May 012014
 

PASKAL_TLDM

Dos Mujeres Un Camino, tentang LCS:
HATI YANG MENDUA ATAU KAKI YANG MENDUA..?

Semburat jingga di cakrawala, memantulkan cahaya merah tembaga pada daun-daun kelapa, air laut pantai senja dan rumpun-rumpun mega. Anginnya mendesir dingin, menyusup diantara tabir-tabir kota gelap dan lembab. Kami sedang berada di hotel resort itu untuk menantikan sambutan dari seorang petinggi dalam kabinet pemerintahan Malaysia.

Sebelum datang ke tempat itu, isteri saya dan teman-teman di KBRI berpesan agar saya tidak berkomentar apapun dalam acara yang digelar sebagai bentuk syukuran dan terima kasih yang mendalam dari kerajaan, atas suksesnya penyambutan kunjungan kenegaraan Mr. President, Barack Obama. Sungguh luar biasa, kunjungan yang telah dinanti-nanti selama bertahun-tahun ini, selain dirasakan amat membanggakan, juga sangat penting bagi memantapkan kembali posisi Malaysia dalam kancah hubungan internasionalnya.

Di tengah semakin redupnya reputasi pemerintahan Najib Tun Razak, kunjungan Obama ke Malaysia diharapkan akan mampu menjadi sebuah wahana komunikasi yang efektif, sekaligus juga mampu menjadi media propaganda politik dalam negerinya, untuk menegaskan kembali pada segenap rakyat Malaysia, bahwa pemerintahan sang PM pada penggal keduanya ini, masih memiliki legitimasi lokal yang utuh dan kuat, di samping terus adanya dukungan dan perhatian dunia internasional. Ini merupakan anugerah terselubung di sebalik penundaan beberapa kali kunjungan Obama ke Malaysia.

Di tengah fenomena Asia Tenggara yang sedang tumbuh menjadi kawasan yang amat mempesona, yang ditandai oleh adanya dinamika politik di Thailand dan Indonesia, Malaysia menyampaikan minat dan ketertarikannya pada dunia untuk menjadi role model bagi stabilitas politik, kesejahteraan rakyat dan perkembangan ilmu pengetahuan di kawasan. Malaysia berharap bisa mengambil keuntungan yang sebanyak-banyaknya, walaupun agenda yang ditawarkan terkesan usang. Peningkatan peran aktif PBB disaat negara-negara besar mulai menjauhi PBB, dan isu dunia yang bebas nuklir, disaat fokus dunia tidak sedang bertumpu pada nuklir.

Satu-satunya agenda cerdas yang patut diacungi jempol adalah kejelian Malaysia dalam melihat peluang dalam sektor industri keuangan syariah. Amerika yang masih tertatih-tatih dalam belenggu krisis yang dihadapinya, telah mampu dijabarkan sebagai peluang besar yang amat menjanjikan. Malaysia telah menawarkan pengalaman, tenaga ahli dan tentu saja potensi pasar terbesar mereka; Indonesia..! Mereka siap membuka diri untuk kehadiran USA menjadi salah satu pemain besar dalam industri keuangan syariah dunia.

Terlepas dari permasalahan tersebut, Malaysia juga ternyata ingin berkeluh kesah dengan Amerika, tentag sikap keras China yang enggan membuka pintu negosiasi bagi kasus claim wilayah di Laut China Selatan. China bersikukuh hanya akan membuka pintu diplomasi bagi usaha kerjasama, bukan untuk membagi-bagi wilayah kekuasaan. Sikap ini tentu saja sangat bertentangan dengan spirit yang diusung Kuala Lumpur. Setelah pada tahun 2003, mereka secara gemilang mampu mengambil alih kepemilikan pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia berkat campur tangan Inggris, maka sejak saat itu pula, mereka begitu yakin akan mampu menguasai wilayah-wilayah sengketa lainnya.

lcs-malaysia

Namun apa lacur, kepongahan dan pesta kemenangan atas penguasaan pulau Sipadan dan Ligitan, yang meninggalkan luka mendalam di seluruh benak rakyat Indonesia, harus dibayar mahal oleh Malaysia. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2009, secara berturut-berturut Malaysia harus menangisi lepasnya Batu Puteh ke pangkuan Singapore, dan sebuah wilayah yang kaya akan minyak berkualitas tinggi, Limbang, harus rela menjadi milik kesultanan Brunei Darussalam. Ironisnya, justru Inggris jualah yang berada di balik kekalahan Malaysia. Sebelumnya, Petronas memberikan konsesi migas pada perusahaan USA, dan Inggris merasa keberatan karena perusahaannya gagal dalam lelang tender. Dengan berpindahnya kepemilikan Limbang kepada Brunei, maka hak konsesi migasnya pun akan turut berpindah.

Jika untuk memiliki Sipadan dan Ligitan, Malaysia harus mati-matian menghadapi Indonesia di meja perundingan, bahkan ada isu hina yang menyebut konon kerajaan Malaysia harus menggelontorkan dana untuk pemulihan krisis ekonomi di Indonesia, yang jumlahnya hingga mencapai lebih dari satu miliar ringgit.

Pertanyaannya sekarang, untuk melepaskan Limbang dan Batu Puteh pula, berapa banyakkah uang yang digondol oleh para petinggi kerajaan dan pemerintah Malaysia? Satu hal yang sangat memalukan, bahkan lepasnya kedua wilayah teritorial tersebut, justru tidak melalui perundingan dan perdebatan di meja mahkamah internasional. Keduanya lepas hanya sebatas melalui sidang kabinet, bukan sidang parlemen..! Sebuah fakta ironis yang hingga kini dipandang oleh setiap warga negara Malaysia sebagai sebuah najis.! Hehehe..!. Sejak saat itu, keharmonisan hubungan antara Malaysia dengan Singapore dan Brunei, kian memudar dan rapuh. Wujud the Golden Triangle, telah berubah menjadi the Broken Triangle. Kita ketahui kemudian Singapore kian intim di bawah ketiak induknya, dan Brunei selain dekat dengan Inggris, juga justru dipandang Malaysia sangat menyebalkan, karena lebih merapat ke Indonesia..!

Malaysia menjadi seperti orang tua pikun yang ditinggalkan oleh sahabat-sahabatnya. Setiap ucapannya dianggap igauan, dan cita-citanya hanya sebuah khayalan. Kunjungan Panglima TNI ke China baru-baru ini, ternyata dinilai lebih produktif karena mampu menghasilkan nilai-nilai strategis, jika dibandingkan dengan hasil kunjungan Menhan Malaysia ke USA. Kenyataan ini membuat Malaysia menjadi seperti orang yang terbangun dari tidur karena disirami air panas, kleyengan dan tidak punya arah pikiran. Kasihan..!

Kembali ke LCS. Sebagai negara yang over confident dengan kebesaran negerinya, Malaysia merasa kecewa dengan sikap yang ditunjukan tetangga-tetangganya di Asean. Philipines yang selama ini mendapatkan dukungan penuh Kuala Lumpur dalam menghadapi konflik Moro di negaranya, justru lebih memilih beraliansi dengan Vietnam dalam menghadapi sengketa LCS.

Akal sehat Philipines menuntun pada kemungkinan yang lebih rumit jika mereka memiliki hubungan yang lebih akrab dalam konflik LCS. Dia sadar, kelak Inggris akan menggerus dan menghabisinya. Begitupun dengan Brunei yang gagal didekati. Alih-alih mau bergabung, Brunei malah terang-terangan merapat pada Indonesia, yang sebelumnya sukses menerapkan code of conduct untuk wilayah LCS. Brunei merasa tidak memiliki hubungan langsung dengan konflik LCS, meskipun mereka juga masih harus berhadapan dengan China, tapi hanya sebatas pada klaim China terhadap secuil wilayah ZEE yang tertuang dalam the 9 dash line. Ternyata masalah ini, sangat mirip dengan Indonesia di kawasan ZEE pulau Natuna. Untuk itu, Brunei pun dengan segera memutuskan diri untuk segera menjadikan Indonesia sebagai partner yang ideal. Gayung pun bersambut, 3 kapal light fregat Nakhoda Ragam Class dilepas dengan harga yang terbilang sangat murah, bahkan terkesan diobral. Lagi-lagi, Malaysia pun gigit jari.

Karena sudah merasa sendirian, dengan terpaksa akhirnya Malaysia pun tebar pesona dengan Amerika. Meskipun disadari sepenuhnya bahwa mereka tidak akan pernah menjadi anak emas Amerika di Asia Tenggara. Point utama yang diincar Malaysia, tiada lain, dengan adanya dukungan USA, maka bisa diharapkan akan mampu meningkatkan bargaining power Malaysia, sehingga diharapkan juga bisa membantu Malaysia dalam usaha menguasai sebagian atau bahkan seluruh wilayah yang sedang dipersengketakannya di LCS.

Jika China benar-benar hanya menginginkan kerjasama dengan negara-negara claimant, setidaknya Malaysia bisa berharap atas jatah yang jauh lebih besar. Dengan dinamika yang ada, seyakin apakah kita terhadap meletusnya perang terbuka di LCS? Ingat, semua negara pemilik kuasa hak veto ada di sana. China berdiri di utara, Perancis di Hanoi, Inggris di Malaysia dan Brunei, USA di Manila, Brunei dan juga KL, yang terakhir, dan justru yang paling mengkhawatirkan adalah dengan hadirnya Russia di Jakarta..!

Percaya atau tidak, jika kelak mereka akan lebih memilih jalan kompromi, dengan prinsip daripada buang-buang peluru, lebih baik kita jualan peluru..! Puluuuus..! Jika dengan berbagi masih bisa hidup kenyang, kenapa kita harus mati karena kekenyangan? Hehehe..! Ingat, 20 miliar ton minyak, dengan 8% kehidupan ikan dunia yang ada di dalamnya, adalah jumlah yang sangat besar..! Selamat menikmati Bung..! (by; yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 01 May 2014).

  215 Responses to “Dos Mujeres Un Camino, Tentang LCS”

  1.  

    Pagi warjager & sesepuh

    Ijin nyimak artikelnya bung @yayan

    Salam

  2.  

    sy org indonsia yg bekerja sebaggai TKI di malaysia dan sy melihat perkembangan ekonomi malaysia sanggat parah dan semakin terpuruk dalam jangka 5 sampai 7 thn lgi

  3.  

    Assamualaikum wr.wb.Bravo bung yayan salah satu topik bung yayan INDONESIA ITU BESAR,jadi TAJUK koran SINDO,baru aja saya baca korannya hari ini.Selamat dan Sukses buat bung yayan semoga ALLOH SWT selalu menjaga dan memberi kesehatan bung yayan dan keluarga.tetap semangat menulis bung.maaf oot rekan2x warjag.

    •  

      Betull ini linknya
      http://koran-sindo.com/node/386081

      Hayoooo jurnalisnya pakai nick apa ne disini
      hehehehe

    •  

      jika dicermati, editorial sindo mengangkat angle lain yang agak berseberangan dengan bung yayan yakni faktor ‘mental inlander’ yang cemen dan kontras dengan kekayaan dan keberagaman willayah / tanahnya (kondisi ini dalam sebuah thread yang sudah agak lama saya catat sebagai indikasi ‘kalahan’ berdasarkan sejumlah data al. peringkat di SEA games terakhir, peringkat penguasaan siswa2 kita di PISA yang mengukur kemampuan matematika, IPA dan bahasa yang jauuh di bawah vietnam yang baru selesai perang mengusir AS tahun 1975, 30 tahun setelah kiuta merdeka).

      catatan lain, jkgr ternyata dimonitor juga oleh editor koran ‘konvensional’ tidak hanya oleh military buff…

      •  

        bung danu berarti ikut dikenal sebagai sesepuh warjag
        hehehehehe

        Warjag memang lain karena tidak melulu membahas militer .
        Pecinta militer makin tebal Rasa Cinta Tanah Airnya setelah disiram dengan materi materi kewiraan dari Bung Yayan.

        Semoga Warjag makin besar dan semoga tidak dijual oleh bung diego ke konglomerat midea hehehehehe

      •  

        Salah satu warisan mental inlander, kalau ketemu bule banyak yang minder. Tugas semua warga mengubah itu, menjadi lebih pede. Di tempat saya, bulenya selalu saya ajak bicara bahasa Indonesia .. heheh

    •  

      Nah loh, kok gak ijin dulu sama orangnya… T_T

  4.  

    Bung yayan….tulisannya sangat membahagiakan saya.gak tau ya sebenarnya gak boleh sy berpikir begitu tp saya sangat menikmati kalau orang malon teraniaya he he he…

    Keep your spirit to writing patriot!

    •  

      Hehehe..! Terima kasih bung Wehr..!

    •  

      Betul bung Wehrmacth, saya sebagai anak bangsa ini ssngat sskit hati sewaktu saya tahu sipadan dan ligitan dianeksasi sama malon, saya sampai tidak bisa tidur kenapa begitu mudahnya 2 pulau ibu pertiwi diambil sama malon, tanpa adanya rasa bersalah dari pemerintah kita pada saat itu.

  5.  

    Memang asik dan geli2 dikit kalo kerajaan serumput udah blunder.. kok ya slalu menarik buat saya… Saya bukan benci sih tapi udah ga percya lg sama serumput,,, melihat kondisi mereka skarang saya juga kasihan tapi di lain pihak sangat menikmati bila serumput itu pelan2 terjepit…

    Artikelnya bagus skali bung@ Yayan.
    Racikanya pas, sangat membuat saya semangat dan bangga. 2 thumbs.

    •  

      Terima kasih bung..! Tapi ingat, jangan terlena. Kita harus tetap waspada, gigih, ulet, pantang menyerah dan jangan lupa berdoa dan bersyukur. Hehehe..! Salam bung..!

  6.  

    Bung@Yayan….keren artikelnya…salam kenal

  7.  

    maaf OOT…melihat serangkaian berita hari ini mengenai sidak Panglima TNI ke Mako Kopassus dan Marinir… 🙂

  8.  

    Apa benar Limbang sudah jatuh ke tangan Brunei? Wakakaaaa

    •  

      Betul bung..! Pada tahun 2009, di ujung masa jabatannya sebagai PM, Abdullah Ahmad Badawi melakukan kunjungan kenegaraan ke Brunei Darussalam. Kunjungan yang semula ditafsirkan oleh rakyat Malaysia sebagai kunjungan perpisahan, ternyata sekembalinya beliau ke Malaysia, pemerintah kesultanan Brunei menyampaikan pernyataan bahwa wilayah blok L dan M Limbang telah dikembalikan pada Brunei, sesuai dengan surat pernjanjian yang disepakati oleh pihak Malaysia dan Inggris yang telah mengelola daerah itu selama 40 tahun. Rakyat Malaysia marah, merasa terhina. Sampai akhirnya parlemen pun memanggil sang PM untuk menegaskan kembali bahwa tidak ada satu pun produk undang-undang di Malaysia yang membenarkan wilayah teritori mereka diserahkan kepada pihak lain. Sang PM pun menjelaskan bahwa dia adalah warga Malaysia yang patuh undang-undang, dan tidak akan mungkin melepas wilayah teritori Malaysia walau hanya sejengkal tanah pun. Yang menjadi masalahnya adalah status wilayah Limbang itu sendiri. Dalam surat perjanjian tersebut, ternyata sangat jelas disebutkan bahwa Limbang adalah daerah konsesi untuk dikelola oleh Malaysia selama 40 tahun. Wilayah konsesi dengan wilayah teritori, jelas memiliki makna yang sangat berbeda dong..!

      •  

        bisa dibabar sedikit mengenai Limbang ini bung…wilayah apa sebenarnya ini??

        •  

          Kawasan Limbang ini sebelumnya adalah kawasan bertindih yang masih menjadi sengketa antara Malaysia dan Brunei. Secuil wilayah di pesisir LCS yang merupakan perbatasan antara Serawak dan Brunei, yang diestimasikan memiliki kandungan minyak hingga 2 miliar barel. Dengan jumlah potensi minyaknya yang sebesar itu, kalau di Indonesia mungkin setingkat dengan kawasan Caltex Duri di Riau. Konsesi ini diberikan Inggris pada Malaysia, karena waktu itu negara Brunei sendiri belum mendapatkan kemerdekaannya. Di pihak Malaysia, ada kecenderungan untuk menghilangkan fakta sejarah ini. Malaysia menginginkan agar Limbang tetap menjadi wilayah tetap mereka. Kasus kemenangan perusahaan minyak dari US untuk mengelola blok minyak ini, menjadi penyebab kuat mengapa Inggris berada di pihak Brunei. Melihat Inggris yang turun gunung, membuat pemerintahan di Malaysia mulai menghitung langkah. Mereka sangat sadar bahwa fakta sejarah yang dimiliki Brunei lebih kuat, manakala di pihak Malaysia sendiri, begitu banyak hal yang melemahkan posisi Malaysia. Dengan berhitung mendapatkan sedikit adalah lebih baik daripada tidak sama sekali, akhirnya Malaysia menyerahkan Limbang ke Brunei, dengan catatan, Petronaslah yang memegang hak konsesi di wilayah itu. Selain itu pula, begitu banyak faktor X yang menyelubunginya. Insya Allah suatu saat, saya akan bahas tentang korelasi antara haluan politik luar negeri Brunei, fokus ekonomi dan sebab mengapa mereka harus berlabuh ke Indonesia. Hari senin nanti, saya akan berada di Bandar Seri Begawan, memenuhi sebuah undangan. Mudah-mudahn ada oleh-oleh menarik yang bisa kita diskusikan disini. Amien..!

          •  

            amin bung…wah kalau bung Yayan jadi ke Inggris bakal rehat ga nih ulasan2 cerdas nya?? 🙂

          •  

            wah @bung yayan mau ke brunei… mungkin sebagian orang berpikir kalau d brunei semua serba wah… Walau nyata nya hanya mirip sebuah kabupaten d indonesia. Semoga sukses n selamat buat anda dan keluarga jaga diri bung btw kalauu bung yayan menginap d hotel d Brunei hanya ada 3 hotel yg bertaraf :empire hotel n contry club, Rizqun hotel n centre point hotel kebetulan dari Rizqun dan centre point hotel hanya berjarak 100-200 meter dari tempat sy kerja dan tinggal, kalau empire hotel agak jauh bung kurang lebih 15-20 menit perjalanan dgn mobil

      •  

        Nah lho..! Berarti wilayah SABAH juga harus cepat dikembalikan ke Sultan Sulu dong, kan sistemnya sewa wilayah teritori…

  9.  

    Konstelasi politik di Malaysia memang sedang berputar deras. Yang menarik adalah siapa sosok pengganti Anwar Ibrahim sebagai oposan yang bersuara lantang terhadap pemerintahannya.
    @ Bung Yayan.. salam kenal, artikel yang cerdas dan berkualitas seperti biasanya.
    Berandai-andai ya bung.. Jika suatu saat anda terjun ke politik saya yakin anda bisa menjadi politikus yang amanah yang selama ini sangat langka di Republik ini..

    •  

      Kami sekeluarga telah berikrar untuk mengakhiri dunia politik, cukup sampai ayahanda kami saja. Anda tidak tahu bagaimana kami sekeluarga menanggung derita yang teramat sangat sebagai korban politik. Keluarga kami punya bisnis, tapi bisnis kami dulu dikebiri. Akhirnya orang tua kami memilih untuk menangani perusahaan asing di berbagai benua. Sewaktu duduk di SMP, ayah saya menempatkan nama saya sebagai Dirut perusahaan. Tujuannya adalah untuk meledek anak sang penguasa yang telah bertindak semau gue. Kalau ingat kenangan itu, saya suka sedih dan geli. Hehehe..!

      •  

        lewat tulisan inipun anda telah berkontribusi dalam memberikan pemahaman kebangsaan.terima kasih bung yayan!

      •  

        @yayan : mengabdi ke negara n bangsa ini memang g harus lewat jalur politik bung, ada bnyak jalan untuk mnunjukkan rasa bakti qt ke ibu pertiwi

      •  

        Bung Syaiful dan bung Sorandaka, terima kasih untuk segala penyemangatnya. Hehehe..! Dan untuk anda-anda juga, saya haturkan salam, semoga sehat dan semangat selalu..!

      •  

        kenangan itu pasti yang membuat bung Yayan memiliki semangat seperti ini…ditunggu tulisannya mengenai tetangga lain bung,saya pribadi haus juga terhadap pemahaman kebangsaan…

  10.  

    kaya ga tau sfat mereka sajah… mereka hanya terlanjur mlu sehabis menghina habis2san bangsa yang sebenarnya saudara m,ereka (INDONESIA)
    jadi serba salah yaah.. mw minta muuf ,, mlu karena sudah keterlaluan,, terpoksa menjilat negara lain demi gengsi dan ambisi mereka,, dikira merekalah yang pntas memegang kendali di nusantara,,,

  11.  

    “Perancis di Hanoi”.. ceritain dong om.. beri penjelasan biar tambah gamblang.. Terimakasih.

    •  

      Perancis adalah yang menempatkan kepulauan Spratly ke dalam wilayah Vietnam sewaktu berlangsungnya perang Sino French. Kegagalan Amerika waktu perang Vietnam, tidak lain karena mereka tidak melibatkan Perancis. Waktu itu, konon Perancis lagi ogah berperang. Sayangnya, para seniman perang Perancis justru secara suka rela membimbing geriyawan Vietnam. Di masa damai seperti sekarang, Perancis memang gak begitu mencolok dalam area militer Vietnam. Tapi dalam ekonomi, walau terkesan malu-malu, nyatanya Perancis adalah negara yang berada di sebalik lahirnya industri-industri strategis Vietnam.

  12.  

    kata teman saya, MH370 itu hilang bukan karena kecelakaan tp murni pembajakan, dan d pesawat tersebut membawa ”sesuatu” yg spesial milik mamarika, yg akirnya mamarika ikut mencari mati-matian pesawat tersebut sampe ke ujung samudra, ini kata temen saya. boleh percaya dan boleh tidak, tetapi jika ad waktu bisa dianalisa dengan pikiran jernih, apakah tidak aneh jika si poseidon ampe ikut mencari sdngkan mama eli yg ibunya saja cuma melihat sambil minum kopi.

  13.  

    Greget Kalo denger RUSSIA DI JAKARTA salam Komando ! anak baru izin gabung

  14.  

    Bung Yayan judulnya artinya apavdan tafsirnya????

    Maaf drpd google translet malah deviasi maknanya…..

  15.  

    slogan pariwisata mereka trully asia seakan2 merasa diri paling asia dengan kelengkapan budayanya ( yg banyak membajak budaya negara lain) apalagi dengan semboyan mereka di pertengahan tahun 2000 ” Satu Malaysia” seakan2 mereka kelabakan akan kemungkinan daerah2 di malaysia menuntut kemerdekaan atau “satu malaysia” itu sebuah propganda untuk menyatukan kalimantan hihihihih ingin mneiru Bhineka Tunggal Ika tapi konsepnya tidak jelas…. patut dikasihani

  16.  

    waktu kapal saya bersandar di salah satu pelabuhan malaysia saya pernah ditunjukkan rekan kerja yg kebetulan orang malaysia bahwa malaysia itu lebih rasis dari indonesia apalagi kepada warga negara keturunan … dia menunjukkan pada saya sebuah koran yg di dalamnya ada rubrik pembaca… disana tertulis komplain pada warga negara keturunan yg berdagang dan menjual roti satu setengah ringgit hihihihi

  17.  

    salut buat yang kometar d JG ini

  18.  

    semoga sukses utk penempatannya di lokasi baru pak Perwira 🙂

  19.  

    Hal yang saya ingat pertama kali setelah membaca judul artikel di atas adalah telenovela tahun 90-an di TVRI yang dibintangi oleh Eric Estrada; seorang aktor yang populer lewat serial televisi favorit saya saat masih kanak-kanak. He..he artikel yang bagus bung Yayan. Benar2 membuat saya betah mampir di sini. Dan yang membuat saya selalu kembali terutama adalah update komentar dari pemirsa warung ini benar2 seru dan berwarna 🙂

  20.  

    Nice artikel bung yayan membaca tulisan anda yg begitu bagus itu mencerminkan tingkat emosi dan intelektual yang mumpuni
    Salam

    •  

      Terima kasih bung Kawulo Alit..! Saya juga masih dalam tahap sama-sama belajar, tidak berbeda dengan yang lainnya. Salam hangat untuk anda, bung..!

  21.  

    @bung yayan, Suatu kebanggaan mengikuti kuliah kewiraan langsung dr “dosen” kewiraan di univ. JKGR.
    I love it!

    •  

      Terima kasih bung Oleg..! Untuk materi lain yang lebih berbobot, kita nantikan paparan ilmiah tentang kewiraan dari guru besar kita, bung Satrio. Kalau saya cuma magang. Hehehe..!

  22.  

    Dos Mujeres, Un Camino?
    Dua wanita dengan SATU tujuan atau Dua wanita dengan tujuan yang SAMA?

    Tulisan yang bung Yayan paparkan antara RI dengan Malaysia cukup memukau.

    Hanya saja, saya masih ragu bahwa Russia akan memberi dukungan terhadap RI dalam konflik LCS. Mungkin dalam pengadan alutsista dan murni bisnis, tetapi sekali lagi secara politis saya kok masih ragu.

    Tabik,

    •  

      Terima kasih bung..! Kalau saya pribadi melihatnya baik Russia maupun RI, sama-sama sedang memainkan taktik aman. Secara langsung, kita tidak atau belum terlibat dalam konflik LCS. Sehingga kondisi aman ini bisa dimanfaatkan oleh kedua negara untuk lebih meningkatkan kerjasama ekonomi. Tetapi apabila kelak kita terseret atau mungkin diseret ke dalam pusaran konflik, apakah Russia akan berdiam diri begitu saja melihat asset-assetnya yang terancam dibumihanguskan? Tentu tidak, bukan? Di saat itulah kemungkinan besar Russia akan bergerak maju ke depan. Dalihnya, memberikan perlindungan terhadap aset-aset mereka..!

  23.  

    bung yayan knp ya.. sya malah mikir asia tenggara akan banyak di pengaruhi oleh negara maju di masa depan… spt amerika. inggris. prancis… dan rusia.. tolong di buatin artikel nya… karna asia tenggara ini termasuk kumpulan negara tenang tp memendam dendam dg tetangga

    •  

      Yup, apa yang anda pikirkan tidak salah. Kalau anda sering bepergian ke luar negeri, begitu banyak isu tentang asia tenggara ini. Bagi yang tinggal di Indonesia, mungkin lebih melihat negara lain dari kacamata negaranya, begitupun dengan negara asia tenggara lainnya. Tapi pernahkah kita mencoba melihat bagaimana suatu negara lain melihat bangsa dan negara kita dari kaca mata mereka? Inilah sesungguhnya hal yang jauh lebih menarik untuk kita simak. Hehehe..!

 Leave a Reply