Des 282018
 

Mock up jet tempur KFX/IFX

Jakarta, Jakartagreater.com   –   Pertahanan negara merupakan salah satu aspek penting untuk menjamin eksistensi dan keberlangsungan hidup bangsa dan negara. Untuk itu, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendorong kerja sama bidang pertahanan Indonesia dengan Korea Selatan yang sudah terjalin untuk dapat terus ditingkatkan.

Hal itu diungkapkan Fadli usai menerima kunjungan Ketua Komisi Pertahanan Korea Selatan Mr. AHN Gyu Back beserta jajaran, di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 28-12-2018, dirilis situs DPR RI. Dalam kesempatan ini, Fadli didampingi Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Hamzah Tanjung (F-Gerindra).

Saat ini, Indonesia dan Korea Selatan tengah menyepakati beberapa program kerja sama, diantaranya adalah pembelian 3 unit kapal selam DSME-209 dan Pengembangan pesawat tempur generasi 4.5, Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Namun, kerja sama itu masih menemui kendala.

“Karena permasalahan ekonomi, Indonesia gagal memenuhi tenggat waktu pembayaran pesawat tempur sebesar 203 juta dolar Amerika Serikat,” imbuh Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ini.

Fadli berharap melalui kerja sama tersebut dapat memberikan titik terang bagi Indonesia untuk mengembangkan kapasistas alat utama sistem senjata (alutsista) yang canggih, serta adanya transfer teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan. Nantinya ahli teknologi antara kedua negara bisa mewujudkan kemandirian pertahanan Indonesia.

“Kami berharap program kerja sama militer antara kedua negara bisa terus berlanjut demi pengembangan pertahanan,” ujar legislator Partai Gerindra itu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pertahanan Korsel Mr. AHN Gyu Back menyampaikan hubungan Indonesia dan Korea Selatan meningkat menjadi kemitraan strategis. Di bidang pertahanan, kerja sama kedua negara menjadi sorotan di Korsel, bahkan di dunia.

“Kami sangat senang program kerja sama dibidang pertahanan ini bisa berlangsung. Semoga ke depannya bisa ditingkatkan dan saling melengkapi di bidang teknologi dan padat karya,” ungkapnya.

Terakhir, pihaknya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana tsunami yaag terjadi di Selat Sunda, beberapa waktu yang lalu. “Kami turut berduka cita atas kejadian di Selat Sunda. Masyarakat Korsel ikut merasakan pilu atas kejadian ini. Untuk itu, kami bersedia memberi dukungan,” tuturnya.

Bagikan:

  3 Responses to “DPR RI Dorong Peningkatan Kerja Sama Pertahanan dengan Korea Selatan”

  1.  

    Pembiayaan untuk penelitian pengembangan (litbang) di Indonesia berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merupakan salah satu yang terendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga dan porsi terbesarnya masih berasal dari dana pemerintah.

    Sebagai perbandingan, persentase pembiayaan di Indonesia adalah 0,25 persen dari GDP, dengan persentase pembiayaan pemerintah 83,88 persen pada 2016. Sementara di Malaysia, 1,30 persen dari GDP dengan pembiayaan pemerintah 19,56 persen. Di Filipina yang mengeluarkan 0,63 persen dari GDP dengan porsi pemerintah hanya 29,73 persen.