DPR Sahkan UU Kerjasama Pertahanan Indonesia-Pakistan

56
149
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam Rapat Parpurna DPR 11/02/2015 (foto: Kemhan)
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam Rapat Parpurna DPR 11/02/2015 (foto: Kemhan)

Jakarta – 446 anggota dari 10 Fraksi memenuhi kuorum Rapat Paripurna, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah menyepakati Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) kerja sama dengan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan Republik Islam Pakistan di bidang pertahanan menjadi Undang-Undang (UU), Senin (9/2), di Jakarta.

Mewakili pemerintah dalam pandangan akhir Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, keputusan yang diambil dalam Rapat Paripurna ke-18 DPR itu, merupakan sebuah hal penting yang dapat meningkatkan hubungan bilateral antar negara di kemudian hari.

“Kedua RUU tersebut telah disetujui oleh pemerintah dan DPR, dan hal ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Indonesia, demi peningkatan hubungan bilateral yang lebih baik antara Pemerintah Indonesia dengan Timor Leste dan Pakistan,” katanya.

Dan dengan adanya payung hukum yang menaungi hubungan bilateral antara Indonesia dengan Timor Leste dan Pakistan tersebut, dapat meningkatkan hubungan bilateral khususnya bidang pertahanan, dalam hal pengadaan persenjataan maupun logistik serta peningkatan konsultasi dan pertukaran informasi.

Sedangakan empat butir perjanjian Indonesia dengan Pakistan :

  1. Dialog dan konsultasi bilateral mengenai isu strategis tentang masalah pertahanan.
  2. Pembentukan komite bersama yang akan identifikasi hal-hal yang jadi kepentingan bersama.
  3. Masing-masing pihak sepakat setiap kekayaan intelektual yang timbul akibat kerjasama bersama-bersama digunakan.
  4. Tidak membawa sengketa yang timbul ke pengadilan internasional. Apabila diperlukan akan diselesaikan secara demokratik dan politik.

(Kemhan.go.id)

56 KOMENTAR

  1. Sip semoga kerjasama ini akan saling memperkuat hubungan ke-2 negara…sama India juga dibuat pak Menhan biar adil, kan kita bisa jadi penghubung antar India dan Pakistan bila terjadi perseteruan antar 2 negara tsb
    Btw ini dah tgl 12 nih harap2 cemas nunggu komfirmasi nya dri Kemenhan / mabes TNI sapa yg jadi pengganti F-5

  2. Kalau dengan pakistan okelah mungkin ada bnyak benefit yg akan kita dapatkan (mungkin termasuk teknologi nuklir). Tp dengan timor leste..? Kita negara besar apa tdk sebaiknya kita lebih sedikit selektif dalam memilih mitra strategis kita? Apalagi bargaining position negara kita di pergaulan internasional jg smakin diperhitungkan. Bukan bermaksud sombong tp di tengah konstelasi dunia yg smakin dinamis tentu sj akn lebih ideal dan maksimal hasilnya kl kita bergaul dng negara2 yg dlm beberapa bidang diatas kita.tp kl dengan negara yg (mohon maaf) hampir smua indikatornya dibawah kita tentu ini kurang ideal dlm konteks hubungan bilateral yg saling menguntungkan. Mohon pencerahah rekan2 smua kl analisa sy salah.

      • Betul bung antasena timor leste akn jd pasar buat kita, tp ada yg lbh penting dari itu bung indonesia memainkan geopolitik yg di mulai sejak ahir masa jabatan bpk SBY dg mendekati negara2 melanesia sprt papua nugini, fanuatu dan fiji untuk kepentingan kita di papua, tentu timor leste pun pny nilai strategis yg sama buat kita, sy yakin anda faham apa kepentingan nasional kita di papua saat ini.

        • Ntar kalo semua negara asia pasifik udah segaris-sehaluan ma kita, tinggal kita gabung sebagai negara-negara asia-pasifik, cenderung ke Pasifik dari Asia yang direbutin AS ma China, tinggal Asutralia jadi usus buntu dijepit, tinggal operasi dipotong dan dibuang…trus mau lari kemana?he..he… 💡

          • Bukan kah Timor Leste memiliki pemasukan dari Migas di celah Timor bung dawala ?…., meskipun Timor leste secara ekonomi di bawah kita akan tetapi secara wilayah yang masuk dalam NKRI sangat memiliki makna strategis utk geopolitik indonesia kedepan. Sebaiknya memang seperti Timor Leste, PNG, Fiji, Vanuatu dan seluruh negara2 kepulauan Pasifik harus kita rangkul sebagai saudara dgn jaminan persaudaraan dari 250 juta jiwa yg siap membela, utk menguatkan pondasi geopolitik Indonesia di masa akan datang yang rentan dengan perebutan ekonomi dan sumber daya alam terhadap negara 2 yang lemah oleh negara2 kuat seperti ASU dan kroni2 nya yang tidak mau kehilangan hegemoninya maupun Aseng yang mulai haus SDA utk menghidupi rakyatnya yang semilyar lebih

    • Timor Timur ingin mengikuti jejak Brunei yang menyerahkan urusan pertahanan negaranya ke Indonesia, mengingat kondisi ekonominya yang sulit sampai saat ini dan jumlah tentaranya yg hanya 1500 _ 3000 orang . Isi perjanjiannya bisa jadi seperti ini:
      1. Tidak akan mengijinkan siapapun melewati timor timur atau menjadikan timor timur sebagai basis menyerang Indonesia.
      2. Indonesia tidak akan menyerang Timor timur
      3. Indonesia akan memberikan bantuan militer bila Timor Timur diserang negara lain
      4. Indonesia diperbolehkan menyerang negara lain melewati Timor Timur dalam kondisi perang

  3. tidak masalah untuk negara yang teknologi rudalnya masih KW5.
    tidak ada rotan akar pun jadi
    tidak ada KW1, KW 2 pun jadi
    berpikir realistis dan jujur dengan kemampuan sendiri itu lebih baik daripada berilusi sudah memiliki ini itu atau sudah mampu melakukan ini itu padahal kenyataannya tidak demikian.

    • Setuju dg anda bung xtradaxtrada, para pemimpi di negeri ini hrs segera di bangunkan untuk kemudian di ajak berlari mengejar ketertinggalan kita dr negera lain sprt india dan tiongkok yg sudah begitu jauh meninggalkan kita, semoga kerjasama ini berkah buat indonesia amin,,, salam.

  4. Semoga bisa ToT rudal dan terutama bom nuklir sekaligus trik2 bagaimana pakistan bisa punya bom nuklir bahkan melakukan percobaan peledakan bom nuklir tapi TIDAK kena embargo oleh asu dkk. Sebagai catatan, setahu saya negara2 yg telah melakukan percobaan peledakan bom nuklir selain anggota tetap dewan keamanan pbb adalah india, pakistan dan korea utara dan yang kena embargo hanya korea utara.

    • Tentu saja bisa bung, kan waktu pertama kali bikin percobaan nuklir, Pakistan-India sedang perang (defacto). Sementara India dibantu sovyet, Pakistan jadi punya alasan kuat untuk juga memperkuat arsenal nuklir.

      Nha kalo kita mau bikin juga, peranglah dengan Vietnam, suruh Rusia bantu Vietnam bikin nuklir, maka kita bisa pake alasan ini untuk melenggang kangkung bikin arsenal nuklir….

  5. KERJASAMA ini mengandung pesan bathin yg mendalam spt indonesia menjalin kerjasama dengan pemerintah turki….segera wujudkan program rudal kendali nasional, buat ICBM, sekalian arhanud, pembangunan dan pengayaan reaktor nuklir utuk energi…sangat diperlukan demi keutuhan bangsa dan negara…