Jun 062018
 

Pesawat tiltrotor V-22 Osprey buatan Bell-Boeing, AS. © Peter Gronemann via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Hasil penyelidikan Korps Marinir AS mengenai jatuhnya pesawat MV-22B Osprey ke kapal angkut amfibi pada Agustus 2017, yang menewaskan 3 orang, menemukan bahwa pesawat tilt-rotor tidak mengalami masalah mekanis atau elektrik dan awak pesawat tidak bersalah, seperti dilansir dari Flight Global.

Sebuah paragraf yang berisikan penjelasan “paling mungkin” dari kecelakaan itu telah disunting dalam laporan, namun para insinyur Naval Air Systems Command mencatat masalah dengan rotor downwash ada pada bagian yang tidak disunting.

Laporan yang banyak disunting itu menawarkan beberapa petunjuk lain mengenai apa yang menyebabkan pesawat tilt-rotor menghantam bagian sisi USS Wisconsin di lepas pantai timur Australia tahun lalu. Pesawat dengan cepat kehilangan ketinggiannya saat mendekat untuk mendarat di dek kapal, lalu menabrak bagian sisi kapal dan jatuh ke Samudra Pasifik, mengakibatkan kematian tiga orang dan melukai 23 orang lainnya di kapal.

MV-22B Osprey berpartisipasi dalam misi pelatihan, mensimulasikan evakuasi kedutaan AS di Raspberry Creek, Queensland, Australia. Sambil menahan penjelasan resmi untuk kecelakaan itu, para insinyur NAVAIR menemukan adanya downwash diresirkulasi yang memantul dari lambung kapal dan kembali ke busur rotor.

Laporan tersebut tampaknya menunjukkan bahwa masalah “downwash” menyebabkan penurunan daya dorong sebelum akhirnya MV-22B Osprey miring ke kiri, dimana mesin turboshaftnya berada, dan menghantam dek penerbangan.

Kecelakaan pesawat mirip dengan kecelakaan lain pada tahun 2015, ketika MV-22B lain mendarat di dek kapal angkut amfibi USS New Orleans, menurut penyelidikan. Kedua pesawat memiliki bobot kotor yang sama dan mengalami resirkulasi downwash akibat pantulan dari lambung kapal.

Pilot MV-22B Osprey dalam kecelakaan di USS New Orleans telah disalahkan karena meremehkan berapa berat yang dibawa pesawatnya, menurut investigasi USMC atas insiden itu.

USMC secara terbuka tidak ada menyalahkan atau menunjuk penyebab apa pun dalam kecelakaan MV-22B terbaru, tapi menekankan bahwa latihan saat masa damai itu sulit dilakukan.

“Misi itu kompleks, menantang dan termasuk terbang masuk dan keluar dari wilayah operasional yang sangat padat. Melaksanakan misi membutuhkan rencana yang terperinci dan kinerja teknis yang unggul”, menurut Mayjend Thomas Weidley dalam dukungan laporan. “Marinir yang telah mengawaki pesawat nahas itu memiliki misi yang mumpuni, terlatih, dan berkualitas. Kecelakaan pesawat itu sebelumnya diduga akibat masalah mekanis”.

Menurut laporan itu, kecelakaan terjadi pada siang hari dengan angin ringan, dan tidak ada pola atau goncangan di USS Wisconsin. Sebelum kecelakaan tersebut, awak pesawat melaporkan tidak ada yang luar biasa.

Berbagi

  4 Responses to “Downwash Diduga Penyebab Kecelakaan MV-22 Marinir AS di Australia”

  1.  

    mamarika lagiiii

  2.  

    Pespur unik sekaligus repot dlm perawatan!he3

  3.  

    Mamarikas dan chinos, punya banyak produk gagal, sementara ini jauhi produk chinos dulu biar tidak impoten cepat

    😎

  4.  

    ha, ha, ha, Depazito adalah LoL

 Leave a Reply