Jan 102017
 

Bendera Bintang Kejora

Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto meminta pemerintah Australia menginvestigasi peristiwa pengibaran bendera bintang kejora di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne pada Jumat (6/1/2017) karena sudah termasuk tindakan kriminal yang tidak bisa ditoleransi.

“Indonesia meminta Australia menginvestigasi untuk diproses secara hukum pelaku pengibaran bendera di KJRI Melbourne. Itu tindakan kriminal dan tidak bisa ditoleransi serta melanggar konvensi Wina,” kata Novanto di Jakarta, 9/1/2017.

Novanto menjelaskan dalam pola hubungan diplomatik, pihak Australia sebagai “House Country” harus benar-benar menjaga aset pemerintah Indonesia.

Dia mengatakan tindakan pengibaran bendera itu termasuk kriminal yang tidak bisa ditoleransi karena melanggar hukum dan konvensi Wina tahun 1961 dan 1963.

“Karena ini hubungan diplomatik, pihak Australia harus betul-betul mengakui, hubungan diplomatik harus betul-betul dijaga termasuk aset-aset berkaitan aset negara,” ujarnya.

Novanto meminta investigasi atas insiden tersebut harus dilakukan dengan baik agar ke depan tidak terulang.

Apalagi, menurut dia, sebelumnya muncul persoalan dugaan pelecehan terhadap Pancasila oleh oknum militer Australia.

“Soal itu saya percayakan kepada Panglima TNI dan Menhan untuk melakukan pemberhentian sementara kerja sama terkait dengan militer. Saya juga mengapresiasi Menteri Luar Negeri melakukan langkah cepat, ini harus ditindaklanjuti terus,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan kriminal yang menerobos dan mengibarkan bendera Organisasi Papua Merdeka, di dalam kompleks Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne, Australia pada Jumat (6/1).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, melalui pernyataan pers, di Jakarta, Sabtu, menyampaikan pemerintah telah mengirimkan protes kepada pemerintah Australia, serta meminta agar pelaku ditangkap dan dihukum dengan tegas sesuai hukum yang berlaku.

Menurut informasi dari Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne, tindakan kriminal simpatisan kelompok separatis itu terjadi pada Jumat, sekitar pukul 12.50 waktu setempat, saat sebagian besar staf di perwakilan resmi Indonesia itu tengah melakukan ibadah sholat Jumat.

Pelaku menerobos gedung apartemen tetangga Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne, dan kemudian memanjat pagar tembok presmis Indonesia itu, yang tingginya lebih dari 2,5 meter.

Adalah kewajiban negara tuan rumah yang menghormati kedaulatan negara sahabat untuk wajib menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar presmis resmi negara yang membuka hubungan diplomatik dengan negara itu.

Hal serupa selalu dilakukan Indonesia terhadap semua kompleks perwakilan resmi negara sahabat di Indonesia. Bahkan terdapat satuan khusus dari Kepolisian Indonesia yang juga ditugaskan untuk itu.

Selain menyampaikan protes, pemerintah Indonesia juga mengingatkan tanggung jawab pemerintah Australia untuk melindungi perwakilan diplomatik dan konsuler yang berada di wilayah yurisdiksinya, sesuai Konvensi Wina 1961 dan 1963 tentang Hubungan Diplomatik dan Konsuler.

Karena itu, Nasir menambahkan, pemerintah Indonesia meminta otoritas Australia untuk memastikan dan meningkatkan perlindungan terhadap semua properti diplomatik dan konsuler RI.

Antara

Bagikan Artikel:

  14 Responses to “DPR Minta Australia Investigasi Pengibaran Bendera Bintang Kejora”

  1. jgn sampai ausie bt timor timur k 2.dasar negara nenek moyangnya kriminal2

    • ralat dikit, timor timur pertama, papua barat kedua :D

    • Ga usah koar2 salahin negara lain..pemerintah kita aja yang cupu gampang dipermainkan..udah tau prilaku tetangga2 kita dari dulu brengsek.. kenapa enggak tegas tutup semua hubungan diplomatik aja…mereka usil kita bentak mereka…msh banyak negara2 laen yg msh mau kerjasama dgn negara kita selain negara2 tetangga brengsek itu.

  2. weh dpt the one

  3. NKRI tiada henti2nya dirongrong terus baik diluar negri maupun didalam negri…
    rasislah…
    sukulah..
    agamalah…
    politik kepentinganlah..
    pilkadalah..
    banyak yg meng”halal”kan segala cara untuk mencapai tujuan..
    dibalut dengan topeng “kebaikan”…

    yang ujung2nya tampak sudah “KEMUNAFIKAN KRONIS”…
    semua hanya untuk kepentingan individu dan golongan…
    kronis sungguh kronis..
    oh NKRI…

  4. Saya setuju apa yang di sampaikan oleh bung @NKRI harga mati….sudah tau punya tetangga pada reseh dan brengsek…masih aja mau di plokoto terus….maunya sampai kapan di jadikan jongos terus??? ora isok ngomong, sirah di keplak meneng wae, di goblok-goblok in diam saja….kok ora onok harga diri blasss….kita bisa bikin Ingris, Belanda, Portugis dan Jepang modyar semua….malah penerus sekarang pada memble kabeh…seperti anjing galak ndak punya gigi, bisanya njengong-njengong, tapi ndak berani gigit soalnya ompong…beda banget sama generasi pejuang dulu, senggol bacok, pada takut semua tetangga kurang ajar seperti asutralia….tunjukan bahwa Indonesia punya harga diri dan integritas !

    • Ya anda maunya seperti apa? Maunya perang? Embargo Impor sapi? Putus hub bilateral? Udahlah kita harus sadar diri, negara kita masih lemah dari sektor ekonomi maupun militer, gk herran kalo tetangga bisa semena2, kalo mau negara gk di injek2 ya harus kuat dari segi ekonomi dan militer, dan kalo memang anda serius ya buat aja demo agar Pemerintah bertindak tegas atas aus, demo agar RI hentikan impor sapi kek, tarik dubes kek, putus hubungan bilateral kek, silahkan tunjukkan bahwa rakyat RI masih punya integritas dan harga diri, Semuanya itu dimulai dari kita, jadi jgn terlalu berharap pada pemerintah karna pemerintah lebih mementingkan hubungan baik daripada harga diiri dan integritas

  5. HABISI saja aust negara kabing tsb, kembalikan benua astralia ke pemeliknya bangsa Aborigin, ganti Benua Australia jadi Benua Aborigin

  6. HABISI negara KAMBING Austra tersebut, kembalikan benuanya ke pemilik ASLInya Bangsa ABORIGIN, ganti benua ASTra Jadi Benua ABORIGIN, jelas-jelas meraka itu penjajah, sampai sekarang masih menjajah bangsa ABORIGIN. liat Bangsa ABURIGIN hampir punah

  7. aushit berani ga ya mendukung tibet merdeka, seperti ke papua

  8. selanjutnya, apa tindakan australia terhadap pengibaran bendera organisasi terlarang ini bung???

  9. Semua itu dimulai dari kita, kata org sih ya sifat pemimpin itu mencerminkan sifat rakyatnya, karna pemimpin itu juga berasal dari rakyat

  10. Gag usah di investigasi..cukup bilang maaf. Pemerintah bakal senang. Habis itu papua merdeka…tapi jangan lupa kata maaf biar presiden R1 adem. Simple

 Leave a Reply