Des 242016
 

Dok. Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat berbicara di PBB (Credit : Bloomberg)

New York – Anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bersidang, 23/12/2016 untuk memutuskan apakah perlu pemungutan suara bagi resolusi menuntut pengakhiran pendudukan Israel di Palestina.

Mesir selaku penggagas resolusi itu menarik sikapnya atas tekanan dari Israel dan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.

Sebanyak 15 anggota Dewan Keamanan sedianya menggelar pemungutan suara pada Kamis sore dan pejabat dari negara Barat menyatakan AS kemungkinan menyetujui usulan resolusi tersebut sebagai upaya membalikkan AS dalam bertindak melindungi Israel.

Selandia Baru, Malaysia, Venezuela, dan Senegal, pendukung bersama usulan resolusi itu, pada Kamis malam mengatakan bahwa jika Kairo tidak menjelaskan sikapnya, mereka akan menunda haknya melanjutkan pemungutan suara sesegera mungkin.

Mesir selaku anggota Dewan Keamanan sejak secara resmi menarik naskah usulan untuk membela rakyat Palestina itu mengizinkan keempat negara tersebut untuk mendesak digelarnya voting, demikian pernyataan sejumlah diplomat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Trump menyerukan AS untuk menolak draf resolusi tersebut.

Sean Spicer selaku juru bicara Trump menyatakan bahwa Presiden terpilih AS dari Partai Republik itu telah berbicara kepada Netanyahu dan Presiden Mesir Andel Fattah Al Sisi terkait sikap yang diusulkan di DK PBB itu.

“Dia menyampaikan pernyataan mengenai mosi Mesir tersebut akan terjadi di PBB. Mesir akan mencabut usulannya,” kata Spicer dalam acara “Today” yang disiarkan NBC, Jumat.

“Presiden Al Sisi dihubungi, Perdana Menteri Netanyahu dihubungi. Ia mendapatkan jawaban, apakah untuk kepentingan dalam negeri atau luar negeri,” katanya.

Usulan resolusi tersebut mendesak Israel segera mengakhiri dan menyelesaikan semua upaya pendudukan di wilayah teritorial Palestina, termasuk Yerusalem Timur dan pembangunan permukiman oleh Israel tidak sah dan merupakan pelanggaran nyata hukum internasional.

Resolusi tersebut membutuhkan sembilan suara dukungan dan AS, Prancis, Rusia, Inggris atau China tidak memberikan suara.

Rakyat Palestina menginginkan kemerdekaan negaranya di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel sejak perang pada 1967.

Sebagian besar negara dan AS menganggap pendudukan Israel di Tepi Barat sebagai tindakan ilegal dan dapat menghambat perdamaian di kawasan.

Israel menentang pendapat yang mengatakan bahwa pendudukan tersebut ilegal dan menyatakan bahwa status akhir mereka adalah untuk mencegah berbagai pembicaraan dengan pejabat negara Palestina pada masa-masa mendatang.

Perundingan perdamaian terakhir Israel dengan Palestina pimpinan AS gagal pada 2014.

Antara/Reuters

Bagikan:

  15 Responses to “DK PBB Sidang Putusan Akhir Soal Pendudukan Israel di Palestina”

  1.  

    Semoga Palestina segera merdeka dan segera mendapatkan hak haknya sebagai negara yang berdaulat,aminnn

  2.  

    selama PBB ada istilah hak veto yg dipegang negara2 pemenang WW2,yg ada hanya tarik menarik kepentingan,PBB hanya menjadi boneka untuk menjalankan kepentingan2 mereka,jadi jangan berharap perdamaian di PBB

  3.  

    PBB tak berkutik dihadapan Israel..

    •  

      peringatan benyamin franklin ford tentang bahaya yahudhud d Us, amrik adalah israhell besar & israhell adalah amrik kecil yg kepentingan’a sama.
      dlm hal ini, dunia d bagi 3:
      1. sekutu Us
      2.d bawah pengaruh Us
      3.anti Us
      sayang… negara” mayoritas Islam masuk sekutu’a, sedangkan kita hampir sama dengan Lebanon & Yordan yg masuk d bawah pengaruh.
      negara” mana z yg anti Us…??
      klo ane sebut, tar banyak yg ga nerima. he… he…

  4.  

    Aksi Bela Palestina…Di tunggu…

  5.  

    ameriki melakukan standar ganda….

  6.  

    kita dorong saja para taipan RI utk mau berinvestasi di palestina, utk masalah keamanan biar serahkan ke deplu dan dephan. supaya rakyat palestina bisa sejahtera, kira2 cukup efektif gak ya?

  7.  

    Kau yg memulai kau yg mengakhiri, kau yg berjanji kau yg mengingkari….sungguh teganya teganya teganya teganya….

  8.  

    Meskipun Mesir menarik dukunganya Tapi voting tetap jalan dengan hasil lolosnya Resolusi PBB,yang mana 14 negara anggota dewan setuju dan 1 Abstain (Amerika serikat) dan untuk kali ini AS tak menggunakan hak Veto nya.
    seorang menteri Israel, Yuval Steinitz, meluapkan kekecewaannya pada AS. ”AS meninggalkan Israel,satu-satunya sekutu di Timur Tengah sakit jantung sakit setelah delapan tahun persahabatan, dan kerjasama dengan Obama, ini adalah chord terakhirnya,” katanya, sambil melangkah meninggalkan ruang pemungutan suara.

  9.  

    mantap ternyata amerika tidak memveti….dan berpaling dari israel…
    demi sebuah kebenaran….
    bahwa sesungguhnya israel adalah penjajah dan agresor wilayah palestine…yg mana semua dunia internasional tahu itu…

    semoga palestina akan semakin cepat MERDEKA…

    AMIN

 Leave a Reply