Okt 022017
 

KAL Mapor II-4-64 (tnial.mil.id)

Tanjungpinang – Tim Western Fleet Quick Response Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut membongkar “drama” perompakan barang-barang yang dibawa Kapal Tongkang LKH 7887 dan Tagboat KH Tug 9.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno, Minggu 1-10-2017 di Tanjungpinang, mengatakan informasi perompakan kapal yang dilakukan 15 orang tidak dikenal di perairan Indonesia tersebut disampaikan International Liaison Officer.

“Sesudah diselidiki ternyata anak buah kapal bekerjasama dengan 15 perompak yang menggunakan 6 unit perahu,” ujar Laksama TNI Ribut Eko Suyatno. “Drama” antara anak buah kapal dengan 15 orang yang menggunakan perahu itu terungkap sesudah Tim WFQR, Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Barat dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam bersinergi melaksanakan pencarian terhadap kapal tersebut.

Sesudah memperoleh koordinat kejadian, Tim WFQR menggerakan unsur Satuan Keamanan Laut (Satkamla) yakni Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapor dan Sea Rider. Sedangkan Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Barat mengerahkan KRI Pulau Rusa-726. KAL Mapor berhasil mendeteksi keberadaan Tugboat KH Tug 9 yang berada di Perairan Singapura.

“Selanjutnya melaksanakan ‘shadowing’ serta melakukan kontak panggilan tetapi tidak dijawab,” ujar Laksama TNI Ribut Eko Suyatno. Laksama TNI Ribut Eko Suyatno menambahkan, selang beberapa waktu Tim WFQR Lanal Batam menangkap 3 pompong yang sebelumnya menaiki Kapal Tongkang LKH 7887.

Sesudah penyelidikan, diketahui bahwa awak perahu dapat menaiki TK LKH 7887 sebab sudah terjadi kerja sama sebelumnya dengan anak buah kapal Tugboat KH Tug 9.”Mereka mengambil besi skrap dari atas kapal. Mereka mendapat upah sebesar Rp 15 juta rupiah,” ujar Laksama TNI Ribut Eko Suyatno.

Beberapa lama kemudian, kata Laksama TNI Ribut Eko Suyatno 3 pompong lainnya merapat di Dermaga Lanal Batam sesudah diperintahkan untuk menyerahkan diri oleh WFQR Lanal Batam.

Lantamal IV mengamankan barang bukti berupa Tugboat KH Tug 9, Kapal Tongkang LKH 7887, enam perahu, besi skrap, kabel, dan 19 galon solar. Selain itu, Tim WFQR juga berhasil menangkap Nakhoda kapal beserta 8 anak buah kapal dan 15 orang yang menggunakan perahu. (Antara).