Jun 302014
 
Turki kembangkan Kapal Selam U214-AIP

Turki kembangkan Kapal Selam U214-AIP

Jakarta – Rapat tingkat I antara Komisi I DPR bersama pemerintah menyepakati RUU Tentang “Pengesahan Persetujuan Tentang Kerja Sama Industri Pertahanan antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Republik Turki” dibawa ke tingkat II atau Rapat Paripurna.

“Kami sepakat untuk membawa RUU ke pembahasan tingkat II, jika disetujui akan dijadikan Undang-Undang,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin seusai mengikuti rapat Komisi I DPR RI bersama pemerintah di Jakarta, Senin.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq itu dihadiri para anggota Komisi I DPR RI sedangkan dari pemerintah tampak hadir Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan pejabat dari Kementerian Hukum dan HAM.

TB Hasanuddin mengatakan rapat pembahaasan tingkat II atau rapat paripurna untuk mengambil keputusan persetujuan atas RUU itu akan berlangsung dalam pekan depan atau dalam waktu dekat.

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin (photo: antara)

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin (photo: antara)


Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan tujuan kerja sama industri pertahanan RI dan Turki selain mempererat hubungan bilateral juga menyerap tenaga kerja dalam negeri dalam rangka memproduksi alat-alat pertahanan yang digunakan di banyak negara.

Mengenai alat-alat pertahanan yang akan diproduksi, mantan Sekretaris Militer Presiden itu mengatakan ada beragam antara lain pembuatan peluru, tank ringan, tank berat, dan senjata-senjata lain yang secara teknis bisa dikerjasamakan.

Ketika ditanya mengapa Turki yang dipilih sebagai mitra kerja sama, purnawirawan mayor jenderal itu, menjelaskan Turki memiliki kemampuan teknologi yang cukup baik dengan mengadopsi teknologi barat dan timur.

“Turki secara politis dekat dengan Indonesia dan kemampuan mereka akan teknologi cukup tinggi tetapi dengan sistem yang lebih dekat dengan Asia,” katanya. (Antara).

  64 Responses to “Draft RUU Pertahanan Indonesia -Turki”

  1. pertamaxxxx

    • Numpang pertamaxx aj deh…

    • Assalammualaikum.wr.wb…
      slamt mlm warjager…
      Puput berharp mudh2 cpt terealisasi kerja sama dlm bentk Pertahanan dlm Pembuatan Alutista.krna bila sudah dlm bentk RUU,trs nantinya di jadikn Undang2.maka kerja sama tersbt akn punya Payung hukum yg jelas.dan merupkn sinkronnya Pemerintah dan anggota Dewan yg biasanya
      ‘mbulet’.sehingga dengan adanya UU
      maka dan seharsnya Kerjasama tersebt
      dpt dukungn penuh termsk Anggarannya.
      tinggal nanti bentk pengawasannya yg di perketat untk mencegah di selewengkannya anggaran.
      sehingga akn tercipta Kemandirian Alutista dlm Negeri lwt kerja sama trsbt.
      Apalagi bntk teknologi dr turki hmpr sm dengn Indonesia yaitu perpaduan barat dan timur.dengn adanya UU maka Proses
      pengrjaan Pembuatan Alutista bs cpt di laksanakan,krna ada Payung Hukum yg jelas.dan Puput jg berhararp hal-hal yg menyngkt Kemandirian Bangsa,baik itu Pembuatan Alutista,Pengadaan Alutista atwpn menyangkt Industri strategis lainnya,hars punya Payung Hukum dan Pengawasan yg jelas.sehingga memprmudah Pembuatn dan Pengadaan Alutista.dengn adanya Kerjasam dengn Turki untk Pembuatn peluru,tank dan senjata lainnya mungkn untk matra darat.
      krna untk Kapl selam dan Pespur dengn korsel meskipn ada plan B nya yaitu dengn Prancis,lewt Dasault.Peralatan radar dan avionik dengn Thales.helicopter dengn eurocopter.dan masih banyk kerja sama dengan negara lain untk pembuatan Alutista.baik itu joint production maupn dlm bentk TOT.selain Pembuatan Alutista dlm Negri misal:kcr 40,60.fast boat Patrol,Kapal LPD,LST ,Hovercraft.untk pindad ada Senapn serbu,anoa dll.lewt bentk kerjasama dengn berbagai Negara dlm pembuatan Alutista hanya dengn 1 tujuan yaitu;Kemandirian Bangsa dlm Pembuatan Alutista “made in Indonesia” betapa Bangganya Bangsa ini bila berbagai Alutista baik itu matra laut,darat dan Udara sudh mampu di buat Indonesia.
      ma’af klo ada yg kurng berkenan…
      sudh mlm,..takt nanti saurnya kesiangn.
      met Istirahat warjager semua…
      wasallamualaikm.wr.wb.

    • pertamax kepala hotak lu peang….. tak ada isi otak lu ya selain ngomomg pertamax………… hahahahaha

  2. Huh keduluan

  3. nyimak
    lama jd SR

  4. Hehehe pemburu hiu nya kagak disebut2

  5. nyimak
    lama jd SR

  6. ke duax

  7. Waduuhh calon punya U-214 yg lebih gahar nih dr pd yg pnya jerman..
    *colek bung jalo

  8. Kok spesifik banget kerjasama pertahanan sampai dibuat UU Segala, kira kira apa dibalik semua ini, mohon pencerahan pinisepuh soal ini.

    • Pernah dibahas sama bung ps and bung jalo.. bahwa saat ini kita kerjasama dgn turki utk pmbangunan ks U yg lebih gahar bung dr pd yg pnya jerman..
      Slama ini kita terpaku dgn krjasama ks dgn korsel, tp nyatanya pemerintah main blakang dgn turki. Belum lagi sama krjasama rahasia sama uncle bear. Waah makin penuh drama dunia pewayangan yh hahaa

      • Ikut nimbrung @ om sigit @ om mpu gondrong.. Penjelasan dari sesepuh Warjag mulai nongol perlahan om..
        Kerjasama “main belakang” Indonesia dengan negara lain selain korsel sudah mulai nongol di media..
        Belum lagi kerjasama RI – Tiongkok..
        Kerjasama RI – Papa Bear
        RI – Jerman dll..
        Kalo ini semua berjalan terus walaupun ganti pemimpin negara ini..
        Mimpi Indonesia untuk kembali jadi macan asia pasti terwujud..

  9. nostalgia…membangkitkan kenangan lama..
    semoga melahirkan alutista handal
    dan kemandirian alutista.

    maaf cucu lancang

  10. 10 gede. para sesepuh manaya? udah buka puasa kok lom ngasih bocoran. melas.com:-(

  11. sip,lanjutken

  12. makin gahar deh, dan tetep misteri ks kita…jayalah NKRI

  13. <:D
    ?) siap !!!
    _||_ Komandan !!
    Untuk U-boat Jerman-Turki- Korea… makin kengkap kalo kawin silang ma Rusia….
    MAJU TERUS… WOOOOWWW KERREEWWNNN

  14. Mantaf kerjasamanya, semoga kedepan Indonesia dapat membuat alutsista yg lebih canggih dgn bekerjasama bersama turki.
    Maju terus Indonesia …

  15. Selamat mlm bung diego 🙂
    Bung,kliatanya mengapa ini sampai di buat UU karena nilai strategisnya ya bung? Secara kita punya kerjasama untuk membangun KS dan Tank dgn mereka.
    Mksutnya agar siapapun nanti yg jd RI 1,proyek ini tetap brjalan

    • Syukurlah sampai ke dalam bentuk UU. Berarti kerjasama ini akan sampai ke tahapan produksi massal, yang menyangkut hak intelektual, kerjasama teknik, akusisi, aturan produksi, perlindungan informasi dan lain sebagainya.

      Iya biar, pemerintahan mendatang tidak lagi merevisi total, kerjasama dengan negara Turki yg telah dikembangkan pemerintahan sekarang

  16. Eh si tebe nongol lagi….pasti tank ringan dan tank sedang prioritasnya neh :mrgreen:

    Semoga segera mengejar program seribu tank agar bisa ada satu batalyon tank di seluruh kodam di indonesia untuk menerapkan doktrin guderian yg ditakuti pasukan musuhnya 😀

    • Kita langsung ke kelas Tank sedang. Tank SBS yg pernah ditongolin itu bentuk prototipe tank ringan meski memiliki sejumlah kekurangan nih tank menjadi salah satu faktor melangkah ke kelas berikutnya.

    • ya kalau TB ngomongin soal tank Jerman pasti ditolak mentah2 bung wehrmacht 🙂 coba tendernya dia menang, ga bakal ada keluar kata2 sakti “amblas”…

    • ahahaha..kali ini krja om tebe boleh lah…yg kmaren2 tu yg bwt dongkol….sibuk minta “PELAJAR SMA” bwt jdi pnjaga rumah mewah bernama NKRI..ktanya pnjga rumah gprlu YG BERBADAN GEDE…scara rumhnya mewah tp gk kokoh..kalo PELAJAR SMA yg jga gk mrusk lantai rumah.
      ttep garang,,yg penting rame2 n maen kroyokan.

  17. Klo ngomongin turki jd inget komeng ndan satrio :mrgreen:

    Satrio says:
    June 27, 2014 at 8:08 pm
    jiah bung PS disebutin :mrgreen:
    ane diatas cuma ngasih clue ” berjajnji kepada negara lain(suatu negara) bahwa akan membeli KS Varian U yang lebih gahar,
    hehehehe

    Sekarang tu negara masih dikasih hiburan order kecil kecilan dari negara kita,makanya gak mewek dan nuntut lisensi yg didapat dari negara produsen asli karena sdh ada kepastian kita ambil U yg lebih canggih kemereka besok.

    Maap ndan sat..jgn ditoyor ane..soale pas turki kalah tender ternyata mereka dikasih proyek juga..kabur ah :mrgreen:

    • nemu pazel lg…teryata bner… hahaha

    • @bung akung
      dari dulu deal tentang Turki sudah dibahas disini

      19 Maret 2012:. Kenaikan Harga Turki Hurriyet Daily News :
      Korea Selatan Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering mengumumkan telah memenangkan kesepakatan Indonesia sebesar $ 1,1 miliar untuk tiga kapal selam U209. Tetapi secara sepihak perusahaan Korea meminta pembayaran tambahan menjadi $ 1,4 miliar. “Sementara itu, kami memberikan tawaran terbaik kami untuk Indonesia pada 7 Februari. Sekarang kita sedang menunggu keputusan mereka, “kata pejabat Turki kepada Hurriyet Daily News. “Kami pikir kami memiliki kesempatan.”

      20 Maret 2012: Turki Hurriyet Daily News melaporkan Indonesia telah menghibur Turki atas hilangnya tender kapal selam baru-baru ini, yang Turki tampaknya hilang karena mereka tidak menawar dalam batas waktu yang ditentukan.

      Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono ternyata membahas tender kapal selam masa depan (2024) yang melibatkan U214 subs di mana galangan kapal Turki sedang membangun kemitraan dengan HDW Jerman.

      Korea Selatan juga membangun U214s dengan HDW dan siap untuk bersaing. Setiap tender Indonesia mendatang masih akan menarik. Indonesia dan Turki sedang menjajaki kontrak $ 100 juta untuk membangun radio militer dan rencana pembuatan “rudal” yang dirancang oleh Roketsan (kemungkinan 122mm dan 300mm roket, atau dipandu CIRIT 70mm roket), dan kemungkinan APC FNSS Pars 8 × 8 APC. Malaysia telah membeli Pars.

      Wikipedia melansir, Indonesia juga memesan kapal Selam 209 ke Turki:

      In December 2011, Daewoo won a contract to build Indonesia three 1,400-ton Chang Bogo-class submarines for $1.07 billion. Construction of the submarines will start in January 2012 for delivery by 2015 and 2016, for commissioning in the first half of 2018. They’ll be equipped with torpedoes and guided missiles. The submarines are described to be Korea’s original model, bigger and more advanced than Indonesia’s refurbished Type 209/1300. Initially the offered submarines were going to be in-service ROKN submarines. The sale will be done without the involvement of German companies. South Korea is currently the only country outside of Germany independently offering the Type 209 for sale.

      Indonesia was also offered two license built Type 209 submarines manufactured by a group of Turkish (SSM – Undersecretariat for Defense Industries) and German companies (HDW/ThyssenKrupp), a deal reported to be valued at $1 billion. SSM was also offering the leases of Type 209 submarines until new submarines could be completed. The offer has since been superseded by the DSME submarine contract.

      Tawaran Turki sangat menggiurkan karena (bersama HDW Jerman) akan memberikan lisensi perakitan U-209 serta dipinjamkan kapal selam sampai perakitan kapal selam selesai. Turki juga menawarkan pembangunan Roket dengan rancangan Roketsan.

  18. sampai masuk rancangan undang undang kerjasama pertahanan ?? Serius bener ?? Sdh bisa di tebak pastinya ada udang di balik kalkun, bukan sekedar buat tank…

  19. Yg perlu diingat, ratusan tenaga kerja asal Indonesia membantu kemajuan industri pertahanan turki mayoritas adalah peneliti dan perekayasa.

    Hari ini artikel banyak banget ya, sampai bingung mau komen yg mana… 😀

  20. Indonesia gahar meeeennnn

  21. baru slesai baca artikel eh udah muncul artikel lagi,….
    mantap…… optimis

  22. Sampai di buat RUU , kayaknya takut gak di terusin , menjelang ujung masa baktinya banyak proyek yg d kebut yah , takut MEF berhenti d jalan kali yah

  23. hadeuuuh ternyata baru dibahas di tingkat I DPR … msh lama prosedur nya, moga semua pihak mau kerja lembur biar cpt jd UU …

    • Sebenarnya, RUU Pertahanan Indonesia dengan luar negeri sudah banyak, seperti dengan Rusia, Amerika Serikat, Polandia, Korea Selatan, Italia, dll. Nah MoU dan kerjasama internasional yg sudah mulai sejak 2009, dengan adanya RUU ini menjadi faktor penguat kerjasama tersebut, seperti pertukaran informasi intelijen, Teknologi, pelatihan, pertukaran pelajar, dll…

  24. Yg penting Lapor dulu ndan….!!!

  25. smakin bangga sbgai rakyat NKRI
    majulah bangsaku menuju negara yg kuat adil dan makmur

  26. Lapor buat nyimak juga, seneng baca beritanya….

  27. Jd ingat prktaan calon capres..Dna 10 triliun akn kmi salurkn bt pengembngn,inovasi,penelitian,kajiaan ilmiah dll..Smoga omongnx it bs trwjud jd Pakar2 serta ilmuwan kita bs brkarya dlm penemuan2nya & tdk lg alasn trbenturx anggaran trbts..Mf hny pndpt org prbtsn & siap clh mhn koreksi..

  28. slamat bersahur warjager smua…
    dlm kesempatan kali ini marilah kita berdoa bersama2 agar bangsa kita ini ttp aman makmur sejahtera dan kuat
    dan smoga pemimpin kdepan dapat meneruskan cita2 bangsa kita untuk mandiri d sgala bidang.shingga bangsa kita dapat mgulang kgemilangan sriwijaya dan majah pahit yg di segani pihak kwn maupun lawan. .amiin selamt bersahur

  29. semoga bukan karena aji mumpung, sehingga RUU dikebut. Juga bukan karena pelipur lara. Tapi karena TNI benar2 butuh tank tersebut.

  30. TOT yg jelas Turki, Korsel, Jerman
    ada lagi ?

  31. Sepertinya RI lagi ngegasssss buat poros-poros kerjasama pertahanan……brunai sm kamboja sudah di genggam dengan sangat erat. kepulauan dari timur lagi coba didekati….sekarang turki hampir selesai….mantappppp…tapi tujuan utamanya apa ya??????

  32. siiipp

  33. Bung @jalo memangnya indonesia tdk produksi tank ringan seperti sbs ,kitakan butuh untuk linud ?

    • Bisa aja bung Orca, tapi semua tergantung permintaan user. Memang tank ringan seperti SBS itu masih banyak kekurangan, tapi kan pelan2 bisa disempurnakan. nah, tinggal user kebutuhannya apa dan mengajukan. Karena user sendiri ikut terlibat dalam pembuatan prototipe tersebut, jadi mereka tahu kekurangan apa yg harus dipenuhi.

  34. tetap absen,,hadir

  35. Layner, Rudal Balistik Baru Kapal Selam Rusia

    9 April 2014 RBTH, laporan gabungan
    Mengutip sebuah sumber industri pertahanan Rusia, Interfax melaporkan bahwa rudal balistik ‘Layner’ (Liner) yang baru telah digunakan oleh armada kapal selam Rusia. Rudal ini mulai dipasang pada awal 2014. Kabarnya, hulu ledak rudal ‘Layner’ lebih hebat dari yang dimiliki Bulava.

    Kapal selam strategis kelas ‘Delfin’ di Armada Utara akan dipersenjatai dengan rudal ‘Layner’. Hal itu memungkinkan barisan APL (Atomnykh Podvodnykh Lodok, kapal selam nuklir) menjaga kesiapan tempur Rusia setidaknya hingga tahun 2025 sampai 2030.

    Program uji rudal balistik ‘Layner’ selesai pada Oktober 2011. Peluncuran uji rudal dilakukan dua kali dan keduanya dianggap sukses. Rudal balistik ‘Layner’ yang baru ini diharapkan akan digunakan bersama rudal balistik ‘Sinyeva’ yang telah dimodernisasi sebagai bagian dari sistem persenjataan kapal selam kelas ‘Delfin’.

    Rudal ‘Layner’ sendiri merupakan modifikasi dari ‘Sinyeva’. Rudal ‘Layner’ memiliki karakteristik terbang yang sama dengan ‘Sinyeva’, tetapi sistem supresi pertahanan rudalnya lebih modern untuk PRO (Protovo-Raketnaya Oborona) dan memiliki jarak lebih jauh. Rudal ini dapat dipasang hulu ledak gabungan. ‘Layner’ dapat membawa hulu ledak berkapasitas kecil (low yield) sebanyak 9 – 12 buah, yang membuatnya lebih unggul daripada rudal ‘Bulava’. Dalam hal rasio kemampuan muatan berbanding beratnya, rudal ini lebih unggul dibanding semua rudal strategis berbahan bakar padat yang digunakan Inggris, Cina, Rusia, Amerika Serikat dan Prancis. Selain itu, hulu ledaknya dapat dipasang paralel bersama dengan sistem supresi pertahanan rudalnya.

    Menurut seorang perwakilan armada, penggunaan ‘Layner’ memang dibutuhkan, sambil menunggu kapal selam proyek 955 generasi baru kelas ‘Borey’ dengan rudal ‘Bulava’ selesai dan bisa digunakan. “Angkatan laut strategis Rusia terus mengikuti perkembangan zaman. Dua kapal selam kelas ‘Borey’ telah mulai digunakan dan yang ketiga masih diuji negara, sementara yang keempat baru dibangun,” kata sang perwakilan armada tersebut.

    Ia menambahkan, meski beberapa personel militer, misalnya mantan Kepala RVSN (Raketnye Voyska Stategicheskogo Naznacheniya/Pusat Kekuatan Roket Strategis Vladimir Yesin) berpendapat bahwa ‘Layner’ bersaing langsung dengan ‘Bulava’, anggapan itu tidak tepat. “Sungguh keliru menyamakan keduanya, karena pada dasarnya dua rudal itu dirancang berbeda. ‘Sinyeva’ dan ‘Layner’ adalah roket berbahan bakar cair, sementara ‘Bulava’ menggunakan bahan bakar padat. Selain itu, rudal-rudal ini masuk ke kategori berat yang berbeda. ‘Sinyeva’ lebih berat, setidaknya selisih 4 ton metric dan lebih besar, setidaknya selisih 3 meter,” terang perwakilan armada.

  36. perpaduan U-214 dan cangbogo mantap….SANGAR…

 Leave a Reply