestina selama pendudukan Israel adalah pendorong utama kekerasan terjadi, dilansir Antara/Reuters, 24-7-2017.

Bagikan:

  14 Responses to “DK PBB Bahas Kekerasan di Jerusalem”

  1.  

    Gombal..

  2.  

    PBB gak ada guna nya hny alat legalitas USA dan antek2 nya, OKI juga gak ada taring nya, kata nya negara2 Islam tp lihat lah Masjidil Aqsha di kangkangi Zionis-Israel ,hnya nunggu waktu apakah di ganti kuil Sulaiman atau Intifada…. INSA allah

  3.  

    Pbb tak berdaya… Israel yg kecil aja tidak berani menindak ini bukti bhwa pbb memble

  4.  

    Masalah kompleks nih susah…

  5.  

    maka nya timteng perang terus
    klu timteng damai maka Israel dalam bahaya
    agen2 nya infiltrasi untuk menabur permusuhan di semua negara timteng

  6.  

    PBB? Pret

  7.  

    trus peran Arab saudi disini sebagai apa?yg katanya ketua alisansi islam….yg ikut campur masalah dlm negeri qatar.

  8.  

    Percuma ngandelin PBB selama masih di bekingin ASU, biarlah azab Allah yang akan bicara………

  9.  

    Sampai kapanpun suara jeritan palestina tidak akan didengar selama tanah palestina tidak diakui sebagai negara berdaulat oleh 2 dr 5 pemegang hak veto.
    Karna kalo terjadi PALESTINA sbg negara berdaulat maka israel buangan inggris tidak akan memiliki tanah sama sekali.
    Jika palestina menggugat peta lama sbelum taon 60an maka israel hanya sebuah bangsa tanpa tanah sama sekali.
    Jadi sampai kapanpun palestina tidak akan damai.
    Kecuali terjadi perang antara barat dan timur.
    Itupun jika timur memenangkan perang ini.
    Tapi siapkah kita menerima konsekuensi dari next war yg akan datang?

    •  

      lha… kalo mo damai ato mo didamaiin , shrsnya kita lebih menekan agar rakyat palestina dn hamas utk mengurangi tindak pancing-amarah kpd polisi isroil, inget lhoo kejadiaan penyerangan simpatisan radikalis trhdp kepolisian indonesia mrk tereak thogud sblum menusuk

      •  

        Di damaikan bagaimana bung?
        Slama israel tidak mengakui palestina sbg negara maka palestina hanya akan di anggap manusia2 tanpa tanah, padahal kalo di runut kebelakang bangsa yahudi yg skrg ada dipalestina adalah bangsa2 yg di jaman hitler terancam holocaust. Dan oleh inggris dan USA di selamatkan dan di pindahkan ke palestina sana.
        Kemudian setelah perang berakhir mereka di akui sbg negara dan memiliki wilayah di tanah palestina.
        Makanya sampe sekarang baik inggris ato ASU getol menolak permintaan palestina untuk diakui sbg sebuah negara merdeka.
        Di lain pihak israel ketakutan jika seandainya palestina menjadi sebuah negara dan menggugat tanah2 yg sekarang dikuasai mereka.
        Ketakutan2 itulah yg menyebabkan mereka menolak permintaan bangsa palestina.
        Jadi saat ini jika ada perundingan maka bisa dipastikan hasilnya hanya akan menguntungkan sebuah negara bukan bangsa.
        Coba di lihat bung peta lama sbelum taon 60an trus bandingkan dgn peta terupdate sekarang.
        Apakah masih sama wilayah2 bangsa palestina?
        Soal islam garis keras, ini adalah akumulasi kekecewaan yg berujung tindakan main hakim sendiri menurut saya.
        Seandainya nih yaa….kekacauan dan tindakan diskriminatif ini terjadi di wilayah yang mayoritas *maaf teman2* (beragama kristen) di daerah eropa, apakah tidak akan muncul gerakan kristen garis keras yg akan main hakim sendiri?

        Jadi saya bilang tidak akan damai selama tidak diakui palestina sbg sebuah negara.
        Israel akan terus mencaplok wilayah palestina sampai tanah itu seluruhnya berada di bawah kontrol israel

        •  

          wkwkwkw, mana ada gerakan garis keras dr agama lain ? yg ada aksi bela diri dgn pernyataan pendapat, dn komunikasi yg lebih terjalin, hy simpatisan hamas dn warga keturunan iran/yordania yg nyebut palestina itu sbh wilayah pemerintahan sebelum ada isroil (sory ya gw bkn ngurusin isroil ato liga arab , hy lebih perduli fakta sprti normalnya pembaca berita dn komentar biasa)

        •  

          Tidak ada penyerangan, hanya ada Provokasi dr Israel.
          Anda tau tidak Al-Aqsa itu status hukumnya apa? Itu kawasan dalam Status Quo di mata PBB.
          Dalam hal ini menjaga keamanan bkn hanya dr Israel tp jg dr Palestina, tp faktanya Israel mengambil alih Kemanan secara sepihak dikawasan tsb, itulah kenapa Rakyat Palestina marah.

          Pahami dulu duduk perkara Quo, apalagi yg baru2 terjadi adalah Sistem Keamanan pemindai dengan alasan tak masuk akal.

          Palestina sudah terbukti tidak menggunakan Kekerasan Militer saat Israel mengambil alih paksa Kawasan tsb dgn dalih keamanan, tp pertanyaannya coba berikan Bukti kapan Israel melepas pos2 keamanan di Kawasan Quo tsb? Knp Israel menolak Intervensi Pasukan PBB dikawasan tsb dgn cara Memveto lwt USA?
          Knp Israel selalu menyebut Organisasi Kemanan dr Palestina sebagai Teroris?
          Jawabannya adalah Israel salah dan egois.

  10.  

    gw heran , knp msyrkt indonesia sring nyebarin berita2 ttg tindakan polisi/tntara isroil kpd palestina saja ?? pdhl kita tahu mrk sdg dlm kondisi perang (rebutan wilayah tanpa hak milik) , setiap sikap militer mesti ada alasannya, ga perlu sampai demo gituuh ke PBB ato di televisi, lihatlah mslh seteru sbnrnya … yaitu tindak agamis anti dgn msyrkt isroil oleh golongan tertntu di palestina, shrsnya kita berdemo kpd pelaku2 yg memancing penutupan al-aqsa oleh militer isroil

 Leave a Reply