Oct 272015
 
Photo: Yudi Mahatma

Photo: Yudi Mahatma

Jakarta – Gagasan berutang disebut menjadi salah satu opsi yang tengah diproses untuk pemenuhan anggaran pertahanan 1,5% dari produk domestik bruto (PDB) pada Minimum Essential Force (MEF) Tahap II. Komitmen awal pemerintah untuk menambah anggaran di APBN-Perubahan 2016 dinilai tidak berdampak signifikan.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais, usulan pinjaman bagi anggaran Kementerian Pertahanan itu kepada pemerintah pernah dilontarkan dalam rapat dengar pendapat di Senayan untuk menyiasati alasan pelemahan ekonomi yang menyebabkan pemangkasan anggaran pertahanan.

“Kita usulkan ke Bappenas untuk (mengambil) pinjaman luar dan dalam negeri untuk penggunaan anggaran pertahanan ini. Cuma jawaban (pemerintah) biasa-biasa saja. Normatif, business as usual,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Komitmen awal pemerintah, lanjutnya, ialah penambahan anggaran di APBNP 2016. Akan tetapi, kata dia, pengalaman mengajarkan bahwa APBNP tak bakal signifikan memberi tambahan.

“Ya sudah, terpaksa menunggu, memegang komitmen secara verbal untuk ada tambahan di (APBN) Perubahan nanti. Cuma, ya enggak banyak. Paling bertambah Rp 3 triliun,” papar Hanafi.

Anggota Fraksi PAN itu juga menyoroti soal tidak satu visinya antara Kemenhan dan TNI dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas soal dana pertahanan ini. Padahal,program MEF tahap kedua (2015-2019) mensyaratkan adanya pemenuhan anggaran 1,5% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia dalam periode itu.

“Saya belum melihat dua kementerian itu (Kemenkeu dan Bappenas) satu irama napas dengan pemenuhan MEF Tahap II. Itu kenapa diadakan rapat kemarin,” cetus Hanafi.

Terpisah, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil tidak membantah ataupun mengiyakan saat ditanya usulan utang dari DPR itu. Ia cuma menyebut bahwa semuanya masih akan dibahas lebih jauh.

“Masih akan kita bicarakan road map-nya. Ya, kan (lewat rapat) dengan Komisi I kemarin. Kita akan membuat road map menuju 1,5% GDP untuk anggaran pertahanan,” akunya.

Sofyan juga mengakui bahwa pintu peningkatan anggaran pertahanan di pembahasan RAPBN 2016 sudah tertutup.

“Belum bisa (di APBN 2016), tapi nanti kalau ada APBNP, kita akan bicarakan lagi. Pemerintah commit menuju 1,5% GDP,” tukasnya.

Mediaindonesia.com

  37 Responses to “DPR Usulkan Beli Alutsista dengan Berutang”

  1. wah,,!? utang buat beli alutsista,,?? hmmm gimana yaaa,,??

    • Pertanyaannya, apakah selama ini kita beli cash?

      • Mungkin cash bung…soalnya…rata2 kita ngeteng…Dan syaratnya banyak…tp menang fresh money…wah ada2 aja ini DPR….kenapa pada saat ini banyak diubah2 ya???.. Kan kalo yg Sudah jalan..biarkan dulu…mikir yg laen dulu…yg belom jalan…atau merintis…kesannya pemerintah Sekarang mengacak2 kmaren yg Sudah tertata Oleh SBY…mohon pencerahaannya kalo Ada yang salah…

      • Kok pikiran saya sama dengan Bung@Boldun ,,, jadi bisa saja selama ini kita “King Of Cash” , Indonesia juga termasuk negara yg penggunaan dana offbudget cukup besar.
        Tapi ya saran dri DPR juga masuk akal, dari dalam negeri bisa saja diterbitkan SUN/Obligasi/SUKUK atau sejenis nya, dan dari LN cukup tersedia banyak asalkan G to G biar lebih murah

    • Ya jangan sekedar beli lah Bung@AA Ical ,,, syarat dan ketentuan juga harus diperhatikan, list yg anda buat 20 tahun kedepan cuman jadi barang rongsokan ,,,

    • itu terlalu berlebihan, bung. kasian sikitlah sama si malon negeri setengah jadi itu

    • ingat bung@AA Ical “…tidak ada kawan atau lawan yang abadi ” , mungkin skarang indonesia merasa dekat dan mesra dengan rusia namun siapa yg menjamin 10-20 tahun mendatang indonesia masih berkawan dg rusia bisa jadi malah berhadap2an sebagai lawan . kita tahu cina adalah sekutu utama rusia dan jika konflik laut cina selatan pecah perang kemungkinan terbesar rusia akan bantu cina… ironisnya laut natuna masuk klaim cina sbg bagian wilayahnya itu artinya cepat atau lambat indonesia juga akan berhadapan dg cina beserta sekutunya yaitu rusia . Trus mau lari minta dukungan militer kemana indonesia? jelas ke amerika , amerika sedikit nakal oke dan wajar sebagai negara adidaya tanpa pesaing pasca runtuhnya soviet.. namun disisi lain keberadaan amerika juga dibutuhkan sbg penyeimbang kekuatan dunia , bisa kebayang dunia tanpa amerika? perang akan terjadi dimana2 krn sdh tdk ada lagi negara yg disegani dan ditakuti, konflik korea misalnya sdh pecah dr dulu jika amerika tdk ikut campur demikian jg dg konflik laut cina selatan akan pecah lebih awal . kesimpulannya.. keberadaan amerika kita ambil hikmahnya saja dan pinter2 indonesia menempatkan diri diantara dua persaingan besar kekuatan blok dunia yaitu rusia dan amerika, sama sperti era sukarno yg memilih netral tdk memihak soviet maupun amerika.

  2. Sepii…

    Biar utang ato cash,yg penting TNI kuat..!!
    Tni kuat,negara berdaulat,rakyat selamat..

  3. Yach . . . daripada cuman bermimpi lebih baik diiyain aja dech . . . toch rusia juga udah nawarin US$ 3 Bilion . . . tinggal bilang ke om rusky boleh nambah nggak kreditnya , , , ? biar bisa ambil juga SU34 nya

  4. sesaat sesudah salvo meriam dan sesaat sebelum salvo dari truk ada yg merasakan beda ga?

  5. di otaknya DPR gak ada lain
    hutang=minjem
    minjem=hutang

  6. Omong ta kemu ???

  7. Lebih kasian lagi malon katanya kaya tp barangnya sewa saja krn tak ada uang utk beli.

  8. Aww…. ada tentara sewa lg hahahaha…

  9. Itu baru wacana lon, kalo malon jelas2 sudah sewa……. kalo punya otak jangan taruh di freezer biar ga beku !!… wkwkwkwkwk…

  10. Askar malon dikirim ke Yaman jadi tukang cuci piring dengan imbalan 31 billion dari arab !!… wkwkwkwkwk…

  11. DPR usulkan beli alutsista dst..msh usul lon..blm tentu jg utang..hadewww pagi-pagi udh baca komen go block kaya’gini..ya Alloh smg sy tidak ketularan go block hr ini amin..

  12. Yang harus dipahami adalah baik pembelian secara cash maupun kredit (baca : hutang) itu cuma cara pembayaran saja, yang penting semua jenis pembayaran tersebut lancar alias tidak macet, nah ini yang perlu diperhitungkan dengan cermat; bukankah selama ini pembelian alutsista terutama pesawat tempur biasanya dalam skema pinjaman (kredit/hutang)

  13. biarin bung..karena sbnrnya mereka iri dg kita..klu mereka baca berita ttg keberhasilan kita bangsa Indonesia pst baca sambil telinga berasap,kepala pusing,mata merah melotot berkunang-kunang,ingus keluar,lidah menjulur,air liur menetes dan nafas tersengal-sengal

  14. Iya nih. Pdhal beli lhoo.. berarti klo yg cma bs sewa itu takde uang dan takde yg mw ksh pinjam uang. Mmmhh.. kasihannn….

  15. Malon lbh kasian cma sewa je

  16. malon Development Expenditure tahun 2016 cuma RM3.847 BILLION jadi tidak ada yang bisa dibanggakan …

  17. Klo mnurut gw sih bapak” yg duduk skrg jd anggota dewan/DPR mendingan gajinya sebagian dipotong aja buat beli alutsista….toh kerjaan nya kalian kan cuma D5 = Datang Duduk Diam Dapet Duit…

  18. Kalo mencermati keinginan berhutang untuk alutsista sesuai pernyataan dan keinginan dari TNI ada 2 :
    1. Budget keuangan alutsista tahun 2015 sudah habis untuk pembayaran hutang alutsista tahun2 sebelumnya sehingga untuk pembelian th ini dengan berhutang.
    2. Budget dan uang ada tetapi keingiinan dari pemerintah dan TNI untuk meningkatkan alutsista lebih dari budget yg disediakan untuk mengejar MEF 2 dilihat dari daftar belanja TNI yg ketahui banyak akan dibeli spt SU 35, F16, kapal selam, pesawat amfibi, medium tank, S300 dll
    mudahan yg nomer 2 yg terjadi

  19. duit anggarannya di putar kalo gak di depositoin dulu di bank..lumayan dpt bunga

  20. kalau untuk pembelian alutsista dalam negeri jangan berhutang, untuk pengembangannya.

    tapi lebih asik kalau gaji para penjabat saja yang berhutang, jadi gajinya dibayar kalau negara sudah punya uang. Kan enak gak kepikiran hutang ke luar negeri, lagipula biaya hidup di Indonesia murah koq, katanya negara ini negara yang semangat juangnya tinggi.
    Sekali2 penjabatnya berjuang untuk hidup baru bagus. 🙂

    la sistem yang membuat negara ini seperti sekarang kan para pejabat. Ya harus menikmati dong, makanya sekali2 gajinya pejabat berhutang dulu. 🙂

  21. alahhh,,no,,,supriano,,,nengkene sampeyan,,,setoran ne endi,,,

  22. aku pingin lihat penjabatnya ngantri raskin :v
    atau ngantri air bersih :v
    biar ngerasain.
    La masa rakyat doang yang di suruh berjuang, ya penjabatnya juga dong :v
    walaupun jenis perjuangannya beda tapi setidaknya buatlah kebijakan yang dapat menyenangkan hati rakyat 🙂
    jangan cuma pencitraan saja :v

  23. kamu ngutang ada pantasnya lon karena menurut kamu kami miskin tapi lebih memalukan itu kalian sok kaya tapi buat kedaulatan negara sewa itupun juga cuman sebatas omongan ntgah yg buat sewa ada pa gak dwitnya.

  24. kalau baca beritanya sih pemerintah yang gak sinkron antar lembaga, tu dpr ngasi alternatif ya hajar aja demi 1,5 %, toh komandan jugak minta tambahan dana

  25. oalah loooon malon,makanya kalo sekolah yg bener drpd komen bikin malu bangsamu…tuhlihat,upaya wacana utang luar/dalam negeri adalah untuk anggaran MEF JILID 2….
    beli 12 su35 itu diantaranya loooonnn,lha ente mikir pake ngunyah pisang gitu kkkkk

  26. kasihan malon takde masa depan

  27. @warga idn . Jika Indonesia berhutang nak beli senjate tak masalah karena hutang luar negeri Indonesia di Level aman Devisa Indonesia lebih besar dari britis. Yang tidak boleh banyak hutang itu malaysia karna cadangan Devisa malaysia sudah menipis dan hutang negara malaysia lebih dari 50% banding GDP. Tapi rakyat malaysia banyak yang tidak tahu karna pemberitaan di media malaysia tidak di publish,rakyat malaysia banyak terbuai dengan propaganda kerajaan bibuatlah rakyat malaysia bagai katak dalam tempurung seperti pak cik warga indon ini.

  28. @supriano idn. Kau tau tak skarang ni Devisa Indonesia lebih besar dari Britis majikan malaysia tu.jadi siapa yang rak de wang?

  29. Dimalaysia rasuah/korupsi ditutupi sama kerajaan sehingga rakyat malaysia hanya bisa cakap sahaja tapi tadak tau fakta dan realita seperti pak cik ini

 Leave a Reply