May 012014
 

PASKAL_TLDM

Dos Mujeres Un Camino, tentang LCS:
HATI YANG MENDUA ATAU KAKI YANG MENDUA..?

Semburat jingga di cakrawala, memantulkan cahaya merah tembaga pada daun-daun kelapa, air laut pantai senja dan rumpun-rumpun mega. Anginnya mendesir dingin, menyusup diantara tabir-tabir kota gelap dan lembab. Kami sedang berada di hotel resort itu untuk menantikan sambutan dari seorang petinggi dalam kabinet pemerintahan Malaysia.

Sebelum datang ke tempat itu, isteri saya dan teman-teman di KBRI berpesan agar saya tidak berkomentar apapun dalam acara yang digelar sebagai bentuk syukuran dan terima kasih yang mendalam dari kerajaan, atas suksesnya penyambutan kunjungan kenegaraan Mr. President, Barack Obama. Sungguh luar biasa, kunjungan yang telah dinanti-nanti selama bertahun-tahun ini, selain dirasakan amat membanggakan, juga sangat penting bagi memantapkan kembali posisi Malaysia dalam kancah hubungan internasionalnya.

Di tengah semakin redupnya reputasi pemerintahan Najib Tun Razak, kunjungan Obama ke Malaysia diharapkan akan mampu menjadi sebuah wahana komunikasi yang efektif, sekaligus juga mampu menjadi media propaganda politik dalam negerinya, untuk menegaskan kembali pada segenap rakyat Malaysia, bahwa pemerintahan sang PM pada penggal keduanya ini, masih memiliki legitimasi lokal yang utuh dan kuat, di samping terus adanya dukungan dan perhatian dunia internasional. Ini merupakan anugerah terselubung di sebalik penundaan beberapa kali kunjungan Obama ke Malaysia.

Di tengah fenomena Asia Tenggara yang sedang tumbuh menjadi kawasan yang amat mempesona, yang ditandai oleh adanya dinamika politik di Thailand dan Indonesia, Malaysia menyampaikan minat dan ketertarikannya pada dunia untuk menjadi role model bagi stabilitas politik, kesejahteraan rakyat dan perkembangan ilmu pengetahuan di kawasan. Malaysia berharap bisa mengambil keuntungan yang sebanyak-banyaknya, walaupun agenda yang ditawarkan terkesan usang. Peningkatan peran aktif PBB disaat negara-negara besar mulai menjauhi PBB, dan isu dunia yang bebas nuklir, disaat fokus dunia tidak sedang bertumpu pada nuklir.

Satu-satunya agenda cerdas yang patut diacungi jempol adalah kejelian Malaysia dalam melihat peluang dalam sektor industri keuangan syariah. Amerika yang masih tertatih-tatih dalam belenggu krisis yang dihadapinya, telah mampu dijabarkan sebagai peluang besar yang amat menjanjikan. Malaysia telah menawarkan pengalaman, tenaga ahli dan tentu saja potensi pasar terbesar mereka; Indonesia..! Mereka siap membuka diri untuk kehadiran USA menjadi salah satu pemain besar dalam industri keuangan syariah dunia.

Terlepas dari permasalahan tersebut, Malaysia juga ternyata ingin berkeluh kesah dengan Amerika, tentag sikap keras China yang enggan membuka pintu negosiasi bagi kasus claim wilayah di Laut China Selatan. China bersikukuh hanya akan membuka pintu diplomasi bagi usaha kerjasama, bukan untuk membagi-bagi wilayah kekuasaan. Sikap ini tentu saja sangat bertentangan dengan spirit yang diusung Kuala Lumpur. Setelah pada tahun 2003, mereka secara gemilang mampu mengambil alih kepemilikan pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia berkat campur tangan Inggris, maka sejak saat itu pula, mereka begitu yakin akan mampu menguasai wilayah-wilayah sengketa lainnya.

lcs-malaysia

Namun apa lacur, kepongahan dan pesta kemenangan atas penguasaan pulau Sipadan dan Ligitan, yang meninggalkan luka mendalam di seluruh benak rakyat Indonesia, harus dibayar mahal oleh Malaysia. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2009, secara berturut-berturut Malaysia harus menangisi lepasnya Batu Puteh ke pangkuan Singapore, dan sebuah wilayah yang kaya akan minyak berkualitas tinggi, Limbang, harus rela menjadi milik kesultanan Brunei Darussalam. Ironisnya, justru Inggris jualah yang berada di balik kekalahan Malaysia. Sebelumnya, Petronas memberikan konsesi migas pada perusahaan USA, dan Inggris merasa keberatan karena perusahaannya gagal dalam lelang tender. Dengan berpindahnya kepemilikan Limbang kepada Brunei, maka hak konsesi migasnya pun akan turut berpindah.

Jika untuk memiliki Sipadan dan Ligitan, Malaysia harus mati-matian menghadapi Indonesia di meja perundingan, bahkan ada isu hina yang menyebut konon kerajaan Malaysia harus menggelontorkan dana untuk pemulihan krisis ekonomi di Indonesia, yang jumlahnya hingga mencapai lebih dari satu miliar ringgit.

Pertanyaannya sekarang, untuk melepaskan Limbang dan Batu Puteh pula, berapa banyakkah uang yang digondol oleh para petinggi kerajaan dan pemerintah Malaysia? Satu hal yang sangat memalukan, bahkan lepasnya kedua wilayah teritorial tersebut, justru tidak melalui perundingan dan perdebatan di meja mahkamah internasional. Keduanya lepas hanya sebatas melalui sidang kabinet, bukan sidang parlemen..! Sebuah fakta ironis yang hingga kini dipandang oleh setiap warga negara Malaysia sebagai sebuah najis.! Hehehe..!. Sejak saat itu, keharmonisan hubungan antara Malaysia dengan Singapore dan Brunei, kian memudar dan rapuh. Wujud the Golden Triangle, telah berubah menjadi the Broken Triangle. Kita ketahui kemudian Singapore kian intim di bawah ketiak induknya, dan Brunei selain dekat dengan Inggris, juga justru dipandang Malaysia sangat menyebalkan, karena lebih merapat ke Indonesia..!

Malaysia menjadi seperti orang tua pikun yang ditinggalkan oleh sahabat-sahabatnya. Setiap ucapannya dianggap igauan, dan cita-citanya hanya sebuah khayalan. Kunjungan Panglima TNI ke China baru-baru ini, ternyata dinilai lebih produktif karena mampu menghasilkan nilai-nilai strategis, jika dibandingkan dengan hasil kunjungan Menhan Malaysia ke USA. Kenyataan ini membuat Malaysia menjadi seperti orang yang terbangun dari tidur karena disirami air panas, kleyengan dan tidak punya arah pikiran. Kasihan..!

Kembali ke LCS. Sebagai negara yang over confident dengan kebesaran negerinya, Malaysia merasa kecewa dengan sikap yang ditunjukan tetangga-tetangganya di Asean. Philipines yang selama ini mendapatkan dukungan penuh Kuala Lumpur dalam menghadapi konflik Moro di negaranya, justru lebih memilih beraliansi dengan Vietnam dalam menghadapi sengketa LCS.

Akal sehat Philipines menuntun pada kemungkinan yang lebih rumit jika mereka memiliki hubungan yang lebih akrab dalam konflik LCS. Dia sadar, kelak Inggris akan menggerus dan menghabisinya. Begitupun dengan Brunei yang gagal didekati. Alih-alih mau bergabung, Brunei malah terang-terangan merapat pada Indonesia, yang sebelumnya sukses menerapkan code of conduct untuk wilayah LCS. Brunei merasa tidak memiliki hubungan langsung dengan konflik LCS, meskipun mereka juga masih harus berhadapan dengan China, tapi hanya sebatas pada klaim China terhadap secuil wilayah ZEE yang tertuang dalam the 9 dash line. Ternyata masalah ini, sangat mirip dengan Indonesia di kawasan ZEE pulau Natuna. Untuk itu, Brunei pun dengan segera memutuskan diri untuk segera menjadikan Indonesia sebagai partner yang ideal. Gayung pun bersambut, 3 kapal light fregat Nakhoda Ragam Class dilepas dengan harga yang terbilang sangat murah, bahkan terkesan diobral. Lagi-lagi, Malaysia pun gigit jari.

Karena sudah merasa sendirian, dengan terpaksa akhirnya Malaysia pun tebar pesona dengan Amerika. Meskipun disadari sepenuhnya bahwa mereka tidak akan pernah menjadi anak emas Amerika di Asia Tenggara. Point utama yang diincar Malaysia, tiada lain, dengan adanya dukungan USA, maka bisa diharapkan akan mampu meningkatkan bargaining power Malaysia, sehingga diharapkan juga bisa membantu Malaysia dalam usaha menguasai sebagian atau bahkan seluruh wilayah yang sedang dipersengketakannya di LCS.

Jika China benar-benar hanya menginginkan kerjasama dengan negara-negara claimant, setidaknya Malaysia bisa berharap atas jatah yang jauh lebih besar. Dengan dinamika yang ada, seyakin apakah kita terhadap meletusnya perang terbuka di LCS? Ingat, semua negara pemilik kuasa hak veto ada di sana. China berdiri di utara, Perancis di Hanoi, Inggris di Malaysia dan Brunei, USA di Manila, Brunei dan juga KL, yang terakhir, dan justru yang paling mengkhawatirkan adalah dengan hadirnya Russia di Jakarta..!

Percaya atau tidak, jika kelak mereka akan lebih memilih jalan kompromi, dengan prinsip daripada buang-buang peluru, lebih baik kita jualan peluru..! Puluuuus..! Jika dengan berbagi masih bisa hidup kenyang, kenapa kita harus mati karena kekenyangan? Hehehe..! Ingat, 20 miliar ton minyak, dengan 8% kehidupan ikan dunia yang ada di dalamnya, adalah jumlah yang sangat besar..! Selamat menikmati Bung..! (by; yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 01 May 2014).

  215 Responses to “Dos Mujeres Un Camino, Tentang LCS”

  1. pertamax. . .

    • setiap baca tulisan bung yayan pasti saya smgat dan snang bca nya. . .
      Artikel yan mendalam bung yayan. . .
      Salam kenal lagi. . .hehe

    • Terima kasih juga bung..! Enjoy your reading..! Hehehe..! Salam hangat untuk anda..!

      • @bung yayan salut bung sebuah artikel yg renyah namun dalam. Tapi ada satu yg mengganjal dlm benak saya masalah limbang bukankah masih saling klaim bung Pasal saya bulan 3 kemarin sy pergi limbang masih tetap melewati pos imigrasi malaysia – brunei tepat nya d kuala lurah kebetulan saya kerja d brunei (maaf.cuma kuli) 🙂 tiap kali sy pergi ke limbang mesti melewati pos d kuala lurah ini , kalau penyerahan blok minyak L dan M ini memang katanya sdh d serahkan ke brunei

      • menurut yg pernah sy baca malaysia menyerahkan blok L dan M sebagai kompensasi pada brunei, untuk menggurkan tuntutan brunei atas limbang , tapi d bantah oleh wakil mentri luar negri brunei bahwa tdk ada penyerahan limbang pada malaysia

        • Hehehe..! Selalu seperti itu bung..! Ada hal yang sangat besar ditutupi oleh Malaysia. Ini menyangkut harga diri bangsa dan pemimpin Malaysia. Satu hal yang saya salutkan dari para petinggi Malaysia adalah meskipun mereka saling hujat, tapi mereka juga saling menutupi rahasia. Disitulah letak keunikannya. Yang jelas sekarang saya tahu mengapa ada Puterajaya, KLIA, KLCC, Commonwealth Games, dll yang semuanya berkaitan dengan asset Limbang. Luar biasa Bung..! Bagi saya, inilah bentuk konspirasi tingkat tinggi terbesar yang pernah saya temui. Hehehe..!

          • Mungkin sama2kebagian bung jadi semua saling saling menutupi hehe… beberapa tahun lalu pangeran mahkota H.ALMUHTADEE BILLAH pernah sidak ke kantor polis limbang apakah ada hubungan nya dgn itu, bung @yayan kalau semua itu benar dan rakyat malaysia tau , mungkin akan terjadi seperti indonesia 1998bakal geger dunia persilatan malaysia hehe.. sekedar mengingatkan bung.. Hati2 dan jaga diri sy sarankan untuk sementara waktuanda jgn buat artikel dan komen yg mampu menggoyang negara tetangga sy ikut khawatir keselamatan anda karena ini sdh menyangkut harga diri n mArtabat bangsa mereka, kami hanya bisa doa kan anda beserta keluarga selamat dan tercapai apa yg anda tuju amiiin…

  2. kedua mantafff

  3. perlahan namun pasti RI semakin bangkit, disisi sebaliknya kemunduran jiran makin terasa. semoga laju kebangkitan kita tak bisa dibendung” ayo tancap gas pool :mrgreen:

    • Amien..! Konon apa yang terjadi di Indonesia ini sangat unik, karena tidak seperti kebanyakan yang terjadi. Jika negara lain maju karena didorong oleh pemerintahnya, maka untuk Indonesia berlaku fakta yang sebaliknya, yakni rakyatlah yang mendorong negaranya untuk maju..!

      • Rakyat mendorong untuk maju karena pemerintahan sangat korup, suap dimana mana.

      • benar bung Yayan…pemerintah sebagai abdi masyarakat yang dibayar oleh uang pajak masyarakat justru malah harus dipecut kinerjanya oleh masyarakatnya sendiri..suatu hal yang gendheng,tapi itulah realita sebenarnya….terima kasih atas artikelnya bung 🙂

      • sependapat bung yayan,terlepas dari kompleknya masalah yang dihadapi bangsa ini yang jelas rakyat semakin cerdas dalam menyingkapi berbagai permasalahan. tulisan anda mampu memberikan inspirasi bagi saya pribadi dan mungkin bagi pembaca yang lain untuk dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar untuk bangsa tercinta ini. mungkin sebagian dari kita masih mengikuti prinsip “alon-alon waton kelakon” yang menurut saya kurang relevan dengan kondisi terkini seharusnya prinsip tersebut dirubah jadi “kudu cepet tapi yo slamet” dengan begitu mungkin jadi lebih mak nyuuss kali :mrgreen:
        semoga anda dapat terus berkarya dan memberikan sumbangsihnya untuk bangsa ini. salam hangat untuk anda sekelurarga, ditunggu karya anda selanjutnya.

  4. Yg paling enak dibaca adalah “hadirnya Russia di Jakarta”..hmm..trus non bloknya gimana bung @Yayan..hehehe

  5. lima besar kah??

  6. mantap banget nich artikel… turut berduka cita aja saya atas kondisi rumpun sebelah 😀 … terok nian nasib satu sodara yg satu inilah 😀 😀 😀

  7. bentar lagi bangkrut kok malay, liat keluarga kerajaan yang gemar menghambur2kan uang rakyat tinggal tunggu revolusi saja

  8. 3 besarr

    • Cepet banget pada masukk,telat dehh..
      Salut deh bung yayan,baru buka judul terus baca alinea pertama tanpa membaca penuh isinya gw udah yakin ini bung yayan,tutur kata dan penulisannya bagus pisan euy.
      Salam bung yayan

      • Terima kasih bung..! Ah, sekedar belajar menulis, sekalian memberikan contoh pada anak-anak agar lebih akrab dengan dunia membaca dan menulis. Hehehe..! Salam hangat bung..!

  9. Menurut bung yayan sendiri bagaimana?Apakah terjadi perang atau tidak?

    • mau beropini yah bung urkan. kl menurut saya yah diplomasi jauh lbh baik lah… yg dipikirkan sekarang jk bener trjadi perang maka tentu pasti akan ada pihak lain yg memanfaatkan situasi ini utk lebih memposisikan kepentingannya agar mjd jauh lbh kuat… spt pelajaran masa lampau yg sudah pernah bangsa kita alami. cb saja kita lihat waktu kemarin saat seminar di UI yg mempertemukan 3 kedubes (usa, rusia, ukraina), sangat nampak sekali posisi masing2 dlm usaha memerangkap masyarakat 😀

      • Benar bung Kopral jono, itu yg perlu diantisipasi masyarakat kita.
        Saya sering jalan2 ke beberapa formil, ternyata dunia ini juga sudah terperangkap usaha mereka. Makanya perlu digalakan “konsep trisakti”

        • @bung jono, kalau diplomasi itu pasti karna perang adalah opsi z dari abjad a-z

          @bung jalo, bahkan kita sdh terperangkap terlalu dalam kalau memang hoax yg saya dapat itu benar

  10. China berdiri di utara, Perancis di Hanoi, Inggris di Malaysia dan Brunei, USA di Manila, Brunei dan juga KL, yang terakhir, dan justru yang paling mengkhawatirkan adalah dengan hadirnya Russia di Jakarta..!

    Ini yg saya suka, thanks sudah sharing Bung Yayan, semoga kejadian blok barat dan timur tidak terjadi lagi di kawasan ini. Jasmerah 😀

  11. Bung Yayan, artikelnya selalu dalam tapi renyah..jadi enak menyimaknya.

  12. Sekali lagi artikel yang sangat menarik dari anda bung yayan

    • Terima kasih bung..!

      • Bung yayan salam kenal dari kalimantan.. sya senang sekali membaca ulasan anda.. sangat menggugah nasionalisme.. teruskan berkarya bung.. buat sesepuh di warjag seperti bung satrio.. bung eric.. bung gue.. bung pocong.. bung nara.. bung lare dan bung jalo serta bung nowy…. salam hormat sya.. klo main ke kalimantan selatan.. sempatkan ke kabupaten balangan.. banyak buah dn kuliner daerah yg mengundang salera.. salam NKRI.. MERDEKA…

        • jiakakak halaaah 😀

          nganu..ntu..ente kagak salah nyebut, bang?
          pertamax, ente dah bikin tersinggung kagak nyebutin warjager kampiun kayak bang meleketech n bang java n abang2 yg laen2nya yg lebih lama n lebih botak dari ane yg baru 2 bulan dimari..
          keduax, ente dah nyinggung ane karna dah bandingin ma manula2 yg dah kagak bisa standing mania..
          ane, gampang keras gampang kerjanya..kalo sesepuh warjag, berusaha keras buat keras tapi kagak keras keras n bikin kagak bisa bekerja dgn kekerasannya kahkahkah 😀

          • Hehe bung lare humor juga.. mohon maaf bung2 warjag lupa sebutin atu2… maklum sambil bergelantungan cari signal….

        • Salam kenal juga untuk anda, bung Jagawana Borneo..! Tetap semangat dalam mengemban tugas anda. Salam juga untuk keluarga..!

  13. tapi gimana gitu, ngeri ngeri sedap juga om @jalo apalagi saat kmrn itu wakil om ruskie bilang ke kita agar “jgn membaca berita buatan barat” yg penting jgn sampe kejadian era awal orba ke atas terulang lg, kasian rakyat yg ngk berdosa hrs jd tumbal propaganda luar 😛

    • Yup bener, yang perlu diingat tentang Pendekatan Clausewitz.
      Pendekatan Clausewitz sangat realistis dalam menggambarkan cara yang kompleks dan tidak pasti di mana kejadian-kejadian dunia nyata terbuka, dengan mempertimbangkan baik kelemahan sifat manusia dan kompleksitas dunia fisik dan psikologis.

      • @bung jalo…saya selalu setuju dengan clausewitz tapi tdk pada satu hal: kuantitas. Clausewitz selalu mendewakan kuantitas padahal di medan tempur tdk selalu begitu…

        Itulah kenapa Sun Tzu yg dikenal luas bukan clausewitz yg terbatas hanya pada taktik perang modern bkn seni perang secara universal karena Sun Tzu selalu mengolah sesuatu yg mustahil menjadi suatu kekuatan luar biasa…

        • Bukan teori clausewitz yg itu bung, saya pernah bertemu dengan salah seorang ahli strategi dan intelijen dia mengatakan 2 blok ini sedang menerapkan pendekatan clausewitz di kawasan Asia Tenggara. Ada beberapa pendekatan melalui jalur bisnis, perusahaan2 alutsista kedua blok itu diajarkan pendekatan ini yg disudah dimodifikasi oleh mereka agar kawasan kita ini. Targetnya agar ada efek ketergantungan negara asia tenggara terhadap dua blok ini dan target lainnya agar kita melupakan kemandirian.

          • He he tepat bung jalo…itu yg di maksud clausewitz sbg center of gravity lawan…mereka tau titik lemah asteng adalah alutsista dan teknologinya maka pendekatan itulah yg mereka gunakan sbg nilai tawar…

            Ternyata bung jalo suka juga dengan seni perang dan strategi…welcome to the club bung jalo… 😀

          • Saya cuman suka belajar bung Wer, :mrgreen:
            Saya awalnya tertarik dengan ketergantungan Singapura terhadap produk barat dan akhirnya saya diajari tentang ketergantungan kawasan termasuk negara kita. Kalau teori detail seperti bung Wer saya masih belajar, mohon diluruskan… 😀

          • Bisa aja bung jalo padahal… :mrgreen:

  14. Indonesia memang harus melihat dinamika geopolitik yang terjadi diwilayah asia tenggara dengan cerdas dan wawasan kedepan. Setelah dekat dengan cina, indonesia juga mengundang rusia di asia tenggara. Hal ini maksudnya bukan kita condong ke blok tertentu saja tapi supaya ada balance of power di wilayah asia tenggara. Sehingga asia tenggara tidak hanya didominasi oleh kekuatan tertentu saja, yg memegang peranan tunggal. Cocok dengan strategi non bloknya, asia tenggara skg berkumpul kekuatan dunia ada cina, inggriss, amerika, dan rusia.

    Kedekatan indonesia dengan rusia diambil nilai positifnya saja, yaitu membantu indonesia untuk mengejar ketinggalannya dalam penguasaan teknologi alutsista. Dalam hubungan ini tidak ada unsur mengikat, murni hubungan bisnis yg sejajar. Hal ini tercermin dlm veto thd masalah ukrania, indonesia malah menentang pendudukan rusia.

    Tapi yang lebih penting dengan berhasilnya indonesia mengundang rusia dan cina ke jakarta adalah tawar indonesia menjadi meningkat. Hal ini tercemin dengan tawaran yg sgt menarik dari amerika utk mendukung modernisasi pertahanan indonesia yg diperkuat oleh kedatangan john kerry ke jakarta utk menandatangani mitra strategis. Suatu hal yg tdk pernah terjadi di jaman suharto yg termasuk pro barat.

  15. @ mas Yayan @Indocuisine

    saya hanya bisa kasih two thumbs up mas…

    kalo saya beri 10 thumbs up, ntar kata mas nowy jari tangan saya jempol semua… hehehe…

    please keep the story coming… its marvelous…

  16. BRAVO BRAVO,,,standing applaus untuk tulisannya bung Yayan! Sangat menarik dan menyenangkan untuk dibaca 🙂

    #jadi semakin ngebet menyelesaikan tulisan saya 😉

  17. Negara mana yg ga mau dg negara ini..??? Semuanya ada disini SDA yg melimpah & luas wilayahnya…inilah surganya dunia..!! Hanya perlu polesan sedikit saja yaitu pemimpin yg amanah & berani bertindak benar serta tidak takut pada negara manapun,maka bangsa ini akan menjadi negara maju & bermartabat yg disegani kawan maupun lawan.@ bung yayan nice artikel. Semoga bung yayan tetap dlm lindungan Allah Swt dan sehat selalu, begitu juga untuk kawan”, sesepuh” semuanya.!! Amiin.!!

    • Betul bung, karena itu jangan sia-siakan kesempatan yang ada nanti untuk memilih calon pemimpin kita yang terbaik. Salam hangat bung..!

  18. Kuncinya, Indonesia MUTLAK WAJIB perkuat Alutsista…!!!
    Ingat adagium: Si Vis Pacem Para Bellum : “Siapa yang ingin damai, bersiaplah untuk perang”.

    Bung @yayan, keren tulisannya.

    • Terima kasih bung..! Semoga program MEF kita akan senantiasa berkesinambungan, sehingga kualitas peningkatan kekeuatan alutsista bisa lebih terjamin dan terarah..! Amien..!

  19. aku ra popo

  20. ane kog jadi tertarik ma sikon perpolitikan malesia..
    bang yayan, critain dong yg agak mendalam situasi sono..

    cek kulkas bang 😀

    • Hehehe..! Maaf bung lare sarkem, bukannya saya gak mau, tapi saya juga harus mempertimbangkan faktor keselamatan keluarga kami. Malaysia sangat berbeda dengan Indonesia. Nanti kalau saya udah menempati pos baru saya di London, saya akan ceritakan semuanya. Hehehe..!

    • maaf bung Yayan..soal perpolitikan apakah benar disana memang lebih kejam dan licik daripada di tanah air??salam

      • Kurang lebih begitulah bung..! Jujur ya, seburuk-buruknya dunia politik di Indonesia, masih menjadi salah satu yang terbaik di Asia. Kalau Asia Tenggara sih jangan tanya, semuanya memang sedang pada belajar dari kita.

        • jadi tambah kebelet pengen cepet denger critanya..
          bang yayan, ke londonnya dicepetin bisa kagak?

        • Itu hal besar juga, tapi masih belum seberapa. Hehehe..!

        • ehmm bung @yayan maaf mo tanya yg ttg masalah politik luar negri khususny d wil asean, apa bener sih knyataanya sampe kayak gitu. Sampe” mereka belajar pada indonesia, padahal klo mnurut pandangan saya yang masih awam kok malah sebaliknya ya. Yaa… saya berpendapat kyk gitu soale liat dari sisi negatif yang mengungkap klo politik tuh hanya bwt keuntungan pribadi ato klompok dan golongan tertentu contohnya korupsi yang bnyk terjadi dan terungkap di bumi pertiwi ini

          maaf awam
          mkasih klo di jawab…hehe di tunggu ya @ bang yayan

        • Bung yayan kayaknya punya banyak PR nih… semoga bisa diselesaikan satu persatu

      • Sebagai gambaran yang mudah.. mungkin sekarang seperti jamannya orba kita dahu. Maaf ini hanya ngawur saja. Salah satu contoh nyata media sangat diawasi (diatur) oleh Pemerintah. Setali tiga uang lah dengan jaman kita dahulu..

  21. Gagal paham -_-!

  22. Thankyou artikelnya yang mantap bung yayan

    Malaysia selalu bingung bersikap untuk bisa menyamai Indonesia .
    Ibarat anak seekor kucing yang rebutan puting susu induknya ..menyodok kiri kanan ,menyerobot moncong saudaranya,,tangan dan kaki menggapai mencari posisi terbaik,, bahkan menyikut saudara sesusuan agar tidak kalah mendapatkan air susu ..anak seekor kucing yang tak ingin kalah pertumbuhan walau kadang kalah besar dengan saudara saudaranya,, resiko anak kucing yang kalah memperebutkan puting susu itu adalah kalah pertumbuhan,, badannya kecil dan akhirnya mati karena seleksi alam.

    Mereka tak pernah konsisten dalam bersikap dalam tujuan nasionalnya,, dulu meminta bantuan pak harto mengirimkan tenaga guru untuk mengganti bahasa inggris sebagai bahasa pengantar disekolah dengan bahasa melayu artinya takut kebarat barat an .
    Disaat pak Harto lengser mereka ketakutan wabah reformasi menular ke negerinya sehingga mencanangkan program “Lihat ke Timur” yang merujuk mendekat ke Jepang, dan menjauh ke mamarika.

    Saat insiden Sulu mereka sadar lagi dikerjain oleh pihak barat (Mamarika) sehingga memakai Hawk dan Hornet untuk menumpas gerilyawan sulu untuk melihat komentar barat .. andai saat itu barat bersuara menentang maka malaysia langsung berpihak ke China,
    Sekarang melihat China makin agresif bingung mau mencari senderan ke siapa ,,
    Padahal internal mereka banyak yang menyarankan untuk berkiblat ke china atau ke India,, dan MENTAL mereka belum siap untu meniru Indonesia untuk NON BLOK.

    Takut mengahadapi naga akhirnya menggandeng Serigala 😀
    Kita tunggu episode negeri yang mengaku “Asia Trully” itu dicabik cabik dan diobok obok oleh Srigala…. kalau sudah begitu mungkin mereka akan memanggil sang Big Brother
    sembari berkata : Bang kita kan Serumpun.. please bang .

    Analisa Liarnya (Bukan pengamat liar) Om bama datang dan berkata ,, Dik malay anda cukup diam saja dan terima saja yaa kasus MH 730,, biar kami yang menyelesaikannya”
    Mereka tidak sadar bahwa sang naga menyimpan amarah dan dendam., karena terlibat konspirasi itu,,,
    SEMOGA sang asia trully bukan sebagai anak kucing yang dibuat persembahan untuk dijadikan kambing hitam agar sang Srigala dan Naga tidak perlu Head to Head langsung menyelesaikan libido keserakahannya
    IMHO

    • Bung Satrio..! Terima kasih bung..! Walaupun kita dipandang miskin, saya bangga menjadi warga Indonesia. Justru dengan kemiskinan itulah, mental dan karakter kemandirian yang kuat itu terbangun, hingga akhirnya kemudian, kita tahu dan sadar bahwa kita sejatinya tidak miskin. Hehehe..! Salam hangat, sehat dan semangat selalu untuk anda bung..!

      • BETUL Bunq Yayan.klau mnurut sya,lbih baik kta miskin harta,drpa kta miskin iman,hati&spirit nasionalisme.yq akn menjadi dsr dri pembentukan jati dri&karakter banqsa.krena,klau jati dri&karakter banqsa sdh kta mliki,untuk mencapai kekayaan yq hakiki bkanla suatu kemustahilan.drpd sperti malaysia,yq ktanya kaya.tp,mreka tdk mempunyai identitas dri&karakter.yq pda akhirnya dpt kta lhat smwa.bqmna malaysia sllu qalau dlm menentukan lanqkah&kbijakan yq akan di ambil dlm stiap penyelesaian masalahnya.maaf klau oot.slm knal&sejahtera untuk Anda sekeluarqa.

    • Assalamualaikum wr.wb
      jangan anak kucing dong bung Satrio, anak kambing saja karena saya pecinta kucing hehehehe 😀

      Bung yayan: kita tidak akan pernah miskin selama rahmat allah swt(Tuhan YME) masih bersama kita. 😀

      apa yang membuat kita kaya? rasa kebersamaan kita, rasa persaudaraan, kita lalui bersama-sama sebagai satu raga dan jiwa. 😀

      • Siiip bung WongNdeso..! Salut dengan optimisme yang ada pada diri anda. Bahasa tubuh, akan menuntun ke arah mana tubuh kita akan dibawa. Salam hangat bung..!

    • Mengenai impor tenaga pengajar (aka guru) dari Indonesia yg dilakukan malaysia, menurut hasil survey yg dilakukan cak lontong dan diungkap dlm forum ILK, fenomena impor itu menunjukkan penurunan selera orang malaysia. Kalo dulu selera mereka tenaga pengajar, tapi sekarang malaysia lebih berselera dengan pekerja rumah tangga. Jadi menurut cak lontong lagi, jangan pernah berpikir bahwa kualitas orang kita yg kurang, tapi selera malaysia lah yg menurun…
      Maaf, jangan tanya saya kebenaran hasil survey cak lontong itu, saya hanya meneruskan… :d

    • @ bung satrio …
      kykny saya tau yg dimaksud salah satu kutipan “badannya kecil dan akhirnya mati karena seleksi alam”,…
      itu kan yang bikin gara” pas pemberian nama KRI Usman-Harun, saya lupa nama negara nya… ya gimana lagi, terlalu kecil untuk di ingat sih

      hehe

  23. salam kenal bung yayan..@ kadang sebel juga dengan m’sia trutama dgn TKI..bynk kasus yg mnimpa para TKI..seolah olah pmrinth m’sia tutp mata dengan mslah trsbut..mohn pencerahnya bung..salammm…

    • Salam kenal juga bung..! Masalah TKI ini masalah klasik, gak akan pernah selesai selama Malaysia belum menjadi bagian dari wilayah kita..! Hehehe..! Kalau mau dibeberkan, panjang banget bung..!

  24. ijin Melintas bung 😀 artikel nya sangat menarik bung..dan sangat renyah di bagian “China berdiri
    di utara, Perancis di
    Hanoi, Inggris di Malaysia
    dan Brunei, USA di
    Manila, Brunei dan juga KL, yang terakhir, dan
    justru yang paling
    mengkhawatirkan
    adalah dengan hadirnya
    Russia di Jakarta..!”

  25. selamat malam bung yayan.

    yang asik itu ” Dos mujeres un camino” he2.
    jadi pengen tau siapa aja tuh yang dos mujeres. Ntar klo dua2 nya ngambek gmana neh bung yayan ..

  26. Kasihan Juga Malaysia……Lagi Keluh Kesah Dan Meriang…Melihat Negara Indonesia Lagi Menuju Kemajuan dan Kemakmuran….Malaysia Dari Dulu Masyarakatnya Selalu Menghina , Meremehkan dan Melecehkan Indonesia . Katanya Indonesia Miskin , Maka Rakyatnya banyak menjadi Buruh Migran terutama ke Malaysia . Bahkan Indonesia Mau membeli Alutsista Canggih aja ..Malaysia Meragukan dan mencibir…Katanya Duit dari mana …Indonesia Miskin kok…..Kalo aku perhatikan.. Malaysia itu ibaratnya Seperti Kancil…Licik dan Suka ingin Mengambil Tanah orang…Contohnya Pulau Ligitan dan Sipadan….Pagar Makan Tanaman….Makanya Brunei Darusalam mending Merapat ke Indonesia ….Karena Indonesia Tidak Mungkin Mencaplok Tanah orang …Indonesia tanahnya Luas….Menurut Surpei dari PBB…Negara yg Penduduknya paling Menderita dan Stress pikirannya itu ada 2 , yaitu ..1. Singapura …2. Israel..Kenapa…Uang Banyak dan melimpah , Tapi buang sampah aja susah ..mau bikin Rumah , Tapi Tanah tidak ada…Orang Hidup akan beranak pinak dan butuh tempat tinggal….Jangan pernah Menghina Indonesia..

  27. Kyakna capres indonesia mndatang wajib baca artikel bung yayan tuh agar pikirannya terbuka dan.adem..he..he…..

    • Hahaha..! Mereka kan punya banyak penasehatnya yang pinter-pinter bung..!

    • dijaminlah capres yg jadi presiden tidak akan jadi boneka karena ada TNI yang akan memberikan nasehat tentang hubungan internasional, kalo dia maunya sendiri bakalan di kudeta…apalagi kalo dari sipil…

      • @Bung bach…
        TNI gak bakal kudeta…bkn sifat TNI seperti itu…walau harus kasak kusuk di belakang pemerintahan akan dijatuhkan secara konstitusional karena pemerintahan hasil dari kudeta tdk akan mendapat legitimasi dari negara manapun…

        Rakyat yg menjadi dipertuan maka pemakzulan presiden akan di lakukan dalam sidang MPR…TNI akan sepenuhnya tunduk pada pemerintah yg dipilih rakyat,bkn pemerintah yg maunya sendiri karena akan menyebabkan rakyat malah benci…

        Tidak ada kemalangan yg lebih malang bagi seekor ikan (angkatan bersenjat) selain air (rakyat) yg tdk bersedia lagi mengisi lubuk tempat tinggalnya yg akan membuatnya gampang diterkam kucing (musuhnya)…

        Apalagi kalau kalo tuh ikan di kasih makan asing :mrgreen: tambah benci airnya…

  28. saya hanya membayangkan bung, jika eskalasinya pada suatu titik tertentu perang dingin tercipta di teras rumah kita. petualang-petualang instruktur intelijen,militer akan memiliki operasi yang kontinunya dan busuk. maka muncullah produk-produk pengacauan macam carlos illiev sanchez a.k.a jackal. perang proxy dan asimetris bagai trojan yang akan membuka konflik yang lebih luas. artikelnya oke sekali bung yayan. jadi teringat black ops masa lalu…he..he…he
    salam tabik..bung yayan..
    begitu penempatan di london, monggo dipapar dinamika negara jiran kita.

    • Insya Allah, bung..! Athan di KBRI juga udah booking saya kok. Sampai saat ini saya masih setia pada nilai-nilai profesional yang saya yakini. Hehehe..!

  29. Percaya atau tidak, jika kelak mereka
    akan lebih memilih jalan kompromi,
    dengan prinsip daripada buang-
    buang peluru, lebih baik kita jualan
    peluru..! Puluuuus..!
    ——————
    menurut saya, inilah kemungkinan terbesar, mereka tidak sudi saling membenturkan kepala

  30. Bung Yayan! Artikel-artikel yang anda tulis sangat menyentuh hati dan penuh kecintaan pada negara tercinta ini. Mencerminkan nasionalisme yang menyala-nyala dan kebangaan anda sebagai warga Indonesia. INDONESIA ITU BESAR Semoga presiden yang terpilih nanti menyadari bahwa INDONESIA ITU BESAR. Semoga di London bung Yayan tambah sukses dan tidak bosan-bosan menulis artikel untuk kami warga JKGR. Kami selalu menunggu artikel-artikel dari bung Yayan. Salam hangat selalu

  31. apakah sipadan dan ligitan dijual ke malaysia untuk membiayai krisis moneter yg terjadi di indonesia masa itu? Mohon pencerahannya

  32. Bung Yayan, Artikel yang sangat menarik, tapi saya agak bingung dengan kata “Brunei malah terang-terangan merapat pada Indonesia”. Dalam konteks ini, apakah memang Brunei merapat ke indonesia?? Bukankah pembelian Nakhoda Class sebelum masalah ini muncul ke permukaan (CMIIW).

    kemudian hadirnya Rusia di jakarta, bukankah kita selama ini Non Blok bung Yayan??

    • Nakhoda Ragam Class itu sebenarnya old story bagi Brunei dan M’sia. Tapi bagi Indonesia termasuk masih baru. Soal Rusia, mari kita lihat dari agenda nasional kita. Dia datang kan sebagai investor, tidak lebih. Soal nanti ada agenda lain yang diemban oleh Rusia, itu bukan ranah kita lagi. Selama tidak mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional, saya pikir para petinggi kita sudah memikirkannya matang-matang. Masuknya suatu kuasa besar dalam suatu negara juga tidak selalu dilakukan secara formal melalui wajah militer mereka. Seperti Perancis di Vietnam, mereka seperti ogah masuk area militer. Tapi dalam sektor telekomunikasi, ada sebuah anekdot bahwa Telecom Vietnam adalah cabang dari Telecom French. Hehehe..!

  33. Pejabat Malaysia slalu kurang apik dlm berkomentar, dlm Internal politik mungkin ungkapan2 “tidak berkelas” msh batas “okelah msh ada UMNO ini” ….tp kl ungkapan utk diplomatik sperti “The enemy of my enemy is not my friend” ungkapan inilah yg membuat Blunder Malaysia skaligus ditinggalkan oleh Philipina.

    Dalam artian mrk memang slalu tidak pernah cantik dalam berpolitik…..karena sejak berdirinya dan kemenangannya,partai UMNO pun hanya berisi gaya bermain politik “otoriter dan muslihat”.

    UMNO adlh kepanjangan tangan Inggris dimasa lampau ….apa yg bs diharapkan skrg ?

    DISTRUST rakyatnya sdh tinggi thdp pemerintahannya…Malaysia ibarat bom waktu ….

  34. Laris … Laris, kalau ada artikel tentang malaysia pasti laris dan mempermainkan suasana hati para warjager,he..he… Negara jiran yg sombong baru punya dikit seolah olah diberitakan ke rakyatnya sudah memiliki segalanya.dan rakyatnya menceritakan dengan pongah pada dunia, bagi orang lain mungkin termakan isu itu tapi bagi indonesia yg sudah tau perabotan malaysia haya menahan tawa dan hampir kejang perut dibuatnya.

  35. Artikel yg bagus!!!!!ringan,mdah dipahami dan sangat berbobot.
    Tak ada kata lain selain bangga sebagai warga negara INDONESIA.
    Sepertinya siklus Cristiano Ronaldo (identik dengan nomor 7) sedang berjalan. Pada 7 pertama (abad ke 7) Indonesia pernah berjaya lewat Sriwijaya, kemudian 7 kedua (abad 14) Indonesia berjaya lagi dengan adanya Majapahit tetapi harus terjerembab karena PAREGREG. Saat 7 yang ketiga (abad 21),angka inilah yang saya tunggu datangnya dan menunggu Indonesia kembali berjaya tanpa harus adanya PAREGREG jilid 2. Semoga angka 7 ketiga inilah Indonesia menjelma embali menjadi salah satu kekuatan dunia.
    IMHO, hanya pendapat orang awam, kalo ada kesalahan mohon pencerahan dari @Mas Yayan dr temen temen Warjager lainnya..

    • Wah keren juga angka 7 nya Pak Puh ..

    • Sejarah juga mencatat bahwa keruntuhan kerjaan tersebut datang dari anak bangsa sendiri bukan dari bangsa lain. Penjajahan eropa mencengkeram disaat bangsa ini sudah lemah.

      • Betul sekali mas kobu,awalnya dari perbedaan pendapat berkembang menjadi perselisihan besar,dalam kondisi seperti ini tidak menutup kemungkiinan masuknya pihak “luar” dengan berbagai macam kepentingannya sehingga memperburuk keadaan tersebut. Oleh karena itu, semoga persatuan dan kesatuan bangsa kita semakin kuat demi kejayaan INDONESIA…..Amin YRA, salam kenal mas kobu…

    • 7 = tujuh = pitu = pitulungan 😀

    • Wah, ternyata angka 7 sakral juga ya?

      • Salam kenal mas yayan, selamat malam..
        Selain angka faforit saya (7 adalah nomor punggung Cristiano Ronaldo),angka 7 juga sangat bermakna bagi saya terkait dengan harapan saya diatas.
        Saya yakin hakkul yakin bahwa Indonesia akan segera kembali berjaya karena banyak sekali tanda-tandanya, seperti diawali penguatan alutsista dan lahirnya UU Minerba (meskipun pelaksanannya belum maksimal) serta upaya segenap bangsa dalam rangka meningkatkan daya saing baik di bidang politik,ekonomi, dan lainnya. Kemudian,saya mencoba mengaitkan dengan Ramalan Prabu Jaya Baya (Raja yg pernah memerintah kerajaan dimana Mbah Moel Panglima kita berasal) bahwa Indonesia akan kembali memasuki jaman keemasan setelah melalui banyak cobaan yakni salah satunya menyebutkan tentang bencana alam (gunung berapi, khusunya). IMHO, mohon pencerahan dari Mas Yayan jika landasan keyakinan saya terkesan berbau klenik. Tak ada maksud lain dengan opini saya selain mengharapkan kejayaan Bangsa dan Negara tercinta kita. Semoga INDONESIA menjadi bangsa yang kuat, mampu mengayomi warganya, mendahulukan kepentingan Nasional, dan tidak lagi mudah “didikte” oleh bangsa lainnya.
        Selamat malam, saya menunggu artikel dahsyat lainnya dari Mas Yayan dan dari Sesepuh Warjager lainnya, terima kasih….:D

  36. Assalamualaikum..
    Q:
    “China berdiri di utara, Perancis di Hanoi, Inggris di Malaysia dan Brunei, USA di Manila, Brunei dan juga KL, yang terakhir, dan justru yang paling mengkhawatirkan adalah dengan hadirnya Russia di Jakarta..!..”
    deep n hit…
    sdikit pemikiran liar dr sy:
    andaikan konflik LCS terjd, mngkin dlm bbrp pulh th lg..konlik dlm ngri tiongkok mngenai sk uigur tdk bs danggap sepele…scr prbatasan tiongkok bag bart adh ngra dgn myritas islam…apbl konflik lcs dpaksakan 5-10 th kdpn, sudah dpastikan stbilitas dlm ngr tiongkok jd taruhan…aplg kl konlik lcs berlarut-larut…n jk trjd, sx lg mngkn, mnrt sy, hnya mrpkn naval warfare…
    mng cukup mngkhwatirkan jg (bg mrka) bl ruskie hadir, nyg mngjutkan kwasan krn hadir brsma Indonesia…maknyuss…g tnggung” yg dipilih papa bear neg dgn potensi tinggi k dpn (eko, bud, pol/militer)…realita selera…
    n: spantasny s oranje ikut kt, scr mrpkn “teras” budaya (politik??) kita d eropahh..ingat LCS jd ingt mbah…??pdhl pas bgt nh dgn keinginanny…hihihii…
    bung@yayan, tulisan anda mggugah orang tuk mngeksplor alam pikir…gaya penulisan yg menarik, mggmbrkan masakan bercitarasa tinggi…
    salam

  37. Bung Yayan….
    Bagamana “Kisah” INA dengan PNG atau Singapore atau Australia…
    jangan slalu2 dengan Malaysia…

  38. Mantab….

  39. asalamu alaikum wr.wb @ bung Yayan bolehkah saya minta E-MAIL bung yayan

    ini e-mail saya [ rust4m.efendy@gmail.com ]

    bung yayan kontak ke saya kalau boleh

    terimakasih salam

  40. Pagi warjager & sesepuh

    Ijin nyimak artikelnya bung @yayan

    Salam

  41. sy org indonsia yg bekerja sebaggai TKI di malaysia dan sy melihat perkembangan ekonomi malaysia sanggat parah dan semakin terpuruk dalam jangka 5 sampai 7 thn lgi

  42. Assamualaikum wr.wb.Bravo bung yayan salah satu topik bung yayan INDONESIA ITU BESAR,jadi TAJUK koran SINDO,baru aja saya baca korannya hari ini.Selamat dan Sukses buat bung yayan semoga ALLOH SWT selalu menjaga dan memberi kesehatan bung yayan dan keluarga.tetap semangat menulis bung.maaf oot rekan2x warjag.

    • Betull ini linknya
      http://koran-sindo.com/node/386081

      Hayoooo jurnalisnya pakai nick apa ne disini
      hehehehe

    • jika dicermati, editorial sindo mengangkat angle lain yang agak berseberangan dengan bung yayan yakni faktor ‘mental inlander’ yang cemen dan kontras dengan kekayaan dan keberagaman willayah / tanahnya (kondisi ini dalam sebuah thread yang sudah agak lama saya catat sebagai indikasi ‘kalahan’ berdasarkan sejumlah data al. peringkat di SEA games terakhir, peringkat penguasaan siswa2 kita di PISA yang mengukur kemampuan matematika, IPA dan bahasa yang jauuh di bawah vietnam yang baru selesai perang mengusir AS tahun 1975, 30 tahun setelah kiuta merdeka).

      catatan lain, jkgr ternyata dimonitor juga oleh editor koran ‘konvensional’ tidak hanya oleh military buff…

      • bung danu berarti ikut dikenal sebagai sesepuh warjag
        hehehehehe

        Warjag memang lain karena tidak melulu membahas militer .
        Pecinta militer makin tebal Rasa Cinta Tanah Airnya setelah disiram dengan materi materi kewiraan dari Bung Yayan.

        Semoga Warjag makin besar dan semoga tidak dijual oleh bung diego ke konglomerat midea hehehehehe

      • Salah satu warisan mental inlander, kalau ketemu bule banyak yang minder. Tugas semua warga mengubah itu, menjadi lebih pede. Di tempat saya, bulenya selalu saya ajak bicara bahasa Indonesia .. heheh

    • Nah loh, kok gak ijin dulu sama orangnya… T_T

  43. Bung yayan….tulisannya sangat membahagiakan saya.gak tau ya sebenarnya gak boleh sy berpikir begitu tp saya sangat menikmati kalau orang malon teraniaya he he he…

    Keep your spirit to writing patriot!

    • Hehehe..! Terima kasih bung Wehr..!

    • Betul bung Wehrmacth, saya sebagai anak bangsa ini ssngat sskit hati sewaktu saya tahu sipadan dan ligitan dianeksasi sama malon, saya sampai tidak bisa tidur kenapa begitu mudahnya 2 pulau ibu pertiwi diambil sama malon, tanpa adanya rasa bersalah dari pemerintah kita pada saat itu.

  44. Memang asik dan geli2 dikit kalo kerajaan serumput udah blunder.. kok ya slalu menarik buat saya… Saya bukan benci sih tapi udah ga percya lg sama serumput,,, melihat kondisi mereka skarang saya juga kasihan tapi di lain pihak sangat menikmati bila serumput itu pelan2 terjepit…

    Artikelnya bagus skali bung@ Yayan.
    Racikanya pas, sangat membuat saya semangat dan bangga. 2 thumbs.

    • Terima kasih bung..! Tapi ingat, jangan terlena. Kita harus tetap waspada, gigih, ulet, pantang menyerah dan jangan lupa berdoa dan bersyukur. Hehehe..! Salam bung..!

  45. Bung@Yayan….keren artikelnya…salam kenal

  46. maaf OOT…melihat serangkaian berita hari ini mengenai sidak Panglima TNI ke Mako Kopassus dan Marinir… 🙂

  47. Apa benar Limbang sudah jatuh ke tangan Brunei? Wakakaaaa

    • Betul bung..! Pada tahun 2009, di ujung masa jabatannya sebagai PM, Abdullah Ahmad Badawi melakukan kunjungan kenegaraan ke Brunei Darussalam. Kunjungan yang semula ditafsirkan oleh rakyat Malaysia sebagai kunjungan perpisahan, ternyata sekembalinya beliau ke Malaysia, pemerintah kesultanan Brunei menyampaikan pernyataan bahwa wilayah blok L dan M Limbang telah dikembalikan pada Brunei, sesuai dengan surat pernjanjian yang disepakati oleh pihak Malaysia dan Inggris yang telah mengelola daerah itu selama 40 tahun. Rakyat Malaysia marah, merasa terhina. Sampai akhirnya parlemen pun memanggil sang PM untuk menegaskan kembali bahwa tidak ada satu pun produk undang-undang di Malaysia yang membenarkan wilayah teritori mereka diserahkan kepada pihak lain. Sang PM pun menjelaskan bahwa dia adalah warga Malaysia yang patuh undang-undang, dan tidak akan mungkin melepas wilayah teritori Malaysia walau hanya sejengkal tanah pun. Yang menjadi masalahnya adalah status wilayah Limbang itu sendiri. Dalam surat perjanjian tersebut, ternyata sangat jelas disebutkan bahwa Limbang adalah daerah konsesi untuk dikelola oleh Malaysia selama 40 tahun. Wilayah konsesi dengan wilayah teritori, jelas memiliki makna yang sangat berbeda dong..!

      • bisa dibabar sedikit mengenai Limbang ini bung…wilayah apa sebenarnya ini??

        • Kawasan Limbang ini sebelumnya adalah kawasan bertindih yang masih menjadi sengketa antara Malaysia dan Brunei. Secuil wilayah di pesisir LCS yang merupakan perbatasan antara Serawak dan Brunei, yang diestimasikan memiliki kandungan minyak hingga 2 miliar barel. Dengan jumlah potensi minyaknya yang sebesar itu, kalau di Indonesia mungkin setingkat dengan kawasan Caltex Duri di Riau. Konsesi ini diberikan Inggris pada Malaysia, karena waktu itu negara Brunei sendiri belum mendapatkan kemerdekaannya. Di pihak Malaysia, ada kecenderungan untuk menghilangkan fakta sejarah ini. Malaysia menginginkan agar Limbang tetap menjadi wilayah tetap mereka. Kasus kemenangan perusahaan minyak dari US untuk mengelola blok minyak ini, menjadi penyebab kuat mengapa Inggris berada di pihak Brunei. Melihat Inggris yang turun gunung, membuat pemerintahan di Malaysia mulai menghitung langkah. Mereka sangat sadar bahwa fakta sejarah yang dimiliki Brunei lebih kuat, manakala di pihak Malaysia sendiri, begitu banyak hal yang melemahkan posisi Malaysia. Dengan berhitung mendapatkan sedikit adalah lebih baik daripada tidak sama sekali, akhirnya Malaysia menyerahkan Limbang ke Brunei, dengan catatan, Petronaslah yang memegang hak konsesi di wilayah itu. Selain itu pula, begitu banyak faktor X yang menyelubunginya. Insya Allah suatu saat, saya akan bahas tentang korelasi antara haluan politik luar negeri Brunei, fokus ekonomi dan sebab mengapa mereka harus berlabuh ke Indonesia. Hari senin nanti, saya akan berada di Bandar Seri Begawan, memenuhi sebuah undangan. Mudah-mudahn ada oleh-oleh menarik yang bisa kita diskusikan disini. Amien..!

          • amin bung…wah kalau bung Yayan jadi ke Inggris bakal rehat ga nih ulasan2 cerdas nya?? 🙂

          • wah @bung yayan mau ke brunei… mungkin sebagian orang berpikir kalau d brunei semua serba wah… Walau nyata nya hanya mirip sebuah kabupaten d indonesia. Semoga sukses n selamat buat anda dan keluarga jaga diri bung btw kalauu bung yayan menginap d hotel d Brunei hanya ada 3 hotel yg bertaraf :empire hotel n contry club, Rizqun hotel n centre point hotel kebetulan dari Rizqun dan centre point hotel hanya berjarak 100-200 meter dari tempat sy kerja dan tinggal, kalau empire hotel agak jauh bung kurang lebih 15-20 menit perjalanan dgn mobil

      • Nah lho..! Berarti wilayah SABAH juga harus cepat dikembalikan ke Sultan Sulu dong, kan sistemnya sewa wilayah teritori…

  48. Konstelasi politik di Malaysia memang sedang berputar deras. Yang menarik adalah siapa sosok pengganti Anwar Ibrahim sebagai oposan yang bersuara lantang terhadap pemerintahannya.
    @ Bung Yayan.. salam kenal, artikel yang cerdas dan berkualitas seperti biasanya.
    Berandai-andai ya bung.. Jika suatu saat anda terjun ke politik saya yakin anda bisa menjadi politikus yang amanah yang selama ini sangat langka di Republik ini..

    • Kami sekeluarga telah berikrar untuk mengakhiri dunia politik, cukup sampai ayahanda kami saja. Anda tidak tahu bagaimana kami sekeluarga menanggung derita yang teramat sangat sebagai korban politik. Keluarga kami punya bisnis, tapi bisnis kami dulu dikebiri. Akhirnya orang tua kami memilih untuk menangani perusahaan asing di berbagai benua. Sewaktu duduk di SMP, ayah saya menempatkan nama saya sebagai Dirut perusahaan. Tujuannya adalah untuk meledek anak sang penguasa yang telah bertindak semau gue. Kalau ingat kenangan itu, saya suka sedih dan geli. Hehehe..!

      • lewat tulisan inipun anda telah berkontribusi dalam memberikan pemahaman kebangsaan.terima kasih bung yayan!

      • @yayan : mengabdi ke negara n bangsa ini memang g harus lewat jalur politik bung, ada bnyak jalan untuk mnunjukkan rasa bakti qt ke ibu pertiwi

      • Bung Syaiful dan bung Sorandaka, terima kasih untuk segala penyemangatnya. Hehehe..! Dan untuk anda-anda juga, saya haturkan salam, semoga sehat dan semangat selalu..!

      • kenangan itu pasti yang membuat bung Yayan memiliki semangat seperti ini…ditunggu tulisannya mengenai tetangga lain bung,saya pribadi haus juga terhadap pemahaman kebangsaan…

  49. kaya ga tau sfat mereka sajah… mereka hanya terlanjur mlu sehabis menghina habis2san bangsa yang sebenarnya saudara m,ereka (INDONESIA)
    jadi serba salah yaah.. mw minta muuf ,, mlu karena sudah keterlaluan,, terpoksa menjilat negara lain demi gengsi dan ambisi mereka,, dikira merekalah yang pntas memegang kendali di nusantara,,,

  50. “Perancis di Hanoi”.. ceritain dong om.. beri penjelasan biar tambah gamblang.. Terimakasih.

    • Perancis adalah yang menempatkan kepulauan Spratly ke dalam wilayah Vietnam sewaktu berlangsungnya perang Sino French. Kegagalan Amerika waktu perang Vietnam, tidak lain karena mereka tidak melibatkan Perancis. Waktu itu, konon Perancis lagi ogah berperang. Sayangnya, para seniman perang Perancis justru secara suka rela membimbing geriyawan Vietnam. Di masa damai seperti sekarang, Perancis memang gak begitu mencolok dalam area militer Vietnam. Tapi dalam ekonomi, walau terkesan malu-malu, nyatanya Perancis adalah negara yang berada di sebalik lahirnya industri-industri strategis Vietnam.

  51. kata teman saya, MH370 itu hilang bukan karena kecelakaan tp murni pembajakan, dan d pesawat tersebut membawa ”sesuatu” yg spesial milik mamarika, yg akirnya mamarika ikut mencari mati-matian pesawat tersebut sampe ke ujung samudra, ini kata temen saya. boleh percaya dan boleh tidak, tetapi jika ad waktu bisa dianalisa dengan pikiran jernih, apakah tidak aneh jika si poseidon ampe ikut mencari sdngkan mama eli yg ibunya saja cuma melihat sambil minum kopi.

  52. Greget Kalo denger RUSSIA DI JAKARTA salam Komando ! anak baru izin gabung

  53. Bung Yayan judulnya artinya apavdan tafsirnya????

    Maaf drpd google translet malah deviasi maknanya…..

  54. slogan pariwisata mereka trully asia seakan2 merasa diri paling asia dengan kelengkapan budayanya ( yg banyak membajak budaya negara lain) apalagi dengan semboyan mereka di pertengahan tahun 2000 ” Satu Malaysia” seakan2 mereka kelabakan akan kemungkinan daerah2 di malaysia menuntut kemerdekaan atau “satu malaysia” itu sebuah propganda untuk menyatukan kalimantan hihihihih ingin mneiru Bhineka Tunggal Ika tapi konsepnya tidak jelas…. patut dikasihani

  55. waktu kapal saya bersandar di salah satu pelabuhan malaysia saya pernah ditunjukkan rekan kerja yg kebetulan orang malaysia bahwa malaysia itu lebih rasis dari indonesia apalagi kepada warga negara keturunan … dia menunjukkan pada saya sebuah koran yg di dalamnya ada rubrik pembaca… disana tertulis komplain pada warga negara keturunan yg berdagang dan menjual roti satu setengah ringgit hihihihi

  56. salut buat yang kometar d JG ini

  57. semoga sukses utk penempatannya di lokasi baru pak Perwira 🙂

  58. Hal yang saya ingat pertama kali setelah membaca judul artikel di atas adalah telenovela tahun 90-an di TVRI yang dibintangi oleh Eric Estrada; seorang aktor yang populer lewat serial televisi favorit saya saat masih kanak-kanak. He..he artikel yang bagus bung Yayan. Benar2 membuat saya betah mampir di sini. Dan yang membuat saya selalu kembali terutama adalah update komentar dari pemirsa warung ini benar2 seru dan berwarna 🙂

  59. Nice artikel bung yayan membaca tulisan anda yg begitu bagus itu mencerminkan tingkat emosi dan intelektual yang mumpuni
    Salam

    • Terima kasih bung Kawulo Alit..! Saya juga masih dalam tahap sama-sama belajar, tidak berbeda dengan yang lainnya. Salam hangat untuk anda, bung..!

  60. @bung yayan, Suatu kebanggaan mengikuti kuliah kewiraan langsung dr “dosen” kewiraan di univ. JKGR.
    I love it!

    • Terima kasih bung Oleg..! Untuk materi lain yang lebih berbobot, kita nantikan paparan ilmiah tentang kewiraan dari guru besar kita, bung Satrio. Kalau saya cuma magang. Hehehe..!

  61. Dos Mujeres, Un Camino?
    Dua wanita dengan SATU tujuan atau Dua wanita dengan tujuan yang SAMA?

    Tulisan yang bung Yayan paparkan antara RI dengan Malaysia cukup memukau.

    Hanya saja, saya masih ragu bahwa Russia akan memberi dukungan terhadap RI dalam konflik LCS. Mungkin dalam pengadan alutsista dan murni bisnis, tetapi sekali lagi secara politis saya kok masih ragu.

    Tabik,

    • Terima kasih bung..! Kalau saya pribadi melihatnya baik Russia maupun RI, sama-sama sedang memainkan taktik aman. Secara langsung, kita tidak atau belum terlibat dalam konflik LCS. Sehingga kondisi aman ini bisa dimanfaatkan oleh kedua negara untuk lebih meningkatkan kerjasama ekonomi. Tetapi apabila kelak kita terseret atau mungkin diseret ke dalam pusaran konflik, apakah Russia akan berdiam diri begitu saja melihat asset-assetnya yang terancam dibumihanguskan? Tentu tidak, bukan? Di saat itulah kemungkinan besar Russia akan bergerak maju ke depan. Dalihnya, memberikan perlindungan terhadap aset-aset mereka..!

  62. bung yayan knp ya.. sya malah mikir asia tenggara akan banyak di pengaruhi oleh negara maju di masa depan… spt amerika. inggris. prancis… dan rusia.. tolong di buatin artikel nya… karna asia tenggara ini termasuk kumpulan negara tenang tp memendam dendam dg tetangga

    • Yup, apa yang anda pikirkan tidak salah. Kalau anda sering bepergian ke luar negeri, begitu banyak isu tentang asia tenggara ini. Bagi yang tinggal di Indonesia, mungkin lebih melihat negara lain dari kacamata negaranya, begitupun dengan negara asia tenggara lainnya. Tapi pernahkah kita mencoba melihat bagaimana suatu negara lain melihat bangsa dan negara kita dari kaca mata mereka? Inilah sesungguhnya hal yang jauh lebih menarik untuk kita simak. Hehehe..!

 Leave a Reply