Jul 012017
 

Bronx-Lebanon Hospital Center, New York, AS (Jim.henderson)

New York – Seorang dokter yang kehilangan pekerjaan di Rumah Sakit New York City melepas tembakan secara brutal pada Jumat 30-6-2017, mengakibatkan seorang dokter terbunuh dan 6 orang lainnya terluka, sebelum si pelaku akhirnya bunuh diri.

Pelaku yang memakai jas lab warna putih berjalan ke lantai dua Rumah Sakit Bronx-Lebanon Hospital Center, di New York, setelah itu berusaha menyulut api untuk membakar diri sebelum akhirnya Polisi menemukan tubuhnya tergeletak dengan luka tembak, kata Komisaris Polisi James O’Neill.

Seorang dokter perempuan tertembak mati dan 6 orang lainnya terluka, 5 orang di antaranya luka parah sedangkan yang seorang tertembak di kaki, kata O’Neill dalam jumpa pers.

Mayor Bill de Blasio mengatakan bahwa penembakan tersebut sepertinya berhubungan dengan “persoalan di tempat kerja” dan bukan aksi terorisme.

“Seorang dokter meninggal dan beberapa dokter lainnya sedang kritis akibat luka yang mereka alami,” ujar de Blasio kepada wartawan.

“Keadaan mencekap terjadi di tempat yang biasanya menjadi tujuan orang untuk mendapat perawatan dan kenyamanan.” O’Neill mengatakan bahwa pria bersenjata itu membawa senjata api yang bisa membunuh.

Baik polisi maupun sang Mayor belum mengungkapkan jati diri pelaku dan para korban.

O’Neill menjelaskan bahwa pria bersenjata itu bekas karyawan di Rumah Sakit 972.

Kepala Bronx Borough, Ruben Diaz dalam wawancara dengan WABC News menyebut pelaku sebagai Dr. Henry Bello yang telah dipecat dari Rumah Sakit dan media lain menyebut Bello berusia 45 tahun.

Harian New York Times dan New York Daily News melaporkan keterangan dari sumber yang tidak disebut namanya bahwa Bello mengundurkan diri dari Rumah Sakit untuk menghindari pemecatan karena tindak pelecehan seksual.

Bello menerima izin terbatas untuk bisa praktek seagai dokter internasional, tetapi izin tersebut sudah mati tahun lalu. Disebutkan bahwa Bello juga memiliki izin sebagai Teknisi Farmasi dari California dan pernah bekerja di Rumah Sakit tetapi keluar pada 2015.

Pria asal Nigeria itu memperoleh gelar dokter dari Universitas Ross di kepulauan Karibia, Dominika kemudian bekerja sebagai Teknisi Farmasi di Metropolitan Hospital Center di Manhattan pada 2012, kata Davids Wims, seorang pengacara yang mewakili Bello dalam pengajuan klaim asuransi setelah berhenti bekerja dari Rumah Sakit.

Dalam wawancara melalui telepon, Wims mengatakan kepada Reuters bahwa Bello terluka setelah dipecat kemudian pergi dan tidak pernah kembali.

Antara/Reuters

Bagikan:

  5 Responses to “Dokter Ngamuk di New York, 1 Tewas, 6 Terluka”

  1.  

    Ko g d blg teroris yahhh cba klo agama nya islam dah hebohhhhh tuhhhh

  2.  

    Wah lantaran stres berat neh….. :marah

  3.  

    mungkin dia lelah :sup2:

 Leave a Reply